Repo saham adalah transaksi jual beli saham dengan kesepakatan bahwa saham tersebut akan dibeli kembali pada waktu dan harga yang telah ditentukan. Istilah repo merupakan singkatan dari repurchase agreement atau perjanjian pembelian kembali.
Dalam praktiknya, repo dapat digunakan untuk memperoleh pendanaan dengan memanfaatkan saham yang dimiliki. Namun, repo bukan sekadar pinjaman dengan jaminan saham karena transaksi ini melibatkan perpindahan kepemilikan efek.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam POJK Nomor 9/POJK.04/2015, transaksi repo merupakan kontrak jual atau beli efek dengan janji untuk membeli atau menjual kembali efek pada waktu dan harga yang telah ditetapkan.
Berikut penjelasannya.
Apa Itu Repo Saham?

Repo saham adalah transaksi ketika pemilik saham menjual sahamnya kepada pihak lain dan bersepakat untuk membelinya kembali pada waktu serta harga yang sudah ditentukan.
Repo melibatkan dua pihak utama:
- Penjual repo: pihak yang menjual saham dan menerima dana, dengan kesepakatan membeli kembali saham tersebut.
- Pembeli repo: pihak yang membeli saham dan memberikan dana, dengan kesepakatan menjualnya kembali sesuai perjanjian.
Dari sisi penjual, transaksi ini disebut repo. Sementara itu, dari sisi pembeli yang menerima efek dan menyediakan dana, transaksi tersebut disebut reverse repo.
OJK menegaskan bahwa transaksi repo yang tercakup dalam ketentuannya harus mengakibatkan perubahan kepemilikan efek dan didasarkan pada perjanjian tertulis. Ketentuan ini membedakan repo dari skema gadai saham yang menggunakan saham sebagai jaminan utang.
Bagaimana Cara Kerja Repo Saham?
Cara kerja repo saham terdiri dari transaksi penjualan awal dan pembelian kembali. Berikut tahapannya.

1. Pemilik Saham Membutuhkan Dana
Misalnya, seorang investor atau perusahaan memiliki saham, tetapi membutuhkan dana untuk kebutuhan tertentu. Alih-alih menjual saham secara permanen, pihak tersebut dapat melakukan transaksi repo.
2. Saham Dijual kepada Pembeli Repo
Pemilik saham menjual saham kepada pihak lain dan menerima dana sesuai nilai transaksi yang disepakati.
Pada tahap ini, kepemilikan efek berpindah kepada pembeli repo sesuai ketentuan transaksi.
3. Harga dan Waktu Pembelian Kembali Disepakati
Kedua pihak menentukan harga pembelian kembali dan waktu penyelesaiannya. Selisih antara harga jual awal dan harga pembelian kembali dapat menjadi biaya pendanaan bagi penjual repo.
Perjanjian juga dapat mengatur mekanisme penyesuaian nilai saham, margin, serta tindakan yang harus dilakukan apabila salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya.
4. Saham Dipantau Selama Periode Repo
Harga saham bisa naik atau turun selama transaksi berlangsung. Karena itu, nilai efek dapat dievaluasi berdasarkan harga pasar melalui mekanisme mark-to-market.
Jika nilai saham turun dan ketentuan margin mengharuskannya, salah satu pihak mungkin perlu menambah dana atau efek sesuai perjanjian.
5. Saham Dibeli Kembali
Pada waktu yang telah disepakati, penjual repo membayar harga pembelian kembali. Saham kemudian dialihkan kembali sesuai mekanisme penyelesaian transaksi.
Dengan demikian, repo memiliki dua tahap utama: penjualan saham pada awal transaksi dan pembelian kembali pada tahap akhir.
Baca juga: Suspend Saham: Pengertian, Penyebab, Contoh, Cara Ceknya
Contoh Repo Saham
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan ilustrasi berikut.
Misalnya, perusahaan A memiliki saham dengan nilai pasar Rp1 miliar dan membutuhkan pendanaan jangka pendek. Perusahaan tersebut melakukan repo dengan perusahaan B.
Keduanya menyepakati nilai transaksi awal sebesar Rp800 juta dan harga pembelian kembali sebesar Rp808 juta setelah satu bulan.
Rinciannya sebagai berikut:
| Komponen | Nilai |
| Nilai pasar saham | Rp1.000.000.000 |
| Dana yang diterima | Rp800.000.000 |
| Harga pembelian kembali | Rp808.000.000 |
| Selisih harga | Rp8.000.000 |
Dalam ilustrasi ini, perusahaan A menerima dana Rp800 juta dengan menjual sahamnya kepada perusahaan B. Satu bulan kemudian, perusahaan A harus membayar Rp808 juta untuk membeli kembali saham tersebut.
Selisih Rp8 juta merupakan biaya pendanaan dalam contoh sederhana ini, dengan asumsi tidak ada biaya lain.
Mengapa dana yang diterima lebih rendah daripada nilai pasar saham? Salah satu alasannya dapat berupa haircut, yaitu pengurangan persentase dari nilai pasar efek untuk memperhitungkan risiko transaksi.
Angka di atas hanya ilustrasi. Nilai transaksi, jangka waktu, haircut, dan harga pembelian kembali sebenarnya bergantung pada kesepakatan serta ketentuan yang berlaku.
Apa Saja Risiko Repo Saham?

