Pasar keuangan Amerika Serikat bergerak relatif terbatas pada Selasa, 22 September 2026, ketika investor mencermati perkembangan geopolitik dan arah kebijakan ekonomi global. Salah satu perhatian utama datang dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury yield, bersamaan dengan melemahnya harga minyak.
Pergerakan tersebut terjadi ketika Presiden AS Donald Trump memulai rangkaian diplomasi dalam pekan yang dipenuhi agenda geopolitik. Investor juga menantikan pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Washington yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu agenda penting karena hubungan AS-China dapat memengaruhi sentimen pasar, terutama terkait perdagangan dan ekonomi global.
Treasury Yield Turun Setelah Tembus 5%
Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,93%, setelah sebelumnya sempat menembus level 5% pada pekan lalu. Penurunan yield menjadi perhatian investor karena pergerakan obligasi pemerintah AS kerap menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kondisi likuiditas dan valuasi berbagai aset.
Penurunan yield juga terjadi ketika harga minyak mulai terkoreksi. Kondisi tersebut dapat membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi, mengingat kenaikan harga energi dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi sekaligus memberikan tekanan terhadap harga barang dan jasa.
Data pasar pada Selasa menunjukkan hubungan antara harga minyak dan Treasury yield kembali menjadi perhatian. MarketWatch mencatat yield Treasury 10 tahun turun sekitar 2,4 basis poin ke 4,932% ketika harga minyak Brent bergerak turun dari level di atas US$102 per barel menjadi di bawah US$100.
Harga Minyak Turun, Inflasi Jadi Sorotan
Harga minyak menjadi salah satu faktor penting yang diperhatikan pasar dalam beberapa hari terakhir. Penurunan harga terjadi setelah muncul laporan bahwa Iran bersedia membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tertentu apabila AS menghentikan blokade dan mengurangi tekanan militernya.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. Karena itu, setiap perkembangan yang berpotensi mengurangi gangguan pasokan minyak dapat langsung memengaruhi ekspektasi investor terhadap harga energi dan inflasi.
Menurut Many Xu, Head of Derivatives Market Intelligence di Cboe, korelasi antara harga minyak dan Treasury yield telah berada di level tertinggi dalam sekitar 35 tahun. Kondisi ini membuat perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah semakin relevan bagi pasar obligasi AS.
Trump dan Xi Jinping Jadi Perhatian Investor
Selain harga minyak dan Treasury yield, investor kini menunggu pertemuan Trump dan Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada Kamis.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah hubungan AS-China yang masih menghadapi sejumlah isu, termasuk perdagangan, rantai pasok, serta perkembangan teknologi dan AI. Reuters melaporkan bahwa pembicaraan kedua negara juga mencakup isu perdagangan, supply chain, AI, dan ketegangan di Timur Tengah.
Pasar akan mencermati apakah pertemuan tersebut menghasilkan perkembangan yang dapat memberikan kejelasan terhadap hubungan ekonomi kedua negara. Setiap sinyal mengenai perdagangan atau rantai pasok berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap saham perusahaan multinasional dan sektor teknologi.
Saham Teknologi dan Bitcoin Ikut Jadi Sorotan
Di tengah penurunan Treasury yield dan harga minyak, saham teknologi bergerak menguat tipis setelah reli besar pada sesi sebelumnya. ETF sektor teknologi XLK tercatat bergerak lebih tinggi, sementara saham Apple naik lebih dari 1%. Meta juga melanjutkan penguatan setelah mendapat perhatian pasar terkait AI agent barunya, Muse.
Sementara itu, Bitcoin bertahan di atas US$85.000, sedangkan Ethereum berada di dekat level tertingginya sejak Januari. Minat terhadap aset digital kembali meningkat seiring perubahan sentimen di pasar.
Dengan demikian, investor kini menghadapi kombinasi beberapa katalis sekaligus, mulai dari pergerakan harga minyak dan Treasury yield hingga perkembangan hubungan AS-China. Perubahan pada faktor-faktor tersebut dapat menjadi perhatian pasar dalam menentukan arah aset berisiko, termasuk saham teknologi dan aset digital, dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.
Pasar Bergerak, Pantau Katalis Berikutnya
Yield AS mulai melandai, minyak turun, dan pertemuan Trump-Xi semakin dekat. Pantau saham AS melalui Nanovest serta ikuti perkembangan pasar global terbaru.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance
- MarketWatch
- Reuters






