Harapan industri kripto AS mendapatkan kerangka regulasi federal yang lebih jelas tahun ini menghadapi kemunduran besar.
Senat AS pada Selasa gagal memajukan Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act, setelah pemungutan suara prosedural tidak menghasilkan 60 suara yang dibutuhkan untuk membawa RUU tersebut ke tahap pembahasan berikutnya.
Perkembangan itu langsung menjadi perhatian pasar. Bitcoin (BTC) sempat jatuh di bawah US$75.000 dan terkoreksi lebih dari 5% secara intraday, sementara Ethereum (ETH) ikut melemah. Saham perusahaan yang memiliki eksposur langsung terhadap industri kripto juga terkena tekanan, termasuk Coinbase (COIN) dan Circle.
Kegagalan tersebut datang setelah berbulan-bulan negosiasi bipartisan mengenai salah satu regulasi kripto paling penting di AS. CLARITY Act dirancang untuk menentukan pembagian pengawasan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), sekaligus memberikan aturan yang lebih jelas bagi perusahaan aset digital.
Kini, dengan kalender legislatif semakin sempit menjelang pemilu paruh waktu AS, pasar harus kembali menghadapi pertanyaan lama: kapan industri kripto AS akhirnya mendapatkan kepastian regulasi yang lebih komprehensif?
CLARITY Act Tersandung di Senat
Voting Selasa bukan pemungutan suara final untuk mengesahkan atau menolak CLARITY Act menjadi undang-undang.
Yang dipertaruhkan adalah apakah Senat dapat memajukan RUU tersebut untuk diperdebatkan dan diproses lebih lanjut. Ambang yang diperlukan adalah 60 suara, tetapi dukungan tidak mencukupi. Salah satu sumber mencatat hasil 50 suara mendukung dan 49 menentang mosi untuk melanjutkan.
Hasil itu datang setelah negosiasi panjang antara Partai Republik dan Demokrat.
Versi terbaru CLARITY Act telah mengalami lebih dari 100 revisi yang diminta Demokrat, termasuk ketentuan etika yang lebih ketat. Namun, isu mengenai pejabat publik dan keluarganya yang memperoleh keuntungan dari bisnis kripto tetap menjadi salah satu titik perdebatan.
RUU tersebut sendiri memiliki cakupan yang luas.
Jika akhirnya disahkan, CLARITY Act akan membangun kerangka struktur pasar aset digital federal dan memperjelas kapan sebuah aset berada di bawah pengawasan SEC sebagai sekuritas atau CFTC sebagai komoditas. RUU juga mencakup persyaratan registrasi bagi platform dan penguatan aturan terkait pencucian uang.
Kejelasan tersebut telah lama menjadi salah satu tuntutan utama industri kripto AS. Selama bertahun-tahun, perusahaan menghadapi ketidakpastian mengenai lembaga mana yang memiliki yurisdiksi terhadap berbagai jenis aset dan aktivitas kripto.
Namun, bahkan apabila voting prosedural berhasil, CLARITY Act sebenarnya masih memiliki perjalanan panjang. RUU tetap membutuhkan negosiasi dan voting tambahan di Senat, persetujuan kembali dari DPR apabila terdapat perubahan, sebelum akhirnya dapat dikirim ke presiden.
Bitcoin Jatuh, Coinbase dan Circle Ikut Tertekan
Pasar kripto merespons negatif ketika peluang CLARITY Act untuk maju semakin mengecil. Bitcoin turun sekitar 4% dan bergerak di bawah US$76.000, bahkan sempat jatuh di bawah US$75.000 setelah voting. Ethereum juga melemah hampir 5%.
Tekanan bahkan lebih besar terlihat pada saham perusahaan kripto. Coinbase dan Circle masing-masing sempat turun sekitar 8% dan 10% di tengah aksi jual pasar yang lebih luas. Reaksi tersebut menunjukkan pentingnya ekspektasi regulasi bagi valuasi perusahaan kripto.
CLARITY Act berpotensi memberikan jalur registrasi dan pembagian kewenangan regulator yang lebih jelas. Bagi bursa dan perusahaan aset digital, kerangka tersebut dapat mengurangi sebagian ketidakpastian hukum yang selama ini menyertai ekspansi bisnis di AS.
Namun, kegagalan voting bukan satu-satunya tekanan bagi Bitcoin.
Pasar juga sedang menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve. Setelah kenaikan harga minyak dan data inflasi terbaru, probabilitas pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed telah mencapai sekitar 92%. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat turut mengurangi sebagian reli Bitcoin setelah aset tersebut sempat naik sekitar 25% pada bulan sebelumnya.
Kombinasi tersebut membuat BTC menghadapi dua sumber ketidakpastian sekaligus: regulasi kripto yang kembali tertunda dan kondisi likuiditas yang berpotensi mengetat jika The Fed menaikkan suku bunga.
Kepastian Regulasi Kripto AS Kembali Tertunda
Setelah kegagalan voting, peluang CLARITY Act untuk diselesaikan dalam waktu dekat menjadi semakin terbatas.
Pemilu paruh waktu AS tinggal sekitar tujuh minggu lagi. Senator dijadwalkan meninggalkan Washington pada awal Oktober, sementara DPR akan memulai masa reses lebih cepat. Kondisi tersebut mempersempit waktu yang tersedia untuk menghidupkan kembali proses legislasi tahun ini.
Namun, kegagalan CLARITY Act tidak berarti perkembangan regulasi kripto AS berhenti sepenuhnya. SEC dan CFTC masih dapat bergerak melalui kewenangan masing-masing. SEC, misalnya, telah mengusulkan aturan yang memungkinkan perusahaan rintisan menjual token hingga US$75 juta tanpa registrasi, sementara CFTC baru-baru ini menyetujui kontrak perpetual futures Bitcoin pertama di AS.
Perbedaannya, langkah regulator tidak menggantikan fungsi kerangka legislatif yang dapat memberikan pembagian kewenangan secara lebih permanen.
CLARITY Act juga tidak akan secara otomatis membuat harga Bitcoin naik atau menghilangkan risiko industri kripto. Dampak yang lebih struktural terletak pada aturan bagi pelaku industri, termasuk kewajiban platform untuk mendaftar dan memisahkan aset pelanggan dari aset perusahaan.
Bagi investor, kegagalan voting kali ini lebih tepat dilihat sebagai tertundanya katalis kepastian regulasi. Dalam jangka pendek, perhatian pasar kini dapat bergeser ke keputusan The Fed dan respons Bitcoin di sekitar area US$75.000. Untuk jangka lebih panjang, perkembangan berikutnya akan bergantung pada apakah negosiasi CLARITY Act dapat kembali memperoleh dukungan bipartisan setelah kalender politik AS menjadi lebih longgar.
Pantau Bitcoin Setelah Voting CLARITY Act
Pantau Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan regulasi AS, The Fed, dan pasar kripto terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Clarity Act cloture vote fails: What it means for your crypto holdings
- Yahoo Finance: Bitcoin tumbles 4% to $75,000 as hopes of CLARITY Act passage this year fade
- CNBC: Senate cloture vote on Clarity Act fails, dealing regulatory blow to crypto industry
- CoinTelegraph: US Senate fails to advance CLARITY Act






