Bitcoin (BTC) kembali mencetak level tertinggi sejak Januari setelah reli pada awal pekan membawa harga melewati US$86.000.
BTC mencapai US$86.332 di Bitstamp pada Senin, 21 September, naik sekitar 5,7% dalam sehari. Pergerakan tersebut melanjutkan kenaikan setelah Bitcoin menutup perdagangan mingguan di sekitar US$81.120, level penutupan tertinggi sejak awal Mei.
Namun, kenaikan kali ini bukan hanya membawa Bitcoin ke level harga tertinggi baru dalam 33 minggu. BTC juga berhasil kembali berada di atas moving average 50 minggu, indikator teknikal jangka panjang yang selama beberapa bulan menjadi salah satu batas pemulihan harga.
Bersamaan dengan itu, arus dana ETF Bitcoin spot AS kembali positif dan tekanan dari harga minyak mulai mereda. Kombinasi tersebut memperkuat pemulihan Bitcoin dari level terendah sekitar US$57.000 pada Juli, meskipun keberlanjutan kenaikannya masih bergantung pada arus modal dan kondisi makro.
Bitcoin Tembus US$86.000, Short Terlikuidasi
Bitcoin sempat mencapai US$86.332, level tertinggi sejak akhir Januari dan sekitar 50% di atas titik terendah Juli di sekitar US$57.000.
Kenaikan yang berlangsung cepat setelah penutupan mingguan turut memicu likuidasi besar di pasar derivatif. Data CoinGlass yang dikutip Cointelegraph menunjukkan likuidasi posisi short kripto mendekati US$800 juta dalam 24 jam.
Short liquidation terjadi ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi trader yang memperkirakan penurunan, sehingga posisi tersebut ditutup secara paksa. Dalam jumlah besar, proses ini dapat mempercepat kenaikan harga karena posisi short harus ditutup.
Namun, data tersebut juga membuat komposisi reli menjadi penting untuk diperhatikan. Bitfinex Alpha menilai kenaikan berikutnya membutuhkan dukungan pembelian spot yang berkelanjutan, peningkatan open interest dari posisi baru, dan arus modal ETF, bukan hanya pergerakan yang didorong oleh short covering.
Arus ETF mulai menunjukkan perbaikan. ETF Bitcoin spot AS mencatat inflow bersih US$435 juta pada Jumat, terbesar sejak 3 September. Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) menyumbang sekitar US$310 juta, berbeda dari periode sebelumnya ketika iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock lebih dominan.
Harga Bitcoin juga kini mendekati US$85.638, yang menurut Glassnode merupakan estimasi harga pokok agregat investor ETF Bitcoin spot AS. Kembalinya BTC ke atas area tersebut dapat membawa lebih banyak kepemilikan ETF kembali ke posisi keuntungan secara agregat.
BTC Kembali di Atas Moving Average 50 Minggu
Selain harga US$86.000, perkembangan teknikal lain datang dari penutupan mingguan Bitcoin.
BTC menutup pekan di US$81.159 di Coinbase (COIN), berada di atas moving average 50 minggu sekitar US$78.788. Ini merupakan penutupan mingguan pertama di atas indikator tersebut dalam lebih dari 10 bulan, setelah terakhir terjadi pada 9 November 2025.
Moving average 50 minggu digunakan sebagian pelaku pasar untuk melihat tren harga jangka panjang. Galaxy Research sebelumnya mencatat bahwa dalam empat dari lima bear market Bitcoin yang telah selesai, pergerakan kembali ke atas indikator tersebut terjadi setelah titik terendah utama terbentuk.
Namun, rekam jejak tersebut tidak berarti penutupan terbaru otomatis mengonfirmasi dimulainya bull market baru.
Dari 13 kejadian ketika Bitcoin kembali menembus moving average 50 minggu, dua di antaranya masih diikuti pembentukan titik terendah baru. Keduanya terjadi selama bear market 2021-2022.
