Mobil listrik atau electric vehicle (EV) terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan kendaraan berbasis listrik di berbagai negara.
Perkembangan ini tidak hanya membuka peluang bagi produsen mobil, tetapi juga perusahaan baterai, bahan baku, infrastruktur pengisian daya, hingga ekosistem kendaraan listrik.
Simak daftar saham mobil listrik ini!
Mengapa Saham Mobil Listrik Banyak Diperhatikan?
Perkembangan kendaraan listrik menciptakan ekosistem industri yang cukup luas.
Tidak hanya produsen mobil yang terlibat, tetapi juga perusahaan baterai, pertambangan, komponen kendaraan, teknologi, dan infrastruktur pengisian daya.
Perubahan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik juga membuat investor perlu melihat industri ini secara lebih luas.
Misalnya, perusahaan seperti Tesla dan BYD berfokus pada kendaraan listrik, sementara perusahaan seperti Albemarle bergerak di bahan baku baterai dan ChargePoint menyediakan infrastruktur pengisian kendaraan listrik.
Artinya, peluang di industri EV tidak hanya berada pada produsen mobil.
Faktor yang Memengaruhi Harga Saham Mobil Listrik
Penjualan Kendaraan Listrik
Pertumbuhan penjualan EV menjadi salah satu indikator penting untuk melihat perkembangan bisnis produsen kendaraan listrik.
Semakin besar volume penjualan, semakin besar pula peluang perusahaan meningkatkan pendapatan. Namun, pertumbuhan penjualan tetap perlu dibandingkan dengan margin dan biaya produksinya.
Harga Baterai
Baterai merupakan salah satu komponen penting sekaligus biaya utama kendaraan listrik.
Perubahan harga lithium, nikel, kobalt, dan bahan baku lainnya dapat memengaruhi biaya produksi baterai dan kendaraan.
Persaingan Industri
Industri EV memiliki banyak pemain, mulai dari perusahaan otomotif lama hingga produsen kendaraan listrik baru.
Persaingan dapat terjadi dalam harga, jarak tempuh, teknologi baterai, fitur kendaraan, hingga jaringan pengisian daya.
Kebijakan Pemerintah
Insentif kendaraan listrik, subsidi, aturan emisi, tarif impor, dan kebijakan industri dapat memengaruhi permintaan kendaraan listrik maupun biaya produksi.
Teknologi
Perkembangan baterai, autonomous driving, software kendaraan, dan teknologi pengisian daya dapat memengaruhi posisi perusahaan di industri EV.
Kondisi Keuangan
Pertumbuhan pendapatan saja belum cukup. Investor juga perlu melihat laba, arus kas, utang, belanja modal, dan kemampuan perusahaan membiayai ekspansi.
Daftar Saham Mobil Listrik di Indonesia

Indonesia belum memiliki banyak perusahaan yang secara khusus hanya memproduksi mobil listrik. Karena itu, daftar saham EV Indonesia juga mencakup perusahaan yang memiliki eksposur terhadap ekosistem kendaraan listrik.
VKTR
VKTR merupakan salah satu emiten Indonesia yang memiliki fokus langsung pada kendaraan listrik, terutama kendaraan listrik komersial seperti bus.
Eksposur terhadap EV membuat kinerja perusahaan berkaitan dengan perkembangan transportasi listrik dan kebutuhan kendaraan komersial berbasis listrik.
Astra International (ASII)
Astra merupakan salah satu perusahaan otomotif besar di Indonesia yang memiliki bisnis kendaraan dan ekosistem otomotif.
Keterkaitannya dengan kendaraan listrik berasal dari pengembangan dan penjualan kendaraan listrik serta ekosistem pendukungnya.
Indomobil Sukses Internasional (IMAS)
Indomobil memiliki bisnis distribusi dan penjualan kendaraan dari berbagai merek.
Perusahaan ini memiliki eksposur terhadap perkembangan kendaraan listrik melalui merek dan produk EV yang masuk ke pasar Indonesia.
Indika Energy (INDY)
INDY sebelumnya dikenal kuat di bisnis energi dan batu bara, tetapi juga melakukan diversifikasi ke bisnis yang berkaitan dengan kendaraan listrik.
Perusahaan ini menjadi contoh saham yang memiliki eksposur terhadap transisi energi, bukan produsen mobil listrik murni.
TBS Energi Utama (TOBA)
TOBA melakukan diversifikasi bisnis ke energi terbarukan dan kendaraan listrik.
Salah satu eksposurnya terhadap EV berasal dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik roda dua.
NFC Indonesia (NFCX)
NFCX memiliki eksposur terhadap ekosistem kendaraan listrik melalui bisnis mobilitas dan kendaraan listrik.
Karena itu, saham ini lebih tepat dilihat sebagai saham yang berkaitan dengan ekosistem EV, bukan produsen mobil listrik murni.
GoTo (GOTO)
GOTO memiliki keterkaitan dengan kendaraan listrik melalui ekosistem mobilitas Gojek.
Penggunaan kendaraan listrik dalam layanan transportasi dapat menjadi salah satu bagian dari perkembangan elektrifikasi sektor mobilitas.
