Emerging market adalah istilah untuk pasar negara berkembang yang semakin terhubung dengan ekonomi global dan memiliki potensi pertumbuhan. Dalam dunia investasi, istilah ini sering digunakan untuk menyebut pasar saham dan keuangan di negara yang sedang berkembang, tetapi belum dikategorikan sebagai pasar maju.
Negara emerging market dapat menawarkan peluang investasi karena pertumbuhan ekonomi, konsumsi masyarakat, dan perkembangan bisnisnya. Namun, pasar ini juga memiliki risiko, seperti perubahan nilai tukar, ketidakpastian kebijakan, dan pergerakan harga saham yang lebih tajam.
Indonesia menjadi salah satu contoh pasar yang banyak diperhatikan investor global. Namun, status pasar saham Indonesia juga sedang menghadapi evaluasi dari MSCI terkait aksesibilitas dan transparansi pasar.
Lantas, apa itu emerging market, apa saja karakteristiknya, dan bagaimana peluang investasinya? Simak penjelasan berikut.
Apa Itu Emerging Market?
Emerging market adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pasar negara yang sedang berkembang dan semakin terintegrasi dengan sistem ekonomi serta keuangan global.
Dalam investasi, emerging market biasanya merujuk pada pasar saham dan keuangan negara yang masih berkembang, tetapi sudah menyediakan peluang investasi bagi investor domestik maupun asing.
Negara dalam kelompok ini umumnya memiliki potensi pertumbuhan ekonomi dan bisnis yang menarik. Namun, tingkat perkembangan pasar keuangan, keterbukaan terhadap investor asing, dan stabilitas ekonominya bisa berbeda-beda.
Perlu diketahui bahwa tidak ada satu daftar emerging market yang digunakan oleh semua lembaga. MSCI, misalnya, memiliki klasifikasi pasar tersendiri untuk menyusun indeks investasi. Sementara itu, IMF mengelompokkan ekonomi dunia menjadi advanced economies serta emerging market and developing economies untuk keperluan analisis ekonomi.
Karena itu, istilah emerging market dalam konteks ekonomi belum tentu sama dengan klasifikasi pasar saham menurut MSCI.
Apa perbedaan emerging market dan negara berkembang?
Keduanya berkaitan, tetapi tidak selalu memiliki arti yang sama.
Negara berkembang biasanya merujuk pada negara yang masih mengalami proses pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, emerging market lebih sering digunakan dalam konteks pasar keuangan dan investasi.
Sebagai contoh, suatu negara bisa memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi pasar sahamnya belum tentu memenuhi kriteria MSCI untuk masuk kelompok emerging market.
World Bank sendiri mengelompokkan ekonomi berdasarkan tingkat pendapatan, yaitu rendah, menengah bawah, menengah atas, dan tinggi. Pengelompokan tersebut berbeda dari klasifikasi pasar saham MSCI.
Bagaimana Emerging Market Diklasifikasikan?
Dalam dunia investasi, pasar saham umumnya dibedakan menjadi developed market, emerging market, dan frontier market. MSCI menggunakan kategori tersebut untuk mengelompokkan pasar berdasarkan metodologi dan kriteria yang ditetapkannya.
1. Developed market
Developed market adalah pasar yang dikategorikan sebagai pasar maju menurut lembaga penyedia indeks. Pasar ini umumnya memiliki sistem keuangan yang matang, likuiditas yang memadai, dan akses investasi yang relatif terbuka.
Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris merupakan contoh negara yang masuk kategori developed market menurut MSCI.
2. Emerging market
Emerging market merupakan kategori pasar berkembang yang telah memiliki akses dan ukuran pasar yang memenuhi kriteria tertentu.
Pasar ini dapat menawarkan peluang pertumbuhan, tetapi investor juga perlu memperhatikan risiko ekonomi, nilai tukar, dan perubahan kebijakan.
Contoh pasar yang selama ini masuk kategori emerging market MSCI antara lain India, Brasil, dan Indonesia. Namun, klasifikasi dapat berubah mengikuti evaluasi dan keputusan MSCI.
3. Frontier market
Frontier market merupakan kategori pasar yang masih berada pada tahap perkembangan berbeda dari emerging market. Pasar dalam kategori ini umumnya memiliki ukuran, likuiditas, atau aksesibilitas yang lebih terbatas menurut kriteria penyedia indeks.
