Aplikasi edit video kini tidak hanya digunakan oleh editor profesional. Content creator, pelaku bisnis, pekerja kantoran hingga pengguna media sosial bisa menggunakannya untuk membuat video YouTube, TikTok, Instagram, presentasi maupun konten pemasaran.
Beberapa nama yang mungkin sudah familiar adalah Adobe Premiere, Final Cut Pro, Microsoft Clipchamp hingga YouTube Create.
Menariknya, aplikasi-aplikasi tersebut berada di balik perusahaan teknologi besar yang sahamnya diperdagangkan di Amerika Serikat.
Artinya, kalau selama ini kamu hanya menjadi pengguna aplikasinya, kamu juga bisa mulai mengenal perusahaan dan bisnis di balik produk tersebut.
Daftar Aplikasi Edit Video yang Sahamnya Bisa Dibeli
Aplikasi edit video kini menjadi bagian penting dari aktivitas kreator, bisnis, hingga pengguna sehari-hari. Menariknya, beberapa aplikasi populer dikembangkan oleh perusahaan yang sahamnya telah tersedia di bursa dan dapat dibeli investor.
Mulai dari Adobe Premiere Pro milik Adobe, Final Cut Pro dari Apple, hingga Filmora dari Wondershare, kamu tidak hanya bisa menggunakan produknya, tetapi juga mempelajari perusahaan di balik aplikasi tersebut sebagai peluang investasi. Berikut daftar aplikasi edit video yang saham perusahaannya bisa kamu beli.
1. Adobe Premiere — Adobe (ADBE)
Adobe Premiere merupakan software editing video profesional dari Adobe. Aplikasi ini menyediakan berbagai tools untuk editing, audio, grafis, warna hingga workflow berbasis AI.
Premiere banyak digunakan untuk kebutuhan pembuatan konten video, mulai dari web dan media sosial hingga produksi profesional.
Apa Saja Bisnis Adobe?
Adobe tidak hanya mempunyai Premiere.
Ekosistem produknya mencakup berbagai software kreatif dan produktivitas seperti Photoshop, Illustrator, Acrobat dan berbagai produk Creative Cloud lainnya.
Jadi, ketika seseorang menggunakan Premiere, sebenarnya ia sedang menggunakan salah satu produk dari ekosistem software Adobe.
Saham Adobe
Adobe merupakan perusahaan publik dengan ticker ADBE.
Artinya, membeli saham ADBE bukan berarti membeli “saham Premiere”, melainkan mendapatkan eksposur terhadap Adobe sebagai perusahaan beserta keseluruhan bisnisnya.
Baca juga: Mengenal dan Beli Saham Adobe (ADBE) di Nanovest
2. Final Cut Pro — Apple (AAPL)
Final Cut Pro merupakan aplikasi editing video profesional buatan Apple yang tersedia untuk Mac dan iPad. Apple juga mengintegrasikannya dengan rangkaian aplikasi kreatif melalui Apple Creator Studio.
Aplikasi ini ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan workflow editing lebih profesional dalam ekosistem Apple.
Apa Saja Bisnis Apple?
Final Cut Pro hanya merupakan bagian kecil dari bisnis Apple.
Perusahaan mempunyai berbagai produk dan layanan seperti:
- iPhone;
- Mac;
- iPad;
- Apple Watch;
- AirPods;
- App Store;
- iCloud;
- Apple Music;
- Apple TV+; dan
- berbagai layanan digital lainnya.
Artinya, ketika membeli saham Apple, investor tidak sedang berinvestasi pada Final Cut Pro saja.
Saham Apple
Apple merupakan perusahaan publik dengan ticker AAPL.
Produk seperti Final Cut Pro dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal Apple, tetapi investor tetap perlu memahami keseluruhan bisnis perusahaan.
Baca juga: Mengenal dan Beli Saham Apple (AAPL) di Nanovest
3. iMovie — Apple (AAPL)
Untuk pengguna yang tidak membutuhkan fitur editing sekompleks Final Cut Pro, Apple juga memiliki iMovie.
