Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat indeks khusus yang berisi saham-saham dengan riwayat pembagian dividen dan dividend yield relatif tinggi, yaitu IDX High Dividend 20 (IDXHIDIV20).
Indeks ini mencakup 20 perusahaan yang membagikan dividen tunai selama tiga tahun terakhir dan memiliki dividend yield tinggi berdasarkan kriteria seleksi BEI.
Ini daftarnya!
Apa Itu IDX High Dividend 20?
IDX High Dividend 20 (IDXHIDIV20) adalah indeks saham yang mengukur kinerja harga 20 perusahaan tercatat di BEI yang memiliki riwayat pembagian dividen tunai selama tiga tahun terakhir dan dividend yield relatif tinggi.
BEI meluncurkan indeks ini pada 17 Mei 2018 untuk menjadi salah satu acuan bagi investor yang tertarik pada saham-saham pembagi dividen.
Dalam menentukan konstituen IDX High Dividend 20, BEI mempertimbangkan beberapa kriteria, antara lain:
- Riwayat pembagian dividen: Perusahaan harus membagikan dividen tunai setiap tahun selama tiga tahun terakhir.
- Dividend yield: Mempertimbangkan besarnya dividend yield selama tiga tahun terakhir.
- Likuiditas saham: Memperhatikan nilai transaksi saham di pasar reguler.
- Kapitalisasi pasar free float: Mempertimbangkan kapitalisasi pasar saham yang dimiliki publik.
Saham dengan Dividend Yield Tertinggi di Indonesia
Berdasarkan hasil evaluasi BEI pada Juli 2026, terdapat 20 saham yang menjadi konstituen IDX High Dividend 20 untuk periode 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027.
Untuk melihat potensi imbal hasil dividennya, berikut perbandingan dividend yield trailing 12 months (TTM) masing-masing saham.
Sumber: Perhitungan dividend yield TTM berdasarkan data dividen dan harga saham per 16 Oktober 2026 dari BRI Danareksa Sekuritas, dengan daftar konstituen IDXHIDIV20 berdasarkan evaluasi BEI Juli 2026.
Catatan: Dividend yield TTM merupakan perbandingan total dividen per saham selama 12 bulan terakhir dengan harga saham pada tanggal acuan. Angka tersebut bukan jaminan imbal hasil dividen pada periode berikutnya. Daftar di atas juga bukan peringkat resmi yang diterbitkan BEI.

1. Bank Mandiri (BMRI)
Bank Mandiri Tbk (BMRI) merupakan salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia yang menyediakan layanan perbankan untuk nasabah individu maupun korporasi.
Berdasarkan data per 16 Oktober 2026, BMRI memiliki dividend yield TTM sekitar 14,8%. Nilai tersebut berasal dari total dividen per saham sebesar Rp542 dibandingkan harga saham Rp3.660.
Pembagian dividen BMRI mencakup dividen interim dan final dari tahun buku 2025 serta dividen interim tahun buku 2026.
2. Unilever Indonesia (UNVR)
Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merupakan perusahaan barang konsumsi yang memproduksi berbagai kebutuhan rumah tangga dan perawatan pribadi.
UNVR memiliki dividend yield TTM sekitar 14,8% berdasarkan data pada 16 Oktober 2026. Total dividen per saham yang digunakan dalam perhitungan mencapai Rp201 dengan harga saham Rp1.355.
Investor tetap perlu memperhatikan kinerja penjualan, pertumbuhan laba, dan kemampuan perusahaan mempertahankan pembagian dividen.
3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merupakan bank BUMN yang dikenal memiliki fokus bisnis pada pembiayaan UMKM dan layanan perbankan ritel.
Berdasarkan data yang sama, BBRI memiliki dividend yield TTM sekitar 12,6%. Total dividen per saham yang dibagikan mencapai Rp346 dengan harga saham acuan Rp2.750.
Besaran dividen tersebut mencakup dividen interim dan final dari tahun buku 2025.
4. Telkom Indonesia (TLKM)
Telkom Indonesia Tbk (TLKM) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi dan layanan digital.
TLKM memiliki dividend yield TTM sekitar 11,7% berdasarkan data per 16 Oktober 2026. Total dividen per saham mencapai Rp223,17 dengan harga saham Rp1.900.
Kinerja bisnis, kebutuhan investasi infrastruktur, dan persaingan industri telekomunikasi menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan investor.
5. Bank Negara Indonesia (BBNI)
Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) merupakan bank BUMN yang menyediakan layanan perbankan untuk segmen individu, bisnis, dan korporasi.
BBNI mencatatkan dividend yield TTM sekitar 11,6%. Angka tersebut berasal dari dividen per saham sebesar Rp349,41 dengan harga saham acuan Rp3.000.
Selain pembagian dividen, investor perlu memperhatikan pertumbuhan kredit, kualitas aset, dan profitabilitas perusahaan.
6. Alamtri Resources Indonesia (ADRO)
Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) merupakan perusahaan yang bergerak di sektor energi dan pertambangan.
ADRO memiliki dividend yield TTM sekitar 11,3% berdasarkan total dividen per saham Rp263,26 dan harga saham Rp2.320 pada tanggal acuan.
Sebagai perusahaan yang berkaitan dengan sektor energi, kemampuan ADRO membagikan dividen juga dapat dipengaruhi oleh harga komoditas dan kondisi bisnis perusahaan.
7. Perusahaan Gas Negara (PGAS)
Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi.
