Bitcoin dan Ethereum bergerak menguat tipis setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak Juli 2023, sebuah keputusan yang sebelumnya menjadi salah satu sumber tekanan bagi pasar aset berisiko.
Bitcoin (BTC) dibuka di US$76.143,81 pada Kamis, 17 September, naik sekitar 0,7% dari pembukaan sehari sebelumnya. Harga kemudian bergerak ke US$76.264,91 pada perdagangan pagi AS dan sempat mendekati US$76.500 setelah Wall Street dibuka.
Ethereum (ETH) menunjukkan pergerakan serupa. ETH dibuka pada US$2.416,14 dan kemudian naik ke US$2.432,60.
Pergerakan tersebut terjadi setelah The Fed secara bulat menaikkan target federal funds rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%-4%. Meski suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi tekanan bagi aset berisiko, reaksi awal Bitcoin relatif terbatas karena kenaikan tersebut telah banyak diperhitungkan pasar sebelum keputusan diumumkan.
Bitcoin Bertahan setelah Kenaikan Bunga 25 Bps
Bitcoin sempat turun ke bawah US$76.000 setelah keputusan The Fed sebelum kembali bergerak ke sekitar US$76.500 pada perdagangan Kamis.
Volatilitas BTC juga mulai mereda dalam 24 jam setelah pengumuman. Data CoinGlass yang dikutip sumber menunjukkan likuiditas bid dan ask terkumpul di sekitar harga spot, mencerminkan pergerakan Bitcoin yang masih relatif terbatas dalam rentang tertentu.
Aktivitas pasar spot dan derivatif menunjukkan dinamika yang berbeda. Dalam satu jam setelah keputusan The Fed, kontrak perpetual futures mencatat sekitar US$82 juta net selling pada Bitcoin dan US$68 juta pada Ethereum.
Di sisi lain, pasar spot Bitcoin mencatat sekitar US$15,5 juta net buying, yang membantu menyerap sebagian tekanan jual dari pasar derivatif. Sekitar 2.170 BTC juga sempat masuk ke bursa setelah keputusan suku bunga, kemudian diikuti penarikan sekitar 1.260 BTC.
Pergerakan tersebut menunjukkan respons pasar tidak sepenuhnya mengarah pada aksi jual serentak. Investor melakukan penyesuaian posisi di pasar spot maupun derivatif ketika mencerna keputusan dan proyeksi terbaru The Fed.
Saham AS turut berbalik menguat pada Kamis setelah melemah pada sesi sebelumnya. S&P 500 naik sekitar 0,9%, sementara Nasdaq Composite menguat 1,5%, memberikan latar yang lebih positif bagi aset berisiko.
BTC dan ETH Masih Naik Lebih dari 20% Sebulan
Meski mengalami volatilitas dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin dan Ethereum masih mempertahankan sebagian besar kenaikannya selama sebulan terakhir.
Harga pembukaan Bitcoin pada 17 September tercatat 21,2% lebih tinggi dibandingkan satu bulan sebelumnya, sementara Ethereum naik 28,9% dalam periode yang sama.
Dalam jangka yang lebih pendek, keduanya masih mengalami koreksi. Bitcoin turun sekitar 2,7% dibandingkan sepekan sebelumnya, sedangkan Ethereum melemah 2,1%.
Pergerakan tersebut terjadi setelah Bitcoin sempat mencatat reli sekitar 25% pada Agustus, sebelum tekanan makro dan perkembangan regulasi AS kembali meningkatkan volatilitas pasar.
Salah satunya datang dari tertundanya proses CLARITY Act di Senat AS. Rancangan regulasi tersebut ditujukan untuk membangun kerangka pasar aset digital yang lebih jelas, termasuk pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Kombinasi perkembangan regulasi dan perubahan ekspektasi suku bunga membuat kenaikan bulanan BTC dan ETH kini berjalan berdampingan dengan tekanan jangka pendek dari kondisi makro.
Pasar Mulai Menatap Kenaikan Bunga Berikutnya
Setelah kenaikan 25 basis poin terealisasi, perhatian pasar kini bergeser ke langkah The Fed berikutnya.
Proyeksi terbaru menunjukkan mayoritas pejabat The Fed memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir 2026. Inflasi yang masih tinggi dan kondisi ekonomi AS yang tetap kuat menjadi faktor utama di balik kemungkinan pengetatan lebih lanjut.
Perubahan tersebut penting bagi pasar crypto karena suku bunga yang lebih tinggi dapat memperketat kondisi likuiditas dan meningkatkan daya tarik aset berpendapatan tetap dibandingkan aset berisiko.
Data CryptoQuant menunjukkan Bitcoin Bull Score Index turun dari 80 menjadi sekitar 60, level yang masih berada di batas kategori kondisi bullish menurut metodologi perusahaan. CryptoQuant menilai tren harga belum berbalik, tetapi permintaan AS yang melemah dan risiko makro dapat membuat Bitcoin memasuki fase konsolidasi.
Dalam analisis tersebut, area US$70.000 serta US$62.000-US$65.000 disebut sebagai level support yang perlu diperhatikan apabila tekanan kembali meningkat. Level tersebut merupakan analisis CryptoQuant, bukan target harga yang pasti.
Reaksi Bitcoin terhadap kenaikan pertama The Fed relatif terbatas. Namun, arah berikutnya akan bergantung pada kombinasi data inflasi, ekspektasi kenaikan suku bunga selanjutnya, arus dana investor, serta perkembangan regulasi crypto di AS.
Dengan BTC masih bergerak di sekitar US$76.000 dan ETH mempertahankan kenaikan bulanan hampir 29%, pasar kini beralih dari mencerna keputusan The Fed menuju membaca seberapa jauh siklus pengetatan ini akan berlanjut.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Bitcoin dan Ethereum.
The Fed Naikkan Bunga, Crypto Bertahan
Pantau Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan suku bunga, regulasi crypto, dan sentimen pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Bitcoin and ethereum prices today, Thursday, September 17, 2026: Crypto prices move up following Fed's rate increase
- CoinTelegraph: Bitcoin coils near $76.5K as US stocks rebound from Fed rate hike
- CoinTelegraph: Bitcoin absorbs Fed rate hike as officials see more tightening