Bahkan Apple memungkinkan proyek iMovie dipindahkan ke Final Cut Pro ketika pengguna membutuhkan fitur editing yang lebih canggih.
Jadi Apple mempunyai ekosistem editing video dari pengguna yang membutuhkan editing sederhana hingga profesional.
Perusahaan di Balik iMovie
Sama seperti Final Cut Pro, iMovie merupakan bagian dari Apple Inc.
Karena itu, saham yang berkaitan dengan perusahaan di balik iMovie tetap AAPL.
Ini juga memberikan pelajaran penting bagi calon investor:
Satu perusahaan bisa mempunyai banyak produk yang kita gunakan sehari-hari.
Ketika membeli AAPL, investor mendapatkan eksposur terhadap Apple sebagai perusahaan, bukan terhadap satu aplikasi tertentu.
Baca juga: Pelajari Saham Apple (AAPL) di Nanovest
4. Microsoft Clipchamp — Microsoft (MSFT)
Clipchamp merupakan aplikasi editing video milik Microsoft.
Aplikasi ini dirancang agar editing video lebih mudah digunakan, termasuk untuk pengguna yang belum mempunyai pengalaman editing sebelumnya. Clipchamp memungkinkan pengguna menggabungkan video, gambar dan audio serta menambahkan teks, transisi, filter dan berbagai elemen lainnya.
Microsoft juga menjadikan Clipchamp sebagai editor video resmi Windows.
Apa Saja Bisnis Microsoft?
Clipchamp hanyalah bagian kecil dari ekosistem Microsoft.
Perusahaan mempunyai bisnis seperti:
- Windows;
- Microsoft 365;
- Azure;
- Teams;
- LinkedIn;
- Xbox;
- Copilot dan AI;
- cloud computing; dan
- berbagai software enterprise.
Karena itu, Clipchamp dapat menjadi salah satu pintu sederhana untuk mengenal Microsoft, tetapi bukan bisnis utama perusahaan.
Saham Microsoft
Microsoft merupakan perusahaan publik dengan ticker MSFT.
Ketika membeli MSFT, investor memperoleh eksposur terhadap keseluruhan bisnis Microsoft, bukan hanya Clipchamp.
Baca juga: Mengenal dan Beli Saham Microsoft (MSFT) di Nanovest
5. YouTube Create — Alphabet (GOOGL/GOOG)
YouTube Create merupakan aplikasi editing resmi dari YouTube.
Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengedit video panjang maupun Shorts dengan fitur seperti filter, efek, musik bebas royalti, voice-over, automatic caption dan berbagai tools editing lainnya.
YouTube Create juga telah mengembangkan fitur Edit dengan AI untuk membantu mengubah rekaman mentah menjadi draft video yang dapat disesuaikan pengguna. Fitur tersebut tersedia di Indonesia.
Siapa Perusahaan di Balik YouTube Create?
YouTube berada di bawah Alphabet Inc., perusahaan induk Google.
Bisnis Alphabet mencakup:
- Google Search;
- YouTube;
- digital advertising;
- Google Cloud;
- Android;
- Google Play;
- Google Maps;
- Gmail;
- AI; dan
- berbagai proyek teknologi lainnya.
Karena itu, YouTube Create hanyalah salah satu produk dari ekosistem yang sangat besar.
Saham Alphabet
Alphabet mempunyai saham dengan ticker GOOGL dan GOOG.
Membeli saham Alphabet berarti investor mendapatkan eksposur terhadap keseluruhan perusahaan, bukan hanya YouTube atau YouTube Create.
