Investor Indonesia kini tidak harus membatasi pilihan saham pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Pasar global membuka akses ke perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari teknologi, semikonduktor, cloud computing, kendaraan listrik, layanan keuangan, kesehatan, hingga barang konsumsi. Khusus pasar Amerika Serikat, misalnya, investor dapat menemukan perusahaan seperti Apple, Microsoft, Amazon, Tesla, hingga NVIDIA yang diperdagangkan melalui bursa seperti NASDAQ dan NYSE.
Aksesnya pun semakin praktis. Beberapa platform di Indonesia sudah memungkinkan investor membeli saham Amerika menggunakan Rupiah dan bahkan dalam bentuk fractional shares, sehingga tidak selalu harus membeli satu saham penuh.
Memahami cara beli saham luar negeri tidak cukup hanya dengan mengetahui cara registrasi, deposit, mencari ticker, lalu melakukan transaksi. Investor juga perlu mengetahui pasar yang ingin diakses, produk yang dibeli, struktur kepemilikannya, mata uang transaksi, biaya, hingga risiko yang muncul ketika berinvestasi lintas negara. Simak penjelasannya di artikel berikut!
Daftar Isi
ToggleApa Itu Saham Luar Negeri?
Secara sederhana, saham luar negeri adalah saham perusahaan yang diperdagangkan di bursa efek di luar Indonesia.
Jika saham perusahaan Indonesia seperti BBCA, TLKM, atau ASII diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham perusahaan global dapat diperdagangkan melalui berbagai bursa di negara asal atau pasar tempat perusahaan tersebut melakukan pencatatan saham.
Beberapa bursa yang dikenal secara global antara lain:
| Negara/Pasar | Contoh Bursa | Contoh Perusahaan |
|---|---|---|
| Amerika Serikat | NASDAQ, NYSE | Apple, Microsoft, NVIDIA |
| Jepang | Tokyo Stock Exchange | Toyota, Sony |
| Inggris | London Stock Exchange | AstraZeneca, Unilever |
| Jerman | Frankfurt Stock Exchange | SAP, Siemens |
| Hong Kong | Hong Kong Stock Exchange | Tencent, Xiaomi |
Namun, tersedianya suatu pasar secara global tidak berarti setiap platform di Indonesia memberikan akses ke seluruh bursa tersebut. Ketika mencari aplikasi untuk membeli saham luar negeri, cek terlebih dahulu pasar mana yang benar-benar tersedia.
Hal ini penting untuk membedakan dua pertanyaan:
- Bagaimana cara beli saham luar negeri?
- Pasar luar negeri mana yang sebenarnya ingin saya akses?
Apakah WNI Bisa Membeli Saham Luar Negeri?
Bisa. Investor Indonesia dapat memperoleh akses ke saham luar negeri melalui penyedia layanan yang memberikan akses ke pasar tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Untuk saham Amerika, misalnya, investor tidak selalu harus membuka rekening bank di AS atau datang langsung ke broker Amerika. Salah satu mekanisme yang tersedia di Indonesia adalah Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Luar Negeri (PALN).
Pada Nanovest, layanan investasi saham Amerika menggunakan mekanisme PALN yang disediakan oleh PT Nano Megang Futures, perusahaan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Transaksi saham AS kemudian dieksekusi melalui Alpaca Securities LLC.
Nanovest juga menggunakan model Fully Disclosed. Dalam model ini, akun brokerage dibuka secara individual menggunakan identitas masing-masing investor melalui Alpaca Securities LLC, sehingga investor tercatat sebagai beneficial owner atas saham yang dimiliki pada tingkat broker.
Baca selengkapnya: Apa Itu Fully Disclosed? Kenali Cara Kerja Investasi Saham Amerika di Nanovest
Mengapa Membeli Saham Luar Negeri?
Tujuan setiap investor berbeda. Namun, ada beberapa alasan mengapa saham luar negeri dapat dipelajari sebagai bagian dari strategi investasi.
