Formula 1 bukan hanya soal mobil tercepat, strategi pit stop, dan persaingan pembalap. Di balik balapan ini, ada perusahaan teknologi, pembayaran, makanan, hingga barang mewah yang ikut membangun ekosistemnya. Sebagian brand tersebut mungkin sudah kamu gunakan sehari-hari. Ada laptop untuk bekerja, layanan cloud yang menopang aplikasi, sampai makanan ringan yang menemani menonton balapan.
Menariknya, beberapa sponsor F1 juga memiliki saham yang diperdagangkan di bursa. Namun, nama brand yang terlihat di sirkuit belum tentu sama dengan nama perusahaan yang sahamnya bisa dibeli. Lalu, siapa saja sponsor F1, apa produknya, dan bagaimana hubungannya dengan perusahaan publik?
Apa Itu Sponsor F1 atau Formula 1?
Sponsor F1 adalah perusahaan atau brand yang menjalin kerja sama komersial dengan Formula 1, tim balap, maupun pihak lain dalam penyelenggaraan balapan. Kerja sama tersebut dapat mencakup promosi, penggunaan teknologi, penyediaan produk, hingga pengalaman khusus untuk penggemar.
Dalam artikel ini, istilah sponsor mencakup sponsor dan mitra resmi. Ada dua kategori yang perlu dibedakan:
- Mitra Formula 1: bekerja sama dengan penyelenggara kejuaraan, seperti AWS, Salesforce, dan LVMH.
- Mitra tim F1: bekerja sama dengan tim tertentu, seperti Oracle dengan Red Bull Racing atau Mastercard dengan McLaren.
Karena itu, sponsor resmi Formula 1 belum tentu memasang logo pada setiap mobil. Sebaliknya, logo pada mobil sebuah tim belum tentu merupakan sponsor kejuaraan secara keseluruhan.
| Sponsor atau Brand | Produk atau Layanan | Perusahaan Publik Terkait | Kode Saham dan Bursa | Aksi |
|---|---|---|---|---|
| AWS | Cloud computing dan AI | Amazon.com, Inc. | AMZN — Nasdaq | Beli Saham |
| Oracle | Database dan layanan cloud | Oracle Corporation | ORCL — NYSE | Beli Saham |
| Microsoft | Software, Azure, dan AI | Microsoft Corporation | MSFT — Nasdaq | Beli Saham |
| HP | Laptop, PC, dan printer | HP Inc. | HPQ — NYSE | Beli Saham |
| IBM | Software, konsultasi, dan AI | International Business Machines Corporation | IBM — NYSE | Beli Saham |
| Dell Technologies | Komputer, server, dan penyimpanan data | Dell Technologies Inc. | DELL — NYSE | Beli Saham |
| Cisco | Jaringan dan keamanan siber | Cisco Systems, Inc. | CSCO — Nasdaq | Beli Saham |
| Mastercard | Jaringan pembayaran | Mastercard Incorporated | MA — NYSE | Beli Saham |
| Doritos, Gatorade, dan Sting | Makanan ringan dan minuman | PepsiCo, Inc. | PEP — Nasdaq | Beli Saham |
| Salesforce | CRM dan layanan AI | Salesforce, Inc. | CRM — NYSE | Beli Saham |
| Louis Vuitton dan TAG Heuer | Produk mewah dan jam tangan | LVMH SE | MC — Euronext Paris | Tidak tersedia di bursa AS |
| Lenovo | Komputer dan infrastruktur TI | Lenovo Group Limited | 0992 — Hong Kong | Tidak tersedia di bursa AS |
Catatan: Tombol mengarah ke halaman Nanovest dan bukan ke halaman pembelian ticker tertentu. Ketersediaan saham dapat berubah. Investasi memiliki risiko, sehingga lakukan riset sebelum mengambil keputusan.
1. AWS: Bisnis Cloud di Bawah Amazon
Amazon Web Services atau AWS menyediakan layanan komputasi awan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penyimpanan data hingga kecerdasan buatan.
