Setelah triliunan dolar dijanjikan untuk membangun masa depan AI, pertanyaan berikutnya mulai terdengar lebih sederhana: siapa yang akan membayar semua itu?
Pertanyaan tersebut semakin relevan setelah kegelisahan muncul di pasar pembiayaan data center. Reuters Breakingviews pada 25 September menyoroti bagaimana upaya Oracle membatasi eksposur terhadap sebuah proyek server farm membuat pemberi pinjaman kembali menghitung risiko sektor tersebut. Biaya pendanaan proyek baru dapat mencapai 8% atau lebih, dibanding sekitar 6% setahun sebelumnya, membuat kemampuan perusahaan mengubah infrastruktur AI menjadi pendapatan semakin penting.
Tekanan makro juga belum memberikan banyak ruang. Pada Senin, 28 September, Brent kembali naik sekitar 2% ke kisaran US$107 per barel setelah perkembangan terbaru AS-Iran kembali mengurangi harapan tercapainya gencatan senjata. Yield obligasi ikut bergerak naik dan futures Wall Street melemah menjelang pekan yang dipenuhi data ekonomi AS.
Artinya, cerita pertumbuhan kini semakin membutuhkan bukti monetisasi. Amazon dan Alphabet sudah memiliki cloud sebagai jalur langsung untuk menghasilkan pendapatan dari kebutuhan komputasi AI, sementara Visa berpotensi menangkap lapisan berikutnya ketika teknologi tersebut mulai terhubung dengan aktivitas belanja dan pembayaran.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 28 September 2026
1. Amazon.com, Inc. (AMZN) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp4.599.700
- Target Price 1: Rp4.737.776
- Target Price 2: Rp4.880.749
- Stop Loss: Rp4.383.906
Mengapa Menarik?
Amazon mulai menunjukkan bahwa belanja besar untuk AI dan data center tidak hanya menghasilkan biaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis cloud. Pada Q2 FY2026, revenue perusahaan mencapai US$200,61 miliar atau tumbuh sekitar 19,6% YoY, sementara operating income meningkat 43% menjadi sekitar US$27,46 miliar.
AWS menjadi salah satu mesin utamanya. Revenue AWS tumbuh sekitar 37% YoY menjadi US$42,2 miliar, pertumbuhan terkuat dalam lebih dari empat tahun. Permintaan bahkan masih lebih besar dibanding kapasitas komputasi yang tersedia, sementara backlog kontrak AWS telah mencapai sekitar US$496 miliar. Ini memberikan visibilitas terhadap permintaan cloud dan AI untuk periode berikutnya.
Namun, pertumbuhan tersebut membutuhkan modal yang sangat besar. Amazon menaikkan proyeksi belanja modal tahunannya menjadi sekitar US$220 miliar, sementara free cash flow sempat tertekan. Di luar AWS, bisnis advertising juga terus berkembang dan memberi sumber pendapatan dengan margin menarik. Dengan saham masih sekitar 13% di bawah level tertinggi 52 minggu per 25 September, peluang AMZN tetap menarik, tetapi kemampuan AWS dan AI menghasilkan return yang sebanding dengan besarnya investasi menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.
2. Visa Inc. (V) —BUY
- Range Buy: Rp6.559.564
- Target Price 1: Rp6.670.878
- Target Price 2: Rp6.792.723
- Stop Loss: Rp6.403.951
Mengapa Menarik?
Visa tetap mendapat manfaat dari semakin banyaknya transaksi yang beralih ke pembayaran digital. Pada Q3 FY2026, revenue mencapai US$11,63 miliar atau tumbuh 14% YoY, sementara non-GAAP EPS naik 11% menjadi US$3,32. Payments volume meningkat 10%, cross-border volume 13%, dan jumlah transaksi yang diproses juga bertambah 10%.
