Streaming kini menjadi cara utama banyak orang mengakses musik, sekaligus mesin terbesar di balik industri rekaman global.
Menurut Global Music Report 2026 dari IFPI, pendapatan industri musik rekaman dunia mencapai rekor US$31,7 miliar pada 2025, naik 6,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Streaming menyumbang 69,6% dari total pendapatan tersebut, sementara jumlah pengguna akun berlangganan berbayar telah mencapai 837 juta secara global.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa aplikasi musik bukan sekadar tempat mencari lagu atau membuat playlist. Di belakang Spotify, Apple Music, YouTube Music, Amazon Music, dan platform audio lainnya terdapat bisnis yang bersaing mendapatkan pengguna, menjual langganan, menayangkan iklan, membayar lisensi konten, dan mempertahankan pengguna dalam ekosistem mereka.
Beberapa perusahaan di balik aplikasi tersebut bahkan dapat ditemukan di Wall Street.
Apa saja aplikasi tersebut? Baca selengkapnya 7 aplikasi musik populer, fitur dan model bisnisnya, perusahaan yang berada di belakangnya, serta apa yang sebenarnya dibeli investor ketika membeli saham perusahaan tersebut.
Daftar Isi
ToggleApa Itu Aplikasi Streaming Musik?
Aplikasi streaming musik adalah layanan digital yang memungkinkan pengguna mendengarkan musik melalui internet tanpa harus memiliki file audio secara langsung.
Cara aksesnya dapat berbeda menurut platform. Sebagian menyediakan layanan gratis dengan iklan, sebagian menggunakan sistem langganan, sementara layanan tertentu menggabungkan musik dengan produk lain seperti podcast, video, audiobook, atau layanan dalam satu ekosistem.
Model yang paling umum dapat dibagi menjadi tiga:
| Model | Cara Mengakses | Sumber Pendapatan Utama |
|---|---|---|
| Gratis / ad-supported | Mendengarkan tanpa biaya dengan batasan tertentu | Iklan |
| Berlangganan / subscription | Membayar biaya berlangganan | Biaya pelanggan |
| Bundling / ecosystem | Musik digabung dengan layanan lain | Langganan dan manfaat ekosistem |
Model berlangganan saat ini menjadi bagian yang sangat besar dari industri. Pada 2025, subscription streaming menyumbang 52,4% pendapatan musik rekaman global, sedangkan ad-supported streaming menyumbang 17,1%.
Bagi investor, cara sebuah aplikasi menghasilkan uang dapat menentukan bagaimana pertumbuhan pengguna akhirnya diterjemahkan menjadi pendapatan dan keuntungan perusahaan.
Gratis atau Berbayar, Apa Bedanya?

Banyak aplikasi musik gratis menggunakan model freemium. Pengguna dapat mengakses layanan tanpa membayar, tetapi pengalaman mendengarkan biasanya memiliki iklan atau pembatasan tertentu. Pengguna kemudian dapat beralih ke paket berbayar untuk mendapatkan fitur tambahan.
Spotify merupakan salah satu contoh paling jelas karena mengoperasikan layanan Premium sekaligus layanan berbasis iklan. Namun, tidak semua platform mengikuti formula yang sama.
Apple Music berfokus pada layanan berlangganan tanpa iklan dan mengintegrasikannya dengan ekosistem Apple. Layanannya juga menawarkan fitur seperti lossless audio dan Spatial Audio.
Amazon Music Unlimited menawarkan katalog lebih dari 100 juta lagu, audio HD dan spasial, podcast, serta audiobook melalui Audible. Amazon juga memberikan harga khusus kepada anggota Prime, menunjukkan bagaimana layanan musik dapat digunakan sebagai bagian dari ekosistem yang lebih luas.
YouTube memiliki pendekatan lain. Musik terhubung dengan ekosistem video YouTube dan layanan Premium. YouTube mengumumkan bahwa gabungan pelanggan YouTube Music dan Premium telah mencapai 125 juta secara global pada 2025, termasuk pengguna dalam masa uji coba.
Jadi, ketika membandingkan aplikasi musik, sebaiknya perhatikan juga cara platform mendapatkan pengguna dan menghasilkan pendapatan.
