Mau mulai rutin olahraga atau sekadar ingin melihat notifikasi tanpa mengeluarkan HP? Smartwatch bisa membantu keduanya. Pilihannya pun sudah beragam, dari jam tangan pintar seharga ratusan ribu hingga perangkat olahraga dengan GPS dan analisis latihan.
Namun, banyaknya fitur di kotak kemasan belum tentu membuat sebuah smartwatch cocok untuk semua orang. Kamu yang hanya membutuhkan penghitung langkah tentu punya kebutuhan berbeda dari pelari yang sedang menyiapkan half marathon.
Supaya lebih gampang membandingkan, berikut 15 pilihan smartwatch dari Aolon, Haylou, Xiaomi, Amazfit, Samsung, COROS, Garmin, Apple, dan Google. Pembahasannya dimulai dari harga terjangkau, lalu beralih ke perangkat dengan fitur lebih lengkap.
Apa Itu Smartwatch dan Apa Kegunaannya?
Smartwatch adalah jam tangan pintar yang dapat terhubung dengan ponsel untuk menampilkan notifikasi, mencatat aktivitas, dan menjalankan fungsi tambahan sesuai modelnya.
Untuk pemakaian harian, kegunaannya bisa sesederhana melihat pesan masuk, memasang alarm, mengatur timer, atau menerima telepon melalui Bluetooth. Saat berolahraga, smartwatch membantu menampilkan durasi, detak jantung, jarak, dan pace atau waktu tempuh per kilometer.
Sebagian model juga memiliki GPS bawaan sehingga dapat merekam rute tanpa mengandalkan GPS ponsel. Ada pula yang menyediakan navigasi, panduan latihan, serta informasi pemulihan setelah berolahraga.
Meski begitu, data kebugaran dari smartwatch tetap perlu dipahami sesuai batas kemampuannya. Estimasi kalori, skor tidur, dan pembacaan sensor bukan pengganti pemeriksaan kesehatan. Produsen seperti Garmin dan Samsung juga mencantumkan batas penggunaan medis pada perangkat kebugarannya.
Cara Memilih Smartwatch Sesuai Kebutuhan
Mulai dari HP yang kamu gunakan. Apple Watch memerlukan iPhone, sedangkan Google Pixel Watch dan Samsung Galaxy Watch berbasis Wear OS dalam daftar ini ditujukan untuk Android. Garmin, COROS, Xiaomi, dan Amazfit menyediakan dukungan Android serta iPhone melalui aplikasi pendamping, dengan persyaratan sistem operasi masing-masing.
Berikutnya, tentukan apakah kamu membutuhkan GPS bawaan. Kalau ingin meninggalkan HP saat berlari, pilih jam yang memang memiliki GPS atau GNSS terintegrasi. Keterangan “mendukung olahraga lari” saja belum menjelaskan bagaimana perangkat merekam jarak dan rute.
Buat yang suka mengunggah latihan ke Strava, periksa juga jalur sinkronisasinya. Garmin menggunakan Garmin Connect, COROS melalui aplikasi COROS, dan Amazfit melalui Zepp. Dukungan tersebut dijelaskan dalam pusat bantuan resmi Strava. Tidak semua smartwatch murah menyediakan integrasi yang sama.
Kebutuhan ini terasa saat menyiapkan diri mengikuti acara seperti Jakarta Running Festival. Untuk edisi 2026, pemerintah DKI Jakarta mengumumkan pelaksanaan lomba pada 24 – 25 Oktober 2026. Smartwatch dapat membantu memantau latihan dan menjaga pace, tetapi fitur yang dibutuhkan tetap bergantung pada jarak serta target pribadi.
Baca klaim baterai berdasarkan mode penggunaannya. Angka “hingga 14 hari” biasanya merujuk pada skenario penggunaan tertentu, bukan GPS menyala terus-menerus. Layar selalu menyala atau always-on display (AOD), panggilan, musik, dan frekuensi pencatatan sensor dapat memperpendek daya tahan.
