Punya aplikasi streaming favorit seperti Netflix, Disney+, Prime Video, atau Apple TV+? Selama ini kamu mungkin hanya mengenalnya sebagai tempat menonton film dan serial. Padahal, di balik beberapa aplikasi streaming tersebut terdapat perusahaan besar yang sahamnya diperdagangkan di Amerika Serikat.
Netflix misalnya merupakan perusahaan publik dengan ticker NFLX. Disney+ berada di bawah The Walt Disney Company (DIS), Prime Video merupakan bagian dari Amazon (AMZN), sedangkan Apple TV+ berada dalam ekosistem Apple (AAPL).
Menariknya, perusahaan-perusahaan tersebut tidak selalu hanya menjalankan bisnis streaming. Amazon memiliki bisnis cloud dan e-commerce, Apple memiliki iPhone dan berbagai layanan digital, sedangkan Disney memiliki theme parks hingga bisnis olahraga.
Jadi, selain menjadi pengguna produknya, kamu juga bisa mengenal bisnis perusahaan di balik aplikasi streaming favoritmu dan mempelajari sahamnya.
Berikut tujuh aplikasi streaming film terbaik yang perusahaan di baliknya memiliki saham yang diperdagangkan di pasar modal.
Daftar Aplikasi Streaming Untuk Nonton Film Terbaik
Menonton film kini semakin mudah berkat berbagai aplikasi streaming yang menawarkan ribuan judul dari berbagai genre. Di balik layanan populer seperti Netflix, Disney+, dan Prime Video, terdapat perusahaan besar yang bisnisnya juga menjadi perhatian investor.
Bagi yang tertarik pada pasar saham, mengenal perusahaan di balik platform streaming ini bisa menjadi langkah awal untuk mempelajari peluang investasi dan mempertimbangkan pembelian sahamnya melalui platform investasi yang tersedia.
1. Netflix — Netflix, Inc. (NFLX)
Netflix merupakan salah satu aplikasi streaming film dan serial yang dikenal secara global. Pengguna bisa menikmati film, serial, dokumenter, anime hingga berbagai Netflix Originals.
Berbeda dengan beberapa platform lain dalam daftar ini, Netflix relatif terkonsentrasi pada bisnis entertainment.
Apa Saja Bisnis Netflix?
Selain layanan streaming berlangganan, Netflix mengembangkan bisnis dan ekosistemnya melalui:
- produksi film dan serial;
- layanan berbasis iklan;
- gaming;
- live entertainment; dan
- pengembangan intellectual property dari berbagai kontennya.
Karena streaming dan entertainment merupakan inti bisnisnya, perkembangan industri streaming mempunyai hubungan yang cukup erat dengan bisnis Netflix.
Saham Netflix
Netflix, Inc. merupakan perusahaan publik yang diperdagangkan di Nasdaq dengan ticker NFLX.
Jadi, ketika membeli NFLX, investor tidak membeli “aplikasi Netflix”, melainkan memiliki eksposur terhadap perusahaan dan keseluruhan bisnis Netflix.
Pelajari lebih lanjut tentang saham Netflix (NFLX) dan lihat informasinya di Nanovest.
2. Disney+ — The Walt Disney Company (DIS)
Disney+ menjadi salah satu pilihan untuk menikmati berbagai film dan serial dari ekosistem Disney.
Namun Disney+ hanyalah salah satu bagian dari bisnis The Walt Disney Company.
Apa Saja Bisnis Disney?
Disney mempunyai bisnis yang jauh lebih luas daripada streaming, antara lain:
- Disney+ dan layanan streaming;
- produksi film dan serial;
- studio entertainment;
- ESPN dan sports;
- theme parks;
- resorts;
- Disney Cruise Line;
- consumer products; dan
- licensing berbagai karakter dan intellectual property.
Jadi, Disney memiliki model bisnis yang berbeda dari Netflix. Kesuksesan perusahaan tidak hanya bergantung pada jumlah orang yang berlangganan Disney+.
Saham Disney
The Walt Disney Company merupakan perusahaan publik dengan ticker DIS.