7 Aplikasi Musik Populer dan Perusahaan di Baliknya
Berikut beberapa platform audio yang dapat dipelajari, termasuk perusahaan yang menjalankan bisnis di belakangnya.
1. Spotify

Spotify merupakan platform streaming audio yang menyediakan musik, podcast, dan audiobook. Perusahaan menyebut katalognya telah mencakup lebih dari 100 juta lagu, 7 juta judul podcast, dan 700.000 audiobook di pasar tertentu.
Dibandingkan beberapa nama lain dalam daftar ini, hubungan antara aplikasi dan saham Spotify paling langsung.
- Negara asal: Swedia
- Tahun berdiri: 2006
- Pendiri: Daniel Ek dan Martin Lorentzon
- Layanan utama: Musik, podcast, dan audiobook
- Fitur populer: Discover Weekly, personalized playlist, Spotify Wrapped, podcast, dan audiobook
- Pilihan akses: Gratis dengan iklan dan Spotify Premium
- Perusahaan: Spotify Technology S.A.
- Ticker:SPOT
- Bursa: NYSE
- Model bisnis utama: Subscription dan advertising
Spotify sendiri merupakan perusahaan publik dan saham SPOT diperdagangkan di New York Stock Exchange.
Pada 2026, Spotify telah mencapai sekitar 777 juta pengguna dan 300 juta pelanggan berbayar di 184 pasar, menurut informasi terbaru perusahaan.
Artinya, ketika investor mempelajari SPOT, aktivitas streaming audio jauh lebih relevan terhadap tesis bisnis perusahaan dibandingkan ketika mempelajari Apple atau Amazon. Pertumbuhan pengguna, pelanggan Premium, advertising, margin, dan monetisasi audio menjadi beberapa perkembangan yang dapat diperhatikan.
2. Apple Music

Apple Music menawarkan streaming musik berlangganan yang terintegrasi dengan perangkat dan layanan Apple. Platform ini menyediakan lossless audio, Spatial Audio dengan Dolby Atmos, playlist, hingga konten dan pengalaman terkait artis.
Namun, tidak ada saham bernama “Apple Music”.
- Negara asal: Amerika Serikat
- Tahun diluncurkan: 2015
- Layanan utama: Streaming musik
- Fitur populer: Lossless Audio, Spatial Audio, playlist, Apple Music Radio, dan integrasi perangkat Apple
- Pilihan akses: Berlangganan
- Perusahaan: Apple Inc.
- Ticker:AAPL
- Bursa: Nasdaq
- Model bisnis: Subscription + Apple ecosystem
Apple Music merupakan bagian dari bisnis Services Apple. Karena itu, membeli saham AAPL berarti memiliki eksposur terhadap keseluruhan bisnis Apple, bukan hanya layanan musik.
Perbedaannya penting. Seorang pengguna mungkin memilih Apple Music karena kualitas audio atau integrasinya dengan iPhone, tetapi investor AAPL juga harus memperhatikan iPhone, Mac, Services, perangkat wearable, margin, arus kas, dan berbagai bisnis Apple lainnya.
3. YouTube Music

YouTube Music memanfaatkan salah satu keunggulan yang tidak dimiliki banyak aplikasi musik lain: ekosistem video YouTube.
Pengguna dapat menemukan lagu resmi, album, playlist, live performance, hingga berbagai konten musik yang terhubung dengan YouTube. Layanannya juga berhubungan dengan YouTube Premium.
- Negara asal: Amerika Serikat
- Tahun diluncurkan: 2015
- Layanan utama: Musik dan video musik
- Fitur populer: Personalized mixes, video musik, live performance, background play untuk Premium, dan integrasi YouTube
- Pilihan akses: Gratis dengan iklan dan Premium
- Perusahaan induk: Alphabet Inc.
- Ticker:GOOGL /GOOG
- Bursa: Nasdaq
- Model bisnis: Subscription + advertising + ecosystem
Skalanya cukup besar. YouTube menyatakan YouTube Music dan Premium telah menembus 125 juta pelanggan secara global pada 2025, termasuk trial.
Tetapi seperti Apple Music, YouTube Music tidak memiliki saham tersendiri. Investor yang membeli GOOGL atau GOOG mendapatkan eksposur terhadap Alphabet secara keseluruhan, termasuk Google Search, YouTube, Cloud, advertising, AI, dan bisnis lainnya.