Terakhir, perhatikan kenyamanan di pergelangan, kemudahan membaca layar di luar ruangan, layanan garansi, dan harga tali pengganti. Untuk berenang, ikuti ketentuan penggunaan air dari produsen; jangan menyimpulkan semua jam berlabel tahan air cocok untuk aktivitas yang sama.
Baca juga: 20 Sepatu Running Terbaik dan Sahamnya yang Bisa Dibeli
Smartwatch Terbaik untuk Olahraga dan Harian Beserta Harganya
Daftar berikut merupakan pilihan editorial berdasarkan spesifikasi, kebutuhan penggunaan, dan penawaran yang ditemukan, bukan hasil pengujian langsung seluruh produk.
Harga merupakan acuan dari halaman produsen dan penjual yang ditelusuri pada 21 Oktober 2026, bukan jaminan harga saat checkout. Promo, ukuran, warna, dan ketersediaan stok bisa berbeda. Urutannya menggunakan harga awal yang dicantumkan; beberapa rentang memang saling beririsan.
1. Aolon Curve 3
Harga acuan: sekitar Rp313.000.
Aolon Curve 3 bisa dilirik kalau kamu ingin mencoba smartwatch dengan anggaran sekitar Rp300 ribuan. Perangkat ini menawarkan layar 1,93 inci, pencatatan aktivitas, pemantauan tidur, serta notifikasi dari ponsel.
Baterainya berkapasitas 280 mAh. Ringkasan halaman produsen menyebut ketahanan hingga lima hari, meskipun bagian lain mencantumkan skenario berbeda. Karena itu, angka tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai klaim maksimum yang perlu dikonfirmasi sesuai unit dan pengaturan.
Curve 3 mendukung Android dan iPhone. Pilihan ini lebih sesuai untuk kebutuhan dasar sehari-hari; sebelum membelinya khusus untuk lari, pastikan kemampuan perekaman rute dan ekspor datanya.
2. Haylou Solar Neo

Harga acuan: sekitar Rp329.000.
Haylou Solar Neo menawarkan layar bulat 1,53 inci, notifikasi, pemantauan aktivitas, dan panggilan melalui Bluetooth. Tampilannya bisa menjadi alternatif bagi kamu yang lebih suka bentuk jam tangan konvensional.
Menurut Haylou, baterainya bertahan hingga tujuh hari dalam penggunaan harian, sedangkan angka hingga 30 hari mengacu pada kondisi siaga. Keduanya perlu dibedakan saat membandingkan dengan produk lain.
Solar Neo dapat dipasangkan dengan Android maupun iPhone melalui aplikasi pendamping. Cocok untuk jalan kaki, olahraga ringan, dan penggunaan harian. Untuk kebutuhan latihan yang mengandalkan Strava atau rekaman rute, periksa dukungan model ini terlebih dahulu. Haylou merupakan merek di bawah Liesheng.
3. Redmi Watch 5 Lite
Harga acuan: sekitar Rp809.000 – 899.000.
Redmi Watch 5 Lite sudah membawa layar AMOLED 1,96 inci, GPS/GNSS bawaan, dan panggilan Bluetooth. Artinya, kamu dapat merekam aktivitas luar ruangan tanpa selalu mengandalkan GPS HP.
Xiaomi mencantumkan baterai hingga 18 hari dalam penggunaan normal. Perangkat ini mendukung Android 8.0 atau lebih baru dan iOS 12.0 atau lebih baru.
Model ini cocok untuk pengguna yang ingin naik dari smartwatch dasar ke perangkat dengan layar AMOLED dan GPS. Keterbatasannya, pilihan aplikasi tidak seluas jam berbasis Wear OS atau watchOS. Redmi berada di bawah Xiaomi Corporation, dengan kode saham HKEX: 1810.
4. Haylou Solar Ultra
Harga acuan: sekitar Rp975.000 – 989.000.
Haylou Solar Ultra menawarkan layar AMOLED, GPS bawaan, panggilan Bluetooth, serta ketahanan air 5 ATM. Kombinasi tersebut membuatnya relevan untuk pengguna yang mencari fitur olahraga di bawah Rp1 juta.
