Bitcoin sering dianggap sebagai aset yang hanya dapat dimiliki oleh orang-orang dengan modal besar. Anggapan tersebut muncul karena harga satu Bitcoin bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Padahal, kamu tidak harus membeli satu Bitcoin secara utuh untuk mulai memilikinya.
Bitcoin dapat dibagi menjadi pecahan yang sangat kecil. Pecahan paling kecil tersebut dikenal sebagai satoshi atau sats. Konsepnya mirip dengan rupiah yang dapat dibagi menjadi satuan lebih kecil, meskipun nilai dan sistemnya tentu berbeda.
Keberadaan sats memungkinkan seseorang membeli, menyimpan, atau mengirim Bitcoin dalam jumlah kecil. Lantas, apa itu sats, berapa nilainya, dan bagaimana cara menghitung sats ke Bitcoin maupun rupiah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Sats?
Sats adalah singkatan dari satoshi, yaitu satuan terkecil yang dapat digunakan untuk menyatakan jumlah Bitcoin. Satu sats memiliki nilai sebesar 0,00000001 BTC atau seperseratus juta Bitcoin.
Dengan kata lain:
1 BTC = 100.000.000 sats
Istilah satoshi diambil dari nama Satoshi Nakamoto, nama samaran pencipta Bitcoin. Sementara itu, “sats” merupakan penyebutan yang lebih singkat dan banyak digunakan oleh komunitas Bitcoin.
Penggunaan sats membuat jumlah Bitcoin yang sangat kecil lebih mudah dibaca dan dipahami. Daripada menulis 0,00010000 BTC, misalnya, seseorang dapat menyebut jumlah tersebut sebagai 10.000 sats.
Mengapa Sats Menjadi Satuan Terkecil Bitcoin?
Bitcoin dirancang sebagai aset digital yang dapat dibagi hingga delapan angka di belakang koma. Tingkat pembagian ini memungkinkan Bitcoin digunakan untuk transaksi dalam berbagai nilai, termasuk jumlah yang jauh lebih kecil daripada satu BTC.
Berikut susunan nilainya:
| Jumlah Bitcoin | Nilai dalam Sats |
|---|---|
| 1 BTC | 100.000.000 sats |
| 0,1 BTC | 10.000.000 sats |
| 0,01 BTC | 1.000.000 sats |
| 0,001 BTC | 100.000 sats |
| 0,0001 BTC | 10.000 sats |
| 0,00001 BTC | 1.000 sats |
| 0,000001 BTC | 100 sats |
| 0,00000001 BTC | 1 sats |
Dari tabel tersebut, terlihat bahwa Bitcoin dapat dipecah menjadi unit yang sangat kecil.
Inilah salah satu alasan seseorang tidak perlu menunggu memiliki uang senilai satu BTC
untuk mulai membeli Bitcoin.
Apa Perbedaan BTC, Satoshi, dan Sats?
BTC, satoshi, dan sats merujuk pada aset yang sama, yaitu Bitcoin. Perbedaannya hanya terletak pada ukuran satuan yang digunakan.
- Bitcoin adalah nama aset dan jaringan.
- BTC merupakan simbol atau kode perdagangan Bitcoin.
- Satoshi adalah satuan terkecil Bitcoin.
- Sats merupakan bentuk singkat atau penyebutan informal dari satoshi.
Sebagai analogi, Bitcoin dapat diibaratkan sebagai ukuran berat satu kilogram. Sementara sats merupakan unit lebih kecil yang digunakan untuk menyatakan sebagian dari ukuran tersebut.
Membeli sats bukan berarti membeli aset kripto lain. Kamu tetap membeli Bitcoin, hanya jumlahnya dinyatakan menggunakan satuan yang lebih kecil.
Apakah Sats Merupakan Koin Kripto Tersendiri?
Sats yang dibahas dalam konteks satuan Bitcoin bukan koin atau token kripto yang berdiri sendiri. Sats merupakan bagian atau pecahan dari BTC.
Hal ini perlu ditegaskan karena di pasar kripto juga terdapat token bernama SATS (Ordinals). Keduanya mempunyai pengertian berbeda:
| Istilah | Pengertian |
|---|---|
| Sats atau satoshi | Satuan terkecil dari Bitcoin |
| BTC | Simbol aset Bitcoin |
| SATS (Ordinals) | Token BRC-20 yang menggunakan nama SATS |
| Satoshi Nakamoto | Nama samaran pencipta Bitcoin |
Oleh karena itu, ketika menemukan nama SATS pada platform perdagangan kripto, periksa terlebih dahulu konteksnya. Jangan langsung menganggap semua aset bernama SATS merupakan pecahan Bitcoin.
