Di Bursa Efek Indonesia (BEI), bisnis perusahaan perkapalan cukup beragam. Ada emiten yang fokus pada pengangkutan peti kemas, bulk carrier, tanker, LNG, hingga kapal pendukung kegiatan minyak dan gas.
Beberapa saham yang masuk dalam pembahasan sektor ini antara lain SMDR, TMAS, ELPI, NELY, HATM, BULL, GTSI, HUMI, LEAD, dan WINS. Namun, karakteristik bisnis setiap perusahaan berbeda sehingga investor perlu melihat model bisnis, jenis armada, kontrak, utilisasi kapal, kondisi keuangan, dan prospek industrinya sebelum mengambil keputusan investasi.
Apa Itu Saham Perkapalan?
Saham perkapalan adalah saham perusahaan terbuka yang menjalankan bisnis yang berkaitan dengan transportasi laut dan jasa pendukungnya.
Bisnis tersebut tidak selalu berarti perusahaan hanya mengoperasikan kapal untuk mengangkut barang. Model bisnisnya bisa mencakup:
- Pengangkutan peti kemas.
- Pengangkutan batu bara dan komoditas curah.
- Pengangkutan minyak dan produk energi.
- Pengangkutan LNG atau gas.
- Jasa offshore support vessel.
- Jasa pelabuhan dan bongkar muat.
- Logistik dan forwarding.
- Penyewaan kapal atau charter.
- Shipyard dan perawatan kapal.
KAF Sekuritas juga membagi bisnis perkapalan ke dalam beberapa jenis armada, seperti tanker, FPSO/FSRU, dry cargo, barge, serta offshore support vessel.
Karena itu, investor sebaiknya tidak menganggap semua saham perkapalan mempunyai karakteristik yang sama.
Daftar Saham Perkapalan di BEI
Berikut beberapa emiten yang dapat masuk dalam pembahasan saham transportasi laut dan perkapalan di BEI:
Saham Transportasi Laut yang Banyak Dibahas
1. SMDR
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) merupakan perusahaan yang menjalankan bisnis transportasi dan logistik terintegrasi.
Bisnisnya mencakup jasa angkutan, keagenan, forwarding, kegiatan pelabuhan, penyewaan kapal berbasis waktu, serta penanganan peti kemas dan muatan.
Pada semester I 2026, SMDR mencatat pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar US$421,76 juta, naik dari US$379,08 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih juga meningkat menjadi US$32,52 juta dari US$29,30 juta.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa bisnis SMDR tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan.
2. TMAS
PT Temas Tbk (TMAS) merupakan salah satu perusahaan yang berkaitan erat dengan transportasi peti kemas dan logistik.
Pada semester I 2026, TMAS membukukan pendapatan sekitar Rp2,68 triliun, naik 29,3% dibandingkan Rp2,07 triliun pada periode yang sama 2025. Laba bersih mencapai sekitar Rp441,6 miliar, meningkat 54,3% secara tahunan.
Untuk 2026, perusahaan menargetkan pendapatan jasa sebesar Rp5,53 triliun, dengan rencana ekspansi armada, pembukaan rute baru, serta pengembangan infrastruktur pelabuhan.
Dengan karakter tersebut, TMAS lebih dekat dengan tema kontainer dan logistik laut dibandingkan bisnis tanker atau offshore.
3. ELPI
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) bergerak dalam industri pelayaran dengan eksposur yang cukup besar pada jasa offshore dan logistik.
Pada semester I 2026, ELPI mencatat pendapatan sebesar Rp430,35 miliar, turun dari Rp543,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perusahaan juga memperoleh kontrak domestik dan internasional dengan total nilai Rp582,76 miliar sepanjang semester I 2026.
Sebagian kontrak tersebut merupakan kontrak jangka panjang sehingga pengakuan pendapatannya dilakukan secara bertahap sesuai periode pelaksanaan.
Hal ini menjadi salah satu faktor penting ketika melihat saham perkapalan berbasis offshore: nilai kontrak tidak selalu langsung terlihat sebagai pendapatan pada periode yang sama.
4. NELY
PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) bergerak dalam bisnis transportasi laut, termasuk pengangkutan komoditas dan jasa terkait kapal.
Perusahaan juga memiliki aktivitas pembangunan serta perbaikan kapal melalui entitas anak.
NELY dapat dimasukkan dalam kelompok saham pelayaran karena aktivitas utamanya berkaitan dengan transportasi laut dan jasa pendukung perkapalan.
5. HATM
PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) bergerak di bidang transportasi laut dan logistik, terutama melalui armada seperti bulk carrier dan barge.
