NFT (Non-Fungible Token) merupakan aset digital unik yang kepemilikannya dapat dicatat dan diverifikasi di blockchain. NFT dapat digunakan untuk merepresentasikan karya seni digital, koleksi, tiket, item game, membership, hingga aset tertentu yang ditokenisasi.
Untuk memperdagangkan aset tersebut, pengguna dapat memanfaatkan NFT marketplace. Lalu, apa itu NFT marketplace dan bagaimana cara kerjanya?
Apa Itu NFT Marketplace?
NFT marketplace adalah platform digital yang memungkinkan pengguna membeli, menjual, membuat (mint), dan menemukan NFT.
Marketplace berfungsi sebagai tempat bertemunya kreator, kolektor, dan pembeli. Sementara itu, blockchain menjadi tempat pencatatan transaksi dan kepemilikan NFT.
Dengan kata lain, NFT marketplace bukan blockchain. Marketplace menyediakan antarmuka untuk melakukan transaksi, sedangkan blockchain mencatat aktivitas dan kepemilikan aset secara on-chain.
NFT sendiri berbeda dari aset fungible seperti ETH. Setiap NFT memiliki karakteristik dan identitas yang berbeda sehingga satu NFT tidak selalu dapat dipertukarkan dengan NFT lain secara setara.
Bagaimana Cara Kerja NFT Marketplace?
Secara sederhana, proses transaksi NFT dapat berlangsung melalui beberapa tahap:
1. NFT dibuat atau di-mint
Kreator membuat NFT melalui smart contract pada blockchain. Proses ini dikenal sebagai minting.
Smart contract dapat menentukan informasi NFT, seperti identitas token, kepemilikan, metadata, hingga aturan tertentu yang diterapkan pada aset tersebut.
2. NFT ditampilkan di marketplace
Setelah dibuat, NFT dapat ditawarkan untuk dijual melalui marketplace. Kreator atau pemilik dapat menentukan harga atau menggunakan mekanisme lelang jika tersedia.
3. Pembeli menghubungkan crypto wallet
Pengguna biasanya perlu menghubungkan wallet kripto yang kompatibel dengan blockchain dan marketplace yang digunakan.
Wallet digunakan untuk menyimpan aset kripto sekaligus NFT. Karena itu, keamanan wallet menjadi bagian penting dalam transaksi NFT.
4. Transaksi dikonfirmasi di blockchain
Ketika pembeli melakukan transaksi, instruksi transaksi ditandatangani melalui wallet dan diproses oleh blockchain.
Pada marketplace non-custodial seperti OpenSea, marketplace menyediakan antarmuka untuk transaksi, sedangkan transaksi aktual terjadi pada blockchain yang mendasarinya.
Apa Saja yang Bisa Dijual di NFT Marketplace?
NFT tidak terbatas pada gambar atau karya seni digital. Beberapa bentuk penggunaannya antara lain:
- Seni digital, seperti ilustrasi dan karya visual.
- Koleksi digital, termasuk collectible.
- Item game, seperti karakter, perlengkapan, atau aset dalam game tertentu.
- Membership dan akses, misalnya NFT yang memberikan akses ke komunitas atau layanan.
- Tiket digital, yang dapat digunakan untuk membuktikan hak masuk ke suatu acara.
- Aset dunia nyata yang ditokenisasi, tergantung pada proyek dan infrastrukturnya.
- Identitas atau nama domain berbasis blockchain.
Ethereum.org mencatat NFT dapat digunakan untuk seni digital, item game, tiket, identitas digital, akses konten, nama domain, hingga tokenisasi aset dunia nyata.
Contoh NFT Marketplace
Beberapa NFT marketplace yang dikenal di ekosistem Web3 antara lain:
1. Open Sea

OpenSea merupakan salah satu marketplace NFT yang memungkinkan pengguna menemukan, membeli, menjual, dan memperdagangkan berbagai aset on-chain. Platform ini mendukung NFT dari beberapa jaringan blockchain dan menyediakan berbagai kategori aset digital.
2. Magic Eden

