XRP adalah aset kripto yang dirancang untuk membantu transfer nilai secara cepat melalui XRP Ledger (XRPL).
XRP dikenal karena biaya transaksi jaringan yang relatif rendah dan potensinya untuk mendukung pembayaran lintas negara.
Namun, XRP bukanlah Ripple. Simak penjelasannya berikut!
Apa Itu XRP?
XRP adalah aset kripto asli dari XRP Ledger, sebuah jaringan terdesentralisasi yang dirancang untuk memproses transaksi dan pertukaran nilai secara efisien.
Berbeda dari Bitcoin yang menggunakan mekanisme Proof of Work, XRP Ledger menggunakan protokol konsensus untuk memvalidasi transaksi. Karena itu, jaringan ini tidak memerlukan proses penambangan seperti Bitcoin.
XRP memiliki beberapa kegunaan, antara lain:
- Membayar biaya transaksi di XRP Ledger.
- Memindahkan nilai antaralamat dalam jaringan.
- Menjadi aset perantara untuk pertukaran mata uang atau aset tertentu.
XRP juga dikenal dalam pembahasan pembayaran lintas negara karena dapat digunakan untuk memindahkan nilai tanpa harus selalu bergantung pada proses transfer tradisional.
Meski demikian, penggunaan XRP tidak otomatis terlibat dalam setiap transaksi atau layanan yang disediakan Ripple.
Siapa yang Menciptakan XRP?
XRP dan XRP Ledger dikembangkan oleh tiga orang insinyur, yaitu David Schwartz, Jed McCaleb, dan Arthur Britto. Pengembangan jaringan ini dimulai pada 2011 dan XRP Ledger diluncurkan pada 2012. Tujuannya adalah menciptakan jaringan untuk memindahkan nilai secara digital dengan cepat dan tanpa proses penambangan seperti Bitcoin.
Pada September 2012, ketiganya bersama Chris Larsen mendirikan perusahaan yang awalnya bernama OpenCoin, yang kemudian dikenal sebagai Ripple. Saat itu, 80 miliar XRP diberikan kepada perusahaan tersebut untuk mendukung pengembangan ekosistemnya.
Meski memiliki hubungan historis yang erat, XRP dan Ripple tetap berbeda. XRP merupakan aset kripto di XRP Ledger, sedangkan Ripple adalah perusahaan teknologi finansial yang mengembangkan solusi pembayaran dan produk berbasis aset digital.
Apa Perbedaan XRP, Ripple, dan XRP Ledger?
Ketiga istilah ini sering dianggap sama, padahal memiliki arti berbeda.
Sederhananya, XRP adalah asetnya, XRP Ledger adalah jaringannya, sedangkan Ripple adalah perusahaan yang mengembangkan berbagai solusi teknologi finansial.
Bagaimana Cara Kerja XRP?

XRP bekerja melalui XRP Ledger, jaringan yang menggunakan protokol konsensus untuk menyepakati transaksi mana yang valid.
Berikut proses sederhananya:
- Pengirim membuat transaksi dan menentukan alamat tujuan serta jumlah XRP yang dikirim.
- Transaksi disiarkan ke jaringan XRP Ledger.
- Validator memeriksa transaksi dan membantu jaringan mencapai kesepakatan berdasarkan protokol konsensus.
- Setelah transaksi divalidasi dan dimasukkan ke ledger, saldo pengirim dan penerima diperbarui.
Proses ini tidak membutuhkan penambangan seperti pada jaringan Bitcoin. Transaksi XRP Ledger umumnya selesai dalam hitungan detik, meskipun waktu yang dibutuhkan dapat berbeda bergantung pada kondisi jaringan dan proses di platform yang digunakan.
Berapa Biaya Transaksi XRP?
Transaksi di XRP Ledger memerlukan biaya dalam bentuk XRP. Biaya dasar transaksi umumnya sangat kecil, tetapi dapat meningkat ketika jaringan mengalami kondisi tertentu.
Biaya tersebut dibakar atau dihapus dari peredaran, bukan diberikan kepada validator sebagai hadiah. Karena itu, mekanisme biaya XRP berbeda dari jaringan yang memberikan imbalan transaksi kepada penambang atau validator.
