Bitcoin kembali menghadapi ujian besar dari kebijakan moneter Amerika Serikat.
Harga Bitcoin (BTC) kini bergerak di kisaran US$77.000, setelah sebelumnya sempat menguat menuju US$82.000. Di saat yang sama, pasar justru semakin agresif memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September.
Probabilitas kenaikan sebesar 25 basis poin pada 16 September sempat mencapai sekitar 87% setelah rilis data inflasi AS. Perubahan ekspektasi tersebut kembali menempatkan hubungan antara suku bunga, likuiditas, dan aset berisiko sebagai faktor penting bagi Bitcoin.
Dengan kenaikan bunga yang semakin banyak diperhitungkan pasar, fokus investor kini mulai bergeser. Pertanyaannya bukan hanya apakah The Fed akan menaikkan suku bunga, tetapi seberapa ketat kebijakan moneter setelah September.
Inflasi Dorong Peluang Kenaikan Bunga ke 87%
Perubahan ekspektasi pasar dipicu oleh data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat untuk Agustus.
Inflasi konsumen naik 0,4% secara bulanan, sementara secara tahunan berada di 3,4%. Inflasi inti juga meningkat 0,3% secara bulanan dan berada sedikit di atas perkiraan pasar.
Angka tersebut menjadi penting karena The Fed masih berusaha membawa inflasi kembali menuju target 2%. Sebelum laporan CPI dirilis, pasar belum sepenuhnya yakin kenaikan suku bunga akan dilakukan pada September. Data inflasi yang relatif panas kemudian memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral perlu kembali mengetatkan kebijakan.
Perubahan itu ikut meningkatkan tekanan terhadap Bitcoin. BTC turun dari area US$82.000 menuju sekitar US$77.000 ketika probabilitas kenaikan suku bunga semakin besar.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat membuat aset berbasis dolar dengan imbal hasil menjadi relatif lebih menarik sekaligus mendorong Treasury yield dan memperketat kondisi keuangan. Jika kondisi tersebut disertai penguatan dolar AS, aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto dapat menghadapi tekanan tambahan.
Namun, kenaikan suku bunga tidak otomatis menentukan arah Bitcoin dalam jangka panjang. Sebagian ekspektasi tersebut dapat lebih dahulu tercermin dalam harga sebelum keputusan resmi diumumkan.
Pasar Akan Mencermati Sinyal Setelah Keputusan The Fed
Karena peluang kenaikan suku bunga telah mencapai sekitar 87%, keputusan The Fed sendiri bukan satu-satunya variabel yang akan diperhatikan pasar.
Pesan mengenai arah kebijakan berikutnya dapat menjadi sama pentingnya.
Jika The Fed menaikkan suku bunga tetapi mengindikasikan bahwa langkah tersebut cukup untuk merespons tekanan inflasi saat ini, pasar dapat menilai risiko pengetatan lanjutan lebih terbatas. Dalam skenario tersebut, tekanan terhadap aset berisiko tidak harus meningkat secara signifikan.
Sebaliknya, jika The Fed memberikan sinyal bahwa inflasi masih membutuhkan periode suku bunga tinggi yang lebih panjang atau membuka ruang bagi kenaikan tambahan, investor dapat kembali mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Treasury yield dan dolar AS kemudian menjadi dua indikator penting untuk melihat bagaimana pasar menerjemahkan keputusan tersebut. Kenaikan yield dan dolar setelah pertemuan dapat menunjukkan kondisi finansial yang semakin ketat, sementara penurunan keduanya dapat memberikan ruang lebih besar bagi aset seperti Bitcoin.
Karena itu, reaksi BTC setelah 16 September berpotensi lebih ditentukan oleh perubahan ekspektasi terhadap jalur suku bunga berikutnya daripada kenaikan 25 basis poin itu sendiri.
Bitcoin Masih Punya Faktor Pendukung
Meski menghadapi tekanan dari sisi makroekonomi, Bitcoin belum kehilangan seluruh katalis positifnya.
BTC masih berada jauh di atas level sekitar US$65.000 yang terlihat sebulan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap Bitcoin tetap ada meskipun pasar menghadapi perubahan ekspektasi suku bunga.
Selain itu, Bitcoin semakin sering dipandang sebagai aset alternatif di tengah kekhawatiran terhadap inflasi, kondisi fiskal Amerika Serikat, dan nilai mata uang.
Namun, narasi tersebut harus berhadapan dengan realitas jangka pendek: ketika likuiditas mengetat, investor biasanya menjadi lebih selektif terhadap aset berisiko.
Apa yang Perlu Investor Pantau?
Keputusan The Fed pada 16 September akan menjadi salah satu katalis utama Bitcoin dalam waktu dekat.
Investor dapat memperhatikan beberapa indikator sekaligus, mulai dari keputusan suku bunga, proyeksi kebijakan The Fed, imbal hasil Treasury, hingga pergerakan dolar AS.
Jika suku bunga naik tetapi pasar melihatnya sebagai langkah yang sudah sepenuhnya diantisipasi, Bitcoin berpotensi merespons dengan lebih tenang.
Sebaliknya, kejutan dari The Fed atau sinyal bahwa kebijakan moneter akan semakin ketat dapat meningkatkan tekanan terhadap BTC.
Dengan peluang kenaikan suku bunga yang sudah mendekati 90%, pertanyaannya kini bukan lagi sekadar apakah The Fed akan menaikkan bunga, tetapi seberapa ketat kebijakan setelahnya dan bagaimana pasar akan merespons.
Pantau Bitcoin Jelang Keputusan The Fed
Pantau Bitcoin dan aset investasi lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga keputusan The Fed, data ekonomi, dan perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- BeInCrypto: Bitcoin Faces 87% Fed Hike Odds Wednesday: Will Treasury Save the Rally?






