Saham komoditas adalah saham perusahaan yang bisnisnya berkaitan dengan produksi, pengolahan, atau perdagangan bahan mentah seperti batu bara, emas, minyak, nikel, tembaga, dan kelapa sawit.
Yuk, simak apa saja daftarnya!
Apa Itu Saham Komoditas?
Saham komoditas adalah saham perusahaan yang kegiatan bisnisnya berkaitan dengan komoditas atau bahan mentah.
Contohnya, perusahaan tambang emas memperoleh pendapatan dari produksi dan penjualan emas. Perusahaan batu bara mendapatkan pendapatan dari penjualan batu bara, sedangkan perusahaan perkebunan dapat memperoleh pendapatan dari komoditas seperti kelapa sawit.
Perlu dipahami, saham komoditas bukan merupakan satu sektor resmi tersendiri di BEI. Dalam klasifikasi IDX Industrial Classification (IDX-IC), perusahaan yang berkaitan dengan komoditas dapat berada di beberapa sektor, terutama Energi dan Barang Baku. Sektor Energi mencakup perusahaan yang berkaitan dengan batu bara, minyak, gas, dan energi lainnya, sedangkan Barang Baku mencakup antara lain pertambangan logam dan mineral non-energi.
Jenis Saham Komoditas Utama di BEI

Secara sederhana, saham komoditas di Indonesia dapat dikelompokkan berdasarkan bahan mentah yang menjadi sumber bisnisnya.
Saham Batu Bara
Batu bara merupakan salah satu komoditas energi yang banyak diproduksi perusahaan terbuka di Indonesia.
Contoh emiten yang bisnisnya berkaitan dengan batu bara antara lain ITMG, PTBA, dan HRUM.
Kinerja perusahaan batu bara umumnya dipengaruhi oleh harga batu bara, volume produksi, biaya penambangan, kualitas batu bara, dan permintaan dari pasar domestik maupun ekspor.
Saham Emas
Emas merupakan komoditas logam mulia yang diperdagangkan di pasar global.
Contoh emiten yang memiliki bisnis terkait emas antara lain ANTM dan MDKA.
Selain harga emas, investor perlu melihat produksi, cadangan, biaya penambangan, dan perkembangan proyek perusahaan.
Saham Nikel
Nikel merupakan logam industri yang digunakan dalam berbagai kebutuhan manufaktur, termasuk stainless steel dan sejumlah teknologi baterai.
Contoh saham yang memiliki eksposur terhadap nikel antara lain ANTM, INCO, dan NCKL.
Pergerakan sahamnya tidak hanya dipengaruhi harga nikel, tetapi juga volume produksi, biaya operasional, kapasitas pengolahan, dan kebijakan industri.
Saham Tembaga
Tembaga digunakan dalam berbagai kebutuhan industri, termasuk kelistrikan dan konstruksi.
Salah satu emiten Indonesia yang memiliki eksposur besar terhadap komoditas tembaga adalah AMMN.
Harga tembaga global menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, bersama dengan produksi dan biaya operasional perusahaan.
Saham Kelapa Sawit
Kelapa sawit menghasilkan crude palm oil atau CPO, yang digunakan untuk berbagai kebutuhan pangan dan industri.
Contoh saham yang bergerak dalam bisnis perkebunan kelapa sawit antara lain AALI, LSIP, dan SIMP.
Selain harga CPO, investor perlu memperhatikan produksi, produktivitas kebun, biaya pupuk, cuaca, dan permintaan minyak nabati.
Berikut rangkuman tabelnya:
| Komoditas | Contoh Saham | Fokus Bisnis |
| Batu bara | PTBA, ITMG, HRUM | Pertambangan batu bara |
| Emas | ANTM, MDKA | Emas dan mineral |
| Nikel | ANTM, INCO, NCKL | Nikel dan produk turunannya |
| Tembaga | AMMN | Tembaga dan emas |
| Kelapa sawit | AALI, LSIP, SIMP | Perkebunan dan CPO |
Daftar tersebut merupakan contoh, bukan daftar seluruh saham komoditas di BEI. Komposisi dan kegiatan usaha emiten dapat berubah sehingga investor sebaiknya memeriksa laporan perusahaan dan klasifikasi terbaru sebelum mengambil keputusan.
Saham Komoditas Dunia dan Amerika

Komoditas merupakan pasar global. Karena itu, investor tidak harus membatasi analisis pada perusahaan Indonesia.
Pasar saham Amerika Serikat juga memiliki sejumlah perusahaan besar yang bisnisnya berkaitan dengan energi, pertambangan, dan komoditas.
NEM — Newmont Corporation
Newmont merupakan perusahaan pertambangan yang fokus pada emas dan juga menghasilkan sejumlah logam lain seperti tembaga, perak, timbal, dan seng. Sahamnya diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan ticker NEM.
Karena bisnis utamanya berkaitan dengan pertambangan emas, harga emas menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan ketika menganalisis perusahaan ini.
FCX — Freeport-McMoRan
Freeport-McMoRan merupakan perusahaan pertambangan yang memiliki eksposur besar terhadap tembaga dan emas. Bisnis pertambangan seperti ini membuat harga komoditas dan volume produksi menjadi faktor penting dalam kinerja perusahaan.