4. Amazon Music

Amazon Music memperlihatkan model yang berbeda lagi. Melalui Amazon Music Unlimited, pengguna mendapatkan akses on-demand ke lebih dari 100 juta lagu, HD dan Spatial Audio, podcast, serta audiobook. Anggota Amazon Prime juga mendapatkan harga berlangganan khusus.
- Negara asal: Amerika Serikat
- Tahun diluncurkan: 2007, awalnya sebagai Amazon MP3
- Layanan utama: Musik, podcast, dan audiobook
- Fitur populer: HD audio, Spatial Audio, podcast, audiobook, dan integrasi Alexa
- Pilihan akses: Beberapa tingkat akses, termasuk Amazon Music Unlimited
- Perusahaan: Amazon.com, Inc.
- Ticker:AMZN
- Bursa: Nasdaq
- Model bisnis: Subscription + Prime ecosystem
Amazon Music dapat membantu memperkuat hubungan pengguna dengan ekosistem Amazon. Namun, dari perspektif investor, saham AMZN tentu tidak dapat dinilai berdasarkan performa Music saja.
Amazon memiliki bisnis yang jauh lebih luas, termasuk e-commerce, Amazon Web Services (AWS), advertising, logistics, Prime, perangkat, dan berbagai layanan digital lainnya.
5. Pandora

Pandora menggabungkan personalized radio, musik on-demand, podcast, dan layanan berlangganan. Salah satu identitasnya adalah pendekatan personalisasi melalui Music Genome Project, yang digunakan untuk membantu merekomendasikan musik berdasarkan karakteristik lagu.
- Negara asal: Amerika Serikat
- Tahun berdiri: 2000
- Pendiri: Will Glaser, Jon Kraft, dan Tim Westergren
- Layanan utama: Internet radio, musik on-demand, dan podcast
- Fitur populer: Personalized radio dan Music Genome Project
- Pilihan akses: Gratis dengan iklan, Pandora Plus, dan Pandora Premium
- Perusahaan: Sirius XM Holdings Inc.
- Ticker:SIRI
- Bursa: Nasdaq
- Model bisnis: Advertising + subscription
Per Juni 2026, Pandora memiliki sekitar 39,8 juta monthly active users dan 5,6 juta subscriber. Pendapatan Pandora terutama berasal dari iklan pada layanan radio gratisnya, ditambah pendapatan subscription dari Pandora Plus dan Premium.
Angka tersebut sekaligus menunjukkan mengapa jumlah pengguna perlu dibaca bersama tren bisnis. Monthly active users Pandora turun sekitar 7% secara tahunan pada periode tersebut. Pandora juga tidak lagi mempunyai saham tersendiri. Investor memperoleh eksposur terhadap bisnisnya melalui Sirius XM Holdings.
6. SiriusXM

SiriusXM sedikit berbeda dari aplikasi streaming musik on-demand pada umumnya. Bisnisnya mencakup musik, talk show, olahraga, berita, podcast, serta layanan audio yang sangat kuat di kendaraan.
- Negara asal: Amerika Serikat
- Cikal bakal bisnis: Sirius Satellite Radio dan XM Satellite Radio
- Merger Sirius-XM: 2008
- Layanan utama: Satellite radio dan streaming audio
- Konten populer: Musik, olahraga, berita, talk show, podcast, dan program eksklusif
- Pilihan akses: Subscription
- Perusahaan: Sirius XM Holdings Inc.
- Ticker:SIRI
- Bursa: Nasdaq
- Model bisnis: Subscription + advertising
Per Juni 2026, SiriusXM memiliki sekitar 32,9 juta subscriber, termasuk pelanggan self-pay dan promotional.
Ada satu hal yang perlu diperhatikan: SiriusXM dan Pandora berasal dari perusahaan publik yang sama.
Jadi, keduanya dapat menjadi dua layanan berbeda dalam daftar aplikasi audio, tetapi tidak mewakili dua saham yang berbeda. Investor mendapatkan eksposur terhadap keduanya melalui SIRI.
