Arus dana keluar dari iShares Bitcoin Trust (IBIT) mencapai US$405,3 juta pada 2 November 2026. Nilai tersebut bahkan melampaui arus keluar bersih seluruh ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat yang tercatat sebesar US$398,6 juta.
Data ini memunculkan pertanyaan apakah BlackRock sedang menjual Bitcoin. Namun, arus keluar ETF tidak otomatis berarti perusahaan pengelolanya melepas Bitcoin dari portofolio sendiri.
IBIT Kehilangan US$639 Juta dalam Dua Sesi
Data Farside Investors mencatat IBIT mengalami arus keluar US$405,3 juta pada 2 November. Pada sesi sebelumnya, 30 Oktober, produk tersebut juga kehilangan US$233,7 juta.
Dengan demikian, total arus keluar IBIT selama dua sesi mencapai US$639 juta. Sementara itu, seluruh ETF spot Bitcoin AS mencatat arus keluar bersih US$1,0418 miliar dalam periode yang sama.
Selisih antara arus keluar IBIT dan total ETF pada 2 November terjadi karena produk lain masih menerima dana masuk. Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC), misalnya, mencatat arus masuk US$6,7 juta.
Penarikan tersebut terjadi setelah IBIT menerima dana masuk US$410,6 juta selama empat sesi perdagangan, dari 26 hingga 29 Oktober. Meski mengalami arus keluar dalam dua sesi berikutnya, akumulasi arus masuk bersih IBIT sejak diluncurkan masih mencapai US$65,905 miliar.
Apakah BlackRock Benar-Benar Menjual Bitcoin?
Arus keluar IBIT menunjukkan penurunan dana bersih pada produk tersebut. Namun, angka US$405,3 juta bukan bukti bahwa BlackRock menjual Bitcoin untuk kepentingan perusahaan sendiri.
IBIT merupakan produk investasi yang menyimpan Bitcoin sebagai aset dasar. Saham ETF diperdagangkan di bursa, sedangkan penciptaan dan penebusan unit dalam jumlah besar melibatkan pihak yang disebut Authorized Participants (AP).
Investor ritel yang menjual saham IBIT di pasar sekunder tidak secara langsung meminta penebusan Bitcoin kepada trust.
Dalam prospektusnya, IBIT mengatur penebusan unit melalui penyelesaian tunai maupun in-kind, yaitu menggunakan Bitcoin. Pada mekanisme tunai, trust dapat menjual Bitcoin melalui pihak pelaksana transaksi. Sementara itu, mekanisme in-kind memungkinkan Bitcoin diserahkan untuk memenuhi penebusan.
Artinya, penebusan dapat mengurangi jumlah Bitcoin yang dikelola IBIT. Namun, transaksi tersebut merupakan bagian dari operasional ETF dan tidak membuktikan bahwa BlackRock menjual Bitcoin dari rekening perusahaan sendiri.
IBIT menetapkan biaya pengelolaan tahunan sebesar 0,25%. Perubahan nilai aset yang dikelola dapat memengaruhi basis penghitungan biaya tersebut, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan perubahan strategi BlackRock terhadap Bitcoin.
Arus Keluar Terjadi di Tengah Insiden Binance
Penarikan dana ETF berlangsung beberapa hari setelah insiden keamanan yang melibatkan Binance pada 29 Oktober 2026.
TRM Labs melaporkan perpindahan aset senilai sekitar US$6,36 miliar dari wallet yang dikaitkan dengan Binance ke alamat yang dikendalikan penyerang di sepuluh jaringan blockchain. Perpindahan tersebut mencakup sekitar 18.270 BTC.
TRM Labs mengatribusikan serangan itu kepada kelompok TraderTraitor yang dikaitkan dengan Korea Utara. Nilai US$6,36 miliar merupakan estimasi valuasi aset saat berpindah, bukan angka kerugian bersih final yang telah diaudit.
BeInCrypto juga menyoroti kehati-hatian investor menjelang pemilihan paruh waktu AS dan tekanan pada saham teknologi. Namun, belum ada bukti yang cukup untuk memastikan bahwa insiden Binance, pemilu AS, atau pelemahan saham teknologi menjadi penyebab langsung arus keluar IBIT.
Arus ETF Menjadi Salah Satu Indikator Pasar Bitcoin
Arus dana ETF menjadi salah satu indikator untuk mengamati minat investor terhadap Bitcoin. Arus masuk mencerminkan penambahan dana bersih, sedangkan arus keluar menunjukkan penurunan dana bersih dalam periode tertentu.
Namun, penarikan selama satu atau dua sesi belum cukup untuk memastikan perubahan tren investasi jangka panjang. IBIT masih mencatat akumulasi arus masuk bersih US$65,905 miliar sejak diluncurkan, meskipun kehilangan US$639 juta dalam dua sesi perdagangan.
Pergerakan dana pada sesi berikutnya akan memperlihatkan apakah arus keluar tersebut berlanjut atau hanya berlangsung sementara. Data ETF AS dapat menjadi referensi untuk memahami dinamika pasar Bitcoin global, tetapi bukan satu-satunya dasar untuk menilai arah harga aset kripto.






