Tambang emas terbesar di dunia tersebar di berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat, Uzbekistan, Rusia, Kanada, Indonesia, hingga Australia. Ukurannya tidak hanya dilihat dari luas wilayah tambang, tetapi juga dari jumlah emas yang berhasil diproduksi.
Memasuki 2026, produksi emas dunia masih menunjukkan pertumbuhan. Data terbaru World Gold Council mencatat produksi tambang emas global mencapai 1.867 ton pada semester I 2026, naik sekitar 3% dibandingkan H1 2025. Produksi pada kuartal II 2026 sendiri mencapai 965,6 ton dan menjadi rekor tertinggi untuk kuartal II dalam seri data World Gold Council.
Lantas, apa saja tambang emas terbesar di dunia 2026?
Untuk membuat perbandingan yang adil, daftar berikut menggunakan produksi tahunan terbaru yang sudah lengkap sebagai dasar ranking, kemudian dilengkapi perkembangan produksi selama 2026.
Daftar Tambang Emas Terbesar di Dunia
1. Nevada Gold Mines – Amerika Serikat
Nevada Gold Mines (NGM) merupakan kompleks pertambangan emas besar yang berada di Nevada, Amerika Serikat.
Kompleks ini merupakan joint venture antara Barrick Mining dan Newmont. Operasinya mencakup sejumlah tambang besar seperti Carlin, Cortez, Turquoise Ridge, dan Phoenix.
Berdasarkan produksi tahunan terbaru, Nevada Gold Mines menghasilkan sekitar 2,595 juta troy ounce emas, sehingga berada di posisi pertama.
Perkembangan 2026 juga menunjukkan operasi NGM tetap kuat. Newmont melaporkan produksi attributable NGM sebesar 240 ribu oz pada Q2 2026, naik 2% dari kuartal sebelumnya. Untuk 2026, produksi Newmont juga diperkirakan lebih berat pada semester kedua, dengan 51% produksi tahunan diproyeksikan berasal dari H2.
Barrick juga melaporkan kinerja Q2 2026 yang kuat secara keseluruhan dengan produksi emas 796 ribu oz, naik 11% dari Q1.
2. Muruntau – Uzbekistan
Muruntau berada di wilayah Navoi, Uzbekistan, dan dioperasikan oleh Navoi Mining and Metallurgical Company.
Tambang ini merupakan salah satu tambang emas terbuka terbesar di dunia.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 1,708 juta oz, menempatkannya di posisi kedua.
Muruntau juga menjadi bagian penting dari produksi emas Uzbekistan. Navoi Mining sendiri memproduksi sekitar 3,15 juta oz emas pada 2025 dari berbagai operasinya.
3. Olimpiada – Rusia
Olimpiada merupakan tambang emas utama milik Polyus di Rusia.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 1,357 juta oz, menjadikannya salah satu tambang emas dengan produksi terbesar di dunia.
Polyus juga menjadi salah satu produsen emas terbesar secara global. Perusahaan menargetkan produksi sekitar 2,5–2,6 juta oz pada 2026 dari seluruh operasinya.
Perlu diperhatikan bahwa angka produksi Polyus merupakan produksi perusahaan, bukan hanya produksi Olimpiada.
4. Kazzinc Consolidated – Kazakhstan
Kazzinc Consolidated merupakan kompleks pertambangan yang berada di Kazakhstan.
Produksi emasnya mencapai sekitar 947 ribu oz berdasarkan data tahunan terbaru.
Selain emas, Kazzinc juga memproduksi logam lain seperti seng, tembaga, dan perak. Karena itu, kompleks ini merupakan operasi pertambangan polimetalik, bukan tambang emas murni.
5. Grasberg – Indonesia
Grasberg merupakan kompleks pertambangan di Papua Tengah, Indonesia, yang dioperasikan oleh Freeport Indonesia dan merupakan bagian dari Freeport-McMoRan.
Grasberg menjadi tambang emas terbesar di Indonesia dan juga merupakan salah satu kompleks pertambangan tembaga terbesar di dunia.
Produksi emasnya mencapai sekitar 937 ribu oz pada 2025.
Namun, angka tersebut turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya setelah terjadi gangguan operasional di kompleks Grasberg.
Memasuki 2026, produksi mulai mengalami pemulihan. World Gold Council mencatat produksi emas Indonesia kembali meningkat seiring dengan pemulihan Grasberg.
Karena itu, posisi Grasberg dalam ranking global berpotensi berubah ketika data produksi penuh 2026 sudah tersedia.