Berapa Sats dalam Satu Bitcoin?
Satu Bitcoin terdiri dari 100 juta sats. Rumus untuk mengubah Bitcoin menjadi sats adalah:
Jumlah sats = Jumlah BTC × 100.000.000
Berikut beberapa contoh perhitungannya:
Contoh 1: Mengubah 0,01 BTC menjadi sats
0,01 × 100.000.000 = 1.000.000
Jadi, 0,01 BTC sama dengan 1.000.000 sats.
Contoh 2: Mengubah 0,001 BTC menjadi sats
0,001 × 100.000.000 = 100.000
Jadi, 0,001 BTC sama dengan 100.000 sats.
Contoh 3: Mengubah 0,0001 BTC menjadi sats
0,0001 × 100.000.000 = 10.000
Jadi, 0,0001 BTC sama dengan 10.000 sats.
Bagaimana Cara Mengubah Sats Menjadi Bitcoin?
Untuk mengubah sats menjadi BTC, gunakan rumus sebaliknya:
Jumlah BTC = Jumlah sats ÷ 100.000.000
Contohnya:
| Jumlah Sats | Perhitungan | Nilai Bitcoin |
|---|---|---|
| 100 sats | 100 ÷ 100.000.000 | 0,000001 BTC |
| 1.000 sats | 1.000 ÷ 100.000.000 | 0,00001 BTC |
| 10.000 sats | 10.000 ÷ 100.000.000 | 0,0001 BTC |
| 100.000 sats | 100.000 ÷ 100.000.000 | 0,001 BTC |
| 1.000.000 sats | 1.000.000 ÷ 100.000.000 | 0,01 BTC |
Berapa Nilai 1 Sats dalam Rupiah?
Nilai satu sats dalam rupiah tidak selalu sama. Nilainya akan naik atau turun mengikuti harga Bitcoin.
Rumusnya adalah:
Nilai 1 sats = Harga 1 BTC ÷ 100.000.000
Sebagai contoh simulasi, anggap harga satu Bitcoin adalah Rp1.600.000.000. Perhitungannya menjadi:
Rp1.600.000.000 ÷ 100.000.000 = Rp16
Dengan asumsi tersebut, 1 sats bernilai Rp16.
Berikut simulasinya:
| Jumlah Sats | Perkiraan Nilai |
|---|---|
| 1 sat | Rp16 |
| 100 sats | Rp1.600 |
| 1.000 sats | Rp16.000 |
| 10.000 sats | Rp160.000 |
| 100.000 sats | Rp1.600.000 |
| 1.000.000 sats | Rp16.000.000 |
Perhitungan di atas hanya merupakan ilustrasi berdasarkan asumsi harga Bitcoin sebesar Rp1,6 miliar. Nilai sebenarnya harus dihitung menggunakan harga BTC terbaru dan belum memperhitungkan biaya transaksi maupun selisih harga beli dan jual.
Bagaimana Cara Menghitung Rupiah Menjadi Sats?
Jika ingin mengetahui berapa sats yang diperoleh dari sejumlah rupiah, gunakan rumus berikut:
Jumlah sats = Modal dalam rupiah ÷ harga Bitcoin × 100.000.000
Sebagai contoh, kamu ingin membeli Bitcoin senilai Rp100.000 ketika harga BTC diasumsikan Rp1.600.000.000.
Rp100.000 ÷ Rp1.600.000.000 × 100.000.000 = 6.250 sats
Berdasarkan simulasi tersebut, pembelian senilai Rp100.000 setara dengan sekitar 6.250 sats, sebelum memperhitungkan biaya dan selisih harga transaksi.
Jumlah sats yang diperoleh dapat berubah meskipun modalnya sama. Ketika harga Bitcoin naik, jumlah sats yang didapat dari nominal rupiah tertentu akan lebih sedikit. Sebaliknya, ketika harga Bitcoin turun, jumlah sats yang diperoleh akan lebih banyak.
Mengapa Sats Penting dalam Ekosistem Bitcoin?
Keberadaan sats bukan sekadar untuk menyederhanakan penulisan angka. Satuan ini mempunyai beberapa fungsi penting dalam penggunaan Bitcoin.
