Apa Itu Investasi? Pengertian, Manfaat, Jenis dan Contohnya

Investasi sering dianggap sebagai aktivitas yang hanya dapat dilakukan oleh orang dengan penghasilan besar. Padahal, perkembangan platform digital membuat investasi semakin mudah diakses dan dapat dimulai dengan nominal yang relatif terjangkau.

Namun, investasi bukan sekadar membeli aset lalu berharap harganya naik. Setiap instrumen memiliki cara kerja, potensi keuntungan, dan tingkat risiko yang berbeda. Karena itu, penting untuk memahami apa itu investasi sebelum menggunakan dana yang dimiliki.

Apa itu Investasi ?

Investasi adalah kegiatan menempatkan dana atau modal pada suatu aset dalam jangka waktu tertentu dengan harapan memperoleh manfaat ekonomi pada masa mendatang.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, investasi merupakan penanaman modal yang biasanya dilakukan dalam jangka panjang, seperti pembelian aset, saham, atau surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan.

Keuntungan investasi dapat berasal dari beberapa sumber, antara lain:

  • Kenaikan nilai aset atau capital gain
  • Pembagian dividen dari saham
  • Kupon dari obligasi
  • Bunga deposito
  • Pendapatan sewa properti
  • Selisih harga beli dan harga jual emas

Meskipun memiliki potensi keuntungan, hasil investasi tidak dapat dijamin. Nilai aset dapat meningkat maupun menurun mengikuti kondisi pasar dan kinerja aset tersebut.

Bagaimana Cara Kerja Investasi?

Cara kerja investasi pada dasarnya adalah mengalokasikan dana saat ini agar berpotensi bertumbuh pada masa mendatang.

Misalnya, seseorang membeli suatu aset senilai Rp1.000.000. Apabila nilainya meningkat menjadi Rp1.100.000, terdapat kenaikan nilai sebesar Rp100.000 sebelum memperhitungkan biaya dan pajak.

Sebaliknya, apabila nilainya turun menjadi Rp900.000, investor mengalami penurunan nilai sebesar Rp100.000. Kerugian tersebut menjadi kerugian yang terealisasi apabila aset dijual pada harga tersebut.

Selain kenaikan harga, beberapa investasi juga dapat menghasilkan pendapatan berkala. Pemegang saham tertentu dapat menerima dividen, sedangkan pemilik obligasi berpotensi mendapatkan pembayaran kupon sesuai ketentuan penerbitnya.

Apa Perbedaan Investasi dan Menabung?

Menabung dan berinvestasi sama-sama membantu mencapai tujuan keuangan, tetapi memiliki fungsi berbeda.

Aspek Menabung Investasi
Tujuan Menyimpan dana Mengembangkan dana
Jangka waktu Pendek Menengah hingga panjang
Risiko Relatif rendah Bergantung pada instrumen
Potensi hasil Relatif terbatas Dapat lebih tinggi
Likuiditas Umumnya mudah dicairkan Berbeda pada setiap aset
Contoh Rekening tabungan Saham, obligasi, emas

Tabungan lebih sesuai untuk dana darurat dan kebutuhan jangka pendek. Sementara itu, investasi dapat digunakan untuk tujuan jangka menengah dan panjang.

Coba Kalkulator Investasi di Nanovest

Manfaat Investasi

Berinvestasi bukan sekadar cara untuk mendapatkan keuntungan finansial, tetapi juga strategi jangka panjang untuk mencapai berbagai tujuan hidup, mulai dari kebebasan finansial hingga persiapan masa depan yang lebih terencana. Berikut beberapa manfaat investasi yang perlu dipahami sebelum memulai.

1. Membantu Mencapai Tujuan Keuangan

Investasi dapat digunakan untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan, seperti dana pendidikan, uang muka rumah, pernikahan, atau dana pensiun.

Instrumen yang dipilih perlu disesuaikan dengan target waktu. Dana yang akan digunakan dalam waktu dekat sebaiknya tidak ditempatkan seluruhnya pada aset yang pergerakan harganya sangat tinggi.

2. Menjaga Nilai Kekayaan dari Inflasi

Inflasi dapat mengurangi daya beli uang. Barang yang dapat dibeli dengan Rp100.000 hari ini mungkin memiliki harga lebih tinggi beberapa tahun mendatang.