Artinya, ketika membeli saham DIS, investor mendapatkan eksposur terhadap keseluruhan ekosistem Disney, mulai dari streaming dan film hingga taman hiburan dan experiences.
Nanovest memiliki halaman khusus saham Disney dan menyediakan akses pembelian DIS mulai dari nominal yang didukung platform.
Baca juga: Harga dan Cara Beli Saham Disney (DIS) di Nanovest
3. Prime Video — Amazon (AMZN)
Prime Video merupakan layanan streaming yang menjadi bagian dari ekosistem Amazon Prime.
Platform ini menawarkan berbagai film, serial, original content dan berbagai bentuk entertainment lainnya.
Tetapi kalau berbicara mengenai Amazon, Prime Video sebenarnya hanya salah satu bagian dari bisnis perusahaan.
Apa Saja Bisnis Amazon?
Amazon mempunyai ekosistem bisnis yang sangat luas, termasuk:
- e-commerce;
- marketplace;
- Amazon Web Services (AWS);
- digital advertising;
- Amazon Prime;
- Prime Video;
- Amazon Music;
- Twitch;
- perangkat seperti Kindle dan Fire TV; serta
- logistics.
Artinya, Amazon bukan perusahaan streaming.
Prime Video merupakan salah satu layanan yang memperkuat keseluruhan ekosistem Amazon.
Saham Amazon
Amazon.com, Inc. merupakan perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Nasdaq dengan ticker AMZN.
Ketika membeli saham AMZN, investor bukan hanya mendapatkan eksposur terhadap Prime Video. AWS, e-commerce, marketplace, advertising dan berbagai bisnis Amazon lainnya juga menjadi bagian dari perusahaan yang sama.
Baca juga: Mengenal dan Beli Saham Amazon (AMZN) di Nanovest
4. Apple TV+ — Apple (AAPL)
Apple TV+ merupakan layanan streaming milik Apple yang menawarkan berbagai film dan serial original.
Namun kalau kamu mengenal Apple hanya dari Apple TV+, kamu baru mengenal sebagian kecil dari keseluruhan bisnis perusahaan.
Apa Saja Bisnis Apple?
Apple mempunyai ekosistem produk dan layanan seperti:
- iPhone;
- Mac;
- iPad;
- Apple Watch;
- AirPods;
- App Store;
- iCloud;
- Apple Music;
- Apple TV+; dan
- berbagai layanan digital lainnya.
Apple menggabungkan hardware, software dan services dalam satu ekosistem.
Karena itu, Apple TV+ bukanlah bisnis yang berdiri sendiri.
Saham Apple
Apple Inc. merupakan perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Nasdaq dengan ticker AAPL.
Jadi, ketika membeli saham AAPL, investor mendapatkan eksposur terhadap keseluruhan bisnis Apple, bukan hanya Apple TV+.
Investor Indonesia juga dapat mengakses saham Apple melalui Nanovest.
Baca juga: [Cara Beli Saham Apple (AAPL) di Indonesia melalui Nanovest]
5. HBO Max — Warner Bros. Discovery (WBD)
HBO Max menawarkan berbagai film dan serial dari ekosistem HBO dan Warner Bros.
Namun aplikasi streaming tersebut hanyalah salah satu bagian dari perusahaan media dan entertainment yang lebih besar, yaitu Warner Bros. Discovery.
Apa Saja Bisnis Warner Bros. Discovery?
Ekosistem bisnis perusahaan mencakup:
- streaming;
- produksi film;
- studio;
- produksi serial;
- jaringan televisi;
- news;
- sports;
- distribusi konten; dan
- licensing intellectual property.
Karena itu, investor yang tertarik dengan perusahaan di balik HBO Max perlu melihat keseluruhan bisnis Warner Bros. Discovery, bukan hanya aplikasi streamingnya.
Saham Warner Bros. Discovery
Warner Bros. Discovery merupakan perusahaan publik dengan ticker WBD.