Perlu diingat, biaya transaksi jaringan berbeda dari biaya perdagangan, deposit, atau penarikan yang mungkin dikenakan oleh platform crypto.
Apa Fungsi dan Kegunaan XRP?
Aset ini juga memiliki fungsi dalam ekosistem XRP Ledger.
1. Membayar biaya transaksi
XRP digunakan untuk membayar biaya transaksi di XRP Ledger. Mekanisme ini membantu mencegah transaksi spam yang dapat membebani jaringan.
2. Memindahkan nilai
XRP dapat dikirim dari satu alamat ke alamat lainnya tanpa perlu melalui proses penambangan. Hal ini membuatnya dapat digunakan untuk memindahkan nilai secara digital.
3. Menjadi aset perantara
XRP dapat digunakan sebagai aset perantara dalam pertukaran nilai tertentu. Dalam skenario yang sesuai, pengguna atau penyedia layanan dapat memanfaatkannya untuk memfasilitasi perpindahan nilai antar-aset.
Namun, manfaat ini bergantung pada kebutuhan pengguna, likuiditas, dan dukungan layanan yang tersedia. Tidak semua transfer internasional membutuhkan XRP.
4. Mendukung aktivitas di XRP Ledger
XRP Ledger juga mendukung berbagai aktivitas, seperti pertukaran aset melalui fitur decentralized exchange (DEX) bawaan jaringan. XRP dapat digunakan dalam aktivitas tersebut sesuai mekanisme dan fitur yang tersedia.
Baca juga: Apa Itu CGPT Token? Fungsi, Tokenomics, dan Risiko Investasinya
Apa Kelebihan dan Kekurangan XRP?
Sebelum mempertimbangkan XRP sebagai aset investasi, penting untuk memahami manfaat dan keterbatasannya.
Kecepatan transaksi dan biaya rendah merupakan keunggulan teknis. Namun, keduanya tidak menjamin harga XRP akan naik atau menghasilkan keuntungan bagi investor.
Bagaimana Tokenomics XRP?
Tokenomics adalah sistem yang mengatur suplai, distribusi, dan mekanisme ekonomi suatu aset kripto.
Berapa Total Suplai XRP?
XRP memiliki suplai maksimum awal sebesar 100 miliar token. Tidak ada mekanisme penambangan baru seperti Bitcoin untuk menerbitkan XRP tambahan.
Meski jumlah maksimum tersebut telah ditetapkan, jumlah XRP yang beredar di pasar dapat berubah seiring distribusi token, aktivitas pasar, dan mekanisme lain dalam ekosistemnya.
Apa Itu Escrow XRP?
Escrow adalah mekanisme penguncian XRP dengan jadwal pelepasan tertentu. Ripple menggunakan escrow untuk mengatur pelepasan sebagian XRP yang sebelumnya dikunci.
XRP yang dilepas dari escrow tidak otomatis seluruhnya dijual ke pasar. Sebagian dapat digunakan atau dikunci kembali sesuai mekanisme yang berlaku. Karena itu, pelepasan escrow perlu dipahami sebagai salah satu faktor suplai, bukan bukti bahwa harga XRP pasti naik atau turun.
Apakah XRP Bisa Ditambang?
Tidak. XRP tidak dapat ditambang seperti Bitcoin karena XRP Ledger tidak menggunakan Proof of Work untuk memvalidasi transaksi.
XRP sudah dibuat sejak awal dengan suplai maksimum yang ditetapkan. Validator di XRP Ledger berperan membantu mencapai konsensus, bukan menambang XRP baru sebagai imbalan blok.
Baca juga: Perbedaan Coin dan Token dalam Pasar Cryptocurrency
Apa Perbedaan XRP, Bitcoin, dan Ethereum?
Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Harga XRP?

Sejumlah faktor berikut dapat memengaruhi pergerakannya.
1. Kondisi pasar crypto
Pergerakan Bitcoin dan sentimen pasar crypto secara keseluruhan dapat memengaruhi harga XRP.
