Perlombaan membangun pusat data AI kini mulai bergerak keluar dari Bumi.
SpaceX (SPCX) pada Selasa (25/8) mengumumkan rencana pembangunan Starbase, Louisiana, fasilitas peluncuran baru untuk Starship yang akan digunakan membawa satelit Starlink hingga pusat data orbital perusahaan. Proyek yang berlokasi di Vermilion Parish tersebut diperkirakan membutuhkan investasi hingga US$100 miliar.
Namun, pembangunan fasilitas peluncuran bukan satu-satunya pengumuman besar SpaceX. Elon Musk juga mempercepat jadwal pengiriman sistem komputasi AI pertamanya ke orbit.
SpaceX bersama Nvidia (NVDA) kini menargetkan peluncuran sistem berbasis Vera Rubin NVL72 yang dioptimalkan untuk luar angkasa pada kuartal IV 2027, lebih cepat dari target sebelumnya pada 2028.
Gabungan dua rencana tersebut memperlihatkan skala ambisi SpaceX berikutnya: membangun infrastruktur peluncuran berkapasitas tinggi di Bumi untuk menopang jaringan komputasi AI di luar angkasa.
Starbase Louisiana Disiapkan untuk Ribuan Peluncuran
Starbase baru akan dibangun di bekas properti Exxon di Vermilion Parish, Louisiana, setelah SpaceX menghabiskan sekitar tujuh tahun mencari lokasi yang dinilai memiliki karakteristik sesuai untuk operasi peluncuran dan akses terhadap bahan bakar.
Konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027, sementara peluncuran Starship pertama dari lokasi tersebut direncanakan pada 2029.
Dalam jangka panjang, SpaceX menargetkan fasilitas itu dapat mendukung ribuan peluncuran setiap tahun. Musk bahkan memperkirakan Starbase Louisiana pada akhirnya memiliki lebih dari selusin menara peluncuran dengan kapasitas mencapai lebih dari 30 penerbangan Starship per hari.
Skala tersebut diperlukan karena SpaceX tidak hanya ingin memperluas jaringan Starlink. Starship juga dirancang menjadi tulang punggung berbagai proyek perusahaan, mulai dari pengiriman kargo ke orbit, Bulan, dan Mars hingga pembangunan pusat data orbital.
Proyek tersebut juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi besar bagi Louisiana. Pemerintah negara bagian memperkirakan sekitar 3.000 pekerjaan langsung dalam 10 tahun dan sekitar 8.100 pekerjaan tidak langsung dapat tercipta. Musk menyebut total peluang pekerjaan dari pengembangan kawasan tersebut pada akhirnya dapat mendekati 10.000.
Saham SpaceX merespons positif pengumuman tersebut dengan kenaikan sekitar 2,2% pada perdagangan Selasa.
Nvidia Bawa Vera Rubin ke Pusat Data Orbital
Di tengah pembangunan Starbase, SpaceX juga mempercepat rencana membawa komputasi AI ke luar angkasa.
Musk mengatakan SpaceX dan Nvidia telah merancang sistem Vera Rubin NVL72 yang dioptimalkan untuk lingkungan luar angkasa, dengan target peluncuran pertama pada kuartal IV 2027 dan peningkatan skala secara signifikan mulai 2028.
Jadwal tersebut maju sekitar satu tahun dari rencana SpaceX sebelumnya yang menargetkan peluncuran satelit AI pada 2028.
Kolaborasi dengan Nvidia akan menggunakan prosesor Vera untuk mendukung orkestrasi, eksekusi kode, dan pemrosesan data bagi generasi berikutnya dari agentic AI. Dengan kata lain, satelit SpaceX ke depan tidak hanya berfungsi untuk komunikasi, tetapi berpotensi membawa kemampuan komputasi AI langsung ke orbit.
Konsep ini menawarkan kemungkinan baru bagi industri pusat data. Infrastruktur komputasi yang ditempatkan di luar angkasa berpotensi memanfaatkan energi surya dalam skala besar dan mengurangi sejumlah keterbatasan pembangunan pusat data di Bumi, seperti ketersediaan lahan dan kebutuhan sistem pendinginan.