Meski begitu, frontier market tidak otomatis berarti negara tersebut memiliki ekonomi yang lebih buruk. Kategori ini berhubungan dengan karakteristik pasar dan metodologi klasifikasi yang digunakan.
Apa yang menentukan klasifikasi pasar?
MSCI mempertimbangkan beberapa aspek dalam klasifikasi pasar, antara lain:
- Perkembangan ekonomi: menjadi bagian dari kerangka evaluasi klasifikasi pasar MSCI.
- Ukuran dan likuiditas pasar saham: menilai skala pasar serta kemudahan transaksi saham.
- Aksesibilitas bagi investor asing: menilai kemudahan investor internasional untuk berinvestasi.
- Keterbukaan dan operasional pasar: mencakup berbagai aspek seperti aturan kepemilikan, aliran modal, dan proses transaksi.
Kriteria dan penerapannya mengikuti metodologi resmi MSCI. Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja tidak menjamin suatu negara masuk kategori emerging market.
Baca juga: Crypto vs Saham vs Emas: Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?
Karakteristik Emerging Market

Setiap emerging market memiliki kondisi yang berbeda. Namun, ada beberapa karakteristik yang sering ditemukan pada pasar negara berkembang.
1. Memiliki potensi pertumbuhan ekonomi
Negara emerging market dapat memiliki peluang pertumbuhan dari peningkatan konsumsi masyarakat, pembangunan infrastruktur, perkembangan industri, dan perluasan kegiatan usaha.
Pertumbuhan tersebut dapat membuka kesempatan bagi perusahaan untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar.
Namun, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak otomatis membuat semua perusahaan di negara tersebut menguntungkan. Kinerja setiap perusahaan tetap perlu dinilai secara terpisah.
2. Pasar keuangan terus berkembang
Pasar saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya dapat berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pendanaan perusahaan dan partisipasi investor.
Perkembangan ini dapat memperluas pilihan investasi. Meski demikian, tingkat likuiditas, transparansi, dan kemudahan transaksi berbeda-beda di setiap negara.
3. Menarik perhatian investor asing
Investor global dapat mempertimbangkan emerging market untuk memperoleh eksposur ke ekonomi dan perusahaan yang memiliki peluang pertumbuhan berbeda dari pasar maju.
Ketika investor asing meningkatkan investasi, permintaan terhadap saham atau aset keuangan tertentu dapat bertambah. Sebaliknya, penarikan dana asing juga dapat memberikan tekanan terhadap pasar.
Dampaknya bergantung pada kondisi ekonomi, nilai tukar, kebijakan pemerintah, dan sentimen investor.
4. Memiliki risiko dan volatilitas yang perlu diperhatikan
Pasar emerging market dapat mengalami perubahan harga yang tajam ketika terjadi perubahan suku bunga, gejolak politik, pelemahan mata uang, atau ketidakpastian ekonomi global.
Misalnya, ketika dolar AS menguat dan investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, sebagian pasar berkembang dapat menghadapi tekanan jual.
Karena itu, potensi pertumbuhan emerging market perlu dipertimbangkan bersama risiko yang menyertainya.
Contoh Negara Emerging Market
Contoh emerging market bergantung pada lembaga dan sistem klasifikasi yang digunakan. Dalam konteks pasar saham, MSCI memiliki daftar negara yang berbeda dari pengelompokan ekonomi IMF.
Beberapa contoh pasar yang selama ini dikenal sebagai emerging market menurut MSCI meliputi:
| Negara | Kawasan | Gambaran pasar |
| India | Asia Selatan | Memiliki pasar domestik besar dan beragam sektor usaha. |
| Brasil | Amerika Latin | Memiliki kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan komoditas, industri, dan konsumsi domestik. |
| Meksiko | Amerika Latin | Memiliki hubungan perdagangan yang erat dengan Amerika Utara. |
| Indonesia | Asia Tenggara | Memiliki pasar domestik besar dan sektor ekonomi yang beragam. |
| Afrika Selatan | Afrika | Memiliki pasar keuangan yang berkembang dan sektor pertambangan yang penting. |
Tabel tersebut merupakan contoh, bukan daftar lengkap atau jaminan bahwa klasifikasinya tidak berubah. Status pasar harus diperiksa berdasarkan klasifikasi resmi yang berlaku pada periode terkait.