Baca juga: 20 Saham Energi Terbarukan Indonesia dan Amerika Serikat yang Menarik
Saham Mobil Listrik Dunia dan Amerika

Pasar global memiliki lebih banyak pilihan saham yang berkaitan dengan kendaraan listrik.
Tesla (TSLA)
Tesla merupakan salah satu perusahaan yang paling dikenal dalam industri kendaraan listrik.
Bisnis Tesla tidak hanya mencakup kendaraan listrik, tetapi juga baterai, energi, software, dan teknologi terkait kendaraan.
Rivian (RIVN)
Rivian merupakan produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat yang berfokus pada kendaraan seperti pickup dan SUV listrik.
Kinerja perusahaan berkaitan dengan penjualan kendaraan, kemampuan meningkatkan produksi, biaya produksi, dan kebutuhan modal untuk ekspansi.
Lucid (LCID)
Lucid merupakan perusahaan otomotif yang fokus pada kendaraan listrik.
Perusahaan dikenal melalui kendaraan listrik premium dan teknologi yang dikembangkan untuk kendaraan listrik.
NIO (NIO)
NIO merupakan produsen kendaraan listrik asal China.
Selain kendaraan listrik, perusahaan juga mengembangkan ekosistem pendukung seperti layanan baterai dan teknologi kendaraan.
Li Auto (LI)
Li Auto merupakan perusahaan otomotif China yang mengembangkan kendaraan energi baru.
Perusahaan memiliki fokus pada kendaraan listrik dan teknologi elektrifikasi dengan pendekatan produk yang berbeda dari produsen EV murni lainnya.
XPeng (XPEV)
XPeng mengembangkan kendaraan listrik serta teknologi yang berkaitan dengan software dan sistem bantuan pengemudi.
Hal ini membuat bisnisnya tidak hanya bergantung pada penjualan kendaraan, tetapi juga perkembangan teknologi otomotif.
BYD (BYD)
BYD merupakan perusahaan China yang memiliki bisnis kendaraan energi baru dan baterai.
Selain kendaraan listrik, BYD juga memiliki bisnis baterai dan komponen yang membuat perusahaan terintegrasi dalam rantai pasok kendaraan listrik.
VinFast (VFS)
VinFast merupakan produsen kendaraan asal Vietnam yang mengembangkan kendaraan listrik untuk pasar internasional.
Perusahaan menjadi salah satu contoh produsen otomotif Asia yang melakukan ekspansi ke pasar EV global.
General Motors (GM)
General Motors merupakan produsen otomotif tradisional Amerika Serikat yang juga mengembangkan kendaraan listrik.
Eksposur EV GM berbeda dengan Tesla karena perusahaan memiliki portofolio kendaraan konvensional sekaligus kendaraan listrik.
Ford (F)
Ford merupakan produsen otomotif Amerika Serikat yang mengembangkan kendaraan listrik seperti Mustang Mach-E dan F-150 Lightning.
Karena memiliki bisnis kendaraan konvensional, performa saham Ford tidak hanya dipengaruhi perkembangan EV.
Stellantis (STLA)
Stellantis merupakan perusahaan otomotif global yang menaungi berbagai merek kendaraan.
Perusahaan juga mengembangkan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi elektrifikasi portofolionya.
Toyota (TM)
Toyota merupakan produsen otomotif Jepang yang mengembangkan berbagai teknologi elektrifikasi, termasuk hybrid, plug-in hybrid, dan kendaraan listrik baterai.
Karena memiliki portofolio yang luas, Toyota bukan perusahaan EV murni.
Hyundai Motor (HMC)
Hyundai mengembangkan kendaraan listrik melalui berbagai model EV dan teknologi elektrifikasi.
Perusahaan juga memiliki bisnis otomotif konvensional sehingga eksposur EV menjadi bagian dari bisnis yang lebih luas.
Kia (KIA)
Kia merupakan bagian dari grup Hyundai Motor dan memiliki berbagai model kendaraan listrik.
Perusahaan mengembangkan kendaraan listrik sekaligus tetap menjalankan bisnis kendaraan konvensional.
Ferrari (RACE)
Ferrari bukan perusahaan mobil listrik murni.
Namun, perusahaan mulai mengembangkan kendaraan listrik sebagai bagian dari proses elektrifikasi lini produknya.
Albemarle (ALB)
Albemarle bukan produsen kendaraan listrik. Perusahaan merupakan salah satu pemain dalam industri lithium.
Lithium merupakan bahan penting dalam berbagai teknologi baterai, sehingga perusahaan seperti ALB memiliki hubungan dengan rantai pasok EV.
QuantumScape (QS)
QuantumScape berfokus pada teknologi baterai solid-state.
Perusahaan ini lebih tepat dikategorikan sebagai perusahaan teknologi baterai yang berpotensi mendukung perkembangan kendaraan listrik, bukan produsen mobil.
ChargePoint (CHPT)
ChargePoint bergerak di bidang infrastruktur pengisian kendaraan listrik.