6. Almalyk Complex – Uzbekistan
Almalyk Complex merupakan kompleks pertambangan besar di Uzbekistan.
Produksi emasnya sekitar 750 ribu oz pada tahun terbaru yang digunakan sebagai basis ranking.
Selain emas, Almalyk juga merupakan produsen tembaga dan logam lainnya.
Keberadaan Almalyk dan Muruntau membuat Uzbekistan menjadi salah satu negara yang memiliki dua operasi tambang emas berskala sangat besar.
7. Blagodatnoye – Rusia
Blagodatnoye merupakan salah satu tambang emas yang dioperasikan Polyus di Rusia.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 736 ribu oz.
Tambang ini menunjukkan peningkatan produksi yang cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya sehingga naik ke posisi tujuh dalam daftar.
8. Detour Lake – Kanada
Detour Lake berada di Ontario, Kanada, dan dioperasikan oleh Agnico Eagle Mines.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 693 ribu oz.
Detour Lake juga menjadi salah satu tambang yang berkontribusi terhadap posisi Kanada sebagai salah satu negara penting dalam industri emas dunia.
9. Kibali – Republik Demokratik Kongo
Kibali Gold Mine berada di Republik Demokratik Kongo.
Dengan produksi sekitar 673 ribu oz, Kibali menjadi salah satu tambang emas terbesar di Afrika.
Tambang ini dioperasikan oleh Barrick bersama mitranya dan menjadi salah satu aset utama produksi emas Barrick di Afrika.
10. Ahafo – Ghana
Ahafo merupakan kompleks pertambangan emas besar di Ghana yang dioperasikan oleh Newmont.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 664 ribu oz.
Newmont mencatat Ahafo sebagai salah satu operasi penting dalam portofolionya. Untuk 2026, perusahaan memperkirakan produksi semester kedua akan dipengaruhi oleh kinerja masing-masing operasi, termasuk Ahafo.
11. Canadian Malartic – Kanada
Canadian Malartic merupakan salah satu tambang emas terbesar di Kanada.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 643 ribu oz.
Operasi ini juga memiliki pengembangan tambang bawah tanah yang menjadi bagian penting dari rencana produksi jangka panjang.
12. Pueblo Viejo – Republik Dominika
Pueblo Viejo berada di Republik Dominika dan merupakan salah satu tambang emas terbesar di kawasan Karibia.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 633 ribu oz.
Tambang ini merupakan joint venture yang melibatkan Barrick dan Newmont.
Pada Q2 2026, Barrick melaporkan adanya pemulihan produksi Pueblo Viejo setelah pemeliharaan yang direncanakan pada Q1.
13. Kumtor – Kirgizstan
Kumtor merupakan tambang emas besar yang berada di Kirgizstan.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 592 ribu oz.
Tambang ini menjadi salah satu produsen emas penting di Asia Tengah dan mencatat pertumbuhan produksi dibandingkan periode sebelumnya.
14. Paracatu – Brasil
Paracatu berada di Brasil dan dioperasikan oleh Kinross Gold.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 587 ribu oz.
Paracatu merupakan salah satu aset utama Kinross dan berkontribusi besar terhadap produksi emas Brasil.
15. Lihir – Papua Nugini
Lihir merupakan tambang emas besar di Papua Nugini yang dioperasikan oleh Newmont.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 585 ribu oz.
Menariknya, Lihir termasuk operasi yang diperkirakan memberikan kontribusi lebih besar pada semester kedua 2026.
Newmont menyebut peningkatan produksi H2 2026 terutama diharapkan berasal dari Boddington, Tanami, Lihir, Cerro Negro, dan Brucejack.
16. Boddington – Australia
Boddington merupakan salah satu tambang emas terbesar di Australia.
Tambang ini dioperasikan oleh Newmont dan menghasilkan sekitar 565 ribu oz berdasarkan produksi tahunan terbaru.
Boddington juga termasuk operasi yang diperkirakan mengalami peningkatan kontribusi pada semester kedua 2026.
17. Fekola – Mali
Fekola merupakan tambang emas utama milik B2Gold di Mali.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 531 ribu oz.
Produksi Fekola mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya sehingga masuk dalam 20 besar tambang emas berdasarkan produksi.
18. Yanacocha – Peru
Yanacocha merupakan salah satu nama terbesar dalam industri pertambangan emas Peru.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 515 ribu oz.