Mengapa klasifikasi negara bisa berbeda antar lembaga?
Setiap lembaga memiliki tujuan dan metodologi berbeda. IMF mengelompokkan ekonomi untuk analisis ekonomi global, World Bank mengelompokkan negara berdasarkan tingkat pendapatan, sedangkan MSCI mengklasifikasikan pasar untuk kebutuhan indeks investasi.
Akibatnya, istilah atau kategori yang digunakan satu lembaga tidak bisa langsung disamakan dengan kategori lembaga lainnya.
Bagi investor, penting untuk mengetahui sumber klasifikasi yang digunakan ketika membaca berita atau menganalisis peluang investasi di suatu negara.
Baca juga: 10 Contoh Investasi Jangka Panjang untuk Pemula, Aman dan Berpotensi Cuan
Peran Indonesia dalam Emerging Market
Indonesia memiliki pasar domestik yang besar, sumber daya alam yang beragam, dan kegiatan ekonomi di berbagai sektor, mulai dari konsumsi, keuangan, infrastruktur, hingga industri pengolahan.
Faktor tersebut membuat Indonesia menarik untuk dianalisis oleh investor yang ingin memahami peluang di kawasan Asia Tenggara. Namun, daya tarik ekonomi dan klasifikasi pasar saham merupakan dua hal yang berbeda.
1. Memiliki potensi ekonomi domestik
Jumlah penduduk dan aktivitas konsumsi domestik dapat menjadi sumber permintaan bagi berbagai sektor usaha di Indonesia.
Perkembangan infrastruktur, digitalisasi, dan industri juga dapat menciptakan peluang bisnis. Meski demikian, manfaatnya terhadap perusahaan dan pasar saham bergantung pada produktivitas, persaingan, serta kondisi ekonomi.
2. Menjadi bagian dari perhatian investor global
Investor asing dapat mempertimbangkan saham Indonesia berdasarkan prospek pertumbuhan perusahaan, valuasi, likuiditas, dan kondisi pasar modal.
Selain faktor ekonomi, transparansi kepemilikan saham, keterbukaan informasi, serta kemudahan transaksi juga penting dalam penilaian investor global.
3. Bagaimana status Indonesia menurut MSCI?
Status Indonesia perlu diperhatikan secara khusus karena MSCI mengumumkan perkembangan penting pada Oktober 2026.
Pada 15 Oktober 2026, MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan final direncanakan diumumkan paling lambat akhir Juni 2027.
MSCI menyampaikan kekhawatiran pelaku pasar mengenai transparansi struktur kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi. MSCI juga menekankan pentingnya implementasi reformasi pasar secara konsisten dan bukti perbaikan yang berkelanjutan.
Per 19 Oktober 2026, usulan tersebut belum menjadi keputusan final. Artinya, investor perlu membedakan antara status yang berlaku, usulan perubahan klasifikasi, dan keputusan yang nantinya diumumkan secara resmi.
Jika perubahan itu diterapkan, dampaknya dapat mencakup penyesuaian portofolio oleh sebagian investor yang mengikuti indeks MSCI serta perubahan sentimen terhadap pasar saham Indonesia. Namun, besarnya dampak aktual akan bergantung pada keputusan akhir dan respons investor.
Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa status emerging market bukan hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dengan kualitas aksesibilitas, transparansi, dan tata kelola pasar saham.
Apa Peluang dan Risiko Investasi di Emerging Market?

Emerging market dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin memperoleh eksposur ke pasar dengan karakteristik berbeda. Namun, peluang tersebut harus dinilai bersama risiko yang mungkin terjadi.
Peluang investasi di emerging market
- Potensi pertumbuhan perusahaan
Perusahaan di negara berkembang dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya konsumsi, pembangunan infrastruktur, dan perluasan industri. Jika dikelola dengan baik, perkembangan tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.
- Diversifikasi portofolio
Investasi di berbagai negara dan kawasan dapat membantu menyebarkan eksposur portofolio. Namun, diversifikasi tidak menghilangkan risiko, terutama ketika sejumlah pasar mengalami tekanan secara bersamaan.
