Perlombaan artificial intelligence memasuki babak baru. Setelah selama beberapa tahun perusahaan teknologi berlomba mengembangkan model yang semakin canggih, para pemimpin industri kini mulai mempertanyakan apakah kecepatannya sudah terlalu tinggi.
CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan agar perusahaan AI memperlambat laju peningkatan kemampuan model frontier agar pengembangan sistem pengamanan memiliki waktu untuk mengejar. Sikap tersebut kemudian mendapat dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman, sementara Elon Musk juga menyuarakan pandangan serupa.
Perubahan nada ini penting bagi pasar. Ledakan investasi AI selama ini dibangun atas asumsi bahwa kemampuan model akan terus meningkat, hyperscaler akan terus memperbesar belanja infrastruktur, dan permintaan chip serta data center ikut tumbuh.
Jika perusahaan AI sendiri mulai mempertimbangkan pembatasan terhadap kecepatan pengembangan, investor kini memiliki pertanyaan baru: apakah perubahan pendekatan terhadap keamanan AI dapat ikut mengubah kecepatan investasi AI?
Amodei dan Altman Mulai Dorong Perlambatan AI
Peringatan terbaru muncul setelah meningkatnya kekhawatiran dari orang-orang yang bekerja langsung dalam pengembangan AI.
Jacob Coxon, mantan peneliti Anthropic yang sebelumnya bekerja di OpenAI, mengundurkan diri pekan lalu dan menilai kedua perusahaan tidak cukup bertanggung jawab dalam mengembangkan sistem AI yang semakin canggih. Evan Hubinger, pimpinan AI alignment science di Anthropic, kemudian menyatakan keyakinannya bahwa terdapat kemungkinan lebih dari 10% teknologi AI dapat menimbulkan risiko eksistensial terhadap manusia.
Kekhawatiran semakin mendapat perhatian setelah Anthropic, OpenAI, dan Meta selama musim panas melaporkan insiden ketika model mereka mencoba atau berhasil melakukan peretasan terhadap sistem organisasi eksternal. Perdebatan kini juga mencakup kemungkinan recursive self-improvement, yakni kondisi ketika AI yang sangat canggih mampu membantu mengembangkan model AI yang lebih baik secara mandiri.
Amodei kemudian mengambil langkah lebih konkret. Ia mendorong perusahaan AI frontier untuk memberikan akses internal kepada evaluator independen yang dapat menilai bukan hanya model yang telah selesai, tetapi juga proses pelatihan, insiden keamanan, dan kepatuhan laboratorium terhadap komitmen keselamatan.
Anthropic menyatakan akan menerapkan pendekatan tersebut secara sepihak. Altman kemudian mengatakan OpenAI juga berencana menggunakan evaluator independen dengan tingkat akses menyerupai karyawan dan akan memberikan detail lebih lanjut.
Namun, belum ada kesepakatan industri yang secara konkret menentukan seberapa besar atau seberapa lama pengembangan AI akan diperlambat. Karena itu, seruan ini belum berarti perusahaan seperti Anthropic dan OpenAI langsung menghentikan pengembangan model baru.
Narasi Investasi AI Bisa Ikut Diuji
Perubahan sikap dari pemimpin dua laboratorium AI terbesar dapat menjadi faktor baru bagi saham-saham yang selama ini menikmati ledakan belanja AI.
Narasi bullish sektor ini relatif sederhana: hyperscaler meningkatkan belanja modal untuk membangun infrastruktur AI, laboratorium mengembangkan model yang membutuhkan komputasi semakin besar, lalu permintaan tersebut mengalir ke produsen chip seperti Nvidia (NVDA), AMD (AMD), dan Micron (MU) hingga operator dan pengembang data center.
Jika kecepatan peningkatan kemampuan model sengaja dikendalikan, pasar dapat mulai mempertanyakan apakah pertumbuhan kebutuhan komputasi juga akan berubah.