Bisnis seperti ini memiliki keterkaitan dengan pergerakan komoditas curah sehingga kondisi perdagangan komoditas dan permintaan pengangkutan laut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Kelima nama tersebut juga menjadi bagian dari daftar saham transportasi laut yang pernah dibahas Stockbit, yaitu TMAS, SMDR, ELPI, NELY, dan HATM.
Baca juga: 10+ Saham Batu Bara Potensial di BEI dan Amerika

Saham Perkapalan untuk Sektor Energi dan Offshore
Selain perusahaan kontainer dan logistik, terdapat emiten yang memiliki eksposur lebih besar terhadap energi serta aktivitas lepas pantai.
BULL
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) berfokus pada bisnis transportasi laut, terutama pengangkutan energi menggunakan kapal tanker.
Pada semester I 2026, BULL mencatat pendapatan US$128,73 juta, naik sekitar 84% secara tahunan. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$58,39 juta. Pendapatan dari segmen kapal angkutan mencapai sekitar US$126,3 juta.
Kinerja BULL juga menunjukkan bagaimana perubahan tarif angkutan tanker dapat memengaruhi pendapatan perusahaan.
GTSI
PT GTS Internasional Tbk (GTSI) memiliki bisnis yang berkaitan dengan transportasi LNG.
Karakter bisnisnya berbeda dengan perusahaan kontainer karena kinerja sangat berkaitan dengan kebutuhan pengangkutan gas melalui laut, kontrak kapal, utilisasi armada, serta perkembangan industri energi.
HUMI
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menjalankan bisnis maritim dengan eksposur terhadap transportasi energi dan jasa pendukungnya.
Pada semester I 2026, HUMI mencatat pendapatan sekitar Rp1,19 triliun, meningkat 13,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih turun menjadi sekitar Rp40,5 miliar dari Rp80,5 miliar.
Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan tidak selalu berarti laba bersih ikut meningkat. Biaya operasional, depresiasi, pembiayaan armada, dan faktor lainnya tetap perlu diperhatikan.
LEAD
PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) memiliki eksposur pada jasa kapal pendukung kegiatan offshore.
Model bisnis seperti ini berkaitan dengan aktivitas eksplorasi, produksi, konstruksi, dan proyek minyak serta gas lepas pantai.
WINS
PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) merupakan salah satu emiten yang berfokus pada offshore support vessel.
Pada semester I 2026, WINS mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan sebesar US$8,4 juta, naik 24,4% secara tahunan. Utilisasi armada juga meningkat menjadi 62%, dibandingkan 56% pada semester I 2025.
Angka utilisasi menjadi salah satu indikator penting bagi perusahaan offshore karena menunjukkan seberapa banyak armada yang benar-benar digunakan untuk menghasilkan pendapatan.
Jenis Saham Perkapalan Berdasarkan Bisnisnya
Saham perkapalan dapat dibagi berdasarkan jenis layanan yang diberikan.
| Jenis Bisnis | Contoh Aktivitas | Contoh Emiten |
| Kontainer | Pengangkutan peti kemas | SMDR, TMAS |
| Bulk carrier | Pengangkutan komoditas curah | HATM, NELY |
| Tanker | Pengangkutan minyak dan produk energi | BULL |
| LNG | Pengangkutan gas alam cair | GTSI, HUMI |
| Offshore support | Kapal pendukung proyek offshore | ELPI, LEAD, WINS |
| Logistik laut | Forwarding, pelabuhan, distribusi | SMDR, TMAS |
| Barge & tugboat | Pengangkutan dan penarikan tongkang | Beberapa emiten pelayaran |
Saham Perkapalan Amerika Serikat
Amerika Serikat juga memiliki sejumlah perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa AS dan memiliki bisnis pelayaran.
Menariknya, perusahaan yang tercatat di bursa Amerika tidak selalu merupakan perusahaan yang berbasis di AS. Industri shipping memang bersifat global dan banyak perusahaan berdomisili di negara lain tetapi mencatatkan sahamnya di NYSE atau Nasdaq.
Beberapa contoh saham perkapalan yang dapat ditemukan di pasar AS antara lain:
Beberapa nama tersebut juga tercantum dalam Solactive Global Shipping Index 2026, termasuk Matson, Scorpio Tankers, International Seaways, ZIM, dan Star Bulk Carriers.
ZIM Integrated Shipping Services
ZIM (ZIM) merupakan perusahaan pelayaran yang berfokus pada transportasi kontainer.
Saham ZIM menarik untuk dimasukkan dalam pembahasan saham perkapalan Amerika karena memberikan eksposur terhadap industri kontainer global melalui perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di New York Stock Exchange.
