MicrosoftCek MSFT mempercepat pengembangan chip kecerdasan buatan (AI) buatannya sendiri untuk mendukung pertumbuhan layanan cloud dan AI. Perusahaan teknologi tersebut berencana meningkatkan penggunaan keluarga chip Maia, sekaligus mengurangi ketergantungan pada GPU Nvidia (NVDA)Cek NVDA dalam menjalankan model AI.
Langkah terbaru ini ditandai dengan pengenalan Maia 300, akselerator AI generasi ketiga yang dijadwalkan mulai diproduksi pada 2027. Microsoft menargetkan penggunaan chip buatannya dalam skala besar untuk memenuhi kebutuhan komputasi yang terus meningkat.
Namun, ekspansi infrastruktur AI juga menghadirkan tantangan lain. Di tengah peningkatan kebutuhan listrik dan belanja AI, Microsoft dilaporkan memangkas pembelian kredit penghapusan karbon sekitar 80% pada paruh pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan dua sisi strategi AI Microsoft: meningkatkan efisiensi dan kapasitas komputasi melalui teknologi internal, sambil menghadapi tekanan biaya serta kebutuhan energi yang semakin besar.
Microsoft Siapkan Maia 300 untuk Kurangi Ketergantungan Nvidia
Microsoft berencana meningkatkan penggunaan chip AI buatannya sendiri sebagai bagian dari strategi pengembangan infrastruktur cloud Azure dan layanan berbasis AI.
Selama ini, perusahaan mengandalkan GPU Nvidia untuk menjalankan berbagai beban kerja AI, termasuk layanan Azure, Microsoft 365 Copilot, GitHub Copilot, serta model AI dari mitra seperti OpenAI dan Anthropic.
Namun, meningkatnya permintaan komputasi mendorong Microsoft mengembangkan alternatif melalui keluarga akselerator AI Maia.
Perusahaan pertama kali memperkenalkan Maia 100 pada 2023, kemudian menghadirkan Maia 200 pada Januari 2026. Menurut CEO Microsoft Satya Nadella, Maia 200 menawarkan kinerja sekitar 30% lebih baik per dolar dibandingkan perangkat keras generasi terbaru dalam infrastruktur perusahaan saat itu.
Kini, Microsoft memperkenalkan Maia 300, yang dijadwalkan mulai diproduksi pada 2027. Chip generasi ketiga tersebut akan menjadi bagian penting dari rencana perusahaan untuk semakin mengandalkan teknologi internal dalam menjalankan model AI.
Microsoft juga menargetkan penerapan keluarga chip Maia dengan kebutuhan daya mencapai skala beberapa gigawatt, meskipun belum menetapkan tenggat waktu untuk mencapai kapasitas tersebut.
Menurut laporan CNBC, analis Evercore ISI memperkirakan Maia akan menyumbang sekitar 10% dari pengeluaran Microsoft untuk chip AI pada kuartal pertama 2027.
Meski meningkatkan penggunaan chip internal, Microsoft belum berencana sepenuhnya meninggalkan Nvidia. Perusahaan masih bekerja sama dengan Nvidia dan AMD, terutama untuk kebutuhan pelatihan model AI yang membutuhkan komputasi berperforma tinggi.
Maia 300 Targetkan Komputasi AI Lebih Efisien
Salah satu fokus utama pengembangan Maia 300 adalah meningkatkan kapasitas pemrosesan AI sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi di pusat data.
Microsoft memperkirakan setiap rak pusat data dapat menampung 96 chip Maia 300, dua kali lipat dibandingkan konfigurasi Maia 200.
Dengan desain tersebut, Maia 300 diklaim mampu menjalankan hingga tujuh kali lebih banyak token AI per rak. Microsoft juga menyebut chip ini dapat menghasilkan 40% lebih banyak token per megawatt dibandingkan GPU dalam pengujian yang menjadi dasar perbandingannya.
Token merupakan satuan pemrosesan teks dan informasi dalam model AI. Semakin banyak token yang dapat diproses dengan sumber daya yang sama, semakin besar potensi peningkatan efisiensi layanan AI.
Kemampuan tersebut menjadi penting bagi Microsoft karena layanan seperti Azure AI, Microsoft 365 Copilot, dan GitHub Copilot membutuhkan kapasitas komputasi yang terus berkembang.
Efisiensi penggunaan listrik juga berkaitan langsung dengan biaya operasional pusat data, terutama ketika perusahaan teknologi berlomba memperluas infrastruktur AI.
Microsoft menyatakan bahwa sejumlah fungsi Microsoft 365 Copilot berpotensi berjalan lebih cepat menggunakan Maia 300.
