Saham SanDisk (SNDK) mengalami tekanan tajam pada pekan lalu setelah investor mengkhawatirkan perkembangan teknologi chip memori dari China. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan pertumbuhan saham teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).
Berdasarkan laporan Yahoo Finance, saham SanDisk melemah 17,86% dari US$1.582 pada penutupan 9 Oktober menjadi US$1.299,30 pada 16 Oktober 2026. Namun, penurunan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya perubahan fundamental perusahaan. Perkembangan persaingan industri, ekspektasi pasar, serta kondisi makroekonomi turut memengaruhi pergerakan sahamnya.
Menariknya, SanDisk bukan produsen DRAM seperti Micron Technology. Perusahaan ini lebih dikenal melalui produk penyimpanan berbasis NAND flash. Lantas, mengapa kabar mengenai teknologi DRAM China ikut menekan saham SanDisk?
Mengapa Saham SanDisk Turun 18%?
Salah satu pemicu tekanan pasar adalah perkembangan teknologi dari ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen chip memori asal China. Perusahaan tersebut menyampaikan rencana memperkenalkan memori server DDR5 dengan desain sel 4F² pada akhir 2026.
Teknologi tersebut diklaim dapat meningkatkan kepadatan memori dengan mengurangi luas area sel dibandingkan desain konvensional. Jika dapat diproduksi secara komersial dengan kualitas dan skala yang kompetitif, perkembangan ini berpotensi meningkatkan persaingan di pasar DRAM.
Kabar tersebut memicu kekhawatiran bahwa pemain baru dapat menekan daya tawar dan margin produsen memori yang selama ini menikmati tingginya permintaan serta keterbatasan pasokan.
Tekanan terhadap saham semikonduktor juga diperburuk oleh kekhawatiran mengenai inflasi dan kemungkinan suku bunga AS bertahan tinggi. Kondisi tersebut dapat membuat investor lebih berhati-hati terhadap saham teknologi yang memiliki valuasi tinggi.
Menurut Reuters, saham-saham chip AS mengalami tekanan setelah laporan mengenai kemajuan teknologi memori China muncul bersamaan dengan meningkatnya keraguan terhadap keberlanjutan belanja infrastruktur AI. Sektor semikonduktor kemudian menunjukkan pemulihan pada 19 Oktober, meski volatilitas pasar masih menjadi perhatian.
DRAM vs NAND Flash: Apa Bedanya?
Untuk memahami mengapa saham SanDisk ikut tertekan, investor perlu mengetahui perbedaan DRAM dan NAND flash. Keduanya sama-sama merupakan teknologi memori, tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
DRAM (Dynamic Random-Access Memory) digunakan sebagai memori kerja untuk menyimpan data yang sedang diproses oleh sistem. Teknologi ini banyak digunakan pada komputer, server, dan pusat data. DRAM membantu prosesor mengakses informasi yang dibutuhkan dengan cepat selama proses komputasi berlangsung.
Sementara itu, NAND flash merupakan teknologi penyimpanan yang dapat mempertahankan data tanpa memerlukan daya listrik secara terus-menerus. NAND digunakan dalam SSD, kartu memori, dan berbagai perangkat penyimpanan lainnya.
SanDisk berfokus pada solusi penyimpanan berbasis NAND flash, termasuk SSD untuk pusat data. Sementara itu, CXMT dikenal sebagai produsen DRAM yang berpotensi bersaing dengan perusahaan seperti Micron Technology (MU), Samsung Electronics, dan SK Hynix.
Meski produknya berbeda, keduanya tetap berada dalam ekosistem semikonduktor yang berkaitan dengan pertumbuhan AI dan pusat data. Karena itu, perkembangan teknologi dari satu segmen dapat memengaruhi persepsi investor terhadap segmen lain.
Namun, perlu dicatat bahwa kemajuan teknologi DRAM China tidak secara otomatis berarti bisnis NAND SanDisk akan mengalami penurunan kinerja. Dampak langsung terhadap SanDisk masih bergantung pada perkembangan persaingan, permintaan penyimpanan, harga NAND, dan kondisi industri secara keseluruhan.
Bagaimana Fundamental SanDisk Setelah Penurunan Saham?
Penurunan harga saham tidak selalu diikuti perubahan fundamental perusahaan dalam besaran yang sama. Oleh sebab itu, investor perlu membedakan antara sentimen pasar dan perkembangan bisnis aktual.
