Rencana naik gunung biasanya dimulai dari ajakan teman, foto pemandangan, atau keinginan menghabiskan akhir pekan jauh dari rutinitas. Setelah menentukan tujuan, pertanyaan berikutnya muncul: sepatu apa yang sebaiknya dipakai?
Pilihan sepatu gunung cukup beragam. Ada produk lokal dengan harga ratusan ribu rupiah, sepatu hiking berbahan mesh, hingga boots premium dengan membran tahan air dan pelindung tambahan.
Supaya lebih mudah membandingkan, artikel ini merangkum 15 model beserta bahan, fitur, dan harga acuannya. Pilihan disusun berdasarkan informasi produsen dan penjual untuk membantu kamu menyesuaikan perlengkapan dengan kebutuhan perjalanan.
Harga mengacu pada halaman produk dan listing yang ditelusuri pada 16 Oktober 2026. Promo, warna, ukuran, dan stok dapat memengaruhi harga akhir. Untuk produk yang dipesan melalui jalur impor, periksa juga ongkir serta biaya kepabeanan sebelum checkout.
Mulai Hobi Hiking, Tentukan Jalurnya Dulu
Sebelum memilih sepatu, tentukan gambaran perjalanannya. Hiking beberapa jam melalui jalur wisata memiliki kebutuhan berbeda dari pendakian beberapa hari sambil membawa perlengkapan camping.
Perhatikan permukaan jalur, kemungkinan hujan, durasi berjalan, dan berat barang bawaan. Sepatu yang nyaman untuk aktivitas harian belum tentu memberikan ruang jari dan perlindungan yang sesuai ketika digunakan melewati turunan berbatu.
Budget juga perlu mencakup kebutuhan lain. Selain sepatu, kamu masih harus menyiapkan kaus kaki, perlengkapan hujan, air minum, makanan, dan biaya perjalanan. Untuk pendakian pertama, pilih perlengkapan yang sesuai kebutuhan tanpa menghabiskan seluruh anggaran pada satu barang.
Kenali Jenis dan Bahan Sepatu Gunung
Sepatu low-cut dan mid-cut menawarkan karakter berbeda. Low-cut memberikan keleluasaan gerak pada pergelangan, sedangkan mid-cut memiliki bagian atas lebih tinggi. Pilih berdasarkan kecocokan kaki, jalur, dan barang bawaan.
Mesh dan material sintetis umumnya lebih ringan serta lebih cepat kering daripada konstruksi kulit tebal. Kulit menawarkan ketahanan terhadap gesekan, tetapi bisa membutuhkan waktu penyesuaian lebih lama.
Membran waterproof seperti GORE-TEX digunakan untuk menahan air dari luar. Namun, sirkulasi udaranya dapat lebih terbatas dibandingkan mesh tanpa membran. Istilah water-resistant menunjukkan ketahanan terhadap air yang lebih terbatas.
Midsole dan outsole juga perlu diperhatikan. Midsole menjadi lapisan bantalan, sedangkan outsole bersentuhan langsung dengan tanah. Material karet, pola tapak, dan kondisi permukaan ikut memengaruhi pijakan.
Saat mencoba, gunakan kaus kaki yang akan dipakai mendaki. Pastikan tumit tidak mudah terangkat dan jari tidak tertekan ketika kaki bergerak ke depan.
Baca juga: 12+ Merek Mobil Listrik di Indonesia dan Perusahaan di Baliknya
Sepatu Gunung Terbaik di Indonesia Beserta Harganya
1. Consina Tibet

Kisaran harga acuan: sekitar Rp613.000-Rp645.000.
Consina Tibet menggunakan upper berbahan mesh dan kulit sintetis. Produsen menyebut materialnya water-resistant, dengan outsole karet sintetis dan pelindung karet pada bagian depan.
Tibet bisa masuk daftar perbandingan jika kamu mencari sepatu outdoor untuk hiking sekaligus traveling dengan budget sekitar Rp600 ribu. Karena menggunakan istilah water-resistant, jangan menyamakan perlindungannya dengan sepatu bermembran waterproof untuk kondisi basah berkepanjangan.
2. Eiger Leopard
Kisaran harga acuan: sekitar Rp653.000-Rp859.000.