1. Memperluas Diversifikasi Portofolio
Salah satu alasan utama berinvestasi secara internasional adalah diversifikasi. Investor.gov menjelaskan bahwa investasi internasional dapat membantu menyebarkan eksposur investasi ke perusahaan dan pasar dari negara yang berbeda. Namun, diversifikasi tidak menjamin investor terhindar dari kerugian.
Bagi investor Indonesia, ini berarti portofolio tidak harus seluruhnya bergantung pada perusahaan dan kondisi ekonomi domestik.
2. Mengakses Perusahaan Global
Banyak perusahaan dengan skala bisnis global tidak tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Investor yang ingin mendapatkan eksposur langsung terhadap perusahaan seperti Apple, Microsoft, Amazon, NVIDIA, Alphabet, atau Tesla perlu mengakses pasar tempat saham tersebut diperdagangkan.
Namun, perusahaan terkenal tidak otomatis berarti sahamnya cocok dibeli pada harga berapa pun. Fundamental, valuasi, prospek pertumbuhan, dan risiko perusahaan tetap perlu dianalisis secara terpisah.
3. Mendapatkan Eksposur ke Sektor yang Berbeda
Komposisi setiap pasar saham tidak sama. Pasar Amerika, misalnya, memberikan investor akses ke berbagai perusahaan yang beroperasi dalam bidang:
- artificial intelligence;
- semikonduktor;
- cloud computing;
- software;
- cybersecurity;
- biotechnology;
- aerospace;
- electric vehicle; hingga
- layanan digital global.
Akses tersebut dapat membantu investor membangun portofolio berdasarkan sektor yang ingin dipelajari.
4. Mendapatkan Eksposur terhadap Mata Uang Asing
Membeli saham luar negeri juga dapat membuat hasil investasi terpengaruh oleh nilai tukar mata uang. Jika investor Indonesia membeli saham Amerika, misalnya, nilai investasi dalam Rupiah tidak hanya dipengaruhi pergerakan harga saham dalam USD, tetapi juga perubahan kurs USD/IDR.
Secara sederhana: Hasil investasi dalam Rupiah dipengaruhi oleh pergerakan saham + perubahan nilai tukar. Perubahan kurs sebagai salah satu risiko khusus dalam investasi internasional karena pergerakan mata uang dapat meningkatkan maupun mengurangi return investasi. Karena itu, eksposur dolar sebaiknya dipahami sebagai faktor tambahan dalam return dan risiko.
Struktur Instrumen Saham Luar Negeri
Dua aplikasi sama-sama dapat menampilkan nama perusahaan global dan grafik harga yang serupa, tetapi struktur instrumen yang diberikan kepada investor belum tentu sama. Beberapa istilah yang mungkin ditemukan antara lain:
| Produk | Gambaran Sederhana |
|---|---|
| Saham | Kepemilikan ekuitas pada perusahaan |
| Fractional Share | Pecahan dari satu saham |
| ETF | Produk yang menampung sekumpulan aset berdasarkan strategi tertentu |
| ADR | Sertifikat yang merepresentasikan saham perusahaan asing dan diperdagangkan di pasar tertentu |
| CFD | Kontrak derivatif berdasarkan perubahan harga aset |
| Tokenized Asset | Produk berbasis token yang merepresentasikan atau memberikan eksposur terhadap aset tertentu |
Masing-masing memiliki mekanisme, hak investor, risiko, dan ketentuan yang berbeda. Sebelum melakukan deposit, coba jawab tiga pertanyaan berikut:
- Apa produk yang sebenarnya saya beli?
- Siapa pihak yang mengeksekusi dan mencatat transaksi saya?
- Bagaimana kepemilikan aset tersebut dicatat?
7 Cara Beli Saham Luar Negeri dari Indonesia
Secara umum, cara beli saham luar negeri dari Indonesia mencakup memilih pasar, menentukan platform, membuka akun, menyiapkan dana, mencari saham, menentukan nominal, hingga memasukkan order. Berikut langkah-langkahnya.

