Shopee dikenal sebagai salah satu marketplace terbesar di Asia Tenggara. Namun, Shopee sebenarnya milik siapa? Apakah Shopee memiliki saham sendiri, dan saham apa yang perlu dibeli jika ingin berinvestasi di perusahaan di balik platform ini?
Shopee dimiliki oleh Sea Limited, perusahaan teknologi asal Singapura yang menaungi beberapa bisnis digital, termasuk Shopee di bidang e-commerce, Garena di bidang game digital, dan Monee di layanan keuangan digital.
Sea Limited telah tercatat di Bursa Efek New York (NYSE) dengan kode saham SE. Jadi, jika ingin berinvestasi di perusahaan induk Shopee, investor dapat mempelajari saham Sea Limited (SE), bukan mencari saham Shopee secara terpisah.
Siapa Pemilik Shopee Saat Ini?
Shopee bukan perusahaan yang berdiri sendiri. Shopee merupakan bagian dari Sea Limited, perusahaan teknologi global yang didirikan di Singapura pada 2009.
Karena Sea Limited merupakan perusahaan publik, pemiliknya tidak hanya satu orang. Kepemilikannya terbagi di antara para pemegang saham. Namun, tokoh yang paling dikenal di balik Sea Limited adalah Forrest Li, pendiri sekaligus Chairman dan CEO perusahaan tersebut.
Jadi, secara sederhana:
Shopee > dimiliki Sea Limited > Sea Limited dimiliki para pemegang sahamnya.
Siapa Pendiri Shopee?
Shopee diluncurkan pada 2015 sebagai platform e-commerce di bawah Sea Limited, perusahaan teknologi asal Singapura.
Dalam perjalanan Shopee, Chris Feng pernah menjabat sebagai CEO sejak platform ini diluncurkan. Sementara itu, David Chen merupakan salah satu pendiri Sea Limited dan menjabat sebagai Chief Product Officer Shopee.
Untuk memahami kepemilikan dan kepemimpinan Shopee, ada tiga nama yang perlu dibedakan:
- Forrest Li: pendiri sekaligus CEO Sea Limited, perusahaan induk Shopee.
- Chris Feng: mantan CEO Shopee yang memimpin platform tersebut sejak awal peluncurannya.
- David Chen: salah satu pendiri Sea Limited dan Chief Product Officer Shopee.
Dengan demikian, Shopee merupakan bagian dari Sea Limited, bukan perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan secara terpisah.
Berapa Kekayaan Pemilik Shopee?
Forrest Li, pendiri sekaligus CEO Sea Limited, merupakan salah satu tokoh utama di balik kesuksesan Shopee. Menurut Forbes, kekayaan bersih Forrest Li diperkirakan mencapai US$6,9 miliar
Kekayaan tersebut dapat berubah mengikuti nilai aset dan pergerakan harga saham yang dimilikinya. Karena sebagian kekayaannya berkaitan dengan kepemilikan saham Sea Limited, perubahan harga saham perusahaan dapat memengaruhi total kekayaan bersihnya.
Jadi, kekayaan Forrest Li tidak hanya berkaitan dengan bisnis Shopee, tetapi juga dengan kinerja bisnis Sea Limited secara keseluruhan.
Dari Mana Kekayaan Forrest Li Berasal?
Sumber utama kekayaan Forrest Li berkaitan dengan kepemilikan sahamnya di Sea Limited, perusahaan teknologi yang menaungi beberapa bisnis digital besar, yaitu:
- Shopee: platform e-commerce untuk kegiatan jual beli online.
- Garena: bisnis game digital dan hiburan interaktif.
- Monee: layanan pembayaran dan keuangan digital.
Karena Sea Limited merupakan perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek New York (NYSE) dengan kode SE, pergerakan harga sahamnya dapat memengaruhi nilai kekayaan Forrest Li.
Shopee Berasal dari Negara Mana?
Shopee berasal dari Singapura dan diluncurkan pada 2015 sebagai bagian dari Sea Limited. Seiring perkembangannya, Shopee memperluas jangkauan bisnis ke berbagai pasar, termasuk Indonesia dan negara-negara lain di Asia Tenggara.
Saat ini, Sea Limited juga menjalankan bisnis di sejumlah pasar lain, termasuk Taiwan dan Brasil. Jadi, meskipun Shopee telah menjadi salah satu marketplace populer di Indonesia, perusahaan induknya berasal dari Singapura.