7. iHeartRadio

iHeartRadio menggabungkan radio, musik, dan podcast dalam satu platform audio. Pengguna dapat mengakses ribuan stasiun radio, podcast, playlist, dan personalized artist radio.
Berbeda dari Spotify yang lahir sebagai platform streaming, iHeartRadio berakar pada jaringan radio iHeartMedia dan memperluas pengalaman tersebut ke kanal digital.
- Negara asal: Amerika Serikat
- Tahun diluncurkan: 2008
- Layanan utama: Radio digital, musik, dan podcast
- Fitur populer: Live radio, podcast, playlist, dan personalized artist radio
- Pilihan akses: Gratis dan layanan berlangganan tertentu
- Perusahaan: iHeartMedia, Inc.
- Ticker: IHRT
- Bursa: Nasdaq
- Model bisnis: Advertising + digital audio
Menurut iHeartMedia, iHeartRadio memiliki lebih dari 188 juta registered users dan tersedia melalui lebih dari 500 platform serta 2.000 perangkat terkoneksi.
Karakter bisnisnya berbeda dari Spotify. iHeartMedia memiliki akar kuat di radio dan advertising, sementara platform digital menjadi bagian dari jaringan audio yang lebih luas.
Temukan Aplikasi Musik yang Cocok Untukmu
Temukan Aplikasi Musik yang Cocok dengan Cara Kamu Mendengarkan
Jawab tiga pertanyaan singkat. Hasilnya akan menunjukkan platform yang layak kamu eksplorasi sekaligus perusahaan publik yang berada di baliknya.
Konten apa yang paling sering kamu dengarkan?
Ekosistem mana yang paling sering kamu gunakan?
Apa yang paling kamu prioritaskan?
Bagaimana Aplikasi Musik Menghasilkan Uang?
Ada beberapa sumber pendapatan utama yang umum digunakan.
1. Langganan Berbayar
Model paling mudah dipahami adalah subscription. Pengguna membayar biaya bulanan untuk mendapatkan akses tanpa iklan, fitur tambahan, kualitas audio tertentu, atau pengalaman mendengarkan yang lebih fleksibel.
Spotify, misalnya, memperoleh pendapatan melalui pelanggan Premium sekaligus pengguna layanan gratis berbasis iklan. Bagi Spotify, perkembangan pelanggan Premium sangat penting karena streaming audio merupakan bisnis utama perusahaan.
Model subscription juga digunakan Apple Music dan Amazon Music, tetapi dampaknya terhadap perusahaan induk tidak sama. Apple dan Amazon memiliki banyak bisnis lain sehingga pendapatan musik hanya menjadi bagian dari ekosistem mereka.
Apple bahkan mencatat 2025 sebagai tahun terbaik Apple Music, dengan rekor baru untuk jumlah pendengar dan pertumbuhan pelanggan baru. Namun, Apple tidak melaporkan Apple Music sebagai segmen terpisah; layanan tersebut masuk dalam ekosistem Services yang lebih besar.
2. Advertising
Pengguna gratis tetap dapat menghasilkan pendapatan melalui iklan.
Spotify menggunakan model ad-supported untuk sebagian penggunanya. Pandora juga memperoleh sebagian besar revenue dari layanan radio gratis berbasis iklan.
Pada kuartal kedua 2026, segmen Pandora and Off-platform mencatat advertising revenue sebesar US$413 juta, naik 5% YoY. Revenue tersebut berasal dari streaming audio, podcast, programmatic advertising, dan layanan off-platform lainnya.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pengguna gratis tetap memiliki nilai ekonomi selama platform mampu memonetisasi perhatian mereka.
3. Bundling
Layanan musik juga dapat digunakan untuk membuat produk lain terasa lebih menarik. Amazon Music, misalnya, terhubung dengan Prime dan berbagai perangkat Amazon. Apple Music tersedia dalam paket Apple One bersama layanan seperti iCloud+, Apple TV, dan Apple Arcade.
Musik dapat membantu meningkatkan retention, penggunaan perangkat, dan nilai keseluruhan layanan meskipun perusahaan tidak mengungkap kontribusi revenue aplikasi tersebut secara terpisah.