Sebelum membeli, cek ketersediaan ticker WBD terbaru pada aplikasi Nanovest karena daftar saham yang didukung dapat berubah.
Cek Saham Warner Bros. Discovery (WBD) di Nanovest
6. YouTube — Alphabet (GOOGL/GOOG)
YouTube memiliki karakter yang berbeda dari Netflix atau Disney+. Platform ini menyediakan video dari kreator, Shorts, musik, podcast, live streaming hingga berbagai format konten lainnya.
Di balik YouTube terdapat salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia.
Siapa Pemilik YouTube?
YouTube berada di bawah Alphabet Inc., perusahaan induk Google.
Alphabet memiliki berbagai produk dan bisnis seperti:
- Google Search;
- YouTube;
- digital advertising;
- Google Cloud;
- Android;
- Google Maps;
- Google Play;
- Gmail;
- artificial intelligence; dan
- berbagai bisnis teknologi lainnya.
Jadi, membeli saham perusahaan di balik YouTube tidak berarti hanya mendapatkan eksposur terhadap bisnis video.
Saham Alphabet/Google
Alphabet mempunyai saham dengan ticker GOOGL dan GOOG.
Investor yang membeli saham Alphabet mendapatkan eksposur terhadap keseluruhan bisnis perusahaan, termasuk Google Search, YouTube, advertising, Cloud dan berbagai pengembangan teknologi lainnya.
Nanovest mencantumkan Google sebagai salah satu saham AS yang tersedia melalui platformnya.
Baca juga: Mengenal dan Beli Saham Google/Alphabet (GOOGL) di Nanovest
7. Paramount+ — Paramount Skydance (PSKY)
Paramount+ menjadi pilihan lain untuk menikmati berbagai film, serial dan entertainment dari ekosistem Paramount.
Platform ini terhubung dengan bisnis media dan entertainment Paramount Skydance.
Apa Saja Bisnis di Balik Paramount+?
Selain streaming, ekosistem bisnisnya mencakup:
- produksi film;
- studio;
- televisi;
- streaming;
- produksi dan distribusi konten; serta
- berbagai intellectual property entertainment.
Artinya, seperti Disney dan Warner Bros. Discovery, bisnis perusahaan di balik Paramount+ tidak hanya berasal dari streaming.
Saham Paramount Skydance
Perusahaan publik di balik ekosistem Paramount saat ini menggunakan ticker PSKY.
Karena struktur perusahaan dan ticker dapat berubah mengikuti aksi korporasi, investor perlu memeriksa informasi perusahaan dan ketersediaan saham terbaru sebelum bertransaksi.
Cek Saham Paramount Skydance (PSKY) di Nanovest
Aplikasi Streaming Apa Saja yang Perusahaannya Punya Saham?
Supaya lebih mudah dipahami, berikut hubungan antara aplikasi streaming dan perusahaan publik di baliknya.
| Aplikasi | Perusahaan | Ticker | Bisnis Lainnya |
|---|---|---|---|
| Netflix | Netflix | NFLX | Ads, gaming, produksi konten |
| Disney+ | Disney | DIS | Film, sports, parks, resorts |
| Prime Video | Amazon | AMZN | E-commerce, AWS, advertising |
| Apple TV+ | Apple | AAPL | iPhone, Mac, iPad, Services |
| HBO Max | Warner Bros. | ||
| Discovery | WBD | Film, TV, news, sports | |
| YouTube | Alphabet | GOOGL/GOOG | Search, Ads, Cloud, Android, AI |
| Paramount+ | Paramount Skydance | PSKY | Film, studio, TV, media |
Dari Nonton Film, Kok Bisa Jadi Belajar Saham?

Hubungannya sebenarnya lebih dekat dari yang dibayangkan.
Ketika berlangganan Netflix, kamu adalah konsumen Netflix., Ketika menonton YouTube, kamu menggunakan salah satu produk Alphabet., Ketika berlangganan Prime Video, kamu menggunakan salah satu layanan Amazon., Selama ini kita berada di sisi konsumen: menggunakan produk perusahaan., Investasi saham membuat kita mulai melihat sisi lainnya: mempelajari perusahaan yang menjalankan bisnis tersebut.
