Pasar obligasi Amerika Serikat memasuki pekan baru dengan risiko volatilitas dari dua arah sekaligus. Investor tidak hanya menunggu data inflasi terbaru untuk membaca langkah Federal Reserve, tetapi juga detail ekspansi program pembelian kembali obligasi pemerintah yang dapat memengaruhi yield jangka panjang.
Dua agenda tersebut membawa kekuatan yang berbeda ke pasar Treasury. Data inflasi terutama dapat mengubah ekspektasi suku bunga The Fed dan menggerakkan obligasi tenor pendek. Sementara itu, kebijakan pembelian kembali Departemen Keuangan AS berpotensi memengaruhi permintaan dan biaya pinjaman di ujung panjang kurva.
Ketidakpastian semakin tinggi setelah data tenaga kerja Agustus yang lebih kuat dari perkiraan mendorong pasar kembali memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September. Dengan CPI menyusul pada Jumat, pasar