JPMorgan bahkan memperkirakan SpaceX dapat mulai meningkatkan kapasitas komputasi orbital secara agresif mulai 2029 dan berpotensi mencapai sekitar 75 gigawatt pada akhir 2031.
Jika skala tersebut tercapai, pusat data orbital dapat berkembang menjadi lini bisnis baru yang menghubungkan langsung tiga kekuatan utama SpaceX: Starship sebagai sistem transportasi, Starlink sebagai jaringan satelit, dan komputasi AI berbasis chip Nvidia.
Target Agresif Masih Bergantung pada Starship
Ambisinya besar, tetapi jalur menuju pusat data orbital masih menghadapi tantangan teknis yang tidak kecil.
Faktor terpenting adalah Starship. Roket yang dirancang dapat digunakan kembali sepenuhnya tersebut akan menjadi kendaraan utama untuk mengirim satelit dan perangkat komputasi dalam jumlah besar ke orbit.
Starship telah mencatat sejumlah perkembangan dalam pengujian, termasuk meluncurkan dan melepaskan beberapa satelit Starlink. Namun, sistem tersebut masih belum sepenuhnya mencapai kemampuan operasional yang diperlukan untuk deployment satelit dalam skala yang dibayangkan SpaceX.
Sejauh ini, bagian booster telah berhasil melakukan pendaratan, tetapi keseluruhan sistem masih menjalani proses pengembangan menuju penerbangan rutin dan penggunaan kembali penuh.
Rekam jejak Musk dalam menetapkan jadwal yang sangat agresif juga membuat target kuartal IV 2027 tetap perlu dicermati. Sejumlah proyek sebelumnya, termasuk Cybertruck, Tesla Semi, dan Roadster generasi berikutnya, pernah mengalami keterlambatan dibandingkan target awal.
Karena itu, perkembangan Starship dalam satu hingga dua tahun ke depan akan menjadi penentu apakah rencana pusat data orbital SpaceX dapat bergerak dari konsep menjadi infrastruktur komersial.
SpaceX Membuka Babak Baru Perlombaan Infrastruktur AI
Rencana Starbase Louisiana menunjukkan bahwa kebutuhan infrastruktur AI tidak lagi hanya mendorong pembangunan pusat data, jaringan listrik, dan fasilitas chip di Bumi.
SpaceX mencoba memperluas batas tersebut hingga ke orbit.
Investasi hingga US$100 miliar pada fasilitas Louisiana memberi perusahaan kapasitas peluncuran yang dibutuhkan untuk memperbesar Starlink sekaligus membuka jalur menuju pusat data orbital. Pada saat yang sama, kolaborasi dengan Nvidia memberikan SpaceX akses ke teknologi komputasi yang diperlukan untuk menjalankan AI langsung dari luar angkasa.
Namun, realisasi proyek tersebut masih bergantung pada kemampuan SpaceX membuat Starship dapat terbang dengan aman, berulang, dan dalam frekuensi yang jauh lebih tinggi dibandingkan kendaraan peluncuran saat ini.
Bagi investor, perkembangan ini membuat hubungan antara industri AI dan luar angkasa semakin erat. SpaceX kini bukan hanya mengejar pasar roket dan satelit, sementara Nvidia bukan hanya memasok chip untuk pusat data di Bumi. Keduanya sedang menguji apakah infrastruktur AI generasi berikutnya dapat ikut dibangun di orbit.
Pantau Perkembangan Industri AI dan Teknologi Global
Perlombaan AI mulai meluas dari pusat data di Bumi hingga komputasi di orbit. Pantau saham teknologi Amerika melalui Nanovest dan ikuti perkembangan AI, semikonduktor, serta Wall Street terbaru lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- Yahoo Finance: SpaceX unveils Starbase launch site in Louisiana, moves up orbital data center launch timeline
- CNBC: SpaceX plans to build a $100 billion spaceport in Louisiana