Investasi dapat membantu menjaga nilai kekayaan apabila hasilnya mampu mengimbangi inflasi. Namun, kemampuan tersebut berbeda-beda pada setiap instrumen dan tidak selalu terjadi dalam setiap periode.

3. Berpotensi Mengembangkan Kekayaan

Dana investasi dapat berkembang melalui kenaikan harga maupun pendapatan yang dihasilkan aset. Dalam investasi jangka panjang, hasil yang diperoleh dan diinvestasikan kembali juga dapat menghasilkan pertumbuhan majemuk atau compounding.

4. Menciptakan Sumber Pendapatan Tambahan

Beberapa instrumen berpotensi menghasilkan pendapatan berkala, misalnya:

  • Dividen saham
  • Kupon obligasi
  • Bunga deposito
  • Pendapatan sewa properti

Pembayaran dan besarannya tetap bergantung pada ketentuan masing-masing instrumen.

5. Membantu Membangun Kebiasaan Finansial

Investasi rutin dapat membantu seseorang lebih disiplin dalam mengalokasikan penghasilan. Dana untuk investasi dapat dipisahkan sejak awal, bukan hanya menggunakan sisa pengeluaran bulanan.

Jenis-Jenis Instrumen Investasi

Berinvestasi bukan sekadar cara untuk mendapatkan keuntungan finansial, tetapi juga strategi jangka panjang untuk mencapai berbagai tujuan hidup, mulai dari kebebasan finansial hingga persiapan masa depan yang lebih terencana. Berikut beberapa manfaat investasi yang perlu dipahami sebelum memulai.

1. Deposito

Deposito merupakan simpanan bank yang ditempatkan selama jangka waktu tertentu. Dana umumnya baru dapat dicairkan ketika mencapai tanggal jatuh tempo.

Deposito memiliki pergerakan nilai yang relatif stabil, tetapi potensi hasilnya biasanya lebih terbatas dibandingkan instrumen dengan risiko lebih tinggi.

Cocok untuk: investor konservatif dan tujuan jangka pendek.

Coba Kalkulator Deposito di Nanovest!

2. Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan. Investor meminjamkan dana kepada penerbit dan berpotensi menerima kupon serta pengembalian pokok ketika jatuh tempo.

Obligasi tetap memiliki risiko, seperti perubahan harga, likuiditas, dan kemungkinan gagal bayar. Tingkat risikonya bergantung pada penerbit dan jenis obligasinya.

Cocok untuk: tujuan jangka menengah dan investor yang menginginkan potensi pendapatan berkala.

3. Reksa Dana

Reksa dana menghimpun dana dari investor untuk dikelola oleh manajer investasi ke dalam saham, obligasi, atau instrumen pasar uang. Reksa dana mempermudah pemodal yang belum ingin memilih aset satu per satu. Bursa Efek Indonesia

Beberapa jenis reksa dana meliputi:

  • Reksa dana pasar uang
  • Reksa dana pendapatan tetap
  • Reksa dana campuran
  • Reksa dana saham

Cocok untuk: pemula yang ingin pengelolaan portofolionya dibantu manajer investasi.

4. Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan atas sebagian perusahaan. Potensi keuntungan saham dapat berasal dari kenaikan harga dan pembagian dividen.

Di sisi lain, harga saham dapat berfluktuasi karena kondisi perusahaan, ekonomi, kebijakan pemerintah, dan sentimen pasar.

Investor dapat memilih saham Indonesia maupun saham Amerika. Saham Indonesia memberikan akses ke perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, sedangkan saham AS memberikan eksposur ke perusahaan global.

Cocok untuk: tujuan jangka panjang dan investor yang mampu menghadapi fluktuasi harga.

5. Emas

Emas sering digunakan untuk diversifikasi dan menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Investasi emas dapat dilakukan melalui emas fisik maupun emas digital.

Nilai emas tetap dapat naik dan turun, terutama akibat perubahan harga global, nilai tukar, suku bunga, dan kondisi ekonomi.

Cocok untuk: diversifikasi dan tujuan jangka menengah hingga panjang.

Beli Emas Digital di Nanovest Gold!

6. Properti

Investasi properti dapat berbentuk rumah, apartemen, tanah, atau bangunan komersial. Potensi hasilnya berasal dari kenaikan nilai dan pendapatan sewa.

Properti membutuhkan modal relatif besar serta tidak selalu mudah dijual dalam waktu singkat. Investor juga perlu memperhitungkan biaya perawatan, pajak, dan risiko kekosongan penyewa.

