Logam mulia adalah kelompok logam yang memiliki nilai ekonomi tinggi, relatif langka, dan umumnya memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi atau oksidasi.
Emas, perak, platinum, dan palladium merupakan beberapa contoh logam yang umum dikenal sebagai logam mulia.
Lantas, apa itu logam mulia, apa saja jenisnya, dan apakah semua logam bernilai tinggi termasuk logam mulia? Simak penjelasannya berikut.
Pengertian Logam Mulia
Logam mulia adalah logam yang memiliki sifat tahan terhadap korosi atau oksidasi, relatif langka, dan mempunyai nilai ekonomi tinggi.
Istilah logam mulia dalam bahasa Inggris dikenal sebagai precious metals. Kelompok ini umumnya mencakup emas (Au), perak (Ag), platinum (Pt), palladium (Pd), rhodium (Rh), iridium (Ir), osmium (Os), dan ruthenium (Ru).
Sifat tahan korosi dan oksidasi menjadi salah satu karakteristik penting kelompok ini. Selain itu, kelangkaan dan kegunaannya dalam berbagai bidang membuat beberapa jenis logam tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Namun, perlu dibedakan antara logam mulia dan logam bernilai tinggi. Suatu logam bisa saja sangat langka atau mahal tanpa secara umum dikategorikan sebagai precious metal.
Contohnya adalah rhenium. Unsur ini termasuk salah satu logam paling langka di Bumi dan memiliki berbagai kegunaan industri, tetapi tidak termasuk kelompok precious metals yang umum digunakan dalam klasifikasi tersebut.
Apa Ciri-Ciri Logam Mulia?
Secara umum, logam dalam kelompok ini memiliki nilai ekonomi tinggi, relatif langka, dan tahan terhadap korosi atau oksidasi.
Beberapa ciri logam mulia:
- Relatif tahan korosi dan oksidasi, sehingga tidak mudah mengalami perubahan akibat reaksi dengan lingkungan.
- Memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama karena kelangkaan dan kegunaannya.
- Relatif langka, sehingga ketersediaannya lebih terbatas dibandingkan banyak logam industri.
- Memiliki berbagai kegunaan, mulai dari perhiasan dan investasi hingga kebutuhan industri dan teknologi.
- Dapat diperdagangkan, terutama jenis seperti emas, perak, platinum, dan palladium yang memiliki pasar komoditas.
Jenis-Jenis Logam Mulia
Ada beberapa jenis logam yang sering dibahas dalam kategori logam mulia atau logam bernilai tinggi. Masing-masing memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda.

1. Tembaga (Cu)
Tembaga atau copper (Cu) merupakan logam yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama karena memiliki konduktivitas listrik dan panas yang sangat baik.
Tembaga banyak digunakan untuk kabel listrik, motor, konstruksi, pipa, hingga berbagai peralatan industri.
Namun, secara klasifikasi umum, tembaga bukan logam mulia. Tembaga lebih tepat dikelompokkan sebagai logam industri atau base metal. Tembaga tetap memiliki nilai ekonomi tinggi karena kebutuhan industrinya sangat besar.
2. Perak (Ag)
Perak atau silver (Ag) merupakan salah satu logam mulia yang paling dikenal setelah emas.
Perak memiliki warna putih mengilap dan dikenal sebagai penghantar listrik dan panas yang sangat baik. Selain digunakan untuk perhiasan dan koin, perak juga digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan teknologi.
Perak juga diperdagangkan sebagai komoditas dan termasuk dalam kelompok pasar logam mulia bersama emas, platinum, dan palladium.
Baca juga: Investasi Perak: Keuntungan, Risiko, dan Potensinya
3. Emas (Au)
Emas atau gold (Au) merupakan jenis logam mulia yang paling populer.
Emas memiliki warna kuning khas, tahan terhadap korosi, dan relatif mudah dibentuk. Karakteristik tersebut membuat emas digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perhiasan hingga komponen teknologi.
Dalam investasi, emas banyak tersedia dalam bentuk emas batangan atau bullion. World Gold Council mendefinisikan gold bullion sebagai emas dalam bentuk batangan yang telah dimurnikan dengan tingkat kemurnian setidaknya 99,5%.
Karena memiliki pasar yang luas dan dapat diperjualbelikan, emas juga menjadi salah satu aset yang banyak digunakan untuk menyimpan nilai dalam jangka panjang.
4. Platinum (Pt)
Platinum atau platina (Pt) merupakan logam mulia yang memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi dan memiliki titik leleh yang tinggi.
Platinum banyak digunakan dalam perhiasan serta berbagai kebutuhan industri. Salah satu penggunaan pentingnya adalah sebagai bahan katalis, termasuk pada industri otomotif dan kimia.
Platinum termasuk dalam kelompok platinum-group metals bersama palladium, rhodium, ruthenium, iridium, dan osmium.
