Walmart adalah perusahaan ritel asal Amerika Serikat yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari melalui toko fisik dan platform e-commerce.
Simak!
Apa Itu Walmart?
Walmart adalah perusahaan ritel multinasional asal Amerika Serikat yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan, minuman, pakaian, elektronik, perlengkapan rumah tangga, hingga produk kesehatan.
Perusahaan ini dikenal dengan strategi Everyday Low Prices, yaitu menawarkan harga produk yang kompetitif agar pelanggan bisa berbelanja dengan biaya lebih terjangkau.
Walmart tidak hanya mengandalkan toko fisik. Perusahaan ini juga mengembangkan layanan belanja online, pengiriman barang, keanggotaan, dan marketplace untuk menjangkau lebih banyak konsumen.
Walmart Inc. berkantor pusat di Bentonville, Arkansas, Amerika Serikat. Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 10.900 toko dan berbagai platform e-commerce di 19 negara.
Sejarah Walmart: Kapan Didirikan?
Walmart didirikan oleh Sam Walton pada 1962. Toko Walmart pertama dibuka pada 2 Juli 1962 di Rogers, Arkansas, Amerika Serikat.
Sam Walton membangun bisnis ritel dengan konsep menawarkan berbagai produk dengan harga rendah. Strategi tersebut membantu Walmart berkembang dari toko regional menjadi salah satu perusahaan ritel terbesar di dunia.
Beberapa perkembangan penting dalam sejarah Walmart antara lain:
Siapa Pemilik Walmart?
Walmart didirikan oleh Sam Walton, tetapi perusahaan ini sekarang dimiliki oleh para pemegang saham karena sudah menjadi perusahaan publik.
Keluarga Walton, yaitu keluarga pendiri perusahaan, masih memiliki kepentingan kepemilikan yang besar di Walmart. Selain itu, saham perusahaan juga dimiliki oleh investor institusi dan investor individu.
Berikut beberapa tokoh penting dalam sejarah dan kepemimpinan Walmart:
- Sam Walton
Sam Walton merupakan pendiri Walmart yang membangun bisnis ritel ini pada 1962. Ia dikenal dengan strategi harga rendah dan efisiensi operasional yang menjadi dasar perkembangan perusahaan.
- Rob Walton
Rob Walton merupakan putra Sam Walton yang pernah menjabat sebagai Chairman Walmart. Ia juga memiliki peran penting dalam perkembangan perusahaan setelah generasi pendirinya.
- John Furner
John Furner merupakan Presiden dan CEO Walmart sejak 1 Februari 2026. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia memimpin Walmart U.S. dan memiliki pengalaman panjang di berbagai posisi operasional perusahaan.
Baca juga: Siapa Pemilik Shopee Saat Ini? Kekayaan, Perusahaan dan Sahamnya
Apa Saja Bisnis Walmart?

Walmart mengembangkan bisnis melalui beberapa segmen utama. Perusahaan tidak hanya memperoleh pendapatan dari penjualan barang di supermarket, tetapi juga dari layanan digital dan keanggotaan.
Berikut tiga segmen utama bisnis Walmart:
1. Walmart U.S.
Walmart U.S. merupakan segmen bisnis yang mengelola toko ritel dan layanan belanja online di Amerika Serikat.
Produk yang dijual mencakup kebutuhan sehari-hari, bahan makanan, elektronik, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga.
Segmen ini juga mengembangkan layanan pengambilan pesanan di toko (pickup) dan pengiriman barang ke rumah pelanggan.
2. Walmart International
Walmart International mengelola bisnis ritel dan e-commerce di luar Amerika Serikat.
Segmen ini mencakup berbagai pasar internasional, termasuk Meksiko, Kanada, China, dan India melalui sejumlah bisnis dan merek yang berada dalam ekosistem Walmart.
3. Sam’s Club
Sam’s Club merupakan bisnis ritel berbasis keanggotaan yang menawarkan berbagai produk dalam jumlah besar atau bulk buying.
Pelanggan perlu memiliki keanggotaan untuk berbelanja dan menikmati layanan tertentu. Model bisnis ini memungkinkan Walmart memperoleh pendapatan tambahan dari biaya keanggotaan.
Bagaimana Walmart Menghasilkan Uang?
Walmart memiliki beberapa sumber pendapatan yang mendukung operasional dan pertumbuhan bisnisnya.
- Penjualan produk ritel: Pendapatan utama berasal dari penjualan makanan, minuman, pakaian, elektronik, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
- E-commerce: Walmart memperoleh pendapatan melalui penjualan online dan marketplace yang menghubungkan konsumen dengan berbagai penjual.
- Biaya keanggotaan: Sam’s Club dan Walmart+ menawarkan layanan keanggotaan dengan sejumlah keuntungan bagi pelanggan.
- Periklanan digital: Walmart Connect menyediakan layanan iklan bagi merek yang ingin memasarkan produk kepada konsumen Walmart.
- Layanan distribusi dan pemenuhan pesanan: Walmart mengembangkan layanan logistik dan fulfillment untuk mendukung pengiriman serta transaksi marketplace.
Diversifikasi tersebut membantu Walmart mengembangkan bisnis di luar penjualan melalui toko fisik.
Apa Perkembangan Terbaru Walmart?