Indikator momentum juga menunjukkan alasan untuk tetap mencermati volatilitas jangka pendek. Ketika Bitcoin berada di sekitar US$84.000, Relative Strength Index (RSI) harian mendekati level 70, yang umumnya dikategorikan sebagai area overbought. Sebelumnya juga muncul bearish divergence ketika harga membentuk level tertinggi lebih tinggi, tetapi RSI membentuk level tertinggi lebih rendah.
Dengan demikian, kembalinya BTC ke atas MA 50 minggu memperkuat sinyal pemulihan tren, tetapi konfirmasi berikutnya tetap bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level tersebut dan membentuk struktur harga yang lebih tinggi secara konsisten.
Minyak Turun, Tekanan Makro Mulai Mereda
Reli Bitcoin juga berlangsung ketika sebagian tekanan makro yang membebani aset berisiko mulai mereda.
Harga minyak mentah WTI, yang sempat menembus US$100 per barel pekan sebelumnya, turun hingga US$91,59 pada Senin. Penurunan terjadi setelah muncul sinyal mengenai kemungkinan dimulainya kembali jalur diplomasi dalam konflik AS-Iran.
Penurunan minyak menjadi relevan karena lonjakan energi sebelumnya meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan arah kebijakan moneter AS.
Yield Treasury juga bergerak turun dari level tertingginya. Yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun berada sekitar 5,301% pada Senin, turun dari 5,425% pada 11 September yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2004.
Namun, tekanan suku bunga belum sepenuhnya hilang. Data CME FedWatch yang dikutip sumber menunjukkan pasar pada Senin memperhitungkan sekitar 53% peluang kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober, serta hampir 40% peluang kenaikan 25 basis poin berikutnya sebelum akhir tahun.
Artinya, penurunan harga minyak dan yield memberikan ruang bagi aset berisiko untuk pulih, tetapi arah inflasi dan kebijakan The Fed masih dapat memengaruhi likuiditas pasar dalam beberapa bulan mendatang.
US$86.000 Jadi Area Berikutnya yang Perlu Dipantau
Dengan Bitcoin kembali di atas US$86.000, perhatian berikutnya beralih pada kemampuan BTC mempertahankan kenaikan setelah reli yang berlangsung cepat.
Secara teknikal, BTC telah merebut kembali moving average 50 minggu dan melewati area US$83.000 yang sebelumnya dipantau sejumlah analis sebagai batas penting untuk mengakhiri pola lower high pada grafik jangka panjang.
Namun, harga yang lebih tinggi perlu diikuti permintaan spot dan arus modal baru. Reli yang terlalu bergantung pada likuidasi posisi short cenderung memberikan sinyal yang berbeda dibanding kenaikan yang didukung pembelian baru secara berkelanjutan.
ETF menjadi salah satu indikator yang dapat membantu membaca perubahan tersebut. Inflow US$435 juta pada Jumat menunjukkan permintaan institusional mulai kembali, sementara BTC kini berada di sekitar harga pokok agregat investor ETF spot AS.
Di sisi lain, minyak, yield Treasury, dan arah suku bunga The Fed tetap menjadi faktor eksternal yang dapat mengubah sentimen terhadap Bitcoin.
Kembalinya BTC di atas MA 50 minggu memberikan sinyal pemulihan yang lebih kuat dibanding beberapa bulan sebelumnya. Namun, kemampuan Bitcoin bertahan di atas area US$83.000-US$86.000, disertai arus ETF dan pembelian spot yang berkelanjutan, akan menjadi indikator berikutnya untuk menilai kekuatan reli ini.
Baca berita lainnya terkait perkembangan aset Bitcoin di halaman ini.
Bitcoin Tembus US$86.000, Pantau Arah Berikutnya
Bitcoin kembali ke level tertinggi dalam delapan bulan. Pantau BTC dan aset lainnya melalui Nanovest serta ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- CoinTelegraph: BTC price nears eight-month high above $85K: Five things to know in Bitcoin this week
- CoinTelegraph: Bitcoin reclaims 50-week moving average as analysts eye end of bear market
- CoinTelegraph: Bitcoin price tags $86K as analysis sees crypto in ‘new bull market’






