Harga Terakhir: $376.43 ≈ Rp6.709.488
Turun hari ini: -$9.69 (-2.51%)
Alphabet Inc. merupakan perusahaan induk yang didirikan pada tahun 2015, sebagai hasil dari reorganisasi Google Inc, berfokus pada bisnis inti internet, yang telah digunakan jutaan orang di dunia, seperti Google Search, YouTube, Android, Maps, dan Google Cloud.
Harga Saham Alphabet Inc. Class C (GOOG) Hari Ini di Nanovest
Informasi Perusahaan
| Didirikan | 2 Oktober 2015 |
| Kantor Pusat | Mountain View, California, United States |
| Situs Website | https://abc.xyz/ |
| Jumlah Karyawan | 190,711 |
Alphabet Inc. merupakan perusahaan induk yang didirikan pada tahun 2015, sebagai hasil dari reorganisasi Google Inc. Dalam struktur Alphabet, Google berfokus pada bisnis inti internet, sementara unit-unit bisnis lainnya menjadi perusahaan independen di bawah naungan Alphabet.
Saham Alphabet Inc. C (GOOG) merupakan salah satu dari dua jenis saham Alphabet yang diperdagangkan di pasar saham AS, dengan saham Alphabet Inc. A (GOOGL) sebagai jenis saham lainnya.
Visi Alphabet Inc. adalah “mengorganisasikan informasi dunia dan membuatnya mudah diakses serta bermanfaat”. Misi perusahaan ini mencakup kesinambungan dari visi Google yang didirikan pada tahun 1998, yaitu menjadikan informasi lebih bermanfaat, mudah diakses, dan relevan bagi semua orang di seluruh dunia.
Alphabet Inc. memiliki berbagai produk dan layanan yang digunakan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Beberapa produk utama meliputi:
- Google Search: Mesin pencari terbesar dan paling populer di dunia, dengan lebih dari 90% pangsa pasar pencarian global.
- YouTube: Platform berbagi video terbesar di dunia, dengan lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan pada tahun 2021.
- Google Maps: Layanan pemetaan online yang menawarkan peta jalan, navigasi, dan informasi lalu lintas, dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan pada tahun 2020.
- Android: Sistem operasi untuk perangkat seluler yang paling banyak digunakan, dengan lebih dari 3 miliar perangkat aktif pada tahun 2021.
- Google Cloud: Layanan komputasi awan yang menawarkan infrastruktur dan platform teknologi untuk pengembang dan perusahaan, dengan pendapatan sebesar $13,1 miliar pada tahun 2020.
Saham Alphabet (GOOG) telah mengalami berbagai fluktuasi sepanjang sejarahnya, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Beberapa momen penting dalam pergerakan harga saham meliputi:
- Penawaran saham perdana (IPO): Google Inc. melantai di bursa NASDAQ pada 19 Agustus 2004 dengan harga $85 per saham.
- Split saham: Pada April 2014, Google membagi sahamnya menjadi dua jenis: saham kelas A (GOOGL) dan saham kelas C (GOOG), dengan masing-masing saham diperdagangkan pada harga $558,26 dan $541,61 pada 3 April 2014.
- Pencapaian $1.000 per saham: Pada Juni 2017, saham GOOG mencapai harga $1.000 per saham untuk pertama kalinya, menandai pencapaian penting dalam sejarah perusahaan.
- Pencapaian nilai pasar $1 triliun: Pada Januari 2020, Alphabet mencapai nilai pasar $1 triliun, menjadikannya perusahaan teknologi keempat yang mencapai pencapaian ini, setelah Apple, Amazon, dan Microsoft.
- Dampak pandemi COVID-19: Saham GOOG turun tajam pada Maret 2020 seiring dengan penurunan pasar global akibat pandemi COVID-19. Namun, saham perusahaan ini berhasil pulih seiring dengan pertumbuhan sektor teknologi dan meningkatnya penggunaan layanan online.
Alphabet mengalami pertumbuhan pendapatan yang signifikan sejak berdirinya. Pada tahun 2020, perusahaan ini melaporkan pendapatan sebesar $182,5 miliar, naik 13% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba bersih sebesar $40,3 miliar.
Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh bisnis inti Google, termasuk iklan, YouTube, dan Google Cloud, serta peningkatan permintaan akan layanan online selama pandemi COVID-19.
