HAKA (Hajar Kanan) adalah istilah untuk membeli saham dengan mengambil harga jual yang tersedia di sisi offer agar transaksi berpeluang terjadi lebih cepat.
Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak!
Apa Itu HAKA dalam Saham?
HAKA adalah singkatan dari Hajar Kanan, yaitu istilah trading untuk membeli saham dengan mengambil harga jual yang tersedia pada kolom offer di order book.
Strategi ini digunakan trader yang ingin membeli saham lebih cepat tanpa harus menunggu antrean beli pada harga yang lebih rendah. Namun, harga yang dibayar bisa lebih tinggi daripada harga bid yang sedang tersedia.
Dalam order book, terdapat dua sisi utama:
- Bid: daftar harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli.
- Offer (ask): daftar harga yang diminta oleh calon penjual.
Pada umumnya, harga bid tertinggi berada di urutan teratas sisi bid, sedangkan harga offer terendah berada di urutan teratas sisi offer. Transaksi dapat terjadi ketika order beli dan jual cocok sesuai mekanisme perdagangan bursa.
Bagaimana Cara Kerja HAKA?
HAKA dilakukan dengan membeli saham pada harga offer yang tersedia. Tujuannya adalah mendapatkan saham tanpa harus menunggu antrean beli pada harga yang lebih rendah.
Contohnya, sebuah saham memiliki order book berikut:
| Bid (Antrean Beli) | Offer (Antrean Jual) |
| Rp1.000 | Rp1.010 |
| Rp990 | Rp1.020 |
| Rp980 | Rp1.030 |
Jika kamu ingin membeli saham tersebut dengan lebih cepat, kamu dapat mengambil offer pada harga Rp1.010, selama jumlah saham yang tersedia mencukupi dan order berhasil dicocokkan.
Sebaliknya, jika kamu memasang order beli di Rp1.000, order tersebut belum tentu langsung terjadi karena penjual yang tersedia meminta harga Rp1.010 atau lebih tinggi.
Perlu diingat, order book bisa berubah sewaktu-waktu. Karena itu, harga yang terlihat saat kamu memeriksa antrean belum tentu sama dengan harga ketika order dieksekusi.
Contoh HAKA dalam Transaksi Saham
Misalnya, kamu ingin membeli 5 lot saham dengan harga offer Rp1.010 per lembar.
Di pasar reguler BEI, 1 lot setara dengan 100 lembar saham. Artinya, 5 lot sama dengan 500 lembar.
Perhitungannya:
- Jumlah saham: 5 × 100 = 500 lembar
- Harga per lembar: Rp1.010
- Nilai transaksi: 500 × Rp1.010 = Rp505.000
Maka, nilai pembelian saham tersebut adalah Rp505.000 sebelum biaya transaksi yang berlaku.
Contoh ini menunjukkan bahwa keputusan HAKA tidak hanya berkaitan dengan kecepatan membeli, tetapi juga harga eksekusi dan jumlah dana yang diperlukan.
Apa Itu HAKI dalam Saham?
HAKI adalah singkatan dari Hajar Kiri, yaitu istilah trading untuk menjual saham dengan mengambil harga bid yang tersedia pada order book.
Strategi ini digunakan ketika trader ingin menjual saham lebih cepat, misalnya untuk merealisasikan keuntungan atau membatasi kerugian. Konsekuensinya, harga jual yang diperoleh bisa lebih rendah daripada harga offer yang sedang tersedia.
HAKI tidak selalu berarti menjual saham dalam kondisi rugi. Trader juga dapat menggunakan cara ini untuk merealisasikan keuntungan ketika harga bid masih berada di atas harga belinya.
Bagaimana Cara Kerja HAKI?
HAKI dilakukan dengan menjual saham pada harga bid yang tersedia dan cocok dengan order jual.
Menggunakan contoh order book sebelumnya, harga bid tertinggi adalah Rp1.000, sedangkan harga offer terendah Rp1.010.
Jika kamu memiliki saham tersebut dan ingin menjualnya lebih cepat, kamu dapat menjual pada harga bid Rp1.000, selama terdapat antrean beli yang mencukupi.
Jika kamu memasang order jual di Rp1.020, order tersebut harus menunggu pembeli yang bersedia membeli pada harga tersebut atau harga yang lebih tinggi sesuai mekanisme pencocokan order.