Cocok untuk: investor bermodal besar dengan tujuan jangka panjang.

7. Aset Kripto

Aset kripto merupakan aset digital yang menggunakan teknologi blockchain. Contohnya meliputi Bitcoin dan Ethereum.

Kripto memiliki volatilitas tinggi sehingga nilainya dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat. Instrumen ini sebaiknya hanya menjadi bagian portofolio sesuai kemampuan menerima risiko.

Cocok untuk: investor agresif yang memahami teknologi dan risikonya.

Perbandingan Instrumen Investasi

Setiap instrumen investasi memiliki tingkat risiko, potensi imbal hasil, dan likuiditas yang berbeda. Berikut perbandingan beberapa aspek utama dari masing-masing instrumen untuk membantu menentukan pilihan yang paling sesuai.

Contoh Investasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Investasi sebenarnya bukan konsep yang asing, karena beberapa contohnya sudah sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari. Berikut beberapa contohnya.

Contoh Investasi untuk Dana Pendidikan

Seseorang ingin mempersiapkan dana pendidikan anak yang akan digunakan sepuluh tahun lagi. Ia mengalokasikan dana bulanan ke beberapa instrumen sesuai profil risikonya dan mengevaluasi portofolio secara berkala.

Semakin dekat dengan waktu penggunaan, sebagian dana dapat dipindahkan ke instrumen yang lebih stabil untuk mengurangi dampak fluktuasi.

Contoh Investasi Saham

Investor membeli saham perusahaan setelah mempelajari model bisnis dan laporan keuangannya. Keuntungan berpotensi diperoleh apabila harga saham naik atau perusahaan membagikan dividen. Namun, investor juga dapat mengalami kerugian apabila harga saham turun.

Contoh Investasi Emas

Seseorang membeli emas secara rutin setiap bulan untuk tujuan jangka panjang. Harga pembelian akan berbeda pada setiap periode sehingga terbentuk harga rata-rata.

Contoh Investasi Kripto

Investor mengalokasikan sebagian kecil dana ke Bitcoin setelah memahami volatilitasnya. Karena risikonya tinggi, dana tersebut tidak berasal dari kebutuhan sehari-hari maupun dana darurat.

Risiko Investasi yang Perlu Dipahami

Setiap investasi memiliki risiko. Beberapa risiko yang umum ditemukan antara lain:

Risiko Pasar

Nilai investasi turun akibat perubahan kondisi pasar, ekonomi, suku bunga, atau sentimen investor.

Risiko Likuiditas

Aset sulit dijual dengan cepat pada harga yang dianggap wajar.

Risiko Gagal Bayar

Penerbit obligasi atau instrumen utang tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran.

Risiko Nilai Tukar

Nilai investasi luar negeri dapat dipengaruhi perubahan kurs rupiah terhadap mata uang asing.

Risiko Konsentrasi

Kerugian menjadi lebih besar karena seluruh dana ditempatkan pada satu aset, perusahaan, sektor, atau negara.

Risiko Platform dan Legalitas

Investor dapat mengalami masalah apabila menggunakan platform ilegal atau tidak memahami siapa penyelenggara produknya. OJK menyarankan investor mengenali profil risiko serta memilih produk sesuai tujuan dan kebutuhannya. OJK

Cara Memulai Investasi untuk Pemula

1. Tentukan Tujuan Investasi

Tetapkan kebutuhan yang ingin dicapai, target dana, dan waktu penggunaannya. Tujuan yang jelas membantu menentukan instrumen yang sesuai.

2. Siapkan Dana Darurat

Sebelum berinvestasi pada aset berisiko, siapkan dana darurat agar investasi tidak perlu dicairkan ketika muncul kebutuhan mendesak.

3. Kenali Profil Risiko

Profil risiko umumnya terbagi menjadi:

  • Konservatif: mengutamakan kestabilan nilai
  • Moderat: menerima fluktuasi dalam batas tertentu
  • Agresif: bersedia menghadapi fluktuasi tinggi untuk potensi pertumbuhan lebih besar

Coba Kalkulator Profil Risiko di Nanovest

4. Pilih Instrumen Sesuai Jangka Waktu

Hindari memilih instrumen hanya karena sedang populer. Sesuaikan risiko aset dengan waktu penggunaan dana dan kemampuan menghadapi penurunan nilai.