5. Palladium (Pd)
Palladium (Pd) merupakan salah satu anggota kelompok platinum-group metals.
Logam ini memiliki berbagai kegunaan industri, terutama sebagai katalis. Palladium juga digunakan dalam elektronik dan industri otomotif, termasuk pada sistem pengendalian emisi kendaraan.
Selain untuk kebutuhan industri, palladium juga dikenal sebagai salah satu komoditas dalam pasar logam mulia.
6. Iridium (Ir)
Iridium (Ir) merupakan logam yang sangat padat dan tahan terhadap korosi.
Iridium termasuk dalam kelompok platinum-group metals dan memiliki berbagai penggunaan khusus karena sifatnya yang tahan terhadap kondisi ekstrem.
Karena kelangkaannya dan karakteristiknya yang unik, iridium memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, berbeda dengan emas, logam ini lebih banyak digunakan untuk kebutuhan industri khusus daripada investasi ritel.
7. Osmium (Os)
Osmium (Os) merupakan salah satu anggota platinum-group metals bersama platinum, palladium, rhodium, ruthenium, dan iridium.
Osmium dikenal sebagai logam yang sangat padat dan memiliki titik leleh tinggi. Penggunaannya lebih terbatas dibandingkan emas atau perak karena sifat fisik dan kimianya yang khusus.
8. Ruthenium (Ru)
Ruthenium (Ru) juga termasuk kelompok platinum-group metals.
Logam ini banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, terutama sebagai katalis serta dalam komponen elektronik. USGS mencatat ruthenium digunakan sebagai katalis, kontak listrik, dan komponen resistor pada perangkat komputer.
9. Rhodium (Rh)
Rhodium (Rh) merupakan logam yang sangat langka dan termasuk dalam kelompok platinum-group metals.
Rhodium memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi dan digunakan antara lain pada katalis kendaraan untuk membantu mengurangi emisi gas buang. Logam ini juga digunakan pada komponen listrik dan berbagai aplikasi industri lainnya.
Karena produksinya terbatas dan memiliki kegunaan industri khusus, harga rhodium dapat mengalami perubahan yang cukup besar mengikuti kondisi pasokan dan permintaan.
10. Rhenium (Re)
Rhenium (Re) merupakan logam yang sangat langka dengan titik leleh sangat tinggi.
Rhenium digunakan antara lain sebagai bahan campuran pada paduan berbasis tungsten dan molibdenum, serta dalam pembuatan komponen turbin dan mesin pesawat.
Namun, rhenium tidak termasuk dalam enam platinum-group metals dan umumnya tidak diklasifikasikan sebagai precious metal. Karena itu, rhenium lebih tepat dibahas sebagai logam langka dan bernilai tinggi dengan kegunaan industri khusus.
Baca juga: Semua Investor Wajib Tahu! Inilah 11 Jenis Logam Mulia Termahal di Dunia
Kadar Logam Mulia

Apa Perbedaan Logam Mulia dan Logam Biasa?
Perlu dicatat, batas antara kelompok logam dapat berbeda tergantung konteks penggunaannya. Misalnya, tembaga memiliki nilai ekonomi tinggi dan sangat penting bagi industri, tetapi secara umum tidak dikategorikan sebagai precious metal.
Siapa yang Mengawasi Perdagangan Logam Mulia di Indonesia?
Pengawasan logam mulia di Indonesia tidak hanya berada di bawah satu lembaga. Regulator yang berwenang bergantung pada jenis produk dan kegiatan perdagangan yang dilakukan.
Untuk perdagangan emas dalam perdagangan berjangka komoditas, pengawasan berada dalam lingkup Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) di bawah Kementerian Perdagangan.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki kewenangan terhadap sektor jasa keuangan sesuai dengan jenis produk dan kegiatan usahanya. Karena itu, penting untuk melihat terlebih dahulu apakah emas yang ditawarkan merupakan emas fisik, produk perdagangan berjangka, atau bagian dari layanan sektor jasa keuangan.
Baca juga: 20 Tambang Emas Terbesar di Dunia, Data Terbaru
Investasi Emas sebagai Salah Satu Bentuk Investasi Logam Mulia
Dari berbagai jenis logam mulia, emas merupakan salah satu yang paling mudah diakses investor ritel.
Investasi emas dapat dilakukan dalam bentuk emas fisik seperti emas batangan atau melalui emas digital. Emas digital memungkinkan seseorang memiliki eksposur terhadap emas tanpa harus langsung menyimpan emas batangan di rumah.
Salah satu pilihan yang tersedia adalah Nanovest Gold. Pengguna dapat mulai membeli emas digital dari Rp5.000 dan melakukan transaksi melalui aplikasi.
Menariknya, saldo emas digital tersebut juga dapat digunakan untuk mencetak emas menjadi emas fisik ANTAM atau UBS, sesuai ketentuan dan ketersediaan.