PGAS memiliki dividend yield TTM sekitar 9,7% berdasarkan data per 16 Oktober 2026.
Total dividen per saham yang digunakan dalam perhitungan mencapai Rp125,61 dengan harga saham Rp1.300.
Investor dapat memperhatikan volume distribusi gas, pendapatan perusahaan, dan perkembangan kebutuhan energi domestik untuk menilai prospek bisnisnya.
8. Astra International (ASII)
Astra International Tbk (ASII) merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan usaha di berbagai sektor, termasuk otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan, dan agribisnis.
ASII mencatatkan dividend yield TTM sekitar 9,5% dengan total dividen per saham Rp390 dan harga saham acuan Rp4.100.
Besaran dividen tersebut mencakup dividen interim dan final dari tahun buku 2025.
9. HM Sampoerna (HMSP)
HM Sampoerna Tbk (HMSP) merupakan perusahaan yang bergerak di industri rokok dan produk tembakau.
Berdasarkan data per 16 Oktober 2026, HMSP memiliki dividend yield TTM sekitar 9,5%. Total dividen per saham yang digunakan dalam perhitungan mencapai Rp56,30 dengan harga saham Rp590.
Kinerja perusahaan dapat dipengaruhi oleh perubahan daya beli, kebijakan cukai, dan kondisi industri hasil tembakau.
10. Aspirasi Hidup Indonesia (ACES)
Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) merupakan perusahaan ritel yang dikenal melalui jaringan toko AZKO dan produk perlengkapan rumah tangga serta gaya hidup.
ACES memiliki dividend yield TTM sekitar 9,4% berdasarkan data harga saham dan pembagian dividen per 16 Oktober 2026.
Baca juga: Daftar Saham yang Rutin Bagi Dividen 4 Kali Setahun
Tips Memilih Saham dengan Dividend Yield Tinggi
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Periksa Riwayat Pembagian Dividen
Perhatikan apakah perusahaan rutin membagikan dividen selama beberapa tahun terakhir. Riwayat pembagian dividen dapat memberikan gambaran mengenai kebijakan perusahaan dalam membagikan keuntungan kepada pemegang saham.
Namun, pembayaran dividen sebelumnya tidak menjamin perusahaan akan membagikan dividen dengan nominal yang sama pada periode berikutnya.
2. Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan
Periksa pendapatan, laba bersih, arus kas operasional, dan tingkat utang perusahaan.
Perusahaan yang memiliki kinerja keuangan baik dan arus kas memadai umumnya memiliki kapasitas lebih baik untuk mempertahankan pembagian dividen.
3. Perhatikan Dividend Payout Ratio
Dividend payout ratio (DPR) menunjukkan persentase laba bersih yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen.
Rasio ini membantu investor mengetahui seberapa besar laba perusahaan digunakan untuk membayar dividen.
DPR yang terlalu tinggi perlu dianalisis lebih lanjut karena dapat membatasi dana yang tersedia untuk ekspansi dan kebutuhan operasional.
4. Perhatikan Valuasi Saham
Saham dengan dividend yield tinggi belum tentu memiliki harga yang menarik.
Periksa valuasi menggunakan indikator seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV) sesuai karakteristik perusahaan.
Perlu diingat bahwa dividend yield juga bisa meningkat karena harga saham turun, bukan karena perusahaan menaikkan dividen.
Baca juga: Cara Menghitung Keuntungan Saham: Panduan Capital Gain untuk Pemula
5. Sesuaikan dengan Tujuan Investasi
Setiap investor memiliki tujuan dan toleransi risiko berbeda. Ada yang mencari pendapatan dividen secara berkala, sementara yang lain lebih berfokus pada pertumbuhan nilai investasi.
Risiko Investasi Saham dengan Dividend Yield Tinggi
Saham dengan dividend yield tinggi tetap memiliki risiko yang perlu dipahami investor.
Beberapa risiko tersebut antara lain:
- Dividend trap: Dividend yield terlihat tinggi karena harga saham turun, tetapi kondisi fundamental perusahaan sedang melemah.
- Pemotongan dividen: Perusahaan dapat mengurangi atau menghentikan pembagian dividen ketika laba atau arus kas mengalami tekanan.
- Capital loss: Harga saham dapat turun sehingga investor mengalami kerugian ketika menjual saham.
- Risiko industri: Perubahan harga komoditas, daya beli masyarakat, regulasi, dan kondisi ekonomi dapat memengaruhi kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.
- Risiko likuiditas: Saham dengan aktivitas perdagangan rendah dapat lebih sulit diperjualbelikan pada harga yang diinginkan.
Kesimpulan
IDX High Dividend 20 merupakan salah satu indeks BEI yang dapat menjadi referensi untuk mencari saham dengan riwayat pembagian dividen dan dividend yield relatif tinggi.
Namun, dividend yield tinggi tidak otomatis membuat saham menjadi pilihan investasi terbaik. Periksa fundamental, valuasi, konsistensi dividen, dan prospek bisnis perusahaan sebelum mengambil keputusan.
Saham Amerika Serikat juga menarik untuk dipantau, kamu bisa explore saham Amerika di aplikasi saham AS Nanovest yang terdaftar dan diawasi OJK.
FAQ
Referensi +
- Bursa Efek Indonesia (BEI) – Indeks Saham. Definisi dan kriteria IDX High Dividend 20
- Katadata – Data dividend yield 20 saham IDXHIDIV20.






