SpaceX (SPCX) mencatat pertumbuhan pendapatan yang melampaui ekspektasi Wall Street pada kuartal III 2026, didorong ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI) dan layanan internet satelit Starlink. Kinerja tersebut mendorong saham SpaceX menguat sekitar 8% dalam perdagangan setelah jam kerja pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Di tengah laporan keuangan tersebut, CEO Elon Musk juga mengungkapkan perkembangan baru mengenai kemungkinan penggabungan SpaceX dengan Tesla (TSLA). Dewan direksi kedua perusahaan telah membentuk komite khusus untuk mengevaluasi potensi merger, meskipun belum ada keputusan atau kesepakatan final.
Perkembangan ini menambah perhatian investor terhadap strategi Musk dalam mengintegrasikan bisnis AI, infrastruktur komputasi, kendaraan listrik, dan teknologi luar angkasa.
Pendapatan SpaceX Naik 161%, Lampaui Ekspektasi Wall Street
Berdasarkan laporan CNBC, SpaceX membukukan pendapatan sebesar US$14,58 miliar pada kuartal III 2026, meningkat 161% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut melampaui estimasi konsensus analis LSEG sebesar US$12,72 miliar.
Laba per saham atau earnings per share (EPS) yang telah disesuaikan mencapai US$0,45, jauh di atas perkiraan analis sebesar US$0,13.
Dari sisi profitabilitas, SpaceX mencatat laba operasional sebesar US$2,8 miliar dan laba bersih US$4,4 miliar. Hasil ini menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal III 2025, ketika perusahaan masih membukukan kerugian bersih US$1,05 miliar.
Kinerja tersebut mendapat respons positif dari investor. Saham SpaceX naik sekitar 8,06% menjadi US$159,70 dalam perdagangan setelah jam kerja, dibandingkan harga penutupan reguler US$147,79 pada Selasa.
SpaceX sendiri baru melantai di Nasdaq pada 12 Juni 2026 dengan harga pembukaan US$150 per saham. Sebelum pengumuman laporan keuangan terbaru, sahamnya masih bergerak sedikit di bawah level tersebut, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$2 triliun.
Selain hasil kuartalan, perusahaan menyampaikan proyeksi pendapatan yang jauh lebih tinggi untuk periode berikutnya. CFO SpaceX Bret Johnsen memperkirakan pendapatan kuartal I 2027 mencapai US$33 miliar hingga US$37 miliar, melampaui konsensus analis LSEG sebesar US$22,2 miliar.
Proyeksi tersebut didukung meningkatnya kepastian kontrak layanan komputasi yang diperkirakan terealisasi dalam enam bulan mendatang. Meski demikian, angka tersebut masih merupakan panduan manajemen, bukan pendapatan yang telah direalisasikan.
Bisnis AI SpaceX Meroket 9 Kali Lipat, Starlink Terus Bertumbuh
Pertumbuhan SpaceX pada kuartal III tidak hanya berasal dari bisnis roket dan peluncuran satelit. Ekspansi AI justru menjadi kontributor pendapatan terbesar perusahaan setelah SpaceX mengakuisisi xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, pada Februari 2026.
Divisi AI yang kini disebut Super Intelligence mencatat pendapatan sebesar US$7,56 miliar, melonjak sekitar sembilan kali lipat dari US$813 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil tersebut melampaui perkiraan StreetAccount sebesar US$6,47 miliar.
Menurut presentasi perusahaan kepada pemegang saham, pertumbuhan bisnis AI didukung aktivasi kontrak layanan cloud baru, peningkatan penggunaan model AI Grok, serta akuisisi perusahaan pengembang perangkat lunak AI Cursor senilai US$60 miliar yang diselesaikan pada kuartal III.
SpaceX juga memperluas layanan infrastruktur komputasi melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Google dan Anthropic.
Namun, ekspansi tersebut membutuhkan investasi besar. Dari total belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$19,6 miliar pada kuartal III, sekitar US$16,4 miliar dialokasikan untuk bisnis AI.
Perusahaan turut mempercepat pembangunan infrastruktur pusat data di kawasan Memphis. Menurut laporan CNBC, bisnis AI SpaceX menargetkan integrasi sekitar 200.000 sistem Nvidia Grace Blackwell setiap bulan hingga akhir 2026.