1. Tentukan Pasar Saham yang Ingin Diakses
Langkah pertama bukan memilih saham, melainkan menentukan pasar mana yang ingin kamu akses. Setiap negara memiliki bursa, mata uang, jam perdagangan, regulasi, serta karakter pasar yang berbeda.
Amerika Serikat, misalnya, memiliki dua bursa yang paling dikenal investor global, yaitu New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq. Keduanya menjadi tempat perdagangan saham berbagai perusahaan besar dunia.
Nasdaq sendiri mencatat lebih dari 3.000 perusahaan yang terdaftar di bursanya, sementara NYSE menaungi perusahaan dari berbagai sektor dan negara.
Bagi investor Indonesia, memilih pasar terlebih dahulu akan mempersempit pencarian platform dan produk. Jika ingin membeli Apple atau Microsoft, misalnya, kamu membutuhkan platform yang menyediakan akses ke pasar AS. Sementara jika ingin membeli saham perusahaan Jepang yang hanya tercatat di Tokyo Stock Exchange, akses yang dibutuhkan tentu berbeda.
2. Pilih Platform yang Memberikan Akses ke Pasar Tersebut
Setelah mengetahui pasarnya, cari platform yang menyediakan akses sesuai kebutuhan.Ada beberapa hal yang lebih penting untuk diperiksa:
- Legalitas dan pihak yang menyediakan layanan;
- Negara atau bursa yang dapat diakses;
- Produk yang sebenarnya dibeli;
- Broker atau pihak yang mengeksekusi transaksi;
- Struktur pencatatan kepemilikan;
- Biaya transaksi dan biaya lainnya;
- Metode deposit dan penarikan;
- Ketersediaan fractional shares; serta
- Jenis order yang tersedia.
Khusus untuk investor Indonesia, penting pula memahami mekanisme yang digunakan untuk memberikan akses ke bursa luar negeri. Salah satunya adalah Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Luar Negeri atau PALN.
3. Registrasi Akun dan Selesaikan Verifikasi Identitas
Setelah menemukan platform yang sesuai, investor perlu membuka akun dan menyelesaikan proses verifikasi identitas atau Know Your Customer (KYC). Informasi yang diminta dapat berbeda menurut platform dan mekanisme layanan. Umumnya, proses ini melibatkan data identitas dan informasi lain yang dibutuhkan untuk pembukaan akun.
Untuk akses saham AS melalui Nanovest, pengguna juga perlu menyelesaikan proses pembukaan akun brokerage. Dalam model Fully Disclosed yang digunakan Nanovest, akun brokerage dibuat secara individual menggunakan identitas investor melalui Alpaca Securities LLC. Investor tercatat sebagai beneficial owner atas saham yang dimilikinya pada tingkat broker.
4. Siapkan Dana untuk Membeli Saham
Setelah akun aktif, langkah berikutnya adalah menyiapkan dana. Apakah harus memiliki rekening dolar untuk membeli saham Amerika? Tidak selalu. Mekanismenya bergantung pada platform yang digunakan.
Beberapa broker internasional dapat meminta investor mengirim dana ke rekening brokerage dalam mata uang tertentu. Sementara platform lain menyediakan proses pendanaan menggunakan Rupiah.
Kemudahan deposit tentu bukan satu-satunya pertimbangan. Investor tetap perlu memeriksa biaya, kurs yang digunakan, ketentuan transaksi, dan mekanisme penarikan dana pada platform masing-masing.
5. Cari Saham Menggunakan Nama Perusahaan atau Ticker
Saham memiliki kode perdagangan yang disebut ticker symbol. Contohnya, Apple menggunakan ticker AAPL, Microsoft menggunakan MSFT, Amazon menggunakan AMZN, dan Tesla menggunakan TSLA.