Produsen mempromosikan ketahanan baterai hingga 22 hari. Namun, angka maksimum itu tidak berarti perangkat dapat menjalankan GPS terus-menerus selama 22 hari.
Solar Ultra mendukung Android dan iPhone yang memenuhi persyaratan aplikasinya. Cocok untuk pengguna yang ingin memantau olahraga sekaligus menerima telepon dari pergelangan tangan. Keterbatasan yang perlu diperiksa adalah dukungan aplikasi pihak ketiga dan cara memindahkan data latihan. Seperti Solar Neo, merek ini berada di bawah Liesheng dan tidak memiliki ticker tersendiri.
5. Amazfit Bip 6
Harga acuan: sekitar Rp1.400.000.
Amazfit Bip 6 memiliki layar AMOLED 1,97 inci, GPS bawaan, panggilan Bluetooth, dan lebih dari 140 mode latihan. Perangkat ini terhubung ke Android maupun iPhone melalui aplikasi Zepp.
Klaim baterainya mencapai 14 hari untuk penggunaan normal, sementara penggunaan GPS terus-menerus memiliki batas tersendiri, hingga 32 jam menurut spesifikasi produsen.
Bip 6 cocok untuk pengguna yang membutuhkan jam harian sekaligus pencatat lari atau aktivitas gym. Layarnya besar sehingga mudah dibaca, tetapi ukurannya perlu dicoba terlebih dahulu kalau pergelanganmu kecil. Induk Amazfit adalah Zepp Health, yang tercatat di NYSE dengan ticker ZEPP.
6. Redmi Watch 6

Harga acuan: sekitar Rp1.500.000.
Redmi Watch 6 menawarkan layar AMOLED 2,07 inci, bingkai aluminium, GPS/GNSS bawaan, dan panggilan Bluetooth. Kecerahan puncaknya mencapai 2.000 nit menurut spesifikasi Xiaomi, membantu pembacaan layar saat beraktivitas di luar ruangan.
Baterainya diklaim bertahan hingga 12 hari dalam penggunaan normal, 24 hari untuk penggunaan ringan, dan tujuh hari dalam skenario intensif. Jadi, angka 24 hari bukan acuan ketika semua fitur pemantauan diaktifkan.
Perangkat ini mendukung Android 8.0 atau lebih baru dan iOS 14.0 atau lebih baru. Cocok untuk pengguna yang mengutamakan layar besar, fungsi harian, dan pencatatan olahraga. Keterbatasannya, pemutaran musik lokal hanya didukung pada ponsel Android. Perusahaan di belakangnya adalah Xiaomi Corporation (HKEX: 1810).
7. Garmin Forerunner 165
Harga acuan: sekitar Rp2.650.000 – 3.200.000.
Garmin Forerunner 165 memiliki layar AMOLED 1,2 inci, GPS bawaan, panduan latihan, dan informasi pemulihan. Perangkat ini dapat terhubung dengan Android maupun iPhone melalui Garmin Connect.
Baterainya mencapai 11 hari dalam mode smartwatch atau 19 jam dalam mode GPS saja, menurut panduan Garmin.
Forerunner 165 cocok untuk pelari yang ingin mulai mencatat latihan secara lebih terstruktur, termasuk persiapan 5K, 10K, atau half marathon. Perhatikan varian yang dibeli: Forerunner 165 biasa berbeda dari 165 Music, terutama untuk kebutuhan musik tanpa ponsel. Garmin merupakan perusahaan terbuka dengan ticker NYSE: GRMN.
8. Amazfit Active 3 Premium
Harga acuan: sekitar Rp2.900.000
Amazfit Active 3 Premium menawarkan layar AMOLED 1,32 inci dengan kaca safir, bingkai baja antikarat, GPS bawaan, serta peta offline. Ada pula Zepp Coach untuk membantu menyusun latihan dan sinkronisasi aktivitas ke platform seperti Strava.
Ketahanan baterainya diklaim mencapai 12 hari dalam penggunaan normal. Perangkat ini mendukung Android 7.0 atau lebih baru dan iOS 14.0 atau lebih baru melalui aplikasi Zepp.