Perusahaan menunjukkan bahwa ekosistem EV tidak hanya terdiri dari produsen mobil, tetapi juga infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengisi daya kendaraan.
Investasi Saham Mobil Listrik Amerika Lebih Aman
Akses saham perusahaan mobil listrik melalui Nanovest. Telah terdaftar dan diawasi OJK.
Cara Memilih Saham Mobil Listrik
Memilih saham EV tidak cukup hanya dengan melihat merek mobil yang populer.
Periksa Pertumbuhan Penjualan
Lihat apakah penjualan kendaraan perusahaan meningkat dan bagaimana pertumbuhannya dari waktu ke waktu.
Perhatikan Pendapatan dan Laba
Perusahaan EV dapat mencatat pertumbuhan penjualan tetapi tetap mengalami kerugian.
Karena itu, perhatikan pendapatan, margin, laba, dan arus kas secara bersamaan.
Lihat Biaya Produksi
Persaingan harga kendaraan listrik dapat membuat margin perusahaan tertekan.
Perusahaan perlu meningkatkan produksi sekaligus menjaga biaya agar tetap efisien.
Perhatikan Teknologi Baterai
Baterai menjadi salah satu komponen penting dalam EV.
Kapasitas, jarak tempuh, waktu pengisian, umur baterai, dan biaya produksi dapat memengaruhi daya saing kendaraan.
Perhatikan Posisi Perusahaan dalam Ekosistem EV
Tidak semua saham EV adalah produsen mobil.
Investor dapat membedakan perusahaan menjadi beberapa kelompok:
- Produsen mobil listrik.
- Produsen kendaraan konvensional yang mengembangkan EV.
- Produsen baterai.
- Perusahaan bahan baku baterai.
- Perusahaan charging station.
- Perusahaan teknologi kendaraan.
Cek Kondisi Keuangan
Perhatikan utang, arus kas, belanja modal, dan kebutuhan pendanaan perusahaan.
Baca juga: 10+ Saham Transportasi di Indonesia dan Amerika Serikat, Apa Saja?
Risiko Investasi Saham Mobil Listrik
Persaingan yang Ketat
Banyak perusahaan masuk ke industri EV sehingga persaingan harga dan teknologi dapat semakin tinggi.
Biaya Produksi
Baterai dan komponen kendaraan membutuhkan investasi besar. Kenaikan harga bahan baku dapat menekan margin.
Perubahan Teknologi
Teknologi baterai dan kendaraan berkembang cepat. Perusahaan perlu terus berinvestasi agar produknya tetap kompetitif.
Ketergantungan pada Kebijakan
Insentif kendaraan listrik dapat membantu meningkatkan permintaan. Perubahan kebijakan dapat memengaruhi pasar.
Perusahaan Masih Merugi
Beberapa perusahaan EV yang sedang melakukan ekspansi belum menghasilkan laba secara konsisten.
Karena itu, investor perlu melihat kemampuan perusahaan membiayai operasional dan ekspansinya.
Prospek Saham Mobil Listrik
Perkembangan kendaraan listrik masih berkaitan erat dengan beberapa tren jangka panjang.
Elektrifikasi Transportasi
Peralihan dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik membuka peluang bagi produsen mobil dan perusahaan pendukungnya.
Perkembangan Teknologi Baterai
Kemajuan teknologi baterai dapat meningkatkan jarak tempuh, mempercepat pengisian, dan menurunkan biaya kendaraan listrik.
Infrastruktur Charging
Semakin banyak kendaraan listrik digunakan, semakin besar kebutuhan terhadap infrastruktur pengisian daya.
Pertumbuhan Ekosistem EV
Peluang industri EV tidak hanya berada pada produsen mobil. Baterai, mineral, charging station, software, dan komponen juga menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
Baca juga: Saham Komoditas Apa Saja? Ini Daftar Saham di BEI, Dunia, dan Amerika
Beli Saham Mobil Listrik di Mana?
Saham mobil listrik Indonesia dapat dibeli melalui perusahaan sekuritas yang menyediakan akses ke Bursa Efek Indonesia.
Sementara itu, saham mobil listrik Amerika dan sejumlah perusahaan global dapat dibeli melalui aplikasi saham AS Nanovest yang telah terdaftar dan diawasi OJK.
Nanovest menyediakan akses ke saham Amerika dengan pembelian mulai dari Rp5.000 dan kepemilikan tercatat atas nama investor sendiri.
Kesimpulan
Saham mobil listrik tidak hanya terdiri dari perusahaan yang memproduksi mobil listrik.
Ekosistemnya mencakup produsen kendaraan, perusahaan baterai, pemasok bahan baku, teknologi, hingga infrastruktur pengisian daya.
Di Indonesia, beberapa saham yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem EV antara lain VKTR, ASII, IMAS, INDY, TOBA, NFCX, GOTO, ANTM, dan INCO. Sementara di pasar global terdapat TSLA, RIVN, LCID, NIO, LI, XPEV, BYD, GM, F, STLA, TM, HMC, KIA, ALB, QS, dan CHPT.