Baca juga: Mengenal dan Beli Saham Google/Alphabet (GOOGL) di Nanovest
Aplikasi Edit Video dan Saham Perusahaan di Baliknya
| Aplikasi | Perusahaan | Ticker | Bisnis Lain |
|---|---|---|---|
| Adobe Premiere | Adobe | ADBE | Creative software, Acrobat, AI |
| Final Cut Pro | Apple | AAPL | iPhone, Mac, Services |
| iMovie | Apple | AAPL | iPhone, Mac, Services |
| Microsoft Clipchamp | Microsoft | MSFT | Cloud, Windows, Microsoft 365, AI |
| YouTube Create | Alphabet | GOOGL/GOOG | Search, Ads, Cloud, YouTube, AI |
Dari Edit Video ke Belajar Mengenal Saham
Hubungannya sebenarnya sederhana.
Misalnya kamu seorang content creator yang setiap hari menggunakan Adobe Premiere.
Selama membayar subscription dan menggunakan software Adobe, posisi kamu adalah konsumen.
Tetapi kemudian kamu mulai bertanya:
“Siapa perusahaan yang membuat Adobe Premiere?”
Jawabannya Adobe.
Kemudian:
“Apakah Adobe perusahaan publik?”
Ya. Sahamnya diperdagangkan dengan ticker ADBE.
Dari sinilah sebuah produk yang digunakan sehari-hari dapat menjadi pintu masuk untuk belajar mengenai perusahaan dan saham.
Analogi Sederhana: Kamu Pakai Alat Tukangnya, Sekarang Kenali Pabriknya

Bayangkan kamu seorang tukang yang setiap hari menggunakan bor dari merek tertentu.
Karena sudah menggunakannya bertahun-tahun, kamu memahami produknya: kualitasnya, kekurangannya dan mengapa banyak orang memilih merek tersebut.
Suatu hari kamu mengetahui bahwa perusahaan pembuat bor itu ternyata perusahaan publik.
Pengalaman menggunakan produknya bisa membuat perusahaan tersebut lebih mudah dipahami.
Tetapi bukan berarti kamu langsung membeli sahamnya hanya karena bornya bagus.
Kamu tetap harus melihat bagaimana bisnis perusahaan menghasilkan uang, bagaimana kondisi keuangannya, siapa kompetitornya dan risiko yang dihadapi.
Hal yang sama berlaku pada Adobe, Apple, Microsoft atau Alphabet.
Kenal produknya → kenali perusahaan → pahami bisnisnya → pelajari sahamnya → baru pertimbangkan investasi.
Bisa Beli Saham Perusahaan Teknologi dari Indonesia?
Investor Indonesia dapat memperoleh akses terhadap berbagai saham perusahaan Amerika melalui platform yang menyediakan saham AS seperti Nanovest.
Jadi, kalau selama ini kamu mengenal perusahaan dari aplikasinya:
Adobe Premiere → Adobe → ADBE
Final Cut Pro → Apple → AAPL
Clipchamp → Microsoft → MSFT
YouTube Create → Alphabet → GOOGL/GOOG
Kamu dapat melanjutkan dengan mempelajari perusahaan dan sahamnya.
Jangan langsung membeli hanya karena menggunakan aplikasinya. Cari tahu model bisnis, laporan keuangan, kompetitor, valuasi dan risikonya terlebih dahulu.
Mulai Kenali Saham Perusahaan Teknologi di Nanovest
Aplikasi yang digunakan setiap hari dapat menjadi cara sederhana untuk mulai memahami sebuah perusahaan.
Melalui Nanovest, kamu dapat mengeksplorasi saham perusahaan teknologi Amerika yang tersedia dan mempelajari bisnis di balik produk yang sudah kamu kenal.
Mulailah dari produknya, kemudian pahami perusahaannya, pelajari bisnis dan sahamnya, lalu tentukan apakah sesuai dengan tujuan investasimu.
Download Aplikasi Nanovest dan mulai pelajari saham perusahaan teknologi global yang produknya sudah kamu gunakan sehari-hari.
Investasi saham memiliki risiko. Harga saham dapat naik maupun turun. Produk yang bagus tidak otomatis membuat saham perusahaan tersebut layak dibeli. Lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.