Walaupun pendapatan AI meningkat pesat, kontribusi laba operasional divisi tersebut masih sebesar US$431 juta. Sebagian besar laba operasional perusahaan tetap berasal dari bisnis konektivitas Starlink.
Pendapatan segmen konektivitas SpaceX meningkat 69% secara tahunan menjadi US$5,25 miliar, melampaui perkiraan analis sebesar US$4,84 miliar. Dari jumlah tersebut, US$3,12 miliar berasal dari pelanggan konsumen Starlink, sementara US$2,13 miliar berasal dari pelanggan pemerintah dan korporasi.
Jumlah pelanggan Starlink bertambah menjadi 13,6 juta, dibandingkan 12 juta pada kuartal sebelumnya. Pendapatan rata-rata per pengguna atau average revenue per user (ARPU) juga meningkat dari US$66 menjadi US$69.
Layanan Starlink telah digunakan pada lebih dari 3.800 pesawat hingga akhir kuartal III, termasuk oleh American Airlines. Dari sisi profitabilitas, segmen konektivitas menghasilkan laba operasional US$2,37 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, bisnis peluncuran luar angkasa mencatat pendapatan US$1,77 miliar, naik dari US$1,67 miliar setahun sebelumnya. Namun, divisi ini masih membukukan kerugian operasional sebesar US$7 juta.
Perusahaan juga menyoroti keberhasilan uji penerbangan Starship ke-14 pada September, yang mencapai orbit dan mengerahkan satelit Starlink generasi terbaru. SpaceX berencana melanjutkan pengujian Starship, termasuk upaya menangkap kembali roket pendorong dan wahana antariksa pada penerbangan berikutnya.
Musk Ungkap Komite Khusus untuk Bahas Merger Tesla dan SpaceX
Selain pertumbuhan bisnis, perhatian investor tertuju pada pernyataan Elon Musk mengenai kemungkinan penggabungan SpaceX dengan Tesla.
Dalam konferensi laporan keuangan, Musk menyampaikan bahwa dewan direksi kedua perusahaan telah membentuk komite khusus yang beranggotakan direktur independen untuk mengevaluasi potensi merger atas permintaan pemegang saham.
Musk menilai penggabungan kedua perusahaan berpotensi memberikan manfaat melalui integrasi pengembangan perangkat lunak, chip, kecerdasan buatan, dan teknologi lainnya.
Meski demikian, Musk tidak terlibat langsung dalam pembahasan komite karena memiliki kepentingan pada kedua perusahaan. Hal ini menjadi pertimbangan tata kelola untuk memastikan evaluasi transaksi dilakukan secara independen.
Musk juga menegaskan bahwa merger membutuhkan persetujuan pemegang saham. Dari pihak Tesla, menurut penjelasannya, transaksi tersebut memerlukan dukungan setidaknya 50% dari seluruh saham perusahaan, bukan hanya suara yang diberikan dalam pemungutan suara.
Dengan persyaratan tersebut, pembentukan komite belum berarti kedua perusahaan telah menyepakati penggabungan.
SpaceX dan Tesla sebelumnya sudah memiliki hubungan bisnis dan keuangan. Tesla pernah menginvestasikan US$2 miliar pada xAI, yang kemudian dikonversi menjadi kepemilikan saham SpaceX setelah penggabungan kedua bisnis tersebut.
Selain itu, bisnis AI SpaceX menggunakan produk Tesla, termasuk sistem penyimpanan energi Megapack dan kendaraan Cybertruck. Kedua perusahaan juga memiliki sejumlah hubungan kepengurusan, termasuk investor Ira Ehrenpreis yang duduk di dewan direksi Tesla dan SpaceX.
Potensi integrasi tersebut menjadi relevan ketika SpaceX memperluas bisnis pusat data dan pengembangan chip AI. Musk menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan produksi massal chip AI melalui fasilitas Terafab di Texas pada kuartal III 2028, bekerja sama dengan Tesla dan Intel.
Namun, belum ada informasi resmi mengenai struktur transaksi, valuasi penggabungan, rasio pertukaran saham, maupun jadwal pengambilan keputusan.