Namun, bisnis kontainer sangat dipengaruhi oleh volume perdagangan dunia, tarif pengiriman, kapasitas armada, gangguan jalur pelayaran, dan kondisi rantai pasok.
Matson
Matson (MATX) merupakan perusahaan transportasi yang berbasis di Amerika Serikat dan memiliki bisnis pelayaran serta logistik.
Matson masuk dalam daftar komponen Solactive Global Shipping Index 2026 dengan ticker MATX.
Model bisnis Matson memberikan eksposur terhadap perdagangan laut dan logistik, khususnya rute yang berkaitan dengan Amerika Serikat.
Genco Shipping & Trading
Genco Shipping & Trading (GNK) bergerak dalam transportasi komoditas curah kering atau dry bulk.
Perusahaan tercatat di New York Stock Exchange dengan ticker GNK. Dalam laporan tahunannya, Genco menjelaskan bahwa bisnisnya berfokus pada kepemilikan dan pengoperasian kapal dry bulk untuk mengangkut komoditas seperti bijih besi, batu bara, dan biji-bijian.
Dengan demikian, saham GNK memiliki karakter yang berbeda dengan saham kontainer seperti ZIM.
Scorpio Tankers
Scorpio Tankers (STNG) merupakan perusahaan yang bergerak di transportasi produk minyak menggunakan kapal tanker.
Karena fokus pada tanker, kinerja perusahaan sangat berkaitan dengan kondisi pasar tanker dan tarif angkutan.
Pada September 2026, Scorpio Tankers memiliki sekitar 79 kapal dan menjadi salah satu perusahaan tanker yang mendapatkan perhatian pasar seiring tingginya tarif pengangkutan produk minyak. Namun, kondisi tarif shipping dapat berubah dengan cepat sehingga angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai gambaran permanen industri.
International Seaways
International Seaways (INSW) juga bergerak di bidang transportasi minyak melalui kapal tanker.
Perusahaan ini masuk dalam Solactive Global Shipping Index 2026 bersama sejumlah perusahaan tanker dan shipping global lainnya.
Flex LNG
Flex LNG (FLNG) memberikan eksposur terhadap bisnis pengangkutan LNG.
Flex LNG tercatat di New York Stock Exchange dan pada 2026 mengoperasikan 13 LNG carrier.
Pada kuartal II 2026, Flex LNG mencatat pendapatan operasi kapal sebesar US$106,8 juta, naik dari US$80,5 juta pada kuartal I 2026. Rata-rata time charter equivalent juga naik menjadi US$86.119 per hari dari US$65.729 per hari.
Perusahaan juga memiliki kontrak jangka panjang untuk sejumlah kapal. Ini menunjukkan pentingnya melihat struktur kontrak ketika menganalisis saham shipping berbasis LNG.
Dorian LPG
Dorian LPG (LPG) merupakan perusahaan yang bergerak dalam transportasi LPG menggunakan kapal Very Large Gas Carrier atau VLGC.
Berdasarkan laporan SEC per 30 Juni 2026, armada Dorian terdiri dari 27 VLGC, termasuk kapal dengan desain hemat bahan bakar dan beberapa kapal dual-fuel.
Model bisnis tersebut berbeda dengan perusahaan tanker minyak maupun kontainer sehingga faktor analisisnya juga perlu disesuaikan.
Investasi Saham Amerika dalam Satu Aplikasi
Akses saham perusahaan global seperti Apple, Tesla, dan Microsoft melalui Nanovest.
Apa yang Memengaruhi Harga Saham Perkapalan?
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan ketika menganalisis saham shipping.
1. Tarif Angkutan Laut
Perubahan tarif angkutan atau freight rate dapat berpengaruh langsung terhadap pendapatan perusahaan.
Ketika permintaan kapal meningkat sementara kapasitas armada terbatas, tarif dapat mengalami kenaikan. Sebaliknya, kelebihan kapasitas dapat memberikan tekanan terhadap tarif.
2. Utilisasi Armada
Kapal yang dimiliki perusahaan harus digunakan secara optimal agar dapat menghasilkan pendapatan.
Semakin tinggi utilisasi, semakin besar peluang perusahaan memaksimalkan aset armadanya. Namun, utilisasi tetap perlu dilihat bersama tarif sewa, biaya operasional, dan jenis kontraknya.
3. Harga Bahan Bakar
Bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya penting dalam industri pelayaran.
Kenaikan harga bunker fuel dapat meningkatkan biaya operasi, terutama bagi perusahaan yang tidak memiliki mekanisme penyesuaian biaya dalam kontraknya.