Active 3 Premium cocok untuk pengguna yang mulai serius berlari sekaligus membutuhkan jam untuk harian. Keterbatasannya, aplikasi musik pihak ketiga seperti Spotify tidak dapat dipasang langsung ke jam. Stok situs lokalnya juga perlu diperiksa, meskipun penawaran tersedia di peritel Indonesia. Induk perusahaannya adalah Zepp Health (NYSE: ZEPP).
9. Samsung Galaxy Watch FE
Harga acuan: sekitar Rp3.100.000 – 3.200.000.
Galaxy Watch FE menawarkan layar Super AMOLED 1,2 inci, GPS, dan Wear OS. Kamu dapat mengakses aplikasi yang didukung langsung dari jam, di samping mencatat olahraga melalui Samsung Health.
Samsung mencantumkan baterai hingga 40 jam dengan AOD dimatikan. Perangkat ini memerlukan ponsel Android yang kompatibel dan tidak mendukung pemasangan dengan iPhone.
Watch FE cocok untuk pengguna Android yang ingin mencoba ekosistem Galaxy Watch dengan biaya lebih rendah. Namun, beberapa fitur kesehatan memerlukan perangkat Samsung Galaxy dan bergantung pada wilayah. Stoknya juga perlu diperhatikan karena penawaran yang ditelusuri sudah menampilkan status habis. Produsennya adalah Samsung Electronics (KRX: 005930).
10. COROS PACE 3

Harga acuan: sekitar Rp3.800.000 – 4.350.000.
COROS PACE 3 menawarkan GPS dual-frequency, layar MIP, navigasi rute, dan analisis latihan. Model ini lebih berfokus pada olahraga ketahanan daripada fungsi komunikasi.
COROS mencantumkan daya tahan hingga 15 hari dalam penggunaan reguler atau 38 jam dalam mode GPS standar. Angka tersebut mengikuti skenario pengujian dan pengaturan fitur yang dijelaskan produsen.
PACE 3 mendukung Android maupun iPhone melalui aplikasi COROS. Cocok untuk pelari yang mengutamakan bobot ringan, baterai, dan pencatatan latihan. Keterbatasannya, layar MIP memiliki karakter tampilan berbeda dari AMOLED dan perangkat ini bukan pilihan untuk menerima panggilan dari jam. COROS belum memiliki ticker saham publik.
11. Apple Watch SE 3
Harga acuan: sekitar Rp4.300.000 – 4.500.000 (Varian GPS).
Apple Watch SE 3 menawarkan layar selalu menyala, GPS, pengisian cepat, serta integrasi dengan aplikasi dan notifikasi iPhone.
Apple mencantumkan baterai hingga 18 jam dalam penggunaan normal. Model ini memerlukan iPhone yang kompatibel; halaman spesifikasi saat ditelusuri mencantumkan iPhone 11 atau lebih baru, termasuk iPhone SE generasi kedua atau lebih baru, dengan versi iOS yang didukung.
SE 3 cocok untuk pengguna iPhone yang ingin masuk ke ekosistem Apple Watch dengan harga lebih rendah. Keterbatasannya adalah kebutuhan mengisi daya lebih sering dibandingkan banyak jam olahraga, serta ketidakcocokannya dengan Android. Produsennya adalah Apple Inc. (NASDAQ: AAPL).
12. Garmin Forerunner 170
Harga acuan: sekitar Rp5.540.000 – 5.900.000 (Varian Non Music).
Garmin Forerunner 170 menawarkan layar AMOLED 1,2 inci, GPS, Garmin Coach, serta fitur Training Readiness dan Training Status. Fitur tersebut membantu pengguna membaca kesiapan latihan dan perkembangan aktivitasnya.
Baterainya diklaim bertahan hingga 10 hari dalam mode smartwatch, empat hari dengan layar selalu menyala, atau 20 jam dalam mode GPS saja. Perangkat ini mendukung Android maupun iPhone melalui Garmin Connect.
Forerunner 170 cocok untuk pelari yang membutuhkan panduan latihan lebih terstruktur dan informasi pemulihan. Keterbatasannya, varian Non-Music perlu dibedakan dari 170 Music jika kamu ingin mendengarkan musik tanpa membawa ponsel. Emitennya adalah Garmin Ltd. (NYSE: GRMN).