Repo saham memiliki beberapa risiko yang perlu dipahami sebelum menilai transaksi ini.
1. Risiko Penurunan Harga Saham
Harga saham yang menjadi objek repo bisa turun selama transaksi berlangsung. Penurunan ini dapat mengurangi nilai efek dan memicu kewajiban penambahan margin sesuai perjanjian.
2. Risiko Gagal Bayar
Salah satu pihak mungkin tidak mampu memenuhi kewajibannya ketika transaksi jatuh tempo. Misalnya, penjual repo gagal membayar harga pembelian kembali.
Karena itu, perjanjian perlu menjelaskan kondisi gagal bayar serta mekanisme penyelesaian yang berlaku.
3. Risiko Likuiditas
Saham yang kurang likuid dapat lebih sulit dijual atau dinilai ketika kondisi pasar memburuk. Situasi ini dapat memengaruhi kemampuan pihak terkait dalam mengelola kewajiban transaksi.
4. Risiko Kontrak
Ketidakjelasan mengenai harga, jangka waktu, margin, hak para pihak, dan penanganan gagal bayar dapat menimbulkan sengketa.
OJK mengatur sejumlah ketentuan dalam perjanjian repo, termasuk peralihan kepemilikan efek, penyesuaian nilai pasar (mark-to-market), margin atau haircut, pemeliharaan margin, dan penanganan peristiwa kegagalan.
Oleh sebab itu, repo tidak cukup dinilai hanya dari nilai saham yang terlibat. Struktur perjanjian dan kemampuan para pihak memenuhi kewajibannya juga perlu diperhatikan.
Apa Perbedaan Repo Saham dan Gadai Saham?
Repo saham dan gadai saham sama-sama dapat berkaitan dengan kebutuhan pendanaan. Namun, keduanya memiliki struktur transaksi yang berbeda.
Perbedaan utamanya terletak pada struktur hukum dan perpindahan kepemilikan saham. Karena itu, repo saham tidak tepat disamakan sepenuhnya dengan gadai saham.
Apa Dasar Hukum Repo Saham di Indonesia?
Salah satu aturan utama yang mengatur transaksi repo bagi lembaga jasa keuangan adalah POJK Nomor 9/POJK.04/2015 tentang Pedoman Transaksi Repurchase Agreement bagi Lembaga Jasa Keuangan.
Dalam aturan tersebut, OJK mewajibkan transaksi repo yang termasuk dalam ruang lingkup peraturan untuk mengakibatkan perubahan kepemilikan efek dan dibuat berdasarkan perjanjian tertulis.
OJK juga menetapkan penggunaan Global Master Repurchase Agreement Indonesia (GMRA Indonesia) dalam perjanjian repo yang tercakup dalam ketentuan tersebut, dengan pengecualian sesuai aturan yang berlaku.
Pada 21 Mei 2019, OJK turut meresmikan Market Standard transaksi repo atas efek bersifat ekuitas. Menurut OJK, standar ini ditujukan untuk memperjelas pemahaman mengenai perpindahan kepemilikan efek serta mendukung pengembangan alternatif pendanaan dan likuiditas pasar modal.
Dengan adanya standar tersebut, transaksi repo memiliki kerangka yang lebih jelas mengenai hak dan kewajiban para pihak.
Baca juga: Apa Itu HAKA dan HAKI dalam Saham? Arti, Contoh, dan Risikonya
Apakah Repo Saham Berarti Saham Tersebut Bermasalah?
Tidak selalu. Keberadaan transaksi repo tidak otomatis menunjukkan bahwa suatu saham atau perusahaan sedang bermasalah.
Repo dapat digunakan sebagai alternatif pendanaan oleh pelaku pasar yang membutuhkan likuiditas. Namun, transaksi ini juga dapat menimbulkan risiko jika nilai saham turun atau pihak yang terlibat tidak mampu memenuhi kewajibannya.
Jika menemukan informasi bahwa pemegang saham atau perusahaan melakukan repo, perhatikan konteksnya. Cari tahu siapa pihak yang terlibat, berapa nilai transaksi, bagaimana ketentuan pembelian kembali, dan apakah terdapat informasi mengenai risiko atau kewajiban yang belum dipenuhi.
Jangan mengambil kesimpulan hanya berdasarkan istilah repo. Kondisi perusahaan dan saham perlu dinilai berdasarkan informasi lain yang relevan.
Mulai Mengenal Investasi Saham Amerika
Jka tujuanmu adalah berinvestasi di perusahaan global, kamu juga bisa mempelajari investasi saham Amerika sebagai alternatif untuk membangun portofolio.
Melalui Nanovest, kamu bisa membeli saham Amerika mulai dari Rp5.000. Pelajari pilihan saham yang tersedia dan pahami risikonya sebelum mulai berinvestasi.
FAQ Seputar Repo Saham
Referensi +
- OJK – POJK Nomor 9/POJK.04/2015 dan pedoman transaksi repo
- OJK – Siaran Pers tentang aturan transaksi repo