Meski demikian, kemampuan chip tersebut masih perlu dibuktikan dalam penggunaan yang lebih luas. Berbeda dari akselerator AI milik Google dan Amazon yang tersedia melalui layanan cloud bagi pelanggan, chip Maia saat ini belum dapat disewa secara langsung oleh perusahaan eksternal.
Dengan demikian, pengembangan Maia masih terutama ditujukan untuk kebutuhan internal Microsoft dan optimalisasi layanan AI dalam ekosistemnya.
Pembelian Kredit Penghapusan Karbon Microsoft Turun 80%
Di tengah peningkatan investasi AI, Microsoft juga melakukan penyesuaian pada aktivitas pembelian kredit penghapusan karbon.
Menurut perhitungan BloombergNEF yang dikutip Bloomberg, Microsoft membeli sekitar 8,55 juta metrik ton kredit penghapusan karbon sejak awal 2026 hingga pertengahan Juli.
Jumlah tersebut turun sekitar 80% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Jika tren ini berlanjut, Microsoft berpotensi mencatatkan penurunan pembelian tahunan pertamanya sejak 2023.
Penurunan tersebut terjadi ketika kebutuhan energi perusahaan terus meningkat akibat ekspansi pusat data dan layanan AI.
Berdasarkan laporan keberlanjutan terbaru Microsoft, emisi perusahaan meningkat sekitar 25% pada tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan listrik untuk infrastruktur AI serta perkembangan penerapan teknologi energi bersih yang belum mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan komputasi.
Microsoft sebelumnya dilaporkan sempat menunda sebagian pembelian kredit penghapusan karbon karena pertimbangan keuangan. Namun, perusahaan menegaskan bahwa program penghapusan karbon tetap berjalan dan pembelian kredit hanya merupakan salah satu bagian dari strategi dekarbonisasinya.
Meski mengalami penurunan pembelian, Microsoft masih menjadi salah satu pemain terbesar dalam pasar penghapusan karbon sukarela.
BloombergNEF mencatat perusahaan menyumbang hampir setengah dari seluruh transaksi pembelian kredit penghapusan karbon pada 2026 hingga periode pelaporan tersebut.
Secara global, penjualan kredit penghapusan karbon mencapai sekitar 18 juta metrik ton hingga pertengahan Juli, turun 66% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Besarnya peran Microsoft membuat perubahan aktivitas pembeliannya berpotensi memengaruhi perkembangan pasar penghapusan karbon, termasuk pendanaan bagi perusahaan yang mengembangkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon.
Ekspansi AI Menguji Efisiensi dan Target Keberlanjutan
Pengembangan Maia 300 dan penurunan pembelian kredit penghapusan karbon memperlihatkan tantangan yang dihadapi Microsoft dalam memperluas bisnis AI.
Di satu sisi, chip buatan sendiri dapat membantu perusahaan mengoptimalkan kinerja, mengendalikan biaya, dan mengurangi ketergantungan pada pemasok perangkat keras eksternal.
Di sisi lain, peningkatan kapasitas pusat data tetap membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar. Efisiensi chip yang lebih tinggi tidak selalu berarti konsumsi energi keseluruhan akan turun apabila kapasitas komputasi terus bertambah.
Tantangan tersebut juga dihadapi perusahaan teknologi besar lainnya yang memperluas investasi infrastruktur AI.
Di pasar penghapusan karbon, sejumlah perusahaan tetap meningkatkan komitmennya. Koalisi Frontier yang melibatkan Stripe, Anthropic, dan Alphabet (GOOG), misalnya, mengumumkan komitmen sebesar US$915 juta pada Juni 2026 untuk mendukung proyek penghapusan karbon.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa investasi AI dan upaya dekarbonisasi semakin berkaitan dengan keputusan alokasi modal perusahaan teknologi.
Bagi investor, strategi Microsoft dapat dinilai melalui beberapa indikator, termasuk efisiensi biaya komputasi, pertumbuhan bisnis Azure, kebutuhan belanja modal, dan kemampuan perusahaan mempertahankan profitabilitas di tengah ekspansi AI.
Sementara itu, perubahan pembelian kredit karbon menjadi faktor tambahan untuk menilai bagaimana Microsoft menyeimbangkan kebutuhan pertumbuhan bisnis dengan komitmen keberlanjutan jangka panjang.
Microsoft Genjot AI, Bagaimana Prospek Sahamnya?
Strategi chip AI Microsoft terus berkembang di tengah persaingan teknologi dan kebutuhan energi yang meningkat. Pantau saham Microsoft (MSFT), Nvidia (NVDA), dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest, serta ikuti berita pasar terbaru di News & Artikel Tips.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- CNBC: Microsoft to rely more on homegrown AI chips, reducing dependence on Nvidia
- Bloomberg: Microsoft Cuts Purchases of Carbon Removals by 80%






