Pasar saham Amerika Serikat mulai memasuki babak baru setelah Securities and Exchange Commission (SEC) memberikan jalur regulasi bagi perdagangan saham yang ditokenisasi melalui blockchain. Kebijakan ini memungkinkan platform tertentu menguji perdagangan saham AS secara on-chain dengan mekanisme berbasis smart contract dan liquidity pool.
SEC menyebut kebijakan tersebut sebagai “Innovation Exemption”, dengan masa berlaku sementara selama lima tahun. Langkah ini memberikan ruang bagi pelaku industri untuk menguji bagaimana infrastruktur blockchain dapat digunakan dalam pasar modal tradisional, tanpa langsung memaksa platform tersebut mengikuti seluruh struktur regulasi bursa saham konvensional.
Saham AS Mulai Bisa Diperdagangkan di Blockchain
Selama ini, transaksi saham seperti saham perusahaan yang tercatat di bursa AS berlangsung melalui infrastruktur pasar modal tradisional. Investor melakukan transaksi melalui broker, kemudian order diproses melalui sistem bursa dan lembaga terkait.
Dengan kebijakan baru SEC, platform yang disebut Tokenized Securities Venues (TSV) dapat memfasilitasi perdagangan saham AS yang ditokenisasi melalui blockchain publik. Platform tersebut dapat menggunakan automated market maker (AMM) dan liquidity pool berbasis smart contract untuk mempertemukan transaksi antara peserta yang memenuhi persyaratan.
Namun, kebijakan ini bukan berarti semua token saham dapat langsung diperdagangkan secara bebas. SEC memberikan sejumlah persyaratan dan batasan yang harus dipenuhi oleh platform.
Token Harus Mewakili Saham yang Sesungguhnya
Salah satu poin terpenting dalam kebijakan SEC adalah perbedaan antara tokenized stock dan produk yang hanya mengikuti harga saham.
Token yang diperdagangkan dalam kerangka Innovation Exemption harus memberikan pemegangnya hak dan keistimewaan yang sama dengan saham tradisional dari kelas yang sama. Ini mencakup hak seperti dividen dan voting. Sementara itu, token sintetis yang hanya mereplikasi pergerakan harga saham tanpa merepresentasikan kepemilikan saham sebenarnya tidak termasuk dalam kerangka tersebut.
Dengan demikian, tokenisasi yang dimaksud SEC bukan sekadar mengubah harga saham menjadi aset digital. Ada persyaratan agar kepemilikan dan hak yang melekat pada saham tetap dipertahankan.
Ada Batasan dan Pengawasan
Meski memberikan ruang eksperimen, SEC tetap menetapkan sejumlah ketentuan untuk TSV. Jumlah saham yang dapat ditawarkan dan volume perdagangan akan dibatasi. Smart contract yang digunakan juga harus bersifat publik, dapat diaudit, dan berjalan pada public permissionless distributed ledger.
Selain itu, apabila saham ditokenisasi oleh pihak ketiga yang tidak berafiliasi dengan perusahaan penerbit, platform harus memberikan pemberitahuan tertulis kepada perusahaan tersebut dan memberikan kesempatan untuk menyampaikan keberatan sebelum saham ditawarkan untuk diperdagangkan.
Perdagangan token juga harus dihentikan ketika perdagangan saham dasarnya dihentikan di bursa utama. TSV pun diwajibkan memberikan informasi publik mengenai operasional dan aktivitas perdagangannya.
Blockchain Mulai Terhubung dengan Pasar Saham Tradisional
Kebijakan ini menjadi perkembangan penting dalam proses integrasi blockchain dengan pasar modal. Salah satu potensi penggunaan blockchain dalam pasar saham adalah mempercepat proses penyelesaian transaksi dan mengurangi kebutuhan untuk merekonsiliasi catatan kepemilikan di berbagai pihak.
SEC sebelumnya mencatat bahwa tokenisasi dapat membuat proses transfer aset dan pembayaran berlangsung dalam satu transaksi berbasis blockchain, berbeda dengan mekanisme tradisional yang melibatkan sejumlah perantara dan proses settlement.
Meski demikian, Innovation Exemption saat ini masih merupakan eksperimen regulasi dengan durasi lima tahun. SEC juga membuka ruang bagi publik untuk memberikan masukan mengenai kebijakan tersebut dan kemungkinan perubahan aturan di masa mendatang.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa blockchain tidak lagi hanya digunakan untuk aset crypto. Teknologi yang sama mulai diuji untuk membawa saham tradisional ke dalam sistem on-chain, meski penerapannya masih berada dalam kerangka regulasi dan batasan yang ditetapkan SEC.
Saham Bertemu Blockchain, Pantau Perkembangannya
Pantau saham AS dan aset kripto melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan regulasi, blockchain, dan Wall Street terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- CoinDesk
- SEC






