Bisnis Riot Platforms (RIOT) semakin jauh melampaui penambangan Bitcoin. Perusahaan kini mendapatkan salah satu kontrak pusat data terbesar dalam sejarahnya, tepat ketika kebutuhan listrik dan kapasitas komputasi untuk artificial intelligence (AI) terus meningkat.
Riot mengumumkan perjanjian sewa pusat data selama 20 tahun untuk kapasitas 191 MW di kampus Rockdale, Texas, dengan nilai kontrak sekitar US$9,1 miliar. Perusahaan tidak mengungkap identitas penyewa dalam pengumuman awal, tetapi laporan Bloomberg menyebut perusahaan AI di balik Claude, Anthropic, sebagai pihak yang mengambil kapasitas tersebut.
Kesepakatan ini langsung menarik perhatian investor. Saham RIOT sempat melonjak lebih dari 25% beberapa jam setelah identitas Anthropic dilaporkan, sebelum pada perdagangan berikutnya mencatat kenaikan sekitar 9% pada awal sesi. Sejak awal 2026, saham Riot telah menguat sekitar 37%.
Kontrak 20 Tahun Bisa Membengkak Jadi US$16,1 Miliar
Skala kesepakatan Anthropic menjadi salah satu bagian paling mencolok dari ekspansi Riot ke bisnis pusat data.
Perjanjian tersebut mencakup kapasitas 191 MW dengan periode awal selama 20 tahun dan nilai sekitar US$9,1 miliar. Kapasitas akan diserahkan secara bertahap hingga Juni 2028. Jika dua opsi perpanjangan masing-masing selama lima tahun digunakan, total nilai kontraknya berpotensi mencapai sekitar US$16,1 miliar.
Pengembangan proyek juga didukung pembiayaan sementara senilai US$573 juta dari Morgan Stanley (MS). Dengan kontrak jangka panjang tersebut, Riot memperoleh potensi sumber pendapatan yang lebih terukur dibandingkan bisnis penambangan Bitcoin yang sangat dipengaruhi harga kripto, tingkat kesulitan jaringan, dan biaya energi.
Anthropic bukan pelanggan AI besar pertama Riot. Pada Januari 2026, perusahaan telah mengumumkan kesepakatan dengan Advanced Micro Devices (AMD) untuk kapasitas pusat data di lokasi Rockdale yang sama.
Masuknya Anthropic membuat total kapasitas AI Riot yang telah dikontrak mencapai sekitar 241 MW, dengan nilai pendapatan kontraktual gabungan sekitar US$9,8 miliar. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa aset listrik dan infrastruktur yang sebelumnya dibangun untuk aktivitas mining mulai memiliki fungsi baru di tengah ledakan kebutuhan komputasi AI.
Dari Tambang Bitcoin ke Infrastruktur AI
Perubahan strategi Riot mencerminkan tren yang lebih luas di industri penambangan Bitcoin. Ketika ekonomi mining menghadapi tekanan dan kebutuhan komputasi AI melonjak, sejumlah perusahaan mulai melihat pusat data high-performance computing sebagai sumber pertumbuhan baru.
Bagi Riot, Rockdale menjadi aset penting dalam transisi tersebut. Infrastruktur listrik berskala besar yang dibutuhkan untuk menambang Bitcoin memiliki karakteristik yang juga dibutuhkan pusat data AI, meskipun konversinya tetap memerlukan investasi tambahan pada fasilitas, jaringan, pendinginan, dan infrastruktur komputasi.
Kesepakatan dengan Anthropic memberi Riot akses langsung ke salah satu pemain utama dalam perlombaan AI global. Anthropic membutuhkan kapasitas komputasi besar untuk mengembangkan dan menjalankan keluarga model Claude, sementara Riot memiliki akses terhadap infrastruktur listrik dalam skala besar.
Kombinasi tersebut membuka peluang bagi Riot untuk membangun bisnis dengan karakter berbeda dari mining. Alih-alih hanya bergantung pada produksi Bitcoin, perusahaan dapat memperoleh pendapatan jangka panjang dari penyewaan kapasitas kepada perusahaan teknologi.
Kehadiran AMD dan Anthropic sebagai dua pelanggan besar juga memperkuat validasi awal terhadap strategi tersebut. Fokus investor terhadap RIOT pun berpotensi bergeser dari sekadar harga Bitcoin menuju seberapa cepat perusahaan dapat mengembangkan dan memonetisasi kapasitas pusat datanya.
Pendapatan Naik 14%, Tapi Riot Masih Rugi US$237 Juta
Antusiasme terhadap bisnis AI datang bersamaan dengan laporan keuangan Riot yang masih menunjukkan gambaran beragam.
Pendapatan kuartal kedua mencapai sekitar US$174,2 juta, naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong antara lain oleh bisnis pusat data dan engineering.
Namun, Riot masih membukukan kerugian bersih sekitar US$237,2 juta, berbalik dari keuntungan yang dicatat pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi pengingat bahwa transformasi menuju operator pusat data berskala besar membutuhkan modal besar dan hasil finansialnya tidak akan muncul secara instan.
Bagi investor, kesepakatan Anthropic karena itu bukan hanya soal nilai kontrak US$9,1 miliar. Hal yang perlu diperhatikan berikutnya adalah kemampuan Riot mengeksekusi pembangunan hingga kapasitas tersedia sesuai jadwal, mengendalikan kebutuhan modal, dan mengubah kontrak jangka panjang tersebut menjadi arus pendapatan yang konsisten.
Jika berhasil, Riot berpotensi memiliki dua mesin bisnis sekaligus: Bitcoin mining dan infrastruktur AI. Transformasi tersebut juga membuat RIOT semakin sensitif terhadap dua tema investasi besar yang saat ini berjalan berdampingan, yaitu aset kripto dan ekspansi pusat data AI.
Pantau Peluang di Balik Ekspansi AI
Ledakan kebutuhan komputasi AI mulai membuka peluang baru bagi perusahaan seperti Riot Platforms yang berekspansi dari Bitcoin mining ke bisnis data center. Pantau saham Amerika melalui Nanovest dan ikuti perkembangan AI, kripto, serta Wall Street terbaru lewat News dan Artikel Tips Nanovest.
Referensi +
- Yahoo Finance: Riot Platforms stock surges on $9.1 billion data center deal with Anthropic
- Bankless: Anthropic Signs Huge Data Center Deal With Bitcoin Miner Riot Platforms