- Peluang dari perkembangan industri
Sektor seperti teknologi, keuangan, konsumsi, energi, dan infrastruktur dapat menawarkan peluang yang berbeda di setiap negara. Investor tetap perlu memeriksa prospek dan valuasi masing-masing perusahaan.
Risiko investasi di emerging market
- Risiko nilai tukar
Perubahan nilai mata uang dapat memengaruhi hasil investasi, terutama bagi investor yang mengukur kekayaannya dalam mata uang berbeda dari aset yang dimiliki.
- Risiko kebijakan dan politik
Perubahan regulasi, kebijakan perdagangan, atau kondisi politik dapat memengaruhi kegiatan bisnis dan kepercayaan investor.
- Volatilitas pasar
Harga saham dapat berubah tajam akibat arus dana asing, sentimen global, atau perubahan ekspektasi ekonomi.
- Risiko likuiditas dan tata kelola
Tidak semua pasar dan perusahaan memiliki tingkat likuiditas serta keterbukaan informasi yang sama. Investor perlu memahami karakteristik tersebut sebelum mengambil keputusan.
Bagaimana Cara Menilai Peluang Investasi di Emerging Market?
Sebelum mempertimbangkan investasi di emerging market, investor dapat memeriksa beberapa hal berikut.
1. Pelajari kondisi ekonomi negara
Perhatikan pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan kebijakan pemerintah. Indikator tersebut dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi dan risiko yang mungkin dihadapi.
2. Periksa fundamental perusahaan
Jika berinvestasi di saham, pelajari pendapatan, laba, arus kas, utang, prospek usaha, dan valuasi perusahaan. Pertumbuhan ekonomi negara tidak menjamin setiap perusahaan akan mencatatkan kinerja yang baik.
3. Pahami risiko mata uang
Jika investasi melibatkan aset dalam mata uang asing, pertimbangkan pengaruh perubahan nilai tukar terhadap nilai investasi ketika dikonversi kembali ke mata uang yang kamu gunakan.
4. Sesuaikan investasi dengan tujuan keuangan
Tentukan tujuan investasi, jangka waktu, dan kemampuan menanggung risiko. Jangan mengambil keputusan hanya karena suatu negara sedang populer atau mendapat perhatian investor global.
Mulai Investasi Saham dengan Memahami Risikonya
Memahami kondisi ekonomi global dapat membantu kamu mengenali peluang dan risiko di berbagai pasar. Namun, setiap investasi tetap memerlukan riset dan pertimbangan yang sesuai dengan tujuan keuangan.
Melalui aplikasi Nanovest, kamu bisa mengeksplorasi investasi saham Amerika mulai dari Rp5.000. Pelajari karakteristik setiap perusahaan, periksa risikonya, dan sesuaikan pilihan investasi dengan rencana keuanganmu.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset sebelum mengambil keputusan investasi.
Kesimpulan
Emerging market adalah istilah yang umum digunakan untuk pasar negara berkembang yang semakin terhubung dengan ekonomi dan keuangan global. Pasar ini dapat menawarkan peluang dari pertumbuhan ekonomi, perkembangan perusahaan, dan meningkatnya aktivitas investasi, tetapi juga memiliki risiko nilai tukar, volatilitas, kebijakan, dan likuiditas.
Contoh pasar yang selama ini dikenal sebagai emerging market menurut MSCI antara lain India, Brasil, Meksiko, Indonesia, dan Afrika Selatan. Namun, klasifikasi negara dapat berbeda antar lembaga dan berubah mengikuti evaluasi.
Bagi investor, memahami emerging market bukan hanya soal mengetahui negara yang termasuk di dalamnya. Penting juga untuk menilai kondisi ekonomi, fundamental perusahaan, risiko pasar, dan tujuan investasi sebelum mengambil keputusan.
FAQ Seputar Emerging Market
Referensi +
- MSCI — Klasifikasi pasar: Market Classification
- IMF — Pengelompokan ekonomi dunia: World Economic Outlook: Groups and Aggregates
- Pengumuman resmi MSCI mengenai usulan klasifikasi Indonesia.