Ticker membuat pencarian saham lebih presisi, terutama karena nama perusahaan dan merek yang dikenal konsumen tidak selalu sama. Sebelum membeli, pastikan kembali nama perusahaan, ticker, dan bursa tempat saham tersebut diperdagangkan.
Setelah menemukan saham, luangkan waktu untuk melihat informasi dasarnya, seperti kinerja bisnis, laporan keuangan, valuasi, kapitalisasi pasar, risiko, serta perkembangan terbaru perusahaan.
Jika ingin melihat bagaimana proses ini diterapkan pada satu perusahaan secara lebih spesifik, kamu dapat membaca panduan: Cara Beli Saham NVIDIA (NVDA) di Indonesia 2026.
6. Tentukan Nominal Pembelian, Tidak Harus Selalu Satu Saham Penuh
Sejumlah platform menyediakan fractional shares atau saham pecahan. Fractional share memungkinkan investor membeli sebagian kecil dari satu saham berdasarkan nominal yang ingin ditempatkan. Fitur ini memungkinkan investor memiliki kurang dari satu saham penuh, meskipun ketersediaan serta ketentuannya bergantung pada broker.
Sebagai ilustrasi:
- Harga satu saham: US$300
- Dana yang ingin digunakan: US$30
Dengan fasilitas fractional share, investor dapat memperoleh eksposur sekitar 0,1 saham, sebelum memperhitungkan mekanisme atau ketentuan platform.
7. Pilih Jenis Order dan Konfirmasi Transaksi
Setelah menentukan saham dan nominal pembelian, investor memasuki tahap eksekusi. Dua istilah yang sering ditemukan adalah market order dan limit order.
Market Order
Market order merupakan instruksi untuk membeli atau menjual saham pada harga terbaik yang tersedia saat order dieksekusi. Keunggulannya adalah peluang order untuk segera dieksekusi relatif tinggi ketika pasar likuid. Namun, harga eksekusi tidak selalu sama persis dengan harga terakhir yang terlihat di layar, terutama ketika pasar bergerak cepat.
Limit Order
Limit order memungkinkan investor menentukan batas harga pembelian atau penjualan. Namun, ada konsekuensinya: harga yang lebih terkontrol tidak berarti order pasti terisi. Jika harga saham tidak mencapai batas yang ditentukan, transaksi mungkin tidak terjadi.
SEC menjelaskan bahwa market order memprioritaskan eksekusi, sedangkan limit order memberikan kontrol lebih besar terhadap harga tetapi tidak menjamin transaksi akan terlaksana. Pahami jenis order yang disediakan platform sebelum menekan tombol konfirmasi.
Di Mana Bisa Membeli Saham Luar Negeri?
Pertanyaan yang lebih berguna adalah: Aplikasi seperti apa yang sebaiknya saya gunakan untuk membeli saham luar negeri?
Gunakan checklist berikut.
| Yang Perlu Dicek | Pertanyaan untuk Investor |
|---|---|
| Legalitas | Siapa perusahaan yang menyediakan layanan dan bagaimana statusnya? |
| Pasar | Bursa atau negara mana yang dapat diakses? |
| Produk | Apakah yang dibeli saham, derivatif, atau produk lainnya? |
| Eksekusi | Siapa pihak yang mengeksekusi transaksi? |
| Kepemilikan | Bagaimana saham dan akun investor dicatat? |
| Minimum | Apakah tersedia fractional shares? |
| Funding | Apakah dapat deposit menggunakan Rupiah? |
| Biaya | Biaya apa saja yang mungkin timbul? |
| Order | Apakah tersedia market dan limit order? |
| Dokumen | Apakah investor dapat melihat catatan transaksinya? |
Beli Saham Luar Negeri di Aplikasi Apa?
Tidak ada satu aplikasi yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk setiap investor. Kebutuhan seseorang yang ingin mengakses saham Amerika secara fraksional dapat berbeda dengan investor yang membutuhkan akses ke bursa Jepang atau Eropa.