XOM — Exxon Mobil
Exxon Mobil bergerak dalam industri energi dengan bisnis yang berkaitan dengan minyak dan gas.
Harga minyak dan gas, volume produksi, biaya operasional, serta kondisi permintaan energi global menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi kinerjanya.
CVX — Chevron
Chevron juga merupakan perusahaan energi global yang memiliki bisnis minyak dan gas.
Seperti perusahaan energi lainnya, perubahan harga minyak dan gas dapat berpengaruh terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan.
BHP — BHP Group
BHP merupakan perusahaan pertambangan global dengan bisnis yang mencakup berbagai komoditas, termasuk tembaga dan bijih besi.
Karena memiliki portofolio komoditas yang beragam, investor dapat melihat kinerja masing-masing komoditas ketika menganalisis perusahaan.
ADM — Archer-Daniels-Midland
Archer-Daniels-Midland bergerak dalam pengolahan dan perdagangan komoditas pertanian. Bisnisnya berkaitan dengan bahan pangan dan hasil pertanian sehingga karakter risikonya berbeda dari perusahaan tambang atau minyak.
Investasi Saham Komoditas Amerika dalam Satu Aplikasi
Akses saham perusahaan global Energi, Pertanian, Tambang melalui Nanovest.
Cara Memilih Saham Komoditas yang Tepat untuk Kita
1. Pahami Komoditas Utamanya
Pertama, cari tahu komoditas apa yang menjadi sumber pendapatan perusahaan.
Apakah emas, batu bara, nikel, tembaga, minyak, atau CPO?
Setiap komoditas memiliki siklus harga dan faktor penggerak yang berbeda.
2. Perhatikan Harga Komoditas
Harga komoditas jadi salah satu faktor penting bagi perusahaan produsen bahan mentah.
Namun, jangan hanya melihat apakah harga komoditas sedang naik. Periksa juga apakah perusahaan mampu meningkatkan produksi dan menjaga biaya tetap terkendali.
3. Cek Kinerja Keuangan
Perhatikan beberapa indikator seperti:
- Pertumbuhan pendapatan
- Laba bersih
- Margin keuntungan
- Arus kas
- Utang
- Belanja modal
- Produksi komoditas
Perusahaan dengan harga komoditas yang menguntungkan belum tentu memiliki kinerja keuangan yang sama jika biaya produksinya juga meningkat.
4. Perhatikan Cadangan dan Produksi
Untuk perusahaan pertambangan, cadangan dan sumber daya merupakan bagian penting dari keberlanjutan bisnis.
Investor juga dapat melihat target produksi, umur tambang, kapasitas pengolahan, serta perkembangan proyek baru.
5. Pertimbangkan Siklus Komoditas
Harga komoditas dapat naik dan turun mengikuti perubahan permintaan, pasokan, kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan faktor geopolitik.
Karena itu, hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan kenaikan harga komoditas dalam jangka pendek.
6. Sesuaikan dengan Profil Risiko Kita
Saham komoditas cenderung memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan harga bahan mentah.
Jika ingin memiliki eksposur terhadap komoditas, investor dapat mempertimbangkan diversifikasi berdasarkan jenis komoditas, sektor, maupun negara.
Risiko Investasi Saham Komoditas
Sebelum membeli saham komoditas, pahami beberapa risikonya.
Harga komoditas: Penurunan harga emas, batu bara, minyak, nikel, atau komoditas lainnya dapat menekan pendapatan perusahaan produsen.
Biaya produksi: Kenaikan biaya energi, tenaga kerja, alat berat, dan bahan pendukung dapat mengurangi margin.
Permintaan global: Perlambatan ekonomi dapat menurunkan kebutuhan terhadap sejumlah komoditas.
Regulasi: Perubahan kebijakan pertambangan, ekspor, lingkungan, atau energi dapat memengaruhi operasional perusahaan.
Nilai tukar: Perusahaan yang memiliki pendapatan dan biaya dalam mata uang berbeda dapat menghadapi risiko kurs.
Risiko proyek: Pertambangan membutuhkan modal besar dan memiliki risiko terkait eksplorasi, pembangunan, produksi, serta umur cadangan.
Cara Membeli Saham Komoditas
Saham komoditas Indonesia dapat dibeli melalui perusahaan sekuritas yang menyediakan akses ke BEI.
Sementara itu, saham komoditas Amerika seperti NEM, FCX, XOM, dan CVX dapat diakses melalui platform investasi yang menyediakan saham AS.
Bagi investor yang ingin memperluas pilihan ke pasar Amerika, Nanovest menyediakan akses saham Amerika mulai dari Rp5.000. Telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Sebelum membeli, tetap lakukan riset terhadap bisnis perusahaan, kondisi komoditas, laporan keuangan, valuasi, dan risiko investasinya.
Kesimpulan
Saham komoditas merupakan saham perusahaan yang bisnisnya berkaitan dengan bahan mentah seperti batu bara, emas, nikel, tembaga, minyak, dan kelapa sawit.
Di BEI, contoh saham yang memiliki eksposur terhadap komoditas antara lain PTBA, ITMG, ANTM, MDKA, INCO, NCKL, AMMN, AALI, LSIP, dan SIMP.
Sementara di pasar Amerika dan global, investor dapat mempelajari perusahaan seperti NEM, FCX, XOM, CVX, BHP, dan ADM.






