Industri kripto menggelontorkan sekitar US$176 juta atau setara Rp2,7 triliun untuk memengaruhi peta politik Amerika Serikat menjelang pemilu paruh waktu 2026. Dana tersebut digunakan dalam lebih dari 100 persaingan politik sebagai bagian dari upaya industri membangun dukungan jangka panjang di Kongres.
Namun, besarnya belanja politik itu tidak serta-merta menunjukkan bahwa kripto telah menjadi isu utama bagi pemilih. Survei DeFi Education Foundation (DEF) bersama Ipsos memperlihatkan bahwa perhatian masyarakat terhadap teknologi finansial generasi berikutnya berkembang, tetapi dukungan terhadap industri kripto belum tentu menjadi prioritas politik pemilih secara keseluruhan.
Industri Kripto Gelontorkan US$176 Juta untuk Pemilu AS 2026
Menurut laporan Reuters pada 27 Oktober 2026, industri kripto telah menghabiskan sekitar US$176 juta untuk berbagai persaingan dalam pemilu paruh waktu AS. Pengeluaran tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat posisi industri melalui kandidat yang dinilai mendukung kepentingan kripto.
Belanja politik ini tidak hanya ditujukan untuk memenangkan satu pemilu. Industri juga berupaya membangun hubungan dengan anggota Kongres agar agenda kebijakan dan regulasi kripto tetap mendapat dukungan dalam jangka panjang.
Fairshake Menjadi Penggerak Utama Belanja Politik
Fairshake, salah satu komite aksi politik terbesar di sektor kripto, memimpin strategi tersebut. Hingga 20 Oktober 2026, Fairshake bersama PAC afiliasinya telah mengeluarkan sekitar US$150,8 juta. Sementara itu, kelompok kripto lainnya menghabiskan sekitar US$25 juta.
Pendanaan industri antara lain berasal dari perusahaan dan pelaku besar seperti Coinbase, Ripple, serta perusahaan modal ventura Andreessen Horowitz. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kandidat yang dianggap sejalan dengan kepentingan industri sekaligus menghadapi tokoh politik yang dinilai berseberangan.
Kampanye Politik Tidak Selalu Mengangkat Isu Kripto
Iklan politik yang didanai kelompok afiliasi Fairshake tidak selalu membahas aset digital secara langsung. Sebagian kampanye justru menyoroti isu yang lebih dekat dengan perhatian pemilih, seperti pajak dan imigrasi.
Strategi ini memperlihatkan bahwa belanja politik industri kripto tidak semata-mata bertujuan mengubah pandangan masyarakat terhadap aset digital. Dana tersebut juga menjadi sarana membangun pengaruh politik dan memperkuat posisi industri dalam proses pengambilan kebijakan.
Survei Ungkap Sikap Pemilih AS terhadap Teknologi Finansial
Di tengah besarnya pengeluaran politik tersebut, survei DEF dan Ipsos memberikan gambaran mengenai pandangan masyarakat AS terhadap perkembangan sistem keuangan dan teknologi baru, termasuk kripto serta keuangan terdesentralisasi atau decentralized finance (DeFi).
Hasil survei menunjukkan bahwa minat terhadap pembaruan sistem keuangan cukup luas. Meski demikian, perhatian terhadap teknologi finansial tidak otomatis berarti dukungan terhadap kripto menjadi pertimbangan utama ketika masyarakat menentukan pilihan politik.
35 Persen Responden Menilai Teknologi Finansial Penting
Sebanyak 35 persen warga AS menyatakan penting bagi kandidat politik untuk mendukung pembangunan teknologi finansial generasi berikutnya di dalam negeri. Temuan ini menunjukkan adanya perhatian terhadap inovasi sektor keuangan di tengah perkembangan teknologi digital.
Namun, pertanyaan survei tersebut mencakup teknologi finansial secara lebih luas. Karena itu, angka 35 persen tidak dapat diartikan sebagai persentase pemilih yang secara khusus menjadikan dukungan terhadap kripto sebagai faktor utama dalam menentukan pilihan.
Penggunaan Kripto di AS Meningkat Menjadi 22 Persen
Survei yang sama mencatat bahwa 22 persen warga AS pernah memiliki atau menggunakan kripto. Angka ini meningkat dibandingkan hasil survei 2025 yang berada di level 18 persen.
Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman masyarakat terhadap aset digital semakin meluas. Meski begitu, kepemilikan atau penggunaan kripto tidak selalu mencerminkan tingkat pemahaman, kepercayaan, maupun dukungan politik terhadap industri tersebut.
Survei DEF dilakukan oleh Ipsos melalui KnowledgePanel pada 8 hingga 16 September 2026 dengan melibatkan 1.545 orang dewasa di AS. Margin of error penelitian ini sebesar 2,8 poin persentase.
Regulasi Kripto AS Menjadi Target Jangka Panjang Industri
Di balik besarnya belanja politik, kepastian regulasi menjadi salah satu kepentingan utama industri kripto. Pelaku industri ingin memastikan bahwa aturan yang mengatur aset digital memiliki batas kewenangan dan standar pengawasan yang lebih jelas.
Strategi membangun dukungan lintas partai di Kongres juga berkaitan dengan tujuan tersebut. Dengan memiliki lebih banyak sekutu politik, industri berharap dapat mempertahankan agenda regulasi meskipun komposisi pemerintahan dan Kongres berubah.
Clarity Act Masih Menghadapi Hambatan
Salah satu agenda penting industri adalah Clarity Act, rancangan undang-undang yang bertujuan memperjelas pengawasan pasar kripto di AS, termasuk pembagian kewenangan regulator.
Reuters melaporkan bahwa pembahasan rancangan tersebut menghadapi hambatan. Jika komposisi politik berubah setelah pemilu, proses legislasi juga berpotensi menghadapi tantangan baru.
Kondisi ini menjelaskan mengapa industri kripto berupaya membangun dukungan politik dalam jangka panjang. Kepastian aturan dinilai penting untuk mengurangi ketidakjelasan pengawasan dan memberikan arah bagi perusahaan yang beroperasi di sektor aset digital.
Belanja Politik Besar Belum Menjamin Dukungan Pemilih
Pengeluaran sekitar US$176 juta menunjukkan semakin kuatnya upaya industri kripto untuk memperoleh pengaruh dalam politik AS. Namun, besarnya dana kampanye perlu dibedakan dari tingkat penerimaan masyarakat terhadap aset digital.
Survei DEF menunjukkan bahwa penggunaan kripto dan perhatian terhadap teknologi finansial terus berkembang. Akan tetapi, temuan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kripto telah menjadi isu penentu pilihan pemilih dalam pemilu 2026.
Bagi industri, hasil pemilu dan arah kebijakan Kongres akan menjadi faktor penting dalam menentukan perkembangan regulasi ke depan. Sementara bagi pasar, dampak politik terhadap aset kripto tetap bergantung pada keputusan kebijakan yang benar-benar terealisasi, bukan hanya besarnya dana yang dikeluarkan untuk kampanye.