Shopee Berada di Bawah Perusahaan Apa?
Shopee berada di bawah Sea Limited, perusahaan teknologi asal Singapura yang bergerak di bidang e-commerce, game digital, dan layanan keuangan. Sea Limited merupakan perusahaan induk yang menaungi beberapa bisnis utama, termasuk:
- Shopee: platform e-commerce untuk jual beli online.
- Garena: bisnis game digital dan hiburan interaktif.
- Monee: layanan pembayaran dan keuangan digital.
Struktur bisnisnya dapat dipahami secara sederhana sebagai berikut:
Sea Limited
- Shopee: e-commerce
- Garena: game digital
- Monee: layanan keuangan digital
Dengan demikian, Shopee bukan perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan secara terpisah. Jika ingin berinvestasi di perusahaan di balik Shopee, investor dapat mempelajari saham Sea Limited (NYSE: SE) yang tercatat di Bursa Efek New York. Namun, perlu diingat bahwa membeli saham Sea Limited berarti berinvestasi pada keseluruhan bisnis perusahaan, bukan hanya Shopee.
Shopee Dapat Uang dari Mana?
Shopee memperoleh pendapatan dari berbagai aktivitas di dalam marketplace, bukan hanya dari transaksi jual beli. Beberapa sumber pendapatan utamanya meliputi:
- Biaya dan layanan marketplace: biaya yang dikenakan kepada penjual sesuai layanan dan ketentuan yang berlaku.
- Iklan: layanan promosi berbayar yang membantu penjual meningkatkan visibilitas produk.
- Layanan tambahan untuk penjual: fitur dan layanan yang mendukung penjualan di platform.
- Layanan lain dalam ekosistem Shopee: pendapatan dari berbagai layanan pendukung bisnis e-commerce.
Pada kuartal IV 2025, Shopee mencatat pendapatan sekitar US$5 miliar, meningkat 35,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka ini menunjukkan bahwa Shopee bukan sekadar platform belanja online, tetapi juga bisnis digital dengan berbagai sumber pendapatan.
Apakah Shopee Sudah Untung atau Masih Rugi?
Shopee menunjukkan peningkatan profitabilitas dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025, Shopee mencatat adjusted EBITDA sekitar US$880,6 juta, naik signifikan dibandingkan sekitar US$155,8 juta pada 2024.
Sementara itu, Sea Limited sebagai perusahaan induk membukukan laba bersih sekitar US$1,6 miliar pada 2025, meningkat dari sekitar US$447,8 juta pada 2024.
Adjusted EBITDA merupakan salah satu indikator kinerja operasional yang digunakan untuk menilai profitabilitas bisnis. Namun, metrik ini berbeda dari laba bersih karena tidak mencakup seluruh komponen pendapatan dan beban perusahaan.
Bagi investor pemula, hal ini penting dipahami karena tingginya jumlah pengguna atau transaksi belum tentu menunjukkan bahwa bisnis sudah menghasilkan keuntungan.
Seberapa Besar Bisnis Shopee?
Sepanjang 2025, Shopee melayani sekitar 400 juta pembeli aktif dan 20 juta penjual. Skala bisnisnya juga terlihat dari kinerja pada kuartal IV 2025, dengan rincian:
- Pesanan: sekitar 4 miliar.
- Gross Merchandise Value (GMV): sekitar US$36,7 miliar.
- Pendapatan: sekitar US$5 miliar.
GMV merupakan total nilai transaksi barang yang diproses melalui platform, sedangkan pendapatan adalah nilai yang diakui perusahaan dari aktivitas bisnisnya. Keduanya berbeda sehingga tidak dapat disamakan.
Besarnya jumlah pengguna dan transaksi menjadikan Shopee salah satu bisnis utama Sea Limited. Namun, untuk menilai kinerja perusahaan, investor juga perlu memperhatikan pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan biaya operasional.
Apakah Shopee Punya Saham Sendiri?
Shopee tidak memiliki saham publik yang diperdagangkan secara terpisah di bursa saham. Platform e-commerce ini merupakan bagian dari Sea Limited, perusahaan teknologi asal Singapura.
Jadi, jika ingin berinvestasi di perusahaan di balik Shopee melalui pasar saham, investor perlu melihat saham Sea Limited, bukan mencari saham Shopee secara terpisah.

Apa Kode Saham Shopee?
Sea Limited tercatat di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode saham atau ticker SE.