1. Mengembangkan Belanja Berbasis AI
Pada Januari 2026, Walmart mengumumkan kerja sama dengan Google untuk menghadirkan pengalaman belanja melalui Gemini.
Melalui integrasi tersebut, pengguna dapat menemukan produk Walmart berdasarkan percakapan dengan AI. Pengguna juga bisa memperoleh rekomendasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan dan riwayat belanja setelah menghubungkan akun.
Inisiatif ini menunjukkan upaya Walmart memanfaatkan AI untuk mengubah cara konsumen menemukan dan membeli produk.
2. Mengembangkan Teknologi Otomatisasi Gudang
Pada 29 Oktober 2026, Walmart mengumumkan perluasan kerja sama dengan Symbotic, perusahaan teknologi robotika dan otomatisasi rantai pasok.
Kesepakatan tersebut mencakup komitmen investasi sekitar US$6 miliar selama beberapa tahun untuk memperluas teknologi otomatisasi di 25 pusat distribusi regional Walmart di Amerika Serikat.
Teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan, mempercepat pergerakan barang, dan membuat pengelolaan persediaan lebih efisien.
3. Mengembangkan Belanja melalui AI Agent
Pada Oktober 2026, Walmart juga memperkenalkan perangkat yang memungkinkan AI agent membantu pelanggan mencari produk dan menyelesaikan transaksi.
Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Walmart untuk menghadapi perubahan perilaku belanja digital, ketika konsumen mulai menggunakan asisten AI untuk menemukan dan membeli barang.
Baca juga: Spotify: Kenali Pemilik, Sejarah, Fitur, dan Sahamnya
Mengenal Saham Walmart (WMT)

Perusahaan ini memiliki kode saham WMT dan tercatat di Nasdaq. Walmart pertama kali menawarkan saham kepada publik pada 1970, kemudian mulai diperdagangkan di New York Stock Exchange pada 1972 sebelum berpindah ke Nasdaq pada Desember 2025.
Dengan membeli saham WMT, investor memiliki eksposur terhadap kinerja bisnis Walmart, termasuk penjualan ritel, pertumbuhan e-commerce, periklanan, dan layanan keanggotaan.
Dalam laporan kuartal II tahun fiskal 2027 yang berakhir pada 31 Juli 2026, Walmart mencatat sejumlah perkembangan berikut:
| Indikator | Kinerja |
| Pertumbuhan total pendapatan | 5,9% |
| Pertumbuhan operating income | 28,8% |
| Pertumbuhan e-commerce global | 23% |
| Pertumbuhan e-commerce Walmart U.S. | 24% |
| Pertumbuhan bisnis iklan global | 38% |
| Pertumbuhan pendapatan keanggotaan global | 17% |
Sumber: Walmart Q2 FY2027 Earnings Report, 20 Agustus 2026.
Perusahaan telah meningkatkan pembayaran dividen tahunan selama lebih dari lima dekade berturut-turut. Hal ini menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan investor ketika mempelajari saham WMT.
Jika tertarik memiliki saham perusahaan ritel global, kamu bisa mempelajari saham Walmart (WMT) melalui aplikasi Nanovest. Investasi saham Amerika di Nanovest bisa dimulai dari Rp5.000 sesuai ketentuan transaksi yang berlaku.
Ingat, investasi saham memiliki risiko. Pelajari fundamental perusahaan, potensi pertumbuhan, dan profil risikomu sebelum bertransaksi.
FAQ tentang Walmart
Referensi +
- Walmart 2026 Annual Report
- John Furner President and CEO, Walmart Inc.
- Walmart launches tools for AI agents to shop for customers
- Walmart and Symbotic Expand Commercial Agreement to Support Supply Chain Transformation
- Walmart and Google Turn AI Discovery Into Effortless Shopping Experiences