Contoh HAKI dalam Transaksi Saham
Misalnya, kamu memiliki 5 lot saham dan ingin menjualnya ketika harga bid tertinggi berada di Rp1.000 per lembar.
Perhitungannya:
- Jumlah saham: 500 lembar
- Harga jual per lembar: Rp1.000
- Nilai penjualan: 500 × Rp1.000 = Rp500.000
Jika harga beli sebelumnya Rp950 per lembar, selisih harga sebelum biaya transaksi adalah:
500 × (Rp1.000 − Rp950) = Rp25.000.
Artinya, transaksi tersebut menghasilkan selisih positif Rp25.000 sebelum biaya transaksi dan pajak yang relevan. Hasil bersih yang diterima bisa berbeda setelah seluruh biaya diperhitungkan.
Contoh ini menunjukkan bahwa HAKI bisa digunakan untuk merealisasikan keuntungan maupun membatasi kerugian, bergantung pada harga beli dan harga jual.
Baca juga: Suspend Saham: Pengertian, Penyebab, Contoh, Cara Ceknya
Apa Perbedaan HAKA dan HAKI?
Kapan Sebaiknya Menggunakan HAKA dan HAKI?

Berikut beberapa situasi yang dapat dipertimbangkan.
1. Menggunakan HAKA Saat Ingin Membeli Lebih Cepat
HAKA dapat dipertimbangkan ketika kamu sudah memiliki alasan yang kuat untuk membeli saham dan tidak ingin menunggu antrean beli pada harga yang lebih rendah.
Misalnya, harga saham sedang bergerak naik dan kamu melihat peluang berdasarkan analisis yang telah dilakukan. Mengambil offer bisa membantu mempercepat pembelian jika penjual tersedia pada harga tersebut.
Namun, jangan membeli hanya karena khawatir ketinggalan kenaikan harga atau FOMO (fear of missing out). Harga yang naik cepat juga berpotensi berbalik turun.
2. Menggunakan HAKI Saat Ingin Menjual Lebih Cepat
HAKI dapat dipertimbangkan ketika kamu ingin keluar dari posisi dengan lebih cepat, misalnya karena target keuntungan tercapai atau alasan awal membeli saham sudah tidak berlaku.
Cara ini juga bisa dipertimbangkan ketika risiko penurunan harga meningkat dan kamu ingin mengurangi eksposur terhadap saham tersebut.
Meski begitu, harga bid yang tersedia bisa berubah sebelum order selesai. Jika jumlah saham yang kamu jual lebih besar daripada antrean bid pada harga teratas, sebagian order dapat terisi pada harga lain atau masih menunggu, bergantung pada jenis order dan mekanisme perdagangan yang digunakan.
3. Menyesuaikan Transaksi dengan Target Profit dan Cut Loss
Sebelum membeli saham, tentukan target keuntungan dan batas kerugian yang dapat diterima.
Sebagai contoh, kamu membeli saham di Rp1.000 dan menetapkan rencana untuk mengevaluasi posisi jika harga turun ke Rp950. Jika kondisi pasar tidak lagi sesuai dengan analisis awal, kamu dapat mempertimbangkan penjualan sesuai rencana tersebut.
Namun, harga eksekusi belum tentu tepat di Rp950. Perubahan harga, likuiditas, dan antrean order dapat memengaruhi hasil transaksi.
Karena itu, target profit dan cut loss sebaiknya menjadi bagian dari trading plan, bukan keputusan spontan akibat pergerakan harga.
Apa Risiko Menggunakan HAKA dan HAKI?
Walaupun dapat membantu mempercepat transaksi, HAKA dan HAKI tetap memiliki risiko.
1. Harga Eksekusi Bisa Kurang Menguntungkan
Dengan HAKA, kamu mengambil harga jual yang tersedia. Jika harga offer terus naik, pembelian dapat terjadi pada harga yang lebih tinggi daripada perkiraan awal.
Sementara itu, HAKI mengutamakan penjualan pada harga bid yang tersedia. Jika bid menurun, harga jual yang diperoleh juga bisa lebih rendah.
Karena itu, kecepatan transaksi perlu dipertimbangkan bersama harga yang bersedia kamu bayar atau terima.
2. Risiko Slippage
Slippage adalah perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga transaksi yang benar-benar terjadi.
Risiko ini dapat muncul ketika harga bergerak cepat atau jumlah saham pada harga teratas tidak mencukupi untuk memenuhi seluruh order.