Dengan demikian, ketika seseorang ingin membeli saham perusahaan induk Shopee, saham yang dimaksud adalah Sea Limited (SE).
Kalau Beli Saham SE, Apakah Berarti Memiliki Shopee?
Secara tidak langsung, ya. Ketika membeli saham Sea Limited, investor memiliki sebagian kepemilikan di perusahaan tersebut. Karena Shopee merupakan salah satu bisnis utama Sea Limited, kinerja Shopee turut memengaruhi prospek perusahaan.
Namun, kinerja saham SE tidak hanya bergantung pada Shopee. Bisnis Garena di bidang game digital dan Monee di bidang layanan keuangan digital juga berkontribusi terhadap kinerja Sea Limited secara keseluruhan.
Apa yang Harus Dilihat Sebelum Membeli Saham SE?
Sebelum membeli saham Sea Limited, investor pemula sebaiknya memperhatikan beberapa faktor berikut:
- Pertumbuhan pendapatan: apakah pendapatan Sea Limited terus meningkat?
- Kinerja Shopee: apakah jumlah pembeli, transaksi, dan nilai penjualan bertumbuh?
- Profitabilitas: apakah perusahaan mampu menghasilkan laba secara berkelanjutan?
- Kinerja Garena dan Monee: bagaimana perkembangan kedua bisnis tersebut?
- Persaingan pasar: bagaimana Shopee menghadapi kompetitor seperti TikTok Shop, Tokopedia, dan Lazada?
- Valuasi saham: apakah harga saham sebanding dengan kinerja dan prospek perusahaan?
Jangan membeli saham hanya karena sering menggunakan produknya. Perusahaan yang populer belum tentu selalu menjadi investasi menarik, terutama jika harga sahamnya sudah mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang tinggi.
Apakah Saham Sea Limited Menarik untuk Investasi?
Sea Limited mencatat pertumbuhan bisnis yang kuat sepanjang 2025. Pendapatan perusahaan mencapai sekitar US$22,9 miliar, meningkat 36,4% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara laba bersihnya mencapai sekitar US$1,6 miliar.
Sea Limited juga menargetkan pertumbuhan Gross Merchandise Value (GMV) Shopee sekitar 25% pada 2026. Target ini menunjukkan optimisme perusahaan terhadap perkembangan bisnis e-commerce-nya.
Meski demikian, investor tetap perlu mempertimbangkan valuasi saham, persaingan industri, pertumbuhan laba, kondisi ekonomi, dan risiko bisnis lainnya. Perusahaan yang berkembang pesat sekalipun dapat mengalami penurunan harga saham jika hasil bisnisnya tidak memenuhi ekspektasi pasar.
Berapa Harga Saham Sea Limited?
Harga saham Sea Limited dengan ticker SE berubah mengikuti aktivitas perdagangan di Bursa Efek New York. Karena itu, harga saham dan kapitalisasi pasarnya perlu diperiksa melalui sumber pasar terbaru sebelum mengambil keputusan investasi.
Investor dapat memantau informasi saham SE melalui situs resmi Sea Limited Investor Relations atau platform data pasar saham.
Bagaimana Cara Investasi ke Saham Shopee?
Jika ingin berinvestasi pada perusahaan di balik Shopee, cari saham Sea Limited (NYSE: SE). Salah satu opsi untuk mengeksplorasi saham Amerika Serikat adalah melalui platform seperti Nanovest, dengan tetap memperhatikan ketersediaan saham dan ketentuan yang berlaku.
Sebelum membeli, pelajari laporan keuangan, prospek bisnis, valuasi, serta risiko investasinya. Dengan begitu, keputusan investasi didasarkan pada kondisi perusahaan, bukan hanya popularitas Shopee sebagai marketplace.
Kesimpulan
Shopee merupakan bagian dari Sea Limited, perusahaan teknologi asal Singapura yang didirikan oleh Forrest Li. Selain Shopee, Sea Limited juga menaungi Garena dan Monee.
Shopee tidak memiliki saham publik yang diperdagangkan secara terpisah. Jika ingin berinvestasi di perusahaan induk Shopee, saham yang perlu diperhatikan adalah Sea Limited (NYSE: SE).
Dengan demikian, memahami kepemilikan Shopee membantu investor mengenali hubungan antara aplikasi yang digunakan sehari-hari dan perusahaan yang sahamnya dapat diperdagangkan di pasar modal.