5. Gunakan Platform Legal

Periksa izin dan badan usaha yang menyelenggarakan setiap produk. Jangan hanya melihat legalitas merek aplikasi karena satu aplikasi dapat menawarkan beberapa produk melalui badan usaha dan regulator berbeda.

6. Mulai dari Nominal Kecil

Nominal kecil memungkinkan pemula mempelajari cara kerja platform dan pergerakan aset tanpa mengambil risiko yang terlalu besar.

7. Lakukan Diversifikasi

Sebarkan dana ke beberapa aset agar risiko tidak terkonsentrasi. Diversifikasi tidak menghilangkan risiko, tetapi dapat membantu mengelolanya.

8. Evaluasi Secara Berkala

Periksa apakah kinerja investasi, alokasi aset, dan tingkat risikonya masih sesuai dengan tujuan awal.

Mulai Investasi Sesuai Tujuanmu

Tidak ada satu instrumen yang paling baik untuk semua orang. Pilihan investasi perlu mempertimbangkan tujuan, jangka waktu, kondisi keuangan, serta kemampuan menerima risiko.

Bagi yang ingin mengeksplorasi beberapa jenis aset, Nanovest menyediakan akses ke saham Amerika, aset kripto, dan emas digital dalam satu aplikasi. Berdasarkan informasi produk saat ini, investasi dapat dimulai dari nominal kecil. Pastikan tetap membaca mekanisme, risiko, biaya, dan legalitas setiap produk sebelum melakukan transaksi.

Cara Beli Saham untuk Pemula dan Tips Investasi yang Aman

FAQ Seputar Investasi

Apa itu investasi?

Investasi adalah kegiatan menempatkan dana atau modal pada suatu aset dalam jangka waktu tertentu dengan harapan memperoleh manfaat ekonomi pada masa mendatang. Keuntungan dapat berasal dari kenaikan nilai aset, dividen, kupon, bunga, atau pendapatan lainnya.

Apa perbedaan investasi dan menabung?

Menabung berfokus pada penyimpanan dana dan kemudahan pencairan, sedangkan investasi bertujuan mengembangkan dana dengan menerima tingkat risiko tertentu. Tabungan umumnya digunakan untuk kebutuhan jangka pendek, sementara investasi lebih sesuai untuk tujuan jangka menengah dan panjang.

Apa saja contoh instrumen investasi?

Contoh instrumen investasi meliputi deposito, obligasi, reksa dana, saham, emas, properti, dan aset kripto. Setiap instrumen mempunyai potensi keuntungan, tingkat risiko, likuiditas, dan jangka waktu yang berbeda.

Apakah investasi selalu menghasilkan keuntungan?

Tidak. Nilai investasi dapat naik maupun turun karena dipengaruhi kondisi pasar, kinerja aset, perubahan ekonomi, nilai tukar, dan berbagai faktor lainnya. Investor perlu memahami risikonya sebelum membeli suatu instrumen.

Berapa modal yang dibutuhkan untuk mulai investasi?

Modal minimum berbeda pada setiap instrumen dan platform. Saat ini, terdapat berbagai produk investasi digital yang dapat dimulai dengan nominal relatif kecil. Pastikan nominal investasi disesuaikan dengan kondisi keuangan dan tidak menggunakan dana untuk kebutuhan pokok.

Investasi apa yang cocok untuk pemula?

Instrumen investasi yang cocok untuk pemula bergantung pada tujuan, jangka waktu, dan profil risiko. Pemula sebaiknya memilih produk yang dipahami, memiliki legalitas jelas, transparan mengenai risiko dan biaya, serta sesuai dengan kemampuan finansial.

Apakah investasi jangka panjang pasti untung?

Tidak ada investasi yang pasti menghasilkan keuntungan. Jangka waktu panjang dapat memberikan lebih banyak waktu untuk menghadapi fluktuasi pasar, tetapi risiko penurunan nilai dan kerugian tetap ada.

Kapan waktu yang tepat untuk mulai investasi?

Investasi dapat dimulai setelah kebutuhan pokok dan dana darurat diperhatikan. Sebelum memulai, tentukan tujuan keuangan, kenali profil risiko, pahami produknya, dan gunakan platform yang legal.

Bagaimana cara memulai investasi untuk pemula?

Pemula dapat memulai investasi dengan menentukan tujuan keuangan, menyiapkan dana darurat, mengenali profil risiko, memilih instrumen dan platform legal, serta memulai dari nominal kecil. Setelah itu, lakukan diversifikasi dan evaluasi portofolio secara berkala.