Pertumbuhan dan stabilitas perusahaan tentu bisa didapatkan dengan manajemen perusahaan yang baik. Beberapa orang penting dalam sejarah Alphabet termasuk:
- Larry Page dan Sergey Brin: Pendiri Google yang kemudian mendirikan Alphabet, mereka menjabat sebagai CEO dan Presiden Alphabet sebelum mengundurkan diri pada Desember 2019.
- Sundar Pichai: CEO Google sejak 2015, Pichai kemudian ditunjuk sebagai CEO Alphabet setelah pengunduran diri Page dan Brin pada 2019.
- Ruth Porat: CFO Alphabet yang bergabung pada 2015, Porat membantu mengelola kinerja keuangan perusahaan dan strategi pertumbuhan.
Manajemen dan orang-orang penting tersebutlah yang memikut beban perusahaan untuk tetap stabil melewati berbagai tantangan, kontroversi, serta inovasi yang dilakukan. Berbagai tantangan dan kontroversi selama perjalanannya, termasuk:
- Kebijakan privasi: Perusahaan ini menghadapi kritik terkait kebijakan privasi dan pengumpulan data pengguna. Hal ini membuat Alphabet harus meningkatkan transparansi dan mengimplementasikan langkah-langkah perlindungan data pengguna yang lebih ketat.
- Persaingan: Alphabet berkompetisi dengan perusahaan teknologi besar lainnya, seperti Amazon, Apple, dan Facebook, yang menuntut perusahaan untuk terus berinovasi dan meningkatkan produk serta layanan mereka.
- Isu monopoli dan regulasi: Alphabet juga menghadapi ancaman regulasi dan penyelidikan antimonopoli dari pemerintah AS dan Uni Eropa, yang berpotensi mempengaruhi pertumbuhan perusahaan dan operasi bisnis mereka.
Bagaimana potensi pertumbuhan perusahaaan? Alphabet memiliki potensi pertumbuhan yang besar di masa depan, dengan fokus pada beberapa area utama seperti:
- Teknologi buatan (AI): Alphabet berinvestasi dalam pengembangan AI untuk meningkatkan produk dan layanan mereka, serta menciptakan teknologi baru seperti sistem pembelajaran mesin dan kendaraan otonom.
- Ekspansi layanan cloud: Alphabet berupaya untuk memperluas bisnis Google Cloud dan meningkatkan kompetisi dengan pemain besar seperti Amazon Web Services dan Microsoft Azure.
- Kesehatan dan ilmu pengetahuan: Alphabet terlibat dalam berbagai proyek kesehatan dan ilmu pengetahuan melalui perusahaan anak seperti Verily, Calico, dan DeepMind, dengan tujuan untuk menciptakan teknologi yang membantu mengatasi masalah kesehatan global dan meningkatkan kualitas hidup.
- Teknologi energi dan keberlanjutan: Alphabet berinvestasi dalam teknologi energi terbarukan dan keberlanjutan melalui perusahaan anak seperti Waymo (kendaraan otonom) dan Makani (energi angin), yang dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dan menciptakan solusi energi masa depan yang lebih efisien.
Dengan potensi pertumbuhan di berbagai sektor, saham Alphabet Inc. C (GOOG) tetap menjadi pilihan menarik bagi investor yang tertarik pada sektor teknologi dan ingin berinvestasi dalam perusahaan yang terus berinovasi dan menciptakan teknologi baru.
Cara Beli Saham Alphabet Inc. Class C (GOOG) di Nanovest
Membeli saham Alphabet Inc. Class C (GOOG) kini bisa dilakukan dengan mudah langsung melalui aplikasi Nanovest.
- Download aplikasi Nanovest di App Store atau Play Store.
- Buka akun lalu selesaikan proses verifikasi KYC.
- Lakukan deposit saldo ke akun Nanovest.
- Cari kode saham GOOG.
- Masuk ke halaman detail saham lalu klik tombol Beli.
- Masukkan nominal pembelian saham mulai dari Rp5.000.
- Konfirmasi order pembelian saham.
Cara Jual Saham Alphabet Inc. Class C (GOOG) di Nanovest
Kamu juga bisa menjual saham GOOG secara mudah dan real-time langsung melalui aplikasi Nanovest.
- Buka aplikasi Nanovest lalu login ke akun kamu.
- Masuk ke menu Portofolio.
- Pilih saham GOOG yang ingin dijual.
- Tap tombol Jual.
- Masukkan jumlah saham atau nominal yang ingin dijual.
- Periksa kembali detail transaksi.
- Konfirmasi penjualan saham.