4. Harga Komoditas
Saham perkapalan yang melayani batu bara, minyak, gas, atau komoditas curah dapat terpengaruh oleh siklus komoditas.
Kenaikan atau penurunan aktivitas perdagangan komoditas dapat berdampak terhadap kebutuhan pengangkutan.
5. Aktivitas Ekspor dan Impor
Peningkatan aktivitas perdagangan biasanya meningkatkan kebutuhan transportasi laut.
Hal ini terutama relevan bagi perusahaan yang memiliki bisnis kontainer dan logistik.
6. Aktivitas Minyak dan Gas
Perusahaan offshore support vessel memiliki hubungan erat dengan aktivitas eksplorasi dan produksi minyak serta gas.
Peningkatan proyek offshore dapat menciptakan kebutuhan terhadap kapal pendukung, tetapi penundaan proyek energi juga dapat mengurangi permintaan.
7. Usia dan Komposisi Armada
Investor juga perlu melihat kondisi armada.
Kapal yang lebih tua dapat membutuhkan biaya perawatan lebih besar. Sementara itu, pembelian kapal baru membutuhkan belanja modal yang besar dan dapat meningkatkan kebutuhan pendanaan.
Baca juga: 10+ Saham Properti di Indonesia Hingga Dunia yang Menarik
Cara Memilih Saham Perkapalan
Sebelum membeli saham perkapalan, beberapa aspek berikut dapat digunakan sebagai bahan analisis:
1. Lihat Sumber Pendapatan
Cari tahu apakah pendapatan perusahaan berasal dari kontainer, tanker, LNG, bulk carrier, offshore, atau bisnis lainnya.
2. Perhatikan Kontrak
Kontrak jangka panjang dapat memberikan visibilitas pendapatan yang berbeda dibandingkan bisnis yang lebih banyak menggunakan kontrak jangka pendek atau pasar spot.
3. Cek Utilisasi Kapal
Utilisasi menunjukkan seberapa optimal perusahaan menggunakan armadanya.
4. Periksa Utang
Bisnis pelayaran membutuhkan modal besar untuk membeli atau membangun kapal. Karena itu, utang dan biaya bunga menjadi bagian penting dalam analisis.
5. Perhatikan Arus Kas
Laba bersih saja belum cukup. Investor juga perlu melihat apakah kegiatan operasional mampu menghasilkan arus kas yang sehat.
6. Cek Belanja Modal
Ekspansi armada dapat meningkatkan kapasitas, tetapi juga membutuhkan modal besar.
7. Analisis Kinerja Beberapa Tahun
Jangan hanya melihat satu periode ketika menilai perusahaan perkapalan. Bandingkan pendapatan, laba, utang, arus kas, dan utilisasi armada dalam beberapa periode.
Baca juga: 10 Merek Kopi Terkenal dan Saham Perusahaan di Baliknya
Risiko Investasi Saham Perkapalan
Seperti sektor lainnya, saham perkapalan memiliki sejumlah risiko.
Risiko yang perlu diperhatikan antara lain:
- Perubahan tarif angkutan laut.
- Kenaikan harga bahan bakar.
- Penurunan permintaan perdagangan.
- Penurunan harga komoditas.
- Kapal tidak beroperasi atau mengalami downtime.
- Biaya perawatan dan peremajaan armada.
- Utang untuk pembelian kapal.
- Fluktuasi nilai tukar.
- Penundaan proyek minyak dan gas.
- Perubahan regulasi lingkungan dan pelayaran.
Karakter industri juga dapat berbeda. Perusahaan yang bergantung pada pasar spot, misalnya, dapat memiliki sensitivitas berbeda terhadap tarif dibandingkan perusahaan yang memiliki kontrak jangka panjang.
Bagaimana Cara Membeli Saham Perkapalan?
Saham perkapalan yang tercatat di BEI dapat dibeli melalui perusahaan sekuritas atau aplikasi investasi yang menyediakan perdagangan saham Indonesia.
Secara umum, langkahnya adalah:
- Buka rekening saham.
- Lakukan verifikasi data.
- Deposit dana ke rekening dana nasabah.
- Cari kode saham, misalnya SMDR, TMAS, ELPI, atau BULL.
- Tentukan harga dan jumlah saham.
- Masukkan pesanan beli.
- Pantau transaksi dan portofolio secara berkala.
Kesimpulan
Saham perkapalan di BEI memiliki karakter bisnis yang beragam. SMDR dan TMAS lebih banyak berkaitan dengan kontainer dan logistik, sementara BULL dan GTSI memiliki eksposur pada transportasi energi. Di sisi lain, ELPI, LEAD, dan WINS memiliki keterkaitan dengan bisnis offshore.






