Spotify adalah platform streaming digital untuk mendengarkan musik, podcast, dan audiobook secara online maupun offline melalui fitur tertentu.
Simak!
Apa Itu Spotify?
Spotify adalah platform streaming digital yang memungkinkan pengguna mendengarkan musik, podcast, dan audiobook melalui internet. Pengguna bisa mengakses berbagai konten audio melalui smartphone, komputer, tablet, dan perangkat lain yang mendukung aplikasi Spotify.
Spotify menyediakan dua jenis layanan, yaitu gratis dengan iklan dan berbayar melalui Spotify Premium. Pengguna Premium mendapatkan sejumlah fitur tambahan, seperti mendengarkan musik tanpa iklan, mengunduh lagu untuk didengarkan secara offline, dan kontrol pemutaran yang lebih lengkap.
Selain menjadi tempat mendengarkan musik, Spotify juga menjadi platform bagi musisi, podcaster, penulis, dan kreator untuk menjangkau audiens dari berbagai negara.
Menurut informasi perusahaan, Spotify telah berkembang menjadi salah satu layanan streaming audio berlangganan terbesar di dunia dengan ratusan juta pengguna di berbagai pasar.
Apa Saja Fitur Spotify?
Spotify memiliki berbagai fitur untuk membantu pengguna menikmati konten audio dan menemukan musik sesuai selera. Beberapa fitur yang cukup dikenal antara lain:
Spotify Music
Menyediakan jutaan lagu dan album dari berbagai musisi di seluruh dunia.
Spotify Podcast
Memungkinkan pengguna mendengarkan podcast dengan beragam topik, mulai dari hiburan, bisnis, pendidikan, hingga berita.
Spotify Wrapped
Menampilkan rangkuman kebiasaan mendengarkan musik selama satu tahun, termasuk artis, lagu, dan genre yang paling sering diputar.
Discover Weekly
Menyediakan rekomendasi playlist mingguan berdasarkan kebiasaan dan selera musik pengguna.
AI Playlist
Membantu pengguna membuat playlist berdasarkan instruksi atau deskripsi menggunakan teknologi AI. Ketersediaannya bergantung pada wilayah dan jenis akun.
Spotify Audiobooks
Menyediakan koleksi buku audio dari berbagai genre yang dapat dinikmati melalui platform.
Spotify juga terus mengembangkan fitur untuk memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih personal.
Salah satu inovasinya adalah SongDNA, yang diperkenalkan pada Maret 2026. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat hubungan kreatif di balik sebuah lagu, seperti penulis, produser, kolaborator, sampel, dan lagu lain yang terinspirasi darinya.
Kapan Spotify Didirikan dan Dirilis?

Spotify didirikan pada April 2006 di Stockholm, Swedia, oleh Daniel Ek dan Martin Lorentzon. Namun, layanan streaming ini baru resmi diluncurkan kepada publik pada Oktober 2008.
Pada awal peluncurannya, Spotify tersedia di enam negara Eropa, yaitu Finlandia, Prancis, Norwegia, Spanyol, Swedia, dan Inggris.
Perjalanan Spotify kemudian berkembang melalui beberapa tahap penting:
Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan Spotify dari layanan streaming musik menjadi platform hiburan audio yang mencakup berbagai jenis konten.
Siapa Pemilik Spotify?
Spotify didirikan oleh dua pengusaha asal Swedia, yaitu Daniel Ek dan Martin Lorentzon. Keduanya memiliki peran penting dalam membangun perusahaan sejak awal.
Berikut profil singkat pendirinya:
1. Daniel Ek
Daniel Ek merupakan pendiri Spotify yang memiliki peran besar dalam pengembangan bisnis dan teknologi perusahaan. Ia sebelumnya menjabat sebagai CEO sejak Spotify didirikan.
Mulai 1 Januari 2026, Daniel Ek beralih menjadi Executive Chairman. Dalam posisi tersebut, ia berfokus pada strategi jangka panjang dan arah pengembangan perusahaan.