Pertumbuhan Visa juga semakin luas dari sekadar pembayaran menggunakan kartu. Value-added services memberikan layanan tambahan bagi merchant dan institusi keuangan, sementara perusahaan mulai mempersiapkan infrastrukturnya untuk stablecoin dan agentic commerce, yaitu ketika AI dapat membantu pengguna memilih produk hingga melakukan pembayaran berdasarkan instruksi tertentu. India, misalnya, tengah menyiapkan infrastruktur pembayaran yang memungkinkan AI agent melakukan transaksi dengan batas dan aturan yang sudah ditentukan, sementara Visa termasuk jaringan global yang mengembangkan kemampuan serupa.
Risikonya adalah perkembangan real-time payments, stablecoin, dan metode pembayaran baru juga dapat menjadi pesaing bagi jaringan kartu tradisional. Namun, Visa memiliki net profit margin TTM sekitar 50,78% dan levered free cash flow sekitar US$20,4 miliar. Dengan skala jaringan yang besar, perusahaan memiliki peluang untuk mengintegrasikan teknologi pembayaran baru ke dalam ekosistemnya, bukan hanya mempertahankan model kartu yang sudah ada.
3. Alphabet Inc. (GOOG) —BUY
- Range Buy: Rp6.080.425
- Target Price 1: Rp6.281.634
- Target Price 2: Rp6.509.789
- Stop Loss: Rp5.696.091
Mengapa Menarik?
Alphabet mulai menunjukkan hasil yang lebih nyata dari investasi AI dan cloud. Pada Q2 2026, revenue mencapai US$119,8 miliar atau tumbuh 24% YoY, sedangkan operating income meningkat 30% menjadi US$40,8 miliar. Operating margin juga melebar dari 32% menjadi 34%, menunjukkan pertumbuhan bisnis masih diikuti profitabilitas yang kuat.
Google Cloud menjadi bagian yang paling menonjol. Revenue segmen tersebut melonjak 82% YoY menjadi US$24,8 miliar, sementara operating income naik menjadi US$8,8 miliar dari US$2,8 miliar. Backlog Alphabet juga mencapai US$519,5 miliar, dengan US$513,9 miliar berasal dari Google Cloud. Sederhananya, perusahaan sudah memiliki kontrak dalam jumlah besar yang belum seluruhnya diakui sebagai revenue, sehingga memberikan gambaran permintaan untuk periode mendatang.
Alphabet juga mulai membawa Gemini lebih dekat ke konsumen melalui Search, Workspace, dan perangkat. Googlebook yang diperkenalkan September ini, misalnya, dibangun dengan integrasi Gemini untuk membantu pengguna menulis, mengorganisasi informasi, dan berinteraksi dengan konten di layar. Tantangan utamanya tetap sama: investasi infrastruktur AI membutuhkan modal besar, sementara kompetisi cloud dan AI semakin ketat. Namun, pertumbuhan Cloud, Search, YouTube, dan backlog yang besar memberi Alphabet beberapa jalur untuk mengubah investasi tersebut menjadi pendapatan.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Target Price 1 | Target Price 2 | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|---|
| AMZN | Spec. Buy | Rp4.599.700 | Rp4.737.776 | Rp4.880.749 | Rp4.383.906 |
| V | Buy | Rp6.559.564 | Rp6.670.878 | Rp6.792.723 | Rp6.403.951 |
| GOOG | Buy | Rp6.080.425 | Rp6.281.634 | Rp6.509.789 | Rp5.696.091 |
Kesimpulan
Besarnya investasi AI membuat investor semakin menuntut bukti bahwa teknologi tersebut dapat menghasilkan pendapatan yang sebanding dengan modal yang dikeluarkan. AMZN mendapat dukungan dari akselerasi AWS, V menangkap pertumbuhan transaksi sekaligus evolusi pembayaran digital, sementara GOOG menunjukkan monetisasi AI melalui Cloud dan ekosistem produknya. Ketiganya menawarkan posisi berbeda dalam ekonomi digital ketika biaya membangun infrastruktur teknologi semakin mahal.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau AMZN, V, dan GOOG melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Disclaimer: Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan bertujuan untuk edukasi serta informasi. Informasi ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, maupun jaminan keuntungan atas transaksi investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.