Ketika pasar mengalami tekanan, XRP juga berpotensi terkoreksi meskipun tidak ada perubahan langsung pada jaringannya.
2. Perkembangan XRP Ledger
Peningkatan penggunaan jaringan, aktivitas pertukaran aset, dan perkembangan fitur dapat memengaruhi persepsi pasar terhadap ekosistem XRP. Namun, pertumbuhan aktivitas jaringan tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan harga token.
3. Regulasi dan perkembangan hukum
Kebijakan regulator dapat memengaruhi akses perdagangan, persepsi risiko, dan minat investor terhadap XRP. Perkembangan hukum di Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar.
4. Suplai dan permintaan
Jumlah XRP yang tersedia untuk diperdagangkan serta permintaan dari pengguna dan investor dapat memengaruhi harga. Perubahan suplai yang beredar, termasuk aktivitas escrow, perlu dilihat bersama data permintaan dan kondisi pasar.
5. Sentimen investor
Berita, rumor, pengumuman perusahaan, dan tren di media sosial dapat memicu perubahan harga dalam jangka pendek. Karena itu, investor sebaiknya memeriksa sumber informasi sebelum mengambil keputusan.
Apa Risiko Investasi XRP?
XRP memiliki kegunaan teknologi, tetapi tetap merupakan aset kripto yang berisiko. Beberapa hal berikut perlu diperhatikan sebelum membeli.
- Volatilitas harga: Harga dapat naik atau turun secara tajam dalam waktu singkat.
- Risiko regulasi: Perubahan kebijakan atau penafsiran hukum dapat memengaruhi perdagangan dan persepsi pasar.
- Risiko persaingan: XRP bersaing dengan jaringan blockchain dan solusi pembayaran lain.
- Risiko keamanan: Kesalahan mengirim aset ke alamat atau jaringan yang tidak sesuai dapat menyebabkan kehilangan dana. Kehilangan akses ke wallet juga dapat menghambat pemulihan aset.
- Risiko spekulasi: Membeli hanya karena tren atau prediksi harga dapat membuat keputusan investasi tidak sesuai dengan kemampuan menanggung kerugian.
Sebelum membeli XRP, tentukan tujuan investasi, pahami biaya transaksi, dan gunakan dana yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan menganggap popularitas atau keunggulan teknologi sebagai jaminan keuntungan.
Bagaimana Cara Membeli XRP?
Jika sudah memahami fungsi dan risikonya, kamu dapat mempertimbangkan pembelian XRP melalui platform perdagangan aset kripto yang berizin di Indonesia, yakni Nanovest.
Secara umum, langkahnya adalah:
- Download Nanovest di app store atau play store.
- Buat akun dan selesaikan proses verifikasi identitas.
- Deposit dana sesuai ketentuan platform.
- Cari aset XRP dan periksa harga serta pasangan perdagangan yang tersedia.
- Tentukan jumlah pembelian sesuai anggaran dan toleransi risiko.
- Periksa biaya serta detail transaksi sebelum melakukan konfirmasi.
Jika ingin mempelajari XRP lebih lanjut, kamu bisa melihat informasi aset dan fitur perdagangan yang tersedia di Nanovest. Pastikan kamu memahami mekanisme transaksi dan risiko aset sebelum memutuskan untuk membeli.
Kesimpulan
XRP adalah aset kripto yang berjalan di XRP Ledger dan dirancang untuk mendukung transfer nilai secara efisien. Keunggulan teknisnya mencakup transaksi yang umumnya cepat, biaya jaringan relatif rendah, dan dukungan untuk pertukaran aset.
Namun, nilai XRP tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Kondisi pasar, permintaan, suplai, regulasi, dan sentimen investor juga dapat memengaruhi harganya.
Karena itu, pahami fundamental serta risikonya sebelum membeli XRP. Dengan begitu, keputusan investasi dapat dibuat berdasarkan informasi dan tujuan keuangan, bukan sekadar mengikuti tren.
FAQ Seputar XRP
Referensi +
- XRP Ledger — Consensus Protocol
- XRP Ledger — Transaction Cost
- SEC — Dokumen terkait Ripple Labs