Apa Itu Saham? Bayangkan Sebuah Restoran
Supaya mudah dipahami, bayangkan ada sebuah restoran yang sangat populer.
Kamu sering makan di sana karena makanannya enak.
Selama membeli makanannya, kamu adalah pelanggan.
Sekarang bayangkan kepemilikan perusahaan restoran tersebut dibagi menjadi banyak bagian. Kamu kemudian bisa membeli sebagian kecil kepemilikannya.
Secara sederhana, konsep tersebut dapat membantu menggambarkan saham.
Ketika membeli saham perusahaan publik, kamu mempunyai bagian kepemilikan sesuai jumlah saham yang dimiliki.
Netflix memiliki ticker NFLX.
Amazon memiliki AMZN.
Apple memiliki AAPL.
Disney memiliki DIS.
Alphabet memiliki GOOGL dan GOOG.
Jadi, saham bukan sekadar kode yang harganya bergerak setiap hari. Ada perusahaan dan bisnis nyata di belakangnya.
Kenapa Orang Berinvestasi Saham?
Salah satu tujuan investasi adalah memberikan kesempatan kepada dana yang dimiliki untuk berkembang dalam jangka panjang.
Investor dapat memperoleh keuntungan ketika nilai saham yang dimilikinya meningkat. Beberapa perusahaan juga membagikan dividen kepada pemegang saham.
Namun keduanya tidak dijamin.
Harga saham bisa naik dan juga bisa turun. Itulah mengapa membeli saham berbeda dari menyimpan uang untuk kebutuhan sehari-hari.
Dana darurat, kebutuhan pokok dan uang yang akan digunakan dalam waktu dekat sebaiknya tidak dikorbankan hanya untuk membeli saham.
Gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi dan pahami risikonya terlebih dahulu.
Jangan Beli Saham Hanya Karena Suka Produknya
Kembali ke analogi restoran tadi.
Bayangkan restorannya sangat ramai dan makanannya enak.
Apakah berarti bisnis restoran tersebut pasti bagus untuk dibeli?
Belum tentu.
Kamu masih perlu mengetahui:
- berapa pendapatannya;
- berapa keuntungannya;
- berapa utangnya;
- berapa biaya menjalankan bisnis;
- siapa kompetitornya; dan
- berapa harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kepemilikannya.
Konsep yang sama berlaku pada saham.
Produk bagus belum tentu sahamnya menarik untuk dibeli pada harga berapa pun.
Kamu mungkin menyukai Netflix tetapi tetap perlu mempelajari NFLX.
Kamu mungkin menggunakan iPhone tetapi tetap perlu mempelajari AAPL.
Kamu mungkin membuka YouTube setiap hari tetapi tetap perlu mempelajari keseluruhan bisnis Alphabet sebelum membeli GOOGL atau GOOG.
Apa yang Harus Dipelajari Sebelum Beli Saham?
Setelah mengenal produknya, investor bisa melanjutkan riset dengan beberapa pertanyaan sederhana:
Bagaimana perusahaan menghasilkan uang?
Netflix dan Amazon memiliki model bisnis yang sangat berbeda meskipun sama-sama mempunyai layanan streaming.
Apa bisnis terbesarnya?
Prime Video bukan satu-satunya bisnis Amazon. Apple TV+ juga bukan bisnis utama Apple.
Apakah bisnisnya menghasilkan keuntungan?
Pelajari pendapatan, laba, arus kas dan utang melalui laporan keuangan perusahaan.
Siapa kompetitornya?
Bisnis yang bagus tetap dapat menghadapi tekanan apabila kompetisinya semakin kuat.
Apa risikonya?
Setiap perusahaan memiliki risiko bisnis yang berbeda.
Berapa valuasinya?
Perusahaan bagus belum tentu harus dibeli pada harga berapa pun.
Dengan pertanyaan tersebut, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada:
“Saya suka produknya.”