4. Advertising + Subscription + Ekosistem Sekaligus
YouTube Music menunjukkan bagaimana beberapa model dapat digabungkan. YouTube menghasilkan uang melalui advertising sekaligus subscription. Alphabet memasukkan YouTube Music dan Premium ke kategori produk subscription Google Services.
Pada akhir 2025, Alphabet menyebut YouTube secara keseluruhan menghasilkan lebih dari US$60 miliar annual revenue dari ads dan subscriptions, sementara pertumbuhan subscription tetap kuat, termasuk dari YouTube Music & Premium.
Artinya, pengguna dapat berpindah dari pengalaman gratis berbasis iklan ke subscription tanpa harus meninggalkan ekosistem yang sama.
Bisakah Membeli Saham Spotify, Apple, atau Alphabet dari Indonesia?
Bisa, selama investor menggunakan platform yang menyediakan akses ke saham AS. Yang perlu dicari adalah ticker perusahaan.
Contohnya:
- Spotify → SPOT
- Apple Music → Apple → AAPL
- YouTube Music → Alphabet → GOOGL / GOOG
- Amazon Music → Amazon → AMZN
- Pandora & SiriusXM → Sirius XM Holdings → SIRI
- iHeartRadio → iHeartMedia → IHRT
Di Nanovest, pengguna dapat mengeksplorasi saham AS dan membeli saham secara fraksional, sehingga tidak harus selalu membeli satu lembar penuh.
Baca selengkapnya: 7 Cara Beli Saham Luar Negeri dari Indonesia
Dari Playlist ke Portofolio
Mendengarkan musik dan membeli saham perusahaan di balik aplikasinya adalah dua keputusan yang berbeda. Kalau ingin mulai mengeksplorasi bisnis global yang produknya sudah kamu kenal, gunakan nama perusahaan dan ticker sebagai titik awal riset.
Kenali Bisnis di Balik Aplikasi yang Kamu Gunakan
Eksplorasi saham Spotify, Apple, Alphabet, Amazon, dan berbagai perusahaan global lainnya sebelum menentukan keputusan investasimu.
Investasi saham memiliki risiko dan harga dapat naik maupun turun. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
FAQ Seputar Aplikasi Musik dan Saham Perusahaannya
Beberapa aplikasi musik populer antara lain Spotify, Apple Music, YouTube Music, Amazon Music, Pandora, SiriusXM, dan iHeartRadio. Setiap platform memiliki model layanan dan fokus bisnis yang berbeda.
Ya. Spotify Technology S.A. merupakan perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan ticker SPOT.
Tidak ada ticker khusus Apple Music. Apple Music merupakan layanan milik Apple Inc., sehingga investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap perusahaan pemiliknya membeli saham Apple dengan ticker AAPL.
YouTube Music tidak memiliki saham terpisah. YouTube berada di bawah Alphabet Inc., yang memiliki saham kelas GOOGL dan GOOG di Nasdaq.
Tidak. Amazon Music merupakan bagian dari Amazon.com, Inc. Saham Amazon diperdagangkan dengan ticker AMZN.
Pandora dimiliki oleh Sirius XM Holdings Inc. Investor mendapatkan eksposur terhadap Pandora melalui saham Sirius XM dengan ticker SIRI.
Bisa. Aplikasi musik gratis umumnya menghasilkan pendapatan melalui iklan. Sebagian platform juga menggunakan model freemium untuk mengubah sebagian pengguna gratis menjadi pelanggan berbayar.
Tidak. Popularitas aplikasi hanya salah satu faktor. Investor tetap perlu menilai pertumbuhan bisnis, profitabilitas, margin, arus kas, valuasi, kompetisi, dan risiko sebelum membeli saham.
Bisa melalui platform yang menyediakan akses ke saham AS. Investor perlu mencari ticker SPOT dan memahami mekanisme, biaya, serta risiko sebelum melakukan transaksi.
NEWS & ARTIKEL TIPS
Bisnis Teknologi Terus Berubah
Ikuti earnings, perkembangan perusahaan AS, dan tren pasar terbaru melalui Nanovest.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan membeli atau menjual saham, maupun nasihat keuangan atau investasi.
Lakukan riset mandiri (Do Your Own Research/DYOR), pahami profil risiko, gunakan dana sesuai kemampuan, dan pertimbangkan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan.