Dalam F1, AWS membantu menghadirkan analisis berbasis data melalui F1 Insights. Teknologi ini membantu penonton memahami aspek balapan seperti performa mobil dan strategi. AWS merupakan bagian dari Amazon. Artinya, investor yang ingin mempelajari saham perusahaan di balik AWS perlu melihat Amazon dengan kode AMZN, bukan mencari saham AWS secara terpisah.
Membeli saham Amazon juga berarti memiliki eksposur terhadap bisnis Amazon secara keseluruhan, termasuk perdagangan elektronik, periklanan, dan layanan berlangganan.
2. Oracle: Database dan Cloud di Balik Red Bull Racing
Oracle dikenal melalui produk database, aplikasi bisnis, dan Oracle Cloud Infrastructure atau OCI.
Perusahaan ini menjadi mitra utama yang namanya melekat pada Oracle Red Bull Racing. Layanan cloud Oracle digunakan untuk mendukung simulasi strategi dan pengolahan data tim. Saham Oracle diperdagangkan dengan kode ORCL di NYSE.
Bagi investor, hubungan Oracle dengan F1 dapat menjadi contoh penggunaan produknya. Namun, penilaian bisnis tetap perlu melihat pertumbuhan layanan cloud, pendapatan berulang, persaingan, dan kebutuhan investasi infrastrukturnya.
3. Microsoft: Dari Software hingga AI untuk Mercedes
Microsoft memiliki produk seperti Windows, Microsoft 365, Azure, dan berbagai layanan AI.
Microsoft dan Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team mengumumkan kemitraan beberapa tahun pada 2026. Kerja sama tersebut menempatkan teknologi Microsoft dalam kegiatan operasional tim, dari pabrik hingga sirkuit. Perusahaan di balik brand tersebut adalah Microsoft Corporation, dengan kode saham MSFT di Nasdaq.
Bisnis Microsoft jauh lebih luas daripada kerja samanya dalam olahraga. Untuk memahami sahamnya, investor perlu mempelajari kontribusi layanan cloud, software berlangganan, dan perkembangan bisnis AI.
4. HP: Perusahaan di Balik Nama Scuderia Ferrari HP
HP merupakan produsen komputer pribadi, laptop, printer, dan solusi terkait.
Kerja sama HP dengan Ferrari mencakup kemitraan penamaan tim serta dukungan teknologi komputasi, kolaborasi, dan keamanan. Karena itu, nama HP menjadi bagian dari identitas Scuderia Ferrari HP.
Perusahaan yang dimaksud adalah HP Inc., dengan kode saham HPQ di NYSE. HP Inc. perlu dibedakan dari Hewlett Packard Enterprise. Keduanya merupakan perusahaan berbeda, sehingga investor harus memastikan nama perusahaan dan kode saham sebelum bertransaksi.
5. IBM: Analisis Data dan Pengalaman Digital Penggemar Ferrari
IBM bergerak dalam software, konsultasi, hybrid cloud, dan kecerdasan buatan.
Dalam kemitraannya dengan Ferrari, IBM menjadi mitra untuk keterlibatan penggemar dan analisis data. Salah satu penerapannya adalah pengembangan pengalaman digital melalui aplikasi Scuderia Ferrari. Saham perusahaan ini menggunakan kode IBM di NYSE.
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa teknologi dalam F1 juga digunakan untuk mendekatkan tim dengan penggemarnya, selain mendukung kebutuhan teknis balapan.
6. Dell Technologies: Komputer dan Infrastruktur Data McLaren
Dell Technologies memiliki produk komputer, workstation, server, penyimpanan data, dan infrastruktur TI.
McLaren memperpanjang kemitraannya dengan Dell pada 2026. Dukungan Dell mencakup kebutuhan teknologi tim di dalam maupun di luar lintasan. Perusahaan publiknya adalah Dell Technologies Inc., dengan kode DELL di NYSE.
Ketika mempelajari saham Dell, investor perlu melihat bisnis komputer pribadi sekaligus infrastruktur perusahaan. Keduanya memiliki pelanggan, siklus permintaan, dan tingkat keuntungan yang dapat berbeda.
7. Cisco: Jaringan dan Keamanan Siber untuk McLaren
Cisco menyediakan perangkat jaringan, layanan keamanan siber, serta teknologi kolaborasi.