Data Newmont menunjukkan produksi Yanacocha pada 2026 sudah memberikan kontribusi signifikan. Pada Q2 2026, produksi mencapai 144 ribu oz, setelah 128 ribu oz pada Q1. Namun, Newmont memperkirakan kontribusi Yanacocha akan lebih rendah pada semester kedua.
19. Salares Norte – Chile
Salares Norte menjadi salah satu tambang yang paling menarik untuk diperhatikan pada 2026.
Tambang Gold Fields di Chile ini sebelumnya masih berada dalam fase ramp-up. Namun, kinerjanya meningkat tajam setelah mencapai produksi steady-state.
Pada H1 2026, Gold Fields mencatat produksi Salares Norte sekitar 294 ribu oz emas, sedangkan produksi dalam basis gold-equivalent mencapai sekitar 337 ribu oz.
Kinerja tersebut membuat produksi Gold Fields secara keseluruhan pada H1 2026 mencapai sekitar 1,27 juta oz gold-equivalent, naik 12% YoY.
Gold Fields mempertahankan panduan produksi 2026 sekitar 2,4–2,6 juta oz gold-equivalent.
Karena peningkatan produksi Salares Norte sangat besar, tambang ini menjadi salah satu kandidat yang berpotensi mengalami perubahan posisi dalam ranking ketika data full-year 2026 tersedia.
20. Sukari – Mesir
Sukari merupakan tambang emas terbesar dan salah satu operasi pertambangan emas paling penting di Mesir.
Produksi tahunannya mencapai sekitar 500 ribu oz.
Tambang ini dioperasikan oleh AngloGold Ashanti dan menjadi salah satu aset emas utama perusahaan di kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Apakah Ada Data Tambang Emas Terbesar 2026?
Ada data 2026, tetapi belum ada ranking full-year 2026.
Per 7 September 2026, data industri terbaru yang tersedia baru mencakup periode sampai Q2/H1 2026 untuk banyak perusahaan.
World Gold Council mencatat:
- Produksi tambang emas global H1 2026: 1.867 ton
- H1 2025: 1.808 ton
- Pertumbuhan: sekitar 3%
- Produksi Q2 2026: 965,6 ton
- Pertumbuhan Q2 YoY: 2%
- Q2 2026 menjadi rekor produksi kuartal II dalam seri data World Gold Council.
Jadi, data 2026 sudah tersedia, tetapi belum cukup untuk membuat ranking final Januari–Desember 2026.
Baca juga: 10 Daftar Orang Terkaya di Dunia dan Sumber Kekayaannya
Mengapa Ranking 2026 Belum Bisa Final?
Ada beberapa alasan.
1. Tahun 2026 belum berakhir
Produksi tambang pada Q3 dan Q4 masih dapat mengubah posisi masing-masing tambang.
2. Setiap perusahaan memiliki jadwal laporan berbeda
Ada perusahaan yang sudah melaporkan H1 2026, sementara sebagian lainnya menggunakan tahun fiskal yang berbeda.
3. Basis pelaporan bisa berbeda
Beberapa perusahaan melaporkan produksi berdasarkan 100% kepemilikan tambang, sedangkan laporan perusahaan tambang publik dapat menggunakan attributable production sesuai kepemilikan.
Contohnya, Newmont melaporkan NGM berdasarkan porsi kepemilikannya sebesar 38,5%, sementara produksi kompleks NGM secara keseluruhan mencakup kepemilikan Barrick juga.
Karena itu, angka dari satu perusahaan tidak boleh langsung dibandingkan dengan angka perusahaan lain tanpa melihat basis pelaporannya.
Apa Tambang Emas Terbesar di Dunia?
Jika menggunakan produksi tahunan terbaru yang lengkap, Nevada Gold Mines berada di posisi pertama dengan produksi sekitar 2,595 juta oz.
Di bawahnya terdapat Muruntau dengan sekitar 1,708 juta oz dan Olimpiada dengan sekitar 1,357 juta oz.
Namun, jika pertanyaannya adalah tambang mana yang terbesar pada 2026, jawabannya belum dapat dipastikan sampai seluruh data produksi 2026 tersedia.
Apa Tambang Emas Terbesar di Indonesia?

Grasberg merupakan tambang emas terbesar di Indonesia dan salah satu kompleks pertambangan terbesar di dunia.
Pada 2025, produksi emas Grasberg sekitar 937 ribu oz.
Namun, produksi Grasberg sempat terdampak gangguan operasional. Pemulihan produksi pada 2026 menjadi salah satu perkembangan penting yang perlu diperhatikan.
