Rencana merger SpaceX (SPCX) dan Tesla (TSLA) senilai sekitar US$3,5 triliun mulai menghadapi tantangan, bahkan sebelum keputusan resmi diambil. Elon Musk dikabarkan mundur dari perundingan, tetapi persetujuannya tetap menjadi faktor penting dalam proses penggabungan. Di tengah kekhawatiran soal tata kelola dan kepentingan pemegang saham, bagaimana prospek merger dua perusahaan besar ini?
Musk Mundur dari Perundingan, Tapi Restunya Tetap Wajib
Dalam dokumen yang diajukan ke regulator pada Kamis, SpaceX menyatakan belum ada keputusan dari komite khusus mengenai kemungkinan penggabungan. Setiap rencana merger, menurut perusahaan, masih harus disetujui komite khusus, dewan direksi, dan pemegang saham pengendali.
Musk, orang terkaya di dunia, mengatakan pada Selasa bahwa merger SpaceX dan Tesla akan menjadi “ide yang bagus” dan bahwa kedua perusahaan telah membentuk komite khusus untuk membahas penggabungan.
Dukungan Terbuka Musk Dikhawatirkan Memperlambat Proses
Dukungan publik Musk terhadap potensi merger senilai sekitar $3,5 triliun itu dikabarkan membuat sebagian pihak yang terlibat dalam pembahasan cemas. Mereka khawatir komentar tersebut mengundang pengawasan pemegang saham dan menunda proses hingga beberapa minggu.
Seorang sumber yang mengetahui langsung pembicaraan itu menyebut pengungkapan tersebut menciptakan “kekacauan” dalam proses, karena memunculkan pertanyaan soal seberapa baik kepentingan pemegang saham Tesla akan terwakili.
Musk memiliki hampir seperlima saham Tesla dan memegang kendali suara di SpaceX. Analis menilai merger akan memberinya kendali atas entitas gabungan dan memperkuat pengaruhnya.
Kenapa Merger Ini Masuk Akal?
Menggabungkan kedua perusahaan dapat menyederhanakan pengambilan keputusan, mengingat saat ini setiap perusahaan memerlukan persetujuan dewan dan pemegang saham yang terpisah. Merger juga bisa memberi manajemen keleluasaan mengalokasikan modal, talenta rekayasa, dan infrastruktur ke proyek yang lebih menjanjikan, seiring perusahaan-perusahaan agresif masuk ke bisnis AI.
Dari sisi belanja modal, Tesla pada Rabu memangkas proyeksi belanja modal tahunannya menjadi sekitar $20 miliar dari sebelumnya lebih dari $25 miliar. SpaceX memperkirakan belanja modal $35 miliar hingga $40 miliar pada kuartal keempat.
Dua Perusahaan dengan Profil Risiko Berbeda
SpaceX merupakan kontraktor utama bagi militer AS, lembaga intelijen, dan NASA. Tesla, sebaliknya, masih sangat terkait dengan China lewat pabrik Shanghai yang berperan besar dalam produksi dan penjualan kendaraan. Perbedaan profil ini bisa menjadi salah satu isu yang dibahas dalam proses penggabungan.
Dalam perdagangan after-hours, saham SpaceX naik sekitar 1%, sementara saham Tesla turun tipis.
Merger Masih Dibahas, Pantau Pergerakan Sahamnya
Potensi merger SpaceX dan Tesla menjadi perkembangan penting yang perlu dicermati investor. Pantau saham TSLA dan jelajahi saham AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga berita pasar terbaru agar tidak ketinggalan perkembangan berikutnya.
Investasi mengandung risiko. Informasi ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Pelajari fundamental perusahaan dan sesuaikan keputusan dengan profil risiko masing-masing.