Tesla sendiri dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan kuartal III 2026 setelah penutupan perdagangan pada Rabu, 21 Oktober. Konsensus analis LSEG memperkirakan pendapatan Tesla sekitar US$27,9 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Laporan Tesla tersebut dapat memberikan informasi tambahan mengenai kondisi bisnis dan rencana investasi perusahaan di tengah pembahasan potensi merger.
Saham SPCX Naik 8%, Investor Cermati Biaya Ekspansi AI
Kenaikan saham SpaceX setelah laporan keuangan menunjukkan respons positif investor terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba yang melampaui ekspektasi. Namun, ekspansi AI juga membawa konsekuensi berupa kebutuhan belanja modal dan pendanaan yang besar.
Pada kuartal sebelumnya, SpaceX melaporkan capex sebesar US$18,4 miliar, dengan sekitar 80% dialokasikan untuk divisi AI. Pengeluaran tersebut meningkat menjadi US$19,6 miliar pada kuartal III, seiring perluasan infrastruktur komputasi.
SpaceX juga menghadapi risiko terkait biaya pembangunan pusat data dan kebutuhan energi. Pada kuartal II, utang dan kewajiban sewa pembiayaan perusahaan meningkat menjadi US$36,8 miliar dari US$22 miliar pada periode sebelumnya.
Di sisi lain, bisnis pusat data perusahaan menghadapi persoalan regulasi lingkungan. Gugatan yang diajukan NAACP terkait penggunaan turbin gas untuk memasok listrik ke fasilitas AI di kawasan Memphis masih menjadi salah satu isu hukum yang perlu diperhatikan.
Dari sisi prospek, Musk menyampaikan target pendapatan berulang tahunan atau annual recurring revenue (ARR) sebesar US$500 miliar hingga US$1 triliun pada akhir 2027, didorong infrastruktur AI, kontrak cloud, dan pelanggan berbayar Grok.
Target tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi analis LSEG untuk total pendapatan SpaceX sepanjang 2027, yang berada di sekitar US$110 miliar. Karena itu, target Musk perlu dibedakan dari proyeksi konsensus dan hasil keuangan yang telah terealisasi.
Investor juga akan mencermati kemampuan SpaceX mempertahankan pertumbuhan pelanggan Starlink, meningkatkan profitabilitas bisnis AI, serta mengelola kebutuhan pendanaan untuk proyek-proyek besar seperti pusat data dan fasilitas peluncuran.
SpaceX telah mengumumkan rencana pembangunan pelabuhan antariksa senilai US$100 miliar di Louisiana. COO Gwynne Shotwell menargetkan peluncuran pertama dari fasilitas tersebut pada 2029, sementara Musk membuka kemungkinan jadwal lebih awal pada akhir 2028.
Dengan demikian, perkembangan saham SpaceX ke depan tidak hanya bergantung pada pertumbuhan pendapatan AI dan Starlink, tetapi juga kemampuan perusahaan mengubah investasi besar menjadi laba dan arus kas yang berkelanjutan.
Sementara itu, potensi merger Tesla–SpaceX masih menjadi perkembangan yang perlu dipantau, terutama terkait keputusan komite independen dan persetujuan pemegang saham kedua perusahaan.
Baca berita lainnya terkait perkembangan SpaceX (SPCX) di halaman ini.
SpaceX Meroket, Tesla Jadi Sorotan. Sudah Pantau Sahamnya?
Pendapatan SpaceX melonjak 161%, bisnis AI tumbuh sembilan kali lipat, dan potensi merger dengan Tesla mulai dibahas. Pantau perkembangan saham SPCX, TSLA, dan emiten teknologi AS lainnya melalui Nanovest. Dapatkan juga update earnings, tren AI, dan kabar Wall Street terbaru di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi saham memiliki risiko, termasuk potensi kehilangan sebagian atau seluruh modal. Informasi ini bukan rekomendasi investasi. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum berinvestasi.
Referensi +
- Yahoo Finance: SpaceX earnings Live: SpaceX beats on earnings, capex comes in less than expected
- CNBC: Musk says Tesla and SpaceX formed special committees to discuss merger: Live updates