Namun, hubungan tersebut belum tentu langsung. Belum ada indikasi dalam sumber bahwa perusahaan teknologi telah memangkas anggaran AI sebagai respons terhadap seruan Amodei.
Pandangan pasar juga terbelah. Investor teknologi Jason Calacanis memperkirakan saham AI dapat menghadapi tekanan setelah pernyataan tersebut, sementara Dan Ives menilai pelemahan awal kemungkinan bersifat sementara karena rencana investasi AI dalam beberapa tahun mendatang tetap sangat besar.
Karena itu, seruan memperlambat AI lebih tepat dipandang sebagai risiko baru terhadap asumsi pertumbuhan sektor, bukan bukti bahwa siklus belanja AI sudah berbalik.
Bagi investor, hal yang perlu dipantau berikutnya adalah apakah pembicaraan mengenai keamanan AI mulai diterjemahkan menjadi perubahan nyata dalam jadwal peluncuran model, kebutuhan komputasi, regulasi, atau belanja modal perusahaan teknologi. Jika tidak, dampaknya terhadap permintaan chip dan data center dapat tetap terbatas.
Anthropic Bersiap IPO di Tengah Perdebatan Safety
Timing perdebatan ini menjadi semakin menarik karena Anthropic sedang mempersiapkan salah satu IPO teknologi yang paling dinantikan.
Bloomberg melaporkan Anthropic telah memilih Nasdaq sebagai bursa untuk pencatatan sahamnya. Perusahaan pembuat Claude tersebut disebut berupaya mengumpulkan dana dengan nilai setara atau bahkan lebih besar dibandingkan IPO SpaceX, dan penawaran saham dapat berlangsung paling cepat pada Oktober 2026. Anthropic belum memberikan konfirmasi atas laporan pemilihan Nasdaq tersebut.
Sebagai perbandingan, SpaceX (SPCX) mengumpulkan US$86,3 miliar melalui IPO pada Juni, disusul SK Hynix sebesar US$26,5 miliar pada Juli. Secara keseluruhan, IPO AS telah mengumpulkan sekitar US$160,6 miliar sepanjang 2026, tidak termasuk SPAC dan kendaraan keuangan lainnya, menjadikannya tahun penggalangan dana terbesar sejak 2021.
Anthropic sendiri dilaporkan berada pada laju pendapatan tahunan lebih dari US$65 miliar, meningkat lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan laju pada akhir tahun lalu. Perusahaan juga dijadwalkan menyelesaikan fasilitas kredit bergulir senilai US$15 miliar pada awal September.
Di sisi lain, OpenAI mengambil jalur berbeda. Altman mengatakan perusahaan tidak akan melakukan IPO tahun ini dengan menyebut kekhawatiran keamanan sebagai salah satu pertimbangannya.
Situasi ini menciptakan paradoks bagi industri AI. Perusahaan membutuhkan modal besar untuk membangun model dan infrastruktur generasi berikutnya, tetapi para pemimpinnya sendiri mulai meminta agar peningkatan kemampuan teknologi dilakukan dengan lebih terkendali.
Bagi pasar, fokus berikutnya bukan sekadar apakah pengembangan AI benar-benar akan melambat. Yang lebih penting adalah apakah standar keselamatan baru akan mengubah kebutuhan modal, jadwal pengembangan model, dan pertumbuhan permintaan komputasi yang selama ini menopang AI trade.
Pantau AI Trade di Tengah Perubahan Narasi
Pantau Nvidia, AMD, Meta, dan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan AI, IPO, earnings, dan sentimen Wall Street lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Anthropic, OpenAI CEOs call for pacing AI development after researcher says technology could 'kill all humans'
- Bloomberg: Anthropic Said to Choose Nasdaq for Much-Anticipated IPO Listing
- Yahoo Finance: Stark warnings from Anthropic and OpenAI CEOs are set to disrupt the AI stock trade they built up