Magic Eden merupakan marketplace NFT yang menyediakan fitur untuk membeli, menjual, membuat, dan mengelola NFT. Platform ini juga mendukung berbagai blockchain sehingga pengguna dapat menemukan beragam koleksi NFT dalam satu ekosistem.
3. Rarible

Rarible adalah NFT marketplace multichain yang memungkinkan pengguna membeli, menjual, maupun membuat NFT. Platform ini juga menyediakan fitur yang mendukung kreator dalam menerbitkan dan mengelola koleksi digital mereka.
4. Blur

Blur merupakan marketplace NFT yang lebih berorientasi pada aktivitas perdagangan. Platform ini menyediakan berbagai fitur yang ditujukan bagi pengguna yang aktif melakukan trading NFT, termasuk pemantauan pasar dan transaksi dalam jumlah besar.
5. SuperRare

SuperRare berfokus pada karya seni digital berbasis NFT. Platform ini dikenal dengan pendekatan yang lebih selektif terhadap karya yang ditampilkan, sehingga banyak digunakan untuk koleksi seni digital.
Catatan: fitur, blockchain yang didukung, biaya, dan mekanisme transaksi setiap marketplace dapat berubah. Selalu periksa informasi terbaru pada platform yang digunakan.
Bagaimana Cara Membeli NFT?
Secara umum, langkah membeli NFT adalah sebagai berikut:
- Pilih marketplace yang mendukung blockchain dan NFT yang ingin dibeli.
- Siapkan crypto wallet yang kompatibel.
- Isi wallet dengan aset kripto yang diperlukan untuk pembelian dan biaya transaksi.
- Cari koleksi NFT dan periksa detailnya.
- Verifikasi koleksi dan alamat kontrak sebelum melakukan transaksi.
- Lakukan pembelian melalui marketplace.
- Periksa NFT di wallet setelah transaksi berhasil dikonfirmasi.
Jangan hanya melihat gambar NFT. Periksa juga alamat kontrak, identitas koleksi, riwayat transaksi, dan informasi dari kreator atau proyek terkait.
Bagaimana Cara Menjual NFT?
NFT yang sudah dimiliki dapat dijual kembali jika marketplace dan aset tersebut mendukung transaksi sekunder.
Umumnya prosesnya adalah:
- Hubungkan wallet ke marketplace.
- Pilih NFT yang ingin dijual.
- Tentukan harga atau metode penjualan yang tersedia.
- Konfirmasi transaksi melalui wallet.
- Tunggu hingga NFT dibeli.
- Setelah transaksi selesai, pembayaran dan perpindahan NFT diproses melalui mekanisme blockchain.
Beberapa marketplace juga mendukung mekanisme auction atau lelang.
Baca juga: Hot Wallet vs Cold Wallet Crypto: Perbedaan, Kelebihan & Kekurangannya
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli NFT?