Jika produksi kembali meningkat sepanjang 2026, posisi Grasberg dalam ranking dunia berpotensi berubah ketika data tahunan 2026 sudah lengkap.
Negara Penghasil Emas Terbesar di Dunia
Tambang emas terbesar tidak selalu berada di negara dengan produksi emas nasional terbesar.
Hal ini karena produksi suatu negara berasal dari banyak tambang, bukan hanya satu kompleks pertambangan.
China merupakan salah satu negara dengan produksi emas tambang terbesar di dunia. Selain China, negara yang memiliki kontribusi besar terhadap produksi emas global antara lain:
- Australia
- Rusia
- Kanada
- Amerika Serikat
- Ghana
- Uzbekistan
- Indonesia
- Meksiko
- Afrika Selatan
- Peru
Produksi global sendiri mencapai 1.867 ton pada H1 2026 berdasarkan data World Gold Council.
Apa Bedanya Tambang Emas Terbesar dan Cadangan Emas Terbesar?

Istilah “terbesar” dalam industri pertambangan dapat memiliki beberapa arti.
Tambang dapat disebut terbesar berdasarkan:
- Produksi emas – jumlah emas yang dihasilkan dalam periode tertentu.
- Cadangan emas – jumlah emas yang secara ekonomis dapat ditambang berdasarkan studi dan kondisi tertentu.
- Sumber daya emas – estimasi mineral yang berpotensi untuk ditambang.
- Luas area tambang – ukuran wilayah operasi.
- Kapasitas pengolahan – kemampuan fasilitas memproses bijih.
Karena itu, tambang dengan produksi terbesar belum tentu memiliki cadangan terbesar.
Artikel ini menggunakan produksi emas sebagai indikator utama untuk membuat ranking.
Baca juga: Saham Emas Apa Saja? Daftar Saham Emas di Indonesia dan Amerika
Mengapa Produksi Tambang Emas Penting?
Produksi tambang menunjukkan seberapa besar kontribusi operasi pertambangan terhadap pasokan emas baru.
Namun, produksi bukan satu-satunya faktor yang menentukan pasokan emas global.
World Gold Council membagi pasokan emas ke dalam beberapa komponen, termasuk produksi tambang, emas daur ulang, dan aktivitas hedging produsen.
Pada Q2 2026, misalnya, produksi tambang naik 2% YoY menjadi 965,6 ton, sedangkan emas daur ulang turun 6% YoY menjadi 326,1 ton.
Ini menunjukkan bahwa perubahan produksi tambang merupakan salah satu bagian penting dalam dinamika pasokan emas dunia.
Kesimpulan
20 tambang emas terbesar di dunia berada di berbagai wilayah, dengan Nevada Gold Mines, Muruntau, dan Olimpiada berada di jajaran teratas berdasarkan produksi tahunan terbaru yang lengkap.
Indonesia juga memiliki salah satu operasi terbesar melalui Grasberg, yang menghasilkan sekitar 937 ribu oz emas pada 2025.
Sementara itu, perkembangan 2026 menunjukkan produksi emas global masih meningkat. World Gold Council mencatat produksi tambang dunia mencapai 1.867 ton pada H1 2026, naik sekitar 3% dibandingkan H1 2025.
Beberapa tambang juga menunjukkan perkembangan menarik pada 2026. Nevada Gold Mines masih mencatat produksi kuat, Grasberg memasuki fase pemulihan, sementara Salares Norte menunjukkan peningkatan produksi yang sangat signifikan setelah mencapai steady-state.
Karena 2026 belum berakhir, ranking final tambang emas terbesar 2026 baru dapat dipastikan setelah seluruh data produksi Januari–Desember 2026 tersedia.
FAQ Tambang Emas Terbesar di Dunia
Apa tambang emas terbesar di dunia?
Apa tambang emas terbesar di Indonesia?
Apakah sudah ada data produksi emas 2026?
Apakah ranking tambang emas 2026 sudah final?
Negara mana yang memiliki tambang emas terbesar?
Apakah produksi tambang sama dengan cadangan emas?
Referensi +
- World Gold Council, Gold Demand Trends: Q2 2026 – data produksi emas global Q2 dan H1 2026.
- Mining.com, World's Top 20 Largest Gold Mines
- Newmont, Q2 2026 Results
- Barrick Mining, Q2 2026 Results
- Gold Fields, H1 2026 Results
- USGS, Mineral Commodity Summaries 2026