Sebagai mitra teknologi dan keamanan McLaren, Cisco mendukung konektivitas dan kebutuhan operasional tim yang harus bekerja lintas negara. Perusahaan di baliknya adalah Cisco Systems, Inc., dengan kode saham CSCO di Nasdaq.
Kemitraan ini menunjukkan kebutuhan F1 terhadap jaringan yang andal. Data dan komunikasi harus tetap tersedia ketika tim berpindah dari satu sirkuit ke sirkuit berikutnya.
8. Mastercard: Jaringan Pembayaran yang Menjadi Nama Tim McLaren
Mastercard merupakan perusahaan teknologi dalam industri pembayaran. Bisnisnya menghubungkan berbagai pihak dalam ekosistem transaksi, termasuk lembaga keuangan, merchant, dan konsumen.
Mulai 2026, Mastercard menjadi mitra penamaan resmi tim McLaren. Kerja samanya juga mencakup pengalaman khusus bagi penggemar dan pemegang kartu. Saham Mastercard Incorporated diperdagangkan dengan kode MA di NYSE.
Saat menilai bisnisnya, investor dapat mempelajari volume transaksi, pembayaran lintas negara, dan perkembangan pembayaran digital.
9. PepsiCo: Perusahaan di Balik Doritos, Gatorade, dan Sting
Sponsor F1 juga datang dari produk konsumsi sehari-hari. PepsiCo menjalin kemitraan dengan Formula 1 melalui Doritos, Gatorade, dan Sting Energy.
Kerja sama tersebut menghubungkan produk makanan dan minuman dengan pengalaman penggemar balapan. Ketiga brand tersebut bukan saham yang berdiri sendiri. Perusahaan publik yang terkait adalah PepsiCo, Inc., dengan kode PEP di Nasdaq.
Dengan mempelajari saham PepsiCo, investor perlu melihat keseluruhan portofolio bisnisnya, termasuk penjualan makanan ringan, minuman, biaya bahan baku, dan distribusi.
10. Salesforce: Teknologi untuk Menghubungkan F1 dengan Penggemar
Salesforce menyediakan platform customer relationship management atau CRM. Teknologi ini membantu perusahaan mengelola data pelanggan, penjualan, layanan, dan pemasaran.
Sebagai mitra global Formula 1, Salesforce mendukung pengembangan interaksi dan pengalaman penggemar.
Saham Salesforce, Inc. diperdagangkan dengan kode CRM di NYSE.
Bagi investor, aspek yang relevan untuk dipelajari mencakup pertumbuhan pendapatan berlangganan, kemampuan mempertahankan pelanggan, dan monetisasi produk AI.
11. LVMH: Induk Louis Vuitton dan TAG Heuer
LVMH merupakan grup barang mewah yang menaungi berbagai brand, termasuk Louis Vuitton dan TAG Heuer.
Kemitraan LVMH dengan Formula 1 dimulai pada 2025 melalui perjanjian sepuluh tahun yang melibatkan Louis Vuitton, Moët Hennessy, dan TAG Heuer.
Investor yang tertarik pada Louis Vuitton atau TAG Heuer perlu memahami bahwa keduanya merupakan bagian dari grup. Saham perusahaan induknya, LVMH SE, tercatat dengan kode MC di Euronext Paris.
Artinya, investasi pada LVMH mencakup eksposur terhadap banyak bisnis barang mewah, bukan hanya satu brand atau kegiatan sponsornya di F1.
12. Lenovo: Laptop dan Teknologi dalam Ekosistem Formula 1
Lenovo dikenal melalui laptop, komputer pribadi, dan infrastruktur TI. Perusahaan ini tercantum sebagai mitra global Formula 1.
Saham Lenovo Group Limited tercatat di Hong Kong dengan kode 0992. Ini menjadi contoh bahwa perusahaan dalam ekosistem F1 tidak semuanya memiliki pencatatan saham utama di Amerika Serikat.
Karena itu, investor perlu memeriksa akses bursa yang tersedia pada platform investasinya.