1. Memungkinkan Bitcoin dibeli dalam pecahan kecil
Harga satu BTC yang tinggi tidak berarti Bitcoin hanya dapat dimiliki oleh investor bermodal besar. Karena dapat dibagi menjadi sats, pengguna dapat membeli sebagian kecil Bitcoin sesuai ketentuan minimum platform yang digunakan.
2. Memudahkan penyebutan jumlah Bitcoin
Menyebut 25.000 sats lebih sederhana daripada mengatakan 0,00025000 BTC. Penggunaan sats mengurangi deretan angka nol dan membuat nominal kecil lebih mudah dibaca.
3. Mendukung transaksi bernilai kecil
Sats dapat digunakan untuk menyatakan pembayaran, donasi, tip, atau pengiriman Bitcoin dalam jumlah kecil. Dalam ekosistem Bitcoin, transaksi kecil juga sering dikaitkan dengan Lightning Network.
4. Membantu menghitung biaya transaksi
Biaya transaksi Bitcoin kerap dinyatakan menggunakan satuan sats. Pengguna mungkin menemukan istilah seperti sats per virtual byte atau sats/vB, yaitu ukuran yang digunakan untuk menentukan tarif transaksi berdasarkan ukuran data transaksi.
Biaya tersebut bukan ditentukan hanya oleh banyaknya Bitcoin yang dikirim. Ukuran transaksi dan tingkat kepadatan jaringan juga dapat memengaruhinya.
5. Mengurangi hambatan psikologis harga
Sebagian orang menganggap Bitcoin sudah terlalu mahal karena hanya melihat harga satu BTC. Sats membantu menunjukkan bahwa kepemilikan Bitcoin tidak harus dimulai dari satu koin utuh.
Namun, harga satuan yang terlihat lebih kecil bukan berarti risikonya juga lebih kecil. Nilai sats tetap mengikuti harga Bitcoin dan tetap dapat mengalami volatilitas.
Apa Itu “Stacking Sats”?
Dalam komunitas Bitcoin terdapat istilah stacking sats, yaitu kebiasaan mengumpulkan sats secara bertahap.
Seseorang dapat membeli Bitcoin dengan nominal tertentu secara berkala, kemudian mengakumulasi pecahan tersebut dari waktu ke waktu. Strategi pembelian berkala sering dikaitkan dengan metode dollar-cost averaging atau DCA.
Namun, pembelian berkala tidak menjamin keuntungan. Strategi tersebut hanya mengatur waktu dan nominal pembelian. Hasil investasi tetap bergantung pada pergerakan harga Bitcoin, biaya, jangka waktu, dan keputusan investor.
Sebelum menerapkannya, pertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, toleransi risiko, dan kebutuhan dana darurat.
Apa yang Menentukan Nilai Sats?
Sats tidak memiliki harga yang bergerak terpisah dari Bitcoin. Nilainya ditentukan secara langsung oleh harga BTC.
Jika harga Bitcoin naik 10%, nilai sats dalam rupiah secara teori juga naik sekitar 10%. Jika harga Bitcoin turun 10%, nilai sats juga ikut turun dengan persentase yang sama.
Pergerakan harga Bitcoin sendiri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:
- permintaan dan penawaran di pasar;
- sentimen investor;
- tingkat adopsi Bitcoin;
- kondisi ekonomi global;
- kebijakan dan regulasi;
- aktivitas investor institusional;
- perkembangan teknologi jaringan Bitcoin;
- likuiditas pasar; serta
- berita keamanan dan industri aset kripto.
Karena itu, sats bukan cara untuk menghindari volatilitas Bitcoin. Sats hanya merupakan satuan yang lebih kecil untuk menyatakan jumlah BTC.
Apakah Membeli Sats Sama dengan Membeli Bitcoin?
Ya. Membeli sats pada dasarnya sama dengan membeli sebagian Bitcoin.
Misalnya, kamu membeli 100.000 sats. Jumlah tersebut setara dengan 0,001 BTC. Saldo dapat ditampilkan sebagai BTC atau sats, tergantung pada pengaturan aplikasi dan dompet yang digunakan.
Hubungan keduanya dapat dianalogikan seperti membeli sebagian dari sebuah kue. Kamu tidak membeli jenis kue yang berbeda, melainkan hanya mengambil bagian lebih kecil dari kue yang sama.
Apakah Sats Cocok untuk Investor Pemula?
Sats dapat membantu pemula memahami bahwa Bitcoin bisa dibeli secara pecahan. Namun, kemudahan membeli nominal kecil tidak otomatis membuat Bitcoin cocok untuk setiap orang.