Tetapi mulai berkembang menjadi:
“Saya memahami bisnis perusahaan yang sahamnya ingin saya miliki.”
Bisa Beli Saham Netflix, Apple, Amazon dan Google dari Indonesia?
Bisa. Investor Indonesia dapat memperoleh akses terhadap saham perusahaan Amerika melalui platform yang menyediakan perdagangan saham AS.
Salah satunya adalah Nanovest.
Nanovest menyediakan akses ke saham Amerika dan menyebut Netflix, Google, Apple, Amazon serta berbagai perusahaan global lainnya dalam jajaran saham yang dapat diakses melalui platformnya.
Nanovest juga menyediakan fractional shares atau saham fraksional.
Konsepnya sederhana.
Bayangkan harga satu kue utuh terlalu mahal untuk kamu beli. Kamu tidak harus membeli seluruh kuenya; kamu bisa membeli sebagian.
Fractional shares bekerja dengan konsep serupa. Investor dapat membeli sebagian dari satu saham sehingga tidak harus menyediakan dana sebesar harga satu saham penuh.
Aturan perdagangan Nanovest saat ini menyebut pembelian saham fraksional dapat dimulai dari Rp5.000.
Cara Beli Saham Perusahaan Streaming di Nanovest
Kalau sudah memahami perusahaan dan risikonya, proses pembelian saham AS melalui Nanovest dapat dilakukan secara digital.
Secara umum langkahnya:
- Download aplikasi Nanovest.
- Buat akun dan selesaikan verifikasi identitas.
- Deposit dana.
- Cari ticker saham, misalnya NFLX, DIS, AMZN, AAPL atau GOOGL.
- Buka halaman saham dan pelajari informasi perusahaan.
- Tentukan nominal investasi sesuai kemampuan.
- Periksa kembali detail transaksi.
- Konfirmasi pembelian.
Nanovest menyebut saham fraksional dapat dibeli mulai Rp5.000, sehingga investor tidak harus membeli satu lembar saham penuh.
Dari Penonton Menjadi Lebih Paham Bisnis
Netflix, Disney+, Prime Video, Apple TV+, HBO Max, YouTube dan Paramount+ menunjukkan bahwa produk yang digunakan sehari-hari dapat menjadi pintu masuk untuk belajar investasi.
Alurnya sederhana:
Gunakan produknya → cari tahu perusahaan di baliknya → pahami bisnisnya → pelajari sahamnya → pahami risikonya → baru pertimbangkan investasi.
Bukan:
Suka Netflix → langsung beli NFLX.
Dengan pendekatan tersebut, kamu tidak hanya melihat saham sebagai kode yang harganya naik dan turun, tetapi sebagai bagian kepemilikan dari sebuah bisnis.
Mulai Pelajari Saham Perusahaan Global di Nanovest
Kalau selama ini kamu hanya menjadi penonton Netflix, Disney+, Prime Video atau YouTube, sekarang kamu juga bisa mulai mengenal perusahaan di balik layanan tersebut.
Melalui Nanovest, kamu dapat mempelajari berbagai saham Amerika seperti Netflix (NFLX), Disney (DIS), Amazon (AMZN), Apple (AAPL), Alphabet (GOOGL/GOOG) dan saham perusahaan global lainnya yang tersedia.
Tidak perlu terburu-buru membeli. Mulailah dengan perusahaan yang produknya sudah kamu kenal, pahami bagaimana perusahaan mendapatkan uang, pelajari laporan keuangan dan risikonya, kemudian tentukan apakah saham tersebut sesuai dengan tujuan investasimu.
Download Aplikasi Nanovest dan mulai pelajari saham perusahaan global dari produk yang sudah kamu gunakan sehari-hari.
Investasi saham memiliki risiko. Harga saham dapat naik maupun turun. Menyukai atau menggunakan suatu produk tidak menjamin saham perusahaan tersebut akan memberikan keuntungan. Lakukan riset mandiri, gunakan uang dingin dan sesuaikan keputusan investasi dengan tujuan serta profil risiko masing-masing.