Eiger Leopard menawarkan konstruksi low-cut untuk day hike dan aktivitas sehari-hari. Komponennya meliputi midsole Phylon, outsole karet, insole Ortholite, serta pelindung karet di bagian jari.
Model ini menarik untuk dibandingkan jika kamu menginginkan sepatu outdoor yang juga bisa digunakan di luar kegiatan mendaki. Rentang harganya mencerminkan harga promo dan harga normal pada halaman produk.
3. Consina Terra
Kisaran harga acuan: sekitar Rp723.000-Rp795.000.
Consina Terra memadukan kulit sintetis dan mesh pada upper. Salah satu pembedanya adalah sistem pengencangan tali yang memungkinkan pengguna mengatur kekencangan melalui mekanisme putar.
Menurut deskripsi penjual resmi, materialnya bersifat water-resistant dan breathable. Coba mekanisme pengencangnya sebelum membeli dan pastikan tekanan pada punggung kaki terasa merata. Sistem tali yang praktis tetap perlu diimbangi bentuk sepatu yang sesuai.
4. Consina Askole
Kisaran harga acuan: sekitar Rp805.000-Rp1.150.000.
Consina Askole menggunakan kulit suede dengan membran waterproof dan breathable yang disebut Uneebtex. Model ini ditujukan untuk hiking dan trekking, dengan konstruksi boots serta outsole berpola untuk penggunaan outdoor.
Askole bisa menjadi alternatif ketika kamu ingin membandingkan sepatu kulit lokal dengan model sintetis. Rentang harganya cukup lebar karena terdapat penawaran diskon. Pastikan model, ukuran, dan kondisi barang yang dibandingkan sama.
5. Arei Arizona

Harga acuan: sekitar Rp899.000.
Arei Arizona memiliki potongan mid-cut. Upper-nya menggunakan kombinasi genuine leather waterproof dan polyester mesh membrane, dilengkapi midsole EVA serta outsole karet.
Model ini dapat dipertimbangkan oleh pembaca yang menyukai konstruksi kulit dengan bantalan EVA. Bandingkan ruang jari dan bentuk tumitnya dengan sepatu lain. Ketersediaan ukuran juga perlu dikonfirmasi karena stok pada masing-masing listing dapat berbeda.
6. Arei Montreal
Harga acuan: sekitar Rp995.000.
Arei Montreal menggunakan upper microfiber dan material sintetis dengan outsole karet. Situs resmi menyebut konstruksi double injection serta pola grip pada bagian sol.
Montreal menambah pilihan sepatu lokal berbahan sintetis pada anggaran mendekati Rp1 juta. Halaman produknya tidak menjelaskan spesifikasi membran waterproof, sehingga kemampuan tersebut sebaiknya dikonfirmasi kepada penjual jika menjadi kebutuhan utama.
7. Eiger Pollock 2.0
Harga acuan: sekitar Rp1.479.000.
Eiger Pollock 2.0 memiliki konstruksi mid-cut dengan membran waterproof, insole Ortholite, dan outsole Vibram Grivola. Produk ini juga menggunakan PE shank untuk membuat bagian bawah sepatu lebih kokoh.
Pollock 2.0 menawarkan konstruksi berbeda dari Leopard. Jika memungkinkan, coba keduanya untuk merasakan perbedaan kelenturan dan kecocokan bagian atas sepatu ketika digunakan berjalan menanjak maupun menurun.
8. Columbia Crestwood Waterproof
Harga acuan: sekitar Rp1.799.000.
Columbia Crestwood Waterproof memadukan kulit, mesh, dan webbing pada upper. Perlindungan airnya menggunakan Omni-Tech, dengan midsole Techlite dan outsole karet Omni-Grip.
Model low-cut ini bisa dibandingkan oleh pembaca yang mencari sepatu hiking dengan kombinasi kulit dan tekstil. Harganya tercantum di katalog Columbia Indonesia, tetapi ketersediaan warna serta ukuran perlu diperiksa karena varian tertentu ditandai tidak tersedia.
9. Columbia Newton Wander LTR Boot
Kisaran harga acuan: sekitar Rp2,23 juta-Rp2,35 juta.
Newton Wander LTR Boot menggunakan upper suede dengan lapisan karet pelindung di sekeliling bagian bawahnya. Fitur yang dicantumkan meliputi Omni-Tech, sistem Omni-MAX, midsole Techlite, dan outsole Omni-Grip.
