Investor kembali memburu saham AI, tetapi laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa besarnya peluang teknologi tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan laba perusahaan.
Wall Street mengawali pekan dengan penguatan pada Senin, 26 Oktober 2026. S&P 500 naik 0,70%, Nasdaq menguat 0,83%, dan Dow Jones bertambah 0,28%. Sentimen terhadap saham teknologi membaik menjelang laporan keuangan Big Tech dan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pekan ini.
Meski minat terhadap AI kembali meningkat, kinerja perusahaan menunjukkan hasil yang berbeda. Ada perusahaan yang sudah menikmati lonjakan pendapatan dan arus kas dari permintaan infrastruktur AI, sementara perusahaan lain masih harus mengeluarkan investasi besar untuk mengembangkan teknologi yang belum sepenuhnya menghasilkan pendapatan.
Perbedaan tersebut terlihat pada Broadcom (AVGO), Tesla (TSLA), dan Advanced Micro Devices (AMD). Broadcom menunjukkan pertumbuhan bisnis semikonduktor AI yang kuat, Tesla menghadapi tekanan profitabilitas di tengah ekspansi teknologi otonom, sedangkan AMD memperbesar peluangnya di pasar prosesor server dan komputasi AI.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 27 Oktober 2026
1. Broadcom Inc. (AVGO) —BUY
- Range Buy: Rp5.912.568
- Target Price 1: Rp6.100.950
- Target Price 2: Rp6.289.332
- Stop Loss: Rp5.554.642
Mengapa Menarik?
Broadcom mencatat pertumbuhan yang signifikan pada Q3 FY2026, dengan pendapatan mencapai US$29,6 miliar atau meningkat 86% YoY. Kinerja tersebut terutama didorong permintaan akselerator AI khusus dan teknologi jaringan berkecepatan tinggi yang digunakan untuk mendukung infrastruktur pusat data.
Pendapatan semikonduktor AI Broadcom melonjak 221% YoY menjadi US$16,7 miliar, mencerminkan meningkatnya kebutuhan perusahaan teknologi terhadap chip yang dirancang untuk beban kerja AI tertentu. Selain bisnis semikonduktor, Broadcom juga memperoleh dukungan dari layanan perangkat lunak infrastruktur, termasuk VMware, yang membantu perusahaan mengelola lingkungan komputasi dan pusat data.
Dari sisi keuangan, Broadcom menghasilkan free cash flow sebesar US$13,7 miliar, setara sekitar 46% dari pendapatan kuartalan. Kemampuan menghasilkan kas ini menjadi keunggulan penting ketika industri teknologi sedang meningkatkan investasi. Untuk Q4 FY2026, manajemen memproyeksikan pendapatan sekitar US$34,8 miliar, dengan kontribusi semikonduktor AI diperkirakan mencapai US$21,7 miliar.
Meski prospeknya kuat, pertumbuhan Broadcom tetap bergantung pada keberlanjutan belanja infrastruktur AI dari pelanggan besar. Persaingan semikonduktor, konsentrasi pelanggan, dan ekspektasi pasar yang tinggi juga perlu dicermati. Ke depan, realisasi panduan Q4, pertumbuhan pesanan akselerator AI, dan kemampuan mempertahankan arus kas menjadi faktor penting bagi prospek AVGO.
2. Tesla, Inc. (TSLA) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp7.029.555
- Target Price 1: Rp7.254.787
- Target Price 2: Rp7.480.019
- Stop Loss: Rp6.584.722
Mengapa Menarik?
Tesla membukukan pendapatan Q3 2026 sebesar US$28,05 miliar, relatif stagnan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih GAAP yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham turun sekitar 43% YoY menjadi US$787 juta, sementara laba operasional melemah 56% menjadi US$718 juta. Hasil tersebut memperlihatkan tekanan profitabilitas meskipun skala bisnis Tesla tetap besar.
Dari sisi operasional, Tesla mengirimkan 486.532 kendaraan dan memasang produk penyimpanan energi sebesar 13,7 GWh selama kuartal tersebut. Laba kotor juga meningkat 9% menjadi US$5,49 miliar, dengan margin kotor membaik menjadi 19,6% dari 18,0% pada Q3 2025. Perbaikan margin ini menjadi sinyal positif, meskipun belum cukup untuk mengimbangi peningkatan biaya operasional dan investasi.