2. Martin Lorentzon
Martin Lorentzon merupakan salah satu pendiri Spotify yang turut membangun perusahaan pada 2006. Sebelum mendirikan Spotify, ia dikenal sebagai pengusaha teknologi dan salah satu pendiri perusahaan periklanan digital Tradedoubler.
Lalu, siapa pemilik Spotify sekarang?
Spotify saat ini berada di bawah Spotify Technology S.A., sebuah perusahaan publik yang sahamnya dimiliki oleh berbagai investor, baik individu maupun institusi.
Dengan demikian, Daniel Ek dan Martin Lorentzon dikenal sebagai pendiri Spotify, tetapi bukan berarti keduanya menjadi satu-satunya pemilik perusahaan saat ini.
Dalam struktur manajemen terbaru, Spotify dipimpin oleh dua Co-CEO, yaitu Alex Norström dan Gustav Söderström. Keduanya mulai menjabat pada Januari 2026.
Bagaimana Spotify Menghasilkan Uang?
Spotify menggunakan model bisnis freemium, yaitu menyediakan layanan gratis sekaligus layanan berbayar. Model ini memungkinkan perusahaan menjangkau pengguna dengan kebutuhan yang berbeda.
Ada dua sumber pendapatan utama Spotify:
1. Langganan Spotify Premium
Pengguna dapat membayar biaya berlangganan untuk menikmati fitur tambahan, seperti mendengarkan musik tanpa iklan dan mengunduh lagu untuk didengarkan secara offline.
Pendapatan dari pelanggan Premium menjadi sumber pemasukan utama perusahaan.
2. Pendapatan iklan
Spotify juga menyediakan layanan gratis yang didukung iklan. Pengguna dapat mendengarkan musik dan podcast tanpa biaya berlangganan, tetapi akan menemukan iklan dalam pengalaman mendengarkan.
Perusahaan memperoleh pendapatan dari pengiklan yang ingin menjangkau audiens melalui platform tersebut.
Selain kedua sumber tersebut, Spotify terus memperluas ekosistem bisnis melalui podcast, audiobook, dan layanan untuk kreator.
Saham Spotify (SPOT)

Saham Spotify tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode saham SPOT sejak 3 April 2018 melalui mekanisme direct listing.
Dalam laporan kuartal III 2026, Spotify mencatat beberapa pencapaian berikut:
| Indikator | Kinerja Q3 2026 |
| Pengguna aktif bulanan (MAU) | 788 juta |
| Pelanggan Premium | 306 juta |
| Pendapatan | €5,0 miliar |
| Gross margin | 33% |
| Operating income | €672 juta |
Pendapatan Spotify tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah pengguna aktif bulanan meningkat 11% dan pelanggan Premium bertambah 9% secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa bisnis Spotify masih berkembang. Perusahaan juga terus memperluas layanan audiobook, fitur personalisasi, dan peluang monetisasi bagi kreator.
Meski begitu, investor tetap perlu mempertimbangkan faktor lain, seperti biaya royalti musik, persaingan industri streaming, profitabilitas, dan valuasi saham sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: Spotify Q3 2026 Earnings.
Jika tertarik berinvestasi pada perusahaan teknologi dan hiburan digital, saham Spotify (SPOT) bisa menjadi salah satu instrumen yang dipelajari.
Kamu bisa mengecek saham Spotify melalui aplikasi saham Nanovest.
Ingat, investasi saham memiliki risiko. Pelajari fundamental perusahaan dan sesuaikan keputusan investasi dengan tujuan keuangan serta profil risikomu.
FAQ tentang Spotify
Referensi +
- Spotify Announces Leadership Evolution: Daniel Ek to Become Executive Chairman, Alex Norström and Gustav Söderström to Become Co-CEOs in January 2026
- Spotify Reports Third Quarter 2026 Earnings