Model ini dapat dibandingkan dengan Crestwood jika kamu menyukai karakter boots berbahan suede. Perhatikan perbedaan konstruksinya dan coba berjalan beberapa langkah untuk menilai kecocokan bentuk serta kelenturan sepatu.
10. Merrell Moab 3

Harga acuan impor: sekitar Rp2,7 juta-Rp3 juta, sebelum ongkir dan biaya kepabeanan.
Merrell Moab 3 menggunakan kombinasi suede leather dan mesh, dengan outsole Vibram TC5+. Varian standar ini berbeda dari Moab 3 Waterproof maupun Moab 3 GORE-TEX.
Pada sejumlah SKU, produsen mencantumkan pig suede leather atau suede dari kulit babi. Pembaca yang memiliki preferensi bahan tertentu perlu memeriksa spesifikasi kode produknya. Harga di atas berasal dari penawaran pemesanan impor untuk pasar Indonesia.
11. The North Face Offtrail Hike GORE-TEX
Kisaran harga acuan: sekitar Rp3,04 juta-Rp3,14 juta.
Offtrail Hike GORE-TEX menggunakan material Cordura ripstop dengan penguatan pada bagian depan. Konstruksinya mencakup membran GORE-TEX, pelindung bawah kaki SKYCORE, dan outsole karet SURFACE CTRL.
Produk ini tersedia dalam penawaran Next untuk pembeli Indonesia, dengan harga berbeda menurut warna. Periksa waktu pengiriman serta biaya akhir karena kanal penjualannya melibatkan pembelian lintas negara.
12. The North Face Offtrail Hike Mid GORE-TEX
Harga acuan: sekitar Rp3.240.000.
Versi mid memiliki bagian atas lebih tinggi, dengan upper Cordura ripstop, membran GORE-TEX, serta pelindung pada area depan dan tumit. Solnya menggunakan karet SURFACE CTRL, disertai pelindung SKYCORE di bawah bagian depan kaki.
Bandingkan model ini dengan versi low-cut untuk melihat perbedaan rasa pada pergelangan dan kelenturan langkah. Harga acuannya berasal dari Next Indonesia; pastikan ukuran yang dibutuhkan dapat dikirim ke alamatmu.
13. Salomon X Ultra 360 GORE-TEX
Harga acuan: sekitar Rp3.499.000.
Salomon X Ultra 360 GORE-TEX menggunakan upper tekstil dengan material daur ulang, bantalan midsole, dan membran GORE-TEX. Model ini tersedia di katalog Salomon Indonesia dengan beragam pilihan ukuran EU.
Sepatu ini bisa menjadi pembanding bagi pengguna yang menyukai potongan rendah dengan perlindungan waterproof. Cocokkan ukuran berdasarkan panduan panjang kaki, terutama jika kamu belum pernah menggunakan sepatu Salomon.
14. Salomon X Ultra 360 Mid GORE-TEX
Harga acuan: sekitar Rp3.899.000.
X Ultra 360 Mid GORE-TEX menawarkan konstruksi mid-cut, membran GORE-TEX, dan upper yang menggunakan material daur ulang. Salomon menempatkannya untuk hiking satu hari melalui jalur mudah hingga medan campuran.
Model ini menjadi alternatif bagi pembaca yang menyukai karakter X Ultra 360 tetapi ingin mencoba bagian atas lebih tinggi. Selisih harga acuannya sekitar Rp400 ribu dari versi low-cut waterproof.
15. Salomon X Ultra 5 Mid GORE-TEX

Harga acuan: sekitar Rp4.399.000.
X Ultra 5 Mid GORE-TEX menggunakan upper Matryx, outsole Contagrip, dan konstruksi waterproof GORE-TEX. Model ini juga memiliki bagian collar yang dirancang untuk kenyamanan selama berjalan.
Pilihan premium ini dapat dibandingkan dengan X Ultra 360 Mid, terutama dari kecocokan upper dan bentuk sepatunya. Pertimbangkan apakah fitur tambahannya memang dibutuhkan untuk jenis perjalanan dan frekuensi pemakaianmu.