Misalnya, kamu ingin membeli 10 lot, tetapi offer pada harga terendah hanya tersedia untuk 3 lot. Sisa order bisa dicocokkan pada harga offer berikutnya jika ketentuan order memungkinkan.
Akibatnya, harga rata-rata pembelian dapat lebih tinggi daripada harga offer pertama yang kamu lihat.
3. Risiko Saham dengan Likuiditas Rendah
Saham dengan likuiditas rendah cenderung memiliki transaksi yang lebih terbatas atau selisih bid-offer yang lebih lebar.
Dalam kondisi seperti ini, HAKA dapat membuat biaya pembelian relatif lebih tinggi, sedangkan HAKI dapat memaksa penjualan pada harga yang kurang menguntungkan.
Sebelum bertransaksi, periksa volume perdagangan, selisih bid-offer, dan jumlah saham yang tersedia pada setiap level harga.
4. HAKA dan HAKI Tidak Menjamin Keuntungan
HAKA hanya menjelaskan cara membeli, sedangkan HAKI menjelaskan cara menjual. Keduanya tidak memberi kepastian mengenai arah harga saham selanjutnya.
Trader yang membeli dengan HAKA tetap bisa mengalami kerugian jika harga turun. Begitu pula penjualan dengan HAKI tidak selalu menghasilkan keuntungan karena hasilnya bergantung pada harga beli dan harga jual.
Oleh sebab itu, gunakan analisis dan trading plan sebagai dasar keputusan, bukan sekadar mengikuti antrean atau tindakan trader lain.
Baca juga: Delisting Adalah: Pengertian, Penyebab, Jenis, Proses, dan Dampak
Tips Menggunakan HAKA dan HAKI untuk Pemula

Agar keputusan trading lebih terukur, perhatikan beberapa hal berikut.
1. Periksa Antrean Bid dan Offer
Jangan hanya melihat harga teratas. Perhatikan juga jumlah lot pada beberapa level harga untuk memahami seberapa banyak saham yang tersedia untuk dibeli atau dijual.
Antrean yang terlihat besar pun dapat berubah atau dibatalkan sebelum transaksi terjadi.
2. Tentukan Batas Harga dan Risiko
Sebelum melakukan transaksi, tentukan harga yang masih sesuai dengan rencana dan risiko yang sanggup kamu tanggung.
Hindari mengejar harga yang terus naik hanya karena ingin segera memiliki saham. Begitu juga saat menjual, pahami konsekuensi harga yang tersedia terhadap hasil transaksi.
3. Perhatikan Volume dan Likuiditas
Volume perdagangan membantu memberikan gambaran aktivitas transaksi, sedangkan likuiditas berkaitan dengan kemudahan membeli atau menjual tanpa perubahan harga yang terlalu besar.
Keduanya perlu dipertimbangkan bersama spread bid-offer dan kondisi pasar. Volume tinggi saja tidak menjamin bahwa harga saham akan terus naik.
4. Hindari Keputusan karena FOMO
Kenaikan harga yang cepat bisa membuat trader merasa harus segera membeli. Sebaliknya, penurunan tajam bisa memicu kepanikan untuk menjual.
Tetap berpegang pada analisis dan rencana trading. Jika belum memahami risiko suatu saham, menunggu dan mengevaluasi kondisi pasar juga merupakan pilihan.
Mulai Mengenal Saham Amerika di Nanovest
Nanovest menyediakan akses investasi saham Amerika terdaftar dan diawasi OJK mulai dari Rp5.000, sehingga kamu dapat mulai dengan nominal yang lebih terjangkau. Ketersediaan aset dan ketentuan transaksi dapat diperiksa langsung di aplikasi.
Investasi Saham Amerika Lebih Aman
Akses saham perusahaan global seperti Apple, Tesla, dan Microsoft melalui Nanovest.
Kesimpulan
HAKA (Hajar Kanan) adalah istilah untuk membeli saham dengan mengambil harga offer yang tersedia, sedangkan HAKI (Hajar Kiri) adalah istilah untuk menjual saham dengan mengambil harga bid yang tersedia.
Keduanya digunakan untuk membantu mempercepat eksekusi transaksi, tetapi tidak menjamin keuntungan. Harga dapat berubah, antrean bisa tidak mencukupi, dan saham dengan likuiditas rendah berpotensi menimbulkan biaya eksekusi yang lebih besar.