Dalam laporan keuangan kuartal IV tahun fiskal 2026 yang diumumkan pada Agustus, SanDisk mencatat pendapatan tahunan sekitar US$20,25 miliar, meningkat 175% dibandingkan tahun fiskal sebelumnya. Pendapatan dari segmen pusat data mencapai US$5,15 miliar sepanjang tahun fiskal tersebut, meningkat 437% secara tahunan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa bisnis penyimpanan untuk pusat data menjadi salah satu pendorong pertumbuhan SanDisk. Permintaan infrastruktur AI menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena pusat data membutuhkan kapasitas penyimpanan yang besar untuk mendukung berbagai beban kerja.
Untuk kuartal pertama tahun fiskal 2027, SanDisk sebelumnya memberikan proyeksi pendapatan US$10,30 miliar hingga US$10,80 miliar. Perusahaan juga memperkirakan margin kotor non-GAAP sebesar 83%-85% dan laba per saham non-GAAP sebesar US44-US46.
Proyeksi tersebut merupakan panduan perusahaan yang disampaikan pada Agustus 2026, bukan hasil aktual kuartal pertama. Investor perlu menunggu laporan berikutnya untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan sesuai dengan ekspektasi tersebut.
Apakah Saham SanDisk Sudah Murah Setelah Turun 18%?
Penurunan harga yang tajam dapat membuat valuasi suatu saham terlihat lebih menarik. Namun, harga yang lebih rendah belum tentu berarti saham tersebut sudah murah.
Dalam analisis Yahoo Finance yang diterbitkan pada 19 Oktober, SanDisk disebut diperdagangkan sekitar 6,05 kali estimasi laba ternormalisasi untuk 12 bulan ke depan. Angka tersebut berada di bawah rata-rata satu tahun yang dilaporkan sebesar 11,68 kali.
Meski demikian, rasio valuasi perlu dibaca dengan hati-hati. Industri memori memiliki karakteristik siklus bisnis: ketika permintaan tinggi dan pasokan terbatas, harga produk serta margin perusahaan dapat meningkat. Sebaliknya, ketika pasokan bertambah atau permintaan melemah, harga jual dan profitabilitas dapat mengalami tekanan.
Artinya, valuasi yang rendah bisa mencerminkan peluang sekaligus risiko. Investor mungkin melihat potensi bahwa harga saham sudah bereaksi berlebihan terhadap sentimen negatif. Namun, pasar juga bisa memperhitungkan kemungkinan normalisasi margin atau meningkatnya persaingan dalam beberapa kuartal mendatang.
Karena itu, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya bergantung pada penurunan harga atau perbandingan rasio valuasi historis. Prospek laba, arus kas, permintaan NAND, dan kemampuan perusahaan mempertahankan margin juga perlu dievaluasi.
Laporan Keuangan 29 Oktober Jadi Katalis Berikutnya
Perhatian investor kini tertuju pada laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 yang dijadwalkan pada 29 Oktober 2026. Laporan ini dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi bisnis SanDisk setelah tekanan pasar pada Oktober.
Ada beberapa indikator yang layak diperhatikan.
Pertama, realisasi pendapatan dibandingkan dengan proyeksi perusahaan sebelumnya. Kedua, margin kotor untuk melihat apakah SanDisk masih mampu mempertahankan profitabilitas di tengah perubahan kondisi industri. Ketiga, panduan manajemen untuk kuartal berikutnya, terutama terkait permintaan dan harga NAND.
Investor juga perlu mencermati perkembangan persaingan dari China. Pengumuman teknologi baru belum tentu langsung menghasilkan produk yang kompetitif secara komersial. Kemampuan memproduksi chip dengan skala besar, kualitas yang konsisten, dan biaya yang efisien akan menentukan seberapa besar pengaruhnya terhadap industri.
Jika hasil keuangan dan prospek perusahaan tetap kuat, pasar dapat menilai bahwa kekhawatiran sebelumnya terlalu besar. Sebaliknya, jika margin atau proyeksi bisnis melemah, penurunan saham bisa mencerminkan risiko fundamental yang lebih nyata.
Dengan demikian, pergerakan saham SanDisk berikutnya akan bergantung pada kombinasi hasil bisnis, perkembangan persaingan, dan sentimen pasar terhadap sektor AI.
SanDisk Turun 18%, Sudah Masuk Watchlist?
Saham SanDisk terkoreksi tajam di tengah kekhawatiran persaingan chip China, sementara laporan keuangan 29 Oktober semakin dekat. Pantau pergerakan SNDK dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan industri semikonduktor, laporan earnings, dan sentimen Wall Street terbaru di News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi saham memiliki risiko, termasuk potensi kehilangan sebagian atau seluruh modal. Penurunan harga tidak menjamin peluang keuntungan. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum berinvestasi.
Referensi +
- Sandisk Stock Fell 18% on a DRAM Scare. Is It Mispriced or Fairly Priced at $1,300?
- Sandisk Release Details: Sandisk Reports Fiscal Fourth Quarter 2026 Financial Results






