Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian pasar setelah harganya menembus level US$80.000 pada Kamis, 3 September 2026. Kenaikan tersebut terjadi setelah komentar pejabat Federal Reserve atau The Fed memberikan sinyal bahwa bank sentral AS mungkin memilih mempertahankan suku bunga jika data inflasi terus menunjukkan perbaikan.
Mengacu pada laporan Yahoo Finance, harga Bitcoin (BTC) sempat diperdagangkan di sekitar US$80.270 atau naik hampir 3% dalam 24 jam. Pergerakan positif juga terjadi pada aset kripto lainnya seperti Ethereum (ETH) dan XRP.
Namun, reli kali ini bukan hanya didorong oleh aksi beli. Pasar juga mengalami gelombang likuidasi posisi short dalam jumlah besar yang ikut mempercepat kenaikan harga Bitcoin.
Komentar The Fed Jadi Katalis Bitcoin
Salah satu pemicu utama reli Bitcoin berasal dari pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller. Dalam wawancara Reuters NEXT, Waller mengatakan dirinya cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini apabila data inflasi berikutnya menunjukkan perkembangan yang semakin baik.
Pernyataan tersebut langsung mengubah ekspektasi pasar. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed 15-16 September turun menjadi sekitar 50,4%, dibandingkan 63,2% sehari sebelumnya.
Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga juga membuat imbal hasil Treasury AS 10 tahun turun ke sekitar 4,73%. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi aset berisiko seperti saham dan kripto.
Pasalnya, suku bunga yang lebih tinggi biasanya membuat instrumen seperti obligasi dan deposito menjadi lebih menarik dibandingkan aset berisiko. Sebaliknya, ketika tekanan kenaikan suku bunga mereda, investor memiliki ruang lebih besar untuk kembali mempertimbangkan aset seperti Bitcoin.
Bitcoin Kembali di Atas US$80.000
Kenaikan tersebut membawa Bitcoin kembali ke level yang sebelumnya beberapa kali gagal dipertahankan. Pada Kamis, BTC sempat menyentuh sekitar US$80.270 dan kemudian bergerak di atas level US$80.000.
Pergerakan Bitcoin juga sejalan dengan pasar saham AS. Dow Jones Industrial Average naik sekitar 0,9%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat hampir 1%.
Sebelumnya, Bitcoin sempat tertekan setelah pidato hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole membuat pasar kembali memperkirakan adanya kenaikan suku bunga. Harga BTC bahkan sempat turun ke sekitar US$76.877.
Karena itu, perubahan ekspektasi kebijakan moneter menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan investor Bitcoin dalam beberapa hari terakhir.
US$415 Juta Posisi Short Terlikuidasi
Ada faktor lain yang membuat kenaikan Bitcoin kali ini berlangsung cepat, yaitu short squeeze.
Data CoinGlass menunjukkan lebih dari US$500 juta posisi kripto mengalami likuidasi dalam 24 jam. Dari jumlah tersebut, sekitar US$416 juta berasal dari posisi short, yaitu posisi yang bertaruh bahwa harga aset akan turun.
Lebih dari 119.000 trader tercatat mengalami likuidasi. Bahkan, lebih dari US$329 juta posisi short dilikuidasi hanya dalam satu jam, termasuk sekitar US$86 juta posisi short Bitcoin.
Ketika posisi short dipaksa ditutup karena harga bergerak berlawanan dengan prediksi trader, proses tersebut dapat menciptakan tekanan beli tambahan. Akibatnya, kenaikan harga bisa semakin cepat dan memicu likuidasi posisi short lainnya.
Data Ekonomi AS Jadi Penentu Berikutnya
Meski sentimen pasar membaik, reli Bitcoin belum berarti tren bullish baru telah terkonfirmasi. Investor masih menunggu data ekonomi AS yang dapat memengaruhi keputusan The Fed.
Salah satu data penting adalah laporan ketenagakerjaan AS untuk Agustus yang dirilis setelah berita tersebut dipublikasikan. Data tersebut menjadi salah satu indikator terakhir sebelum pertemuan The Fed pada 15-16 September.
Jika data ekonomi menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja dan inflasi terus melandai, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat semakin berkurang. Kondisi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi Bitcoin dan aset berisiko lainnya.
Sebaliknya, data ekonomi yang lebih kuat atau inflasi yang kembali meningkat dapat menghidupkan kembali kekhawatiran kenaikan suku bunga. Karena itu, pergerakan BTC selanjutnya masih sangat bergantung pada kombinasi data ekonomi, kebijakan The Fed, dan kondisi likuiditas pasar.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Bitcoin di halaman ini.
Bitcoin Kembali di Atas US$80.000
Pantau Bitcoin dan aset kripto lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan The Fed, data ekonomi AS, dan sentimen pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: Bitcoin Pumps as Fed Signals Rate Pause, $415 Million in Shorts Get Rekt