*harga dapat berubah sewaktu-waktu
Baca juga: 12+ Sponsor di Balik Timnas Indonesia Juara dan Sahamnya
Pilihan Gunung untuk Mulai Hobi Mendaki
Gunung Papandayan di Garut bisa menjadi pilihan untuk mengenal pendakian di Jawa Barat. Kawasan ini menawarkan pemandangan kawah, Hutan Mati, dan area perkemahan Pondok Saladah. Untuk perjalanan pertama, tentukan titik tujuan bersama pemandu atau pengelola, lalu ikuti arahan petugas serta pembatasan akses di sekitar kawah.
Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul menawarkan pengalaman trekking di kawasan desa wisata. Tersedia pilihan perjalanan dengan pemandu lokal, sehingga dapat dipertimbangkan jika kamu ingin mulai menjelajah alam bersama pendamping yang memahami kawasan. Sesuaikan waktu berangkat dengan cuaca dan tetap perhatikan pijakan selama perjalanan.
Gunung Prau di Jawa Tengah dikenal melalui panorama pegunungan Dieng, sabana, dan pengalaman camping. Indonesia Travel memasukkannya sebagai tujuan yang dapat dipertimbangkan pendaki pemula. Meski demikian, pilihan jalur dan rencana menginap akan memengaruhi kebutuhan persiapan. Konfirmasikan kondisi akses kepada basecamp dan siapkan perlengkapan menghadapi dingin serta hujan sebelum berangkat.
Kenali Saham Perusahaan Outdoor melalui Nanovest
Beberapa brand dalam daftar ini memiliki perusahaan induk yang sahamnya diperdagangkan di Amerika Serikat. Mengenal hubungan tersebut bisa menjadi awal untuk memahami bisnis di balik perlengkapan outdoor yang digunakan.
Merrell berada dalam portofolio Wolverine Worldwide dengan ticker WWW. Perusahaan ini juga mengelola sejumlah brand lain, termasuk Saucony dan Wolverine. Kinerja sahamnya mencerminkan bisnis grup, bukan penjualan sepatu Merrell saja.
Salomon merupakan bagian dari Amer Sports dengan ticker AS. Portofolio grup tersebut juga mencakup Arc’teryx dan Wilson. Membeli AS berarti memperoleh kepemilikan pada perusahaan induknya dengan berbagai kategori produk olahraga.
Columbia Sportswear menggunakan ticker COLM. Selain Columbia, perusahaan memiliki Mountain Hardwear, SOREL, dan prAna. Sementara itu, The North Face berada di bawah VF Corporation dengan ticker VFC, bersama sejumlah brand lain seperti Timberland.
Melalui Nanovest, kamu bisa mulai mempelajari saham AS dan perusahaan di balik produk sehari-hari. VFC tercantum dalam daftar saham yang dipublikasikan Nanovest. Untuk ticker lain, periksa ketersediaan terbaru melalui pencarian di aplikasi sebelum merencanakan transaksi.
Sebelum membeli saham, pelajari penjualan, margin, arus kas, utang, dan valuasinya. Pengalaman menyukai sebuah sepatu bisa menjadi awal ketertarikan pada bisnisnya, sedangkan keputusan investasi membutuhkan penilaian terhadap keseluruhan perusahaan.
Investasi Saham Amerika Lebih Aman
Akses saham perusahaan global seperti The North Face, Merrel melalui Nanovest.
Kesimpulan
Sepatu gunung terbaik adalah pilihan yang sesuai dengan kaki, kondisi perjalanan, dan anggaran. Produk lokal seperti Arei, Consina, dan Eiger menawarkan beragam konstruksi serta harga. Brand global menambah pilihan material dan teknologi, dengan ketersediaan berbeda di Indonesia.
Mulailah dari rencana perjalanan, kemudian bandingkan fitur yang dibutuhkan. Gunakan sepatu untuk berjalan terlebih dahulu sebelum membawanya mendaki agar masalah ukuran atau titik gesekan bisa diketahui lebih awal.
FAQ
Artikel ini bersifat informatif. Pilihan produk mengacu pada spesifikasi dan penawaran penjual, tanpa menjamin kecocokan untuk setiap pengguna. Harga, stok, akses pendakian, dan ketersediaan saham dapat berubah. Sesuaikan perlengkapan dengan kondisi perjalanan dan lakukan riset sebelum membeli produk maupun berinvestasi.