Tesla terus mengembangkan Full Self-Driving (FSD), robotaxi, robot humanoid Optimus, serta solusi penyimpanan energi untuk memperluas sumber pendapatan di luar penjualan kendaraan listrik. Namun, pengembangan teknologi tersebut membutuhkan pendanaan besar. Pada Q3, belanja modal meningkat 110% menjadi US$4,73 miliar, sementara free cash flow tercatat US$1,53 miliar. Tesla juga memiliki kas dan investasi jangka pendek sekitar US$45,45 miliar, yang memberikan ruang pendanaan untuk ekspansi berikutnya.
Ke depan, investor perlu mencermati kemampuan Tesla mengubah investasi AI dan teknologi otonom menjadi bisnis komersial yang berkelanjutan. Perbaikan margin kendaraan, pertumbuhan bisnis energi, dan disiplin belanja modal menjadi faktor penting untuk menilai prospek TSLA.
3. Advanced Micro Devices Inc. (AMD) —BUY
- Range Buy: Rp9.553.946
- Target Price 1: Rp9.942.065
- Target Price 2: Rp10.330.184
- Stop Loss: Rp8.903.846
Mengapa Menarik?
AMD terus memperkuat posisinya di industri semikonduktor melalui pertumbuhan bisnis prosesor server dan akselerator AI. Pada Q2 2026, perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$11,54 miliar atau tumbuh 50% YoY, dengan laba bersih sekitar US$2,30 miliar. Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya permintaan solusi komputasi berperforma tinggi.
Segmen Data Center menjadi pendorong utama, dengan pendapatan melonjak 107% YoY menjadi sekitar US$6,72 miliar. Permintaan prosesor EPYC dan GPU Instinct menjadi faktor penting, seiring perusahaan cloud memperluas kapasitas untuk menjalankan aplikasi dan model AI yang membutuhkan daya komputasi besar.
AMD juga mengembangkan platform Helios untuk memperluas penawaran sistem komputasi AI skala besar. Melalui pendekatan ini, AMD tidak hanya menyediakan chip individual, tetapi juga berupaya menawarkan solusi infrastruktur yang lebih terintegrasi. Kolaborasi dengan perusahaan teknologi dan penyedia layanan cloud turut membuka peluang untuk memperluas penggunaan produk AMD.
Untuk Q3 2026, manajemen memproyeksikan pendapatan sekitar US$13 miliar, dengan margin kotor non-GAAP sebesar 56%. Namun, persaingan dengan Nvidia, kebutuhan investasi riset, keterbatasan pasokan, dan risiko peluncuran produk tetap menjadi tantangan. Menjelang laporan keuangan pada 3 November, realisasi pertumbuhan Data Center, perkembangan portofolio AI, dan kemampuan mempertahankan margin akan menjadi katalis penting bagi AMD.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| Broadcom Inc. (AVGO) | Buy | Rp5.912.568 | Rp6.100.950 | Rp6.289.332 | Rp5.554.642 |
| Tesla, Inc. (TSLA) | Spec. Buy | Rp7.029.555 | Rp7.254.787 | Rp7.480.019 | Rp6.584.722 |
| Advanced Micro Devices Inc. (AMD) | Buy | Rp9.553.946 | Rp9.942.065 | Rp10.330.184 | Rp8.903.846 |
Kesimpulan
Perkembangan industri AI menawarkan peluang pertumbuhan, tetapi dampaknya terhadap kinerja keuangan setiap perusahaan tidak selalu sama. AVGO telah mencatat lonjakan pendapatan dan arus kas dari bisnis semikonduktor AI, TSLA masih menghadapi tekanan laba di tengah investasi teknologi otonom, sementara AMD memperluas bisnis Data Center menjelang earnings berikutnya. Bagi investor, pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, kebutuhan modal, dan kemampuan merealisasikan rencana ekspansi menjadi faktor penting untuk dicermati.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau AVGO, TSLA, dan AMD melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