13. Samsung Galaxy Watch 9

Harga acuan: sekitar Rp6.000.000 – 6.500.000
Samsung Galaxy Watch 9 tersedia dalam ukuran 40 mm dan 44 mm, dengan harga yang diumumkan Samsung masing-masing Rp5.999.000 dan Rp6.499.000. Perangkat ini menggunakan Wear OS 7 dan One UI 9 Watch.
Watch 9 membawa fitur seperti Vitals, Heart Health Score, dan Daily Cardio Load. Kapasitas baterainya sebesar 390 mAh untuk versi 40 mm dan 445 mAh untuk versi 44 mm. Samsung menyebut penggunaan sekitar 40 jam tanpa AOD untuk model 40 mm, dengan hasil aktual bergantung pada pemakaian.
Model ini cocok untuk pengguna Android yang ingin menggabungkan fungsi harian, aplikasi, dan pemantauan aktivitas. Persyaratan kompatibilitasnya mencakup Android 13 atau lebih baru; sejumlah fitur memiliki ketentuan perangkat dan wilayah tambahan. Produsennya adalah Samsung Electronics (KRX: 005930).
14. Google Pixel Watch 4
Harga acuan: sekitar Rp6.700.000 (untuk unit impor 45mm)
Google Pixel Watch 4 menawarkan Wear OS, GPS dual-frequency, layar AMOLED, dan integrasi layanan Google. Model ini mendukung ponsel Android 11 atau lebih baru dan tidak dapat dipasangkan dengan iPhone.
Baterai versi 45 mm diklaim mencapai 40 jam dengan AOD aktif. Versi 41 mm memiliki klaim berbeda, yaitu hingga 30 jam.
Pixel Watch 4 cocok untuk pengguna Android yang tertarik pada pengalaman smartwatch Google. Namun, Indonesia tidak tercantum dalam daftar wilayah penjualan Google Store untuk model ini. Acuan Rp6,7 juta berasal dari satu penawaran unit baru impor, sehingga tidak mewakili harga resmi Indonesia. Periksa garansi penjual serta ketersediaan fitur regional sebelum membeli. Induk Google adalah Alphabet Inc. (NASDAQ: GOOGL).
15. Apple Watch Series 12 (Harga Indonesia Belum Terverifikasi)

Apple Watch Series 12 menawarkan chip S11, layar Retina OLED selalu menyala, GPS, serta Ceramic Shield 2 pada model aluminium. Perangkat ini juga menyediakan fitur pencatatan olahraga, skor tidur, dan informasi kesiapan tubuh.
Apple mencantumkan baterai hingga 24 jam dalam penggunaan normal atau 38 jam dalam Mode Daya Rendah. Kompatibilitasnya memerlukan iPhone 11 atau lebih baru, termasuk iPhone SE generasi kedua atau lebih baru, dengan iOS 27 atau lebih baru.
Series 12 cocok untuk pengguna iPhone yang membutuhkan smartwatch harian sekaligus pencatat olahraga. Keterbatasannya, dukungan fitur dapat berbeda menurut wilayah dan pengisian daya tetap perlu dijadwalkan untuk aktivitas panjang. Produsennya adalah Apple Inc. (NASDAQ: AAPL).
Baca juga: Prediksi Harga Apple Watch Series 12 di Indonesia
Harga di AS dimulai dari US$399, tetapi angka tersebut tidak dapat dianggap sebagai harga jual Indonesia setelah dikonversi. Sampai penelusuran dilakukan, harga ritel Indonesia belum berhasil diverifikasi. Karena itu, posisi terakhir dalam daftar ini bukan penetapan bahwa Series 12 merupakan pilihan termahal.
Smartwatch Murah atau Premium, Mana yang Sesuai Kebutuhan?
Untuk melihat notifikasi, menghitung langkah, atau mencatat jalan sore, smartwatch terjangkau sudah bisa memenuhi banyak kebutuhan. Kamu tidak harus membayar fitur latihan yang akhirnya jarang dibuka.
