Wall Street memasuki salah satu pekan paling menentukan pada September dengan kondisi yang tidak biasa. Inflasi masih tinggi, minyak kembali menembus US$100 per barel, yield Treasury 10 tahun mendekati 5%, dan pasar memperkirakan Federal Reserve semakin dekat untuk kembali menaikkan suku bunga.
Namun, pasar saham sejauh ini belum menunjukkan tekanan besar.
S&P 500 justru menguat sekitar 0,8% sepanjang pekan lalu, sementara Dow Jones dan Nasdaq masing-masing naik sekitar 0,9%. Ketiganya masih berada tidak jauh dari level tertinggi sepanjang masa.
Ketahanan tersebut akan diuji pekan ini. Agenda terbesar datang pada Rabu ketika The Fed mengumumkan keputusan suku bunga, tetapi investor juga perlu memperhatikan arah harga minyak, Treasury yield, penjualan ritel, hingga data manufaktur AS.
The Fed Jadi Agenda Utama Pekan Ini
Keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu akan menjadi pusat perhatian pasar. Pengumuman suku bunga dijadwalkan pukul 2 siang waktu AS bagian timur, kemudian dilanjutkan konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh sekitar 30 menit kemudian.
Pasar semakin yakin The Fed akan menaikkan suku bunga setelah data CPI Agustus menunjukkan inflasi belum sepenuhnya mereda. CPI secara umum sesuai perkiraan, tetapi inflasi inti bulanan sedikit lebih tinggi dari ekspektasi.
Setelah laporan tersebut, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September melonjak hingga sekitar 86%. Salah satu persoalan utama adalah core PCE yang masih berada di atas 3% sepanjang tahun dan hanya menunjukkan sedikit kemajuan menuju target inflasi 2%.
The Fed sebelumnya mempertahankan federal funds rate di kisaran 3,50%-3,75% pada pertemuan Juli, memperpanjang periode menahan suku bunga menjadi lima pertemuan berturut-turut. Namun, keputusan itu mendapat dissent dari tiga pejabat The Fed yang menginginkan pendekatan berbeda.
Kini perhatian tidak hanya tertuju pada apakah The Fed menaikkan suku bunga, tetapi juga bagaimana Warsh menggambarkan langkah berikutnya.
Jika kenaikan September sudah banyak diperhitungkan pasar, perubahan ekspektasi terhadap berapa lama suku bunga tinggi akan bertahan dan apakah kenaikan berikutnya masih diperlukan dapat menjadi faktor yang lebih menentukan bagi Treasury yield, dolar AS, dan valuasi saham teknologi.
Minyak US$100 dan Treasury Yield 5% Tambah Tekanan
The Fed bukan satu-satunya risiko yang perlu diperhatikan.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun telah mendekati 5%, dengan level sekitar 4,975% pada penutupan 11 September. Pada saat yang sama, minyak Brent kembali menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam sekitar dua bulan.
Kenaikan minyak terjadi seiring kembali meningkatnya konflik AS-Iran dan kekhawatiran terhadap aliran energi dari Teluk Persia. Pengiriman melalui Selat Hormuz masih terganggu oleh konflik, sementara serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Arab Saudi turut menekan jalur alternatif pengiriman minyak.
Tekanan pasokan juga datang dari Rusia setelah serangan Ukraina menargetkan fasilitas penyulingan negara tersebut. Sebelum 2022, Rusia menyumbang sekitar 10% ekspor diesel dunia.
Kombinasi minyak mahal dan yield tinggi menjadi penting bagi pasar saham.
Harga energi yang bertahan tinggi dapat membuat inflasi lebih sulit turun dan memperkuat alasan The Fed mempertahankan kebijakan ketat. Pada saat bersamaan, yield Treasury yang semakin tinggi meningkatkan tingkat pengembalian aset bebas risiko dan dapat menekan valuasi saham, terutama perusahaan growth yang nilainya sangat bergantung pada ekspektasi laba masa depan.
Meski begitu, pasar belum kehilangan momentum. S&P 500 masih berada di sekitar 7.600-an, sementara RBC Capital Markets tetap melihat potensi indeks menuju 8.150 dalam 12 bulan, terutama jika kekhawatiran terhadap suku bunga mulai mereda. Namun, RBC juga menilai risiko koreksi normal dalam jangka pendek telah meningkat.
AI dan Data Ekonomi Jadi Penopang Berikutnya
Salah satu alasan saham tetap bertahan di tengah yield dan minyak tinggi adalah fundamental korporasi yang masih kuat, terutama dari perusahaan teknologi.
Musim earnings kuartal kedua menunjukkan kinerja yang solid. Nvidia (NVDA) kembali melampaui ekspektasi, sementara Alphabet (GOOG), Amazon (AMZN), Microsoft (MSFT), Meta (META), dan Oracle (ORCL) kembali meningkatkan panduan belanja modal. Investasi besar pada data center dan infrastruktur AI terus menciptakan siklus belanja yang menopang sejumlah sektor ekonomi.
Karena itu, kenaikan suku bunga belum tentu otomatis menghentikan reli saham. Selama pertumbuhan ekonomi bertahan dan risiko resesi tetap terkendali, fundamental perusahaan dapat membantu mengimbangi tekanan dari biaya pendanaan yang lebih tinggi.
Investor akan mendapat gambaran lebih jelas sepanjang pekan ini.
Pada Selasa, pasar akan memantau perubahan lapangan kerja mingguan ADP dan Empire Manufacturing September. Rabu menjadi hari terpadat dengan keputusan FOMC serta penjualan ritel Agustus, yang diperkirakan naik 0,9% secara bulanan setelah sebelumnya turun 0,6%.
Kamis membawa Philadelphia Fed Manufacturing Index, initial jobless claims, housing starts, dan building permits. Kemudian pada Jumat, perhatian beralih ke produksi industri dan manufaktur Agustus, yang masing-masing diperkirakan tumbuh 0,3%. Dari sisi earnings, kalender relatif ringan dengan Lennar (LEN) menjadi salah satu nama yang menonjol pada Rabu.
Dengan kalender earnings yang tidak terlalu padat, arah pasar pekan ini kemungkinan lebih banyak ditentukan oleh kebijakan moneter dan kondisi makro.
Jika The Fed menaikkan suku bunga tetapi memberikan sinyal yang tidak terlalu agresif untuk pertemuan berikutnya, tekanan terhadap yield dapat mereda. Sebaliknya, kombinasi nada hawkish, minyak yang bertahan di atas US$100, dan Treasury yield yang menembus 5% dapat menjadi ujian lebih berat bagi reli Wall Street.
Setelah indeks mampu bertahan dekat rekor di tengah berbagai tekanan, Rabu akan menjadi ujian apakah ketahanan itu masih berlanjut.
Siap Hadapi Pekan Krusial Wall Street?
Pantau saham AS dan aset investasi pilihanmu melalui Nanovest. Ikuti juga keputusan The Fed, data ekonomi, earnings, dan sentimen Wall Street sepanjang pekan lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: A highly anticipated Fed meeting, war worries, and an unblinking stock market: What to watch this week
- CNBC: Stock futures fall as investors weigh AI safety concerns, oil gains: Live updates