Sebelum membeli Bitcoin, pemula sebaiknya:
- Memahami cara kerja dasar Bitcoin.
- Mengetahui bahwa harga Bitcoin sangat fluktuatif.
- Menggunakan dana yang tidak diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari.
- Memeriksa biaya transaksi dan selisih harga jual-beli.
- Menggunakan platform yang legal dan memiliki informasi risiko yang jelas.
- Menjaga keamanan akun, kata sandi, dan kode verifikasi.
- Tidak membeli hanya karena takut ketinggalan atau FOMO.
Nominal pembelian yang kecil dapat membatasi jumlah uang yang terekspos, tetapi tidak menghilangkan risiko penurunan harga.
Cara Membeli Sats atau Pecahan Bitcoin
Kamu tidak perlu mencari aset bernama “sats” untuk memiliki satuan terkecil Bitcoin. Kamu cukup membeli BTC dalam jumlah pecahan melalui platform perdagangan aset kripto yang menyediakan Bitcoin.
Secara umum, prosesnya meliputi:
- Membuat akun pada platform perdagangan aset kripto.
- Menyelesaikan proses verifikasi identitas.
- Menyetorkan dana sesuai metode yang tersedia.
- Mencari aset Bitcoin dengan simbol BTC.
- Memasukkan nominal pembelian.
- Memeriksa harga, biaya, dan jumlah BTC yang akan diterima.
- Mengonfirmasi transaksi.
- Memantau saldo BTC yang telah dibeli.
Melalui Nanovest, kamu dapat mempelajari Bitcoin dan membeli BTC dalam bentuk pecahan tanpa harus membeli satu Bitcoin secara utuh. Sebelum bertransaksi, selalu periksa harga terbaru, minimum pembelian, biaya, ketentuan produk, dan risiko yang berlaku di aplikasi.
Kesimpulan
Sats atau satoshi adalah satuan terkecil Bitcoin. Satu sats setara dengan 0,00000001 BTC, sedangkan satu Bitcoin terdiri dari 100.000.000 sats.
Keberadaan sats membuktikan bahwa Bitcoin tidak harus dibeli dalam jumlah satu koin utuh. Seseorang dapat memiliki pecahan BTC sesuai nominal dan ketentuan minimum pembelian pada platform yang digunakan.
Meskipun angka sats membuat Bitcoin terlihat lebih terjangkau, nilai investasi dan risikonya tetap mengikuti pergerakan harga BTC. Karena itu, pahami aset yang dibeli, lakukan riset mandiri, dan gunakan dana yang siap menghadapi risiko.
FAQ tentang Sats
Apa itu sats?
Sats adalah singkatan dari satoshi, yaitu satuan terkecil Bitcoin. Satu sats setara dengan 0,00000001 BTC.
Sats singkatan dari apa?
Sats merupakan bentuk singkat dari satoshi, satuan yang namanya merujuk pada Satoshi Nakamoto.
Berapa jumlah sats dalam satu Bitcoin?
Satu Bitcoin sama dengan 100.000.000 sats.
Berapa nilai 1 sats dalam rupiah?
Nilai 1 sats diperoleh dengan membagi harga satu BTC dengan 100.000.000. Karena harga Bitcoin berubah, nilai sats dalam rupiah juga ikut berubah.
Apakah sats termasuk aset kripto?
Sats bukan aset kripto yang terpisah. Sats merupakan satuan untuk menyatakan pecahan Bitcoin. Namun, terdapat token lain bernama SATS Ordinals yang harus dibedakan dari satoshi.
Apakah membeli sats sama dengan membeli Bitcoin?
Ya. Ketika membeli sats, kamu membeli pecahan Bitcoin, bukan koin yang berbeda.
Apakah harus membeli satu Bitcoin secara utuh?
Tidak. Bitcoin dapat dibeli dalam bentuk pecahan sesuai batas minimum transaksi pada platform yang digunakan.
Berapa BTC yang setara dengan 10.000 sats?
Sebanyak 10.000 sats setara dengan 0,0001 BTC.
Apa arti stacking sats?
Stacking sats adalah istilah untuk aktivitas mengumpulkan pecahan Bitcoin secara bertahap. Strategi tersebut tidak menjamin keuntungan dan tetap mempunyai risiko pasar.
Apakah nilai sats bisa naik?
Nilai sats dapat naik atau turun mengikuti pergerakan harga Bitcoin. Sats tidak mempunyai harga yang terpisah dari BTC.