Apa Hubungan Sponsor F1 dengan Investasi Saham?
Sponsor Formula 1 (F1) bukan hanya merek yang terpampang di mobil balap atau seragam pembalap. Di baliknya, ada perusahaan yang menjalankan bisnis di berbagai sektor, mulai dari teknologi, minuman, hingga barang mewah. Sebagian perusahaan tersebut juga tercatat di bursa saham.
Bagi calon investor, mengenali sponsor F1 bisa menjadi langkah awal untuk mempelajari saham perusahaan yang bisnisnya sudah dikenal sehari-hari.
Cara menelusurinya cukup sederhana:
Merek sponsor → Produk atau layanan → Perusahaan induk → Kode saham → Analisis investasi
Contohnya, AWS merupakan layanan cloud computing milik Amazon, sedangkan Doritos merupakan salah satu merek di bawah PepsiCo. Dengan mengenali hubungan tersebut, kamu bisa menelusuri perusahaan di balik merek yang sering dijumpai saat menonton F1.
Bagaimana Cara Mulai Mengenal Saham Sponsor F1?
Jika tertarik mempelajari saham perusahaan di balik sponsor F1, kamu bisa memulainya melalui beberapa langkah berikut.
- Kenali bisnisnya. Pelajari produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan dan bagaimana bisnis tersebut menghasilkan pendapatan.
- Cari kode sahamnya. Pastikan perusahaan induknya tercatat di bursa saham. Tidak semua sponsor memiliki saham yang bisa dibeli secara langsung.
- Periksa kinerja keuangan. Pelajari pertumbuhan pendapatan, laba, utang, dan arus kas perusahaan.
- Bandingkan harga dengan valuasi. Perusahaan populer belum tentu memiliki harga saham yang menarik. Pertimbangkan apakah valuasinya sebanding dengan kinerja dan prospek bisnis.
- Pahami risikonya. Perhatikan persaingan, perubahan teknologi, kondisi ekonomi, dan faktor lain yang dapat memengaruhi bisnis.
Apakah Saham Sponsor F1 Layak Dibeli?
Belum tentu. Popularitas merek, besarnya sponsor, maupun prestasi tim F1 tidak otomatis membuat saham perusahaan tersebut menguntungkan.
Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada kondisi keuangan, prospek bisnis, valuasi, dan toleransi risiko pribadi, bukan sekadar popularitas merek.
Jika ingin mulai menelusuri saham perusahaan di balik sponsor F1, kamu bisa melihat daftar kode saham pada tabel di atas, lalu mempelajari perusahaan yang paling menarik perhatianmu.
Ingin mengenal saham Amerika lebih jauh? Kamu bisa mengeksplorasi saham perusahaan global melalui Nanovest. Pelajari bisnis dan risikonya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
FAQ tentang Sponsor F1 dan Sahamnya
Apakah semua sponsor F1 bisa dibeli sahamnya?
Tidak. Ada sponsor yang merupakan perusahaan privat, sedangkan sebagian lainnya adalah brand milik perusahaan publik. Investor perlu memeriksa struktur perusahaan terlebih dahulu.
Apakah AWS memiliki saham sendiri?
AWS merupakan bagian dari Amazon. Saham perusahaan publik yang terkait adalah Amazon dengan kode AMZN.
Kalau ingin berinvestasi pada Doritos, saham apa yang dipelajari?
Doritos merupakan brand PepsiCo. Karena itu, saham perusahaan yang terkait adalah PEP, bukan saham Doritos secara terpisah.
Apakah membeli saham sponsor berarti memiliki tim F1?
Tidak secara otomatis. Membeli saham perusahaan sponsor memberikan kepemilikan pada perusahaan tersebut sesuai jenis instrumennya. Hubungan sponsorship sendiri merupakan kerja sama komersial, bukan bukti kepemilikan tim.
Apakah saham sponsor akan naik ketika timnya menang?
Belum tentu. Harga saham dipengaruhi banyak faktor, termasuk laporan keuangan, prospek bisnis, valuasi, dan kondisi pasar. Kemenangan tim tidak menjamin kenaikan saham sponsor.