Ketika mencari aplikasi untuk beli saham luar negeri, bandingkan berdasarkan: pasar yang tersedia + struktur produk + legalitas + kepemilikan + biaya + minimum transaksi + fitur investasi.
Jika tujuanmu adalah memperoleh akses ke saham Amerika, salah satu pilihan yang dapat dipelajari adalah Nanovest. Nanovest menyediakan akses ke lebih dari 2.000 saham AS, termasuk fractional shares dengan minimum pembelian mulai dari Rp5.000.
Layanan saham Amerika di Nanovest diberikan melalui PT Nano Megang Futures menggunakan mekanisme PALN. Eksekusi saham AS dilakukan melalui Alpaca Securities LLC dan menggunakan model Fully Disclosed, sehingga akun brokerage dibuka secara individual berdasarkan identitas masing-masing investor.
FAQ Cara Beli Saham Luar Negeri
Investor dapat membeli saham luar negeri melalui platform yang menyediakan akses ke pasar global. Secara umum, prosesnya meliputi menentukan pasar, memilih platform, melakukan registrasi dan KYC, menyiapkan dana, mencari saham berdasarkan ticker, menentukan nominal, lalu memasukkan order.
Bisa. Investor Indonesia dapat memperoleh akses ke saham luar negeri melalui platform yang menyediakan layanan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Pilih aplikasi berdasarkan pasar yang ingin diakses, legalitas penyedia layanan, produk yang ditawarkan, struktur kepemilikan, broker eksekusi, biaya, serta fitur yang tersedia. Untuk saham Amerika, salah satu platform yang dapat dipelajari adalah Nanovest.
Minimum pembelian bergantung pada platform dan saham yang dipilih. Kehadiran fractional shares memungkinkan investor membeli kurang dari satu saham penuh. Di Nanovest, saham AS dapat dibeli mulai dari Rp5.000.
Tidak selalu. Mekanisme pendanaan berbeda pada setiap platform. Beberapa platform yang melayani investor Indonesia memungkinkan deposit menggunakan Rupiah.
Bisa apabila broker atau platform mendukung fractional shares. Fitur ini memungkinkan investor membeli sebagian dari satu saham penuh berdasarkan nominal tertentu.
Tidak selalu. Mekanisme pasar luar negeri berbeda dengan BEI. Pada saham AS, investor dapat membeli berdasarkan jumlah saham dan, jika tersedia, fractional shares yang memungkinkan kepemilikan kurang dari satu saham.
Selain risiko penurunan harga saham, investor dapat menghadapi risiko nilai tukar, kondisi ekonomi dan politik negara terkait, regulasi, perbedaan jam perdagangan, likuiditas, serta risiko spesifik perusahaan.
Investasi luar negeri dapat memiliki konsekuensi perpajakan bagi wajib pajak Indonesia. Perlakuannya dapat berbeda berdasarkan jenis penghasilan dan kondisi investor. Gunakan ketentuan terbaru DJP atau konsultasikan dengan profesional pajak jika diperlukan.
Perbedaannya dapat mencakup bursa tempat saham diperdagangkan, mata uang, jam perdagangan, regulasi, satuan transaksi, mekanisme settlement, hingga risiko nilai tukar. Investor perlu memahami aturan pasar yang dituju sebelum bertransaksi.
Sesi perdagangan reguler NYSE dan Nasdaq umumnya berlangsung pukul 09.30-16.00 Eastern Time, dengan penyesuaian zona waktu dan daylight saving yang membuat jamnya dalam WIB dapat berubah sepanjang tahun.
Bisa melalui platform yang menyediakan akses ke saham NVIDIA (NVDA). Karena pembahasannya lebih spesifik, kamu dapat membaca panduan lengkap Cara Beli Saham NVIDIA (NVDA) di Indonesia 2026.
Referensi +
- Investor.gov