Harga NFT dapat berubah dan tidak ada jaminan bahwa NFT yang dibeli akan mudah dijual kembali. Karena itu, beberapa hal berikut perlu diperiksa:
1. Keaslian koleksi
Pastikan NFT berasal dari koleksi dan kreator yang benar. NFT palsu dapat dibuat dengan meniru nama atau visual koleksi populer.
2. Alamat kontrak
Periksa contract address untuk memastikan NFT berasal dari kontrak yang benar, terutama ketika terdapat banyak koleksi dengan nama serupa.
3. Blockchain yang digunakan
Setiap blockchain memiliki karakteristik dan biaya transaksi yang berbeda. Pastikan wallet yang digunakan kompatibel dengan jaringan tersebut.
4. Biaya transaksi
Selain harga NFT, pengguna dapat dikenakan biaya jaringan (gas fee) atau biaya marketplace sesuai mekanisme platform.
5. Hak yang diperoleh
Membeli NFT tidak otomatis berarti membeli hak cipta atas karya tersebut.
NFT biasanya menjadi bukti kepemilikan token tertentu. Hak penggunaan atau hak cipta atas karya yang direpresentasikan NFT bergantung pada ketentuan proyek, lisensi, atau perjanjian yang berlaku.
6. Keamanan wallet
Jangan memberikan seed phrase atau private key kepada siapa pun. Risiko NFT tidak hanya berasal dari harga aset, tetapi juga phishing, kontrak pintar berbahaya, dan kesalahan pengguna.
Ethereum.org juga mencatat bahwa risiko keamanan NFT dapat berkaitan dengan phishing, kerentanan smart contract, dan kesalahan pengguna seperti mengekspos kunci privat.
Apakah NFT Marketplace Aman?
Keamanan NFT marketplace tidak dapat dinilai hanya dari nama platform. Pengguna juga perlu memperhatikan blockchain, smart contract, wallet, dan situs yang digunakan.
Gunakan situs resmi marketplace, periksa alamat kontrak NFT, dan jangan sembarangan menandatangani transaksi dari tautan yang tidak dikenal.
Selain itu, harga NFT sangat bergantung pada permintaan pasar. Popularitas suatu koleksi tidak menjamin nilainya akan tetap tinggi atau meningkat pada masa mendatang.
Bagaimana Regulasi Aset Digital di Indonesia?
Di Indonesia, pengaturan dan pengawasan Aset Keuangan Digital termasuk Aset Kripto telah berada di bawah OJK. POJK Nomor 27 Tahun 2024 berlaku sejak 10 Januari 2025 dan mengatur penyelenggaraan perdagangan Aset Keuangan Digital termasuk Aset Kripto.
Ketentuan tersebut kemudian diubah melalui POJK Nomor 23 Tahun 2025.
Pada 1 September 2026, OJK juga memberlakukan PADK Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur ketentuan pelaksanaan dan pelaporan terkait penyelenggaraan perdagangan Aset Keuangan Digital termasuk Aset Kripto.
Namun, penting untuk membedakan antara NFT secara umum dan aset yang masuk dalam cakupan regulasi Aset Keuangan Digital atau Aset Kripto. Tidak semua NFT dapat langsung disamakan dengan aset kripto yang diperdagangkan melalui penyelenggara berizin di Indonesia.
NFT Marketplace vs Crypto Exchange
NFT marketplace dan crypto exchange sama-sama merupakan platform perdagangan aset digital, tetapi objek yang diperdagangkan berbeda.
| Aspek | NFT Marketplace | Crypto Exchange |
| Aset | NFT | Aset kripto |
| Karakter aset | Unik (non-fungible) | Umumnya dapat dipertukarkan (fungible) |
| Contoh aset | Digital art, collectible, item game | BTC, ETH, stablecoin, dan aset kripto lainnya |
| Fungsi utama | Membeli, menjual, atau membuat NFT | Membeli, menjual, atau memperdagangkan aset kripto |
| Teknologi | Blockchain & smart contract | Blockchain & sistem perdagangan aset kripto |
Perbedaan utamanya terletak pada karakter aset. NFT memiliki identitas dan karakteristik yang unik, sedangkan aset fungible seperti ETH memiliki unit yang secara prinsip dapat dipertukarkan satu sama lain.
Beli Crypto di Satu Aplikasi
Akses 300+ koin kripto untuk mulai membangun portofolio crypto di Nanovest.
Kesimpulan
NFT marketplace adalah platform yang memudahkan pengguna menemukan, membeli, menjual, atau membuat NFT. Marketplace menyediakan sarana transaksi, sedangkan blockchain mencatat kepemilikan dan aktivitas NFT secara on-chain.
Sebelum membeli NFT, jangan hanya mempertimbangkan visual atau popularitas koleksi. Periksa keaslian proyek, alamat kontrak, blockchain, biaya transaksi, hak yang diperoleh, dan keamanan wallet.