Ketika mulai rutin berlari, alasan membayar lebih mahal menjadi lebih spesifik. GPS bawaan, tombol yang mudah ditekan saat berkeringat, pengaturan interval, dan sinkronisasi latihan dapat lebih berguna daripada banyaknya pilihan tampilan jam.
GPS multiband juga bisa menjadi pertimbangan untuk aktivitas di lingkungan yang menyulitkan penerimaan sinyal. Namun, keberadaan fitur tersebut tidak berarti semua rekaman akan selalu sempurna.
Untuk hiking, periksa bentuk navigasinya. Garis rute, petunjuk belokan, dan peta offline adalah kemampuan yang berbeda. Bandingkan juga daya tahan baterai saat GPS menyala, bukan hanya angka penggunaan harian. Seperti memilih sepatu gunung, kecocokan dengan medan dan durasi perjalanan lebih berguna daripada sekadar memilih produk termahal.
Sementara itu, pengguna yang sering membalas pesan atau memakai aplikasi dari pergelangan tangan mungkin lebih membutuhkan Apple Watch, Galaxy Watch, atau Pixel Watch. Konsekuensinya, pengisian daya biasanya perlu dijadwalkan lebih sering dibandingkan beberapa jam yang berfokus pada olahraga.
Jadi, tentukan dahulu fitur yang benar-benar akan dipakai. Selisih harga baru terasa manfaatnya kalau kemampuan tambahan tersebut sesuai dengan rutinitasmu.
Baca juga: 12+ Sepatu Gunung Terbaik, dari Terjangkau hingga Premium
Dari Smartwatch ke Saham Perusahaannya di Nanovest
Setelah mengenal produknya, kamu juga bisa mempelajari perusahaan yang menjalankan bisnis di belakangnya.
Apple (AAPL) mengembangkan Apple Watch sebagai bagian dari ekosistem perangkat dan layanannya. Garmin (GRMN) memiliki bisnis perangkat olahraga serta navigasi. Sementara itu, Alphabet (GOOGL) merupakan induk Google, termasuk bisnis perangkat Pixel.
Ketiga ticker tersebut tercantum dalam daftar saham publik dan kamu dapat mencarinya di aplikasi untuk memeriksa ketersediaan dan informasi terbaru.
Merek lain memiliki struktur berbeda. Amazfit berada di bawah Zepp Health (NYSE: ZEPP), Xiaomi tercatat di Hong Kong dengan kode 1810, sedangkan Samsung Electronics memiliki saham biasa berkode 005930 di Korea Selatan. Pencatatan di bursa tersebut tidak otomatis berarti semuanya tersedia di Nanovest.
Kalau tertarik melanjutkan dari pengguna produk menjadi investor, kamu bisa mulai dengan membaca profil perusahaan, laporan keuangan, dan sumber pendapatannya melalui informasi yang tersedia. Menyukai smartwatch suatu merek dapat menjadi awal riset, tetapi keputusan membeli saham tetap memerlukan penilaian bisnis dan harga sahamnya.
Kenali lebih lanjut pilihan investasi saham AS melalui Nanovest, sesuai tujuan keuangan dan kemampuan menanggung risiko. Telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Kesimpulan
Smartwatch terbaik untukmu bergantung pada HP yang digunakan, jenis aktivitas, dan anggaran. Pilihan sekitar Rp300 ribuan bisa menjadi awal untuk kebutuhan dasar, sedangkan model dengan GPS serta dukungan latihan lebih lengkap dapat dipertimbangkan ketika olahraga sudah menjadi rutinitas.
Sebelum checkout, cocokkan spesifikasi dengan model yang tepat, periksa garansi, dan baca klaim baterainya berdasarkan mode penggunaan. Untuk produk impor seperti Pixel Watch, perhatikan pula layanan purna jual dan batas fitur regional.
FAQ
Harga dan ketersediaan dapat berubah. Artikel ini bersifat informatif, bukan hasil pengujian langsung seluruh produk maupun rekomendasi membeli saham tertentu. Data kebugaran smartwatch perlu digunakan sesuai petunjuk produsennya.






