Solana (SOL) bersiap melakukan salah satu peningkatan penting pada arsitektur transaksinya dengan memperbesar batas ukuran satu transaksi lebih dari tiga kali lipat.
Melalui Transaction v1, jaringan akan menaikkan batas maksimum transaksi dari 1.232 byte menjadi 4.096 byte. Menurut TheStreet, aktivasi upgrade tersebut ditargetkan berlangsung pada 9 September 2026.
Perubahan ini terlihat teknis, tetapi dampaknya cukup langsung bagi pengembang. Selama ini, batas transaksi Solana yang relatif kecil memaksa banyak operasi kompleks dipecah menjadi beberapa transaksi terpisah. Dengan v1, lebih banyak instruksi dan data dapat dimuat dalam satu operasi.
Bagi Solana, upgrade ini menjadi upaya untuk memperluas fleksibilitas aplikasi tanpa mengubah fondasi utama jaringan yang selama ini dikenal karena kecepatan dan biaya transaksi yang rendah.
Transaksi Kompleks Bisa Diproses Sekaligus
Batas 1.232 byte sebelumnya merupakan warisan dari desain awal jaringan Solana.
Menurut TheStreet, setiap transaksi awalnya harus muat dalam satu paket data internet berukuran sekitar 1.280 byte. Solana sebenarnya telah mengubah protokol transmisinya pada 2022, tetapi batas ukuran transaksi tersebut tetap dipertahankan hingga sekarang.
Keterbatasan itu membuat pengembang harus memecah operasi besar ke dalam beberapa transaksi, yang berarti lebih banyak instruksi, proses, dan biaya terpisah.
Beberapa contoh yang terdampak antara lain zero-knowledge proof, persetujuan multisig dengan banyak penandatangan, transfer privat, serta perdagangan atau operasi yang melibatkan banyak langkah.
Transaction v1 mengubah hal tersebut.
Menurut CoinDesk, operasi yang sebelumnya membutuhkan beberapa transaksi kini dapat semakin banyak dijalankan dalam satu transaksi atomik. Artinya, seluruh operasi akan berhasil bersama-sama atau gagal seluruhnya, sehingga mengurangi risiko sebagian proses berhasil sementara bagian lain tidak.
Peningkatan ini dapat menjadi relevan bagi aplikasi DeFi, pembayaran, custody, hingga aplikasi yang membutuhkan instruksi kriptografi lebih kompleks.
Solana Coba Pangkas Keterbatasan terhadap Ethereum
Upgrade ini juga memiliki dimensi kompetitif.
CoinDesk menyoroti bahwa Solana selama ini memiliki keunggulan pada kecepatan dan biaya, tetapi tertinggal dalam satu aspek struktural: batas ukuran transaksi yang cukup ketat.
Ethereum tidak memiliki batas protokol transaksi yang sama kaku. Pengembang dapat memasukkan operasi yang lebih besar dan padat data selama bersedia membayar biaya yang diperlukan.
Dengan menaikkan batas menjadi 4.096 byte, Solana mencoba mengurangi perbedaan tersebut.
Batas baru ini juga bukan angka yang dipilih secara acak. Ukuran 4 KiB sesuai dengan ukuran halaman memori standar yang digunakan perangkat keras validator. Menurut TheStreet, desain ini membantu menjaga efisiensi pemrosesan memori per transaksi.
Jika ukuran transaksi dibuat jauh lebih besar, satu transaksi berpotensi melewati beberapa halaman memori dan meningkatkan beban pemrosesan validator.
Dengan demikian, upgrade v1 mencoba mencari titik tengah antara memberikan lebih banyak ruang bagi aplikasi dan tetap menjaga efisiensi jaringan.
Upgrade Tetap Membawa Tantangan Teknis
Transaction v1 tidak memaksa seluruh aplikasi untuk langsung beralih.
Format transaksi lama dan v0 tetap dapat digunakan, sehingga dompet atau aplikasi tidak perlu mengadopsi v1 jika tidak membutuhkan kapasitas tambahan.
Namun, perubahan lebih besar justru terjadi pada layanan yang membaca blockchain Solana.
Menurut CoinDesk, layanan yang mengambil data blok dan transaksi harus diperbarui agar dapat mengenali format v1. Jika tidak, permintaan data dapat gagal ketika layanan tersebut menemukan transaksi baru.
Hal ini dapat berdampak pada dompet, block explorer, aplikasi perdagangan, dan layanan lain yang bergantung pada data backend untuk menampilkan aktivitas jaringan kepada pengguna.
Informasi biaya prioritas juga disimpan di lokasi berbeda dalam format v1. Perangkat lunak yang belum diperbarui dapat salah menampilkan biaya prioritas sebagai nol meskipun pengguna sebenarnya telah membayarnya.
Selain kompatibilitas, transaksi lebih besar juga membutuhkan lebih banyak bandwidth.
Pengembang memperkirakan pengguna mungkin perlu membayar biaya prioritas lebih tinggi ketika jaringan padat, terutama jika transaksi besar bersaing mendapatkan ruang. Namun, upgrade ini tidak memperkenalkan biaya baru berdasarkan jumlah byte.
Bagi Solana, keberhasilan upgrade karena itu tidak hanya bergantung pada aktivasi protokol. Kesiapan wallet, aplikasi, data provider, dan infrastruktur pendukung juga akan menentukan seberapa mulus adopsi v1 di ekosistem.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Solana di halaman ini.
Pantau Solana Jelang Upgrade v1
Pantau SOL dan aset kripto lainnya melalui Nanovest. Ikuti juga perkembangan upgrade blockchain, DeFi, adopsi jaringan, dan sentimen pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- TheStreet: Solana set to triple transaction capacity with new upgrade
- CoinDesk: Solana to triple transaction size as apps get room for more complex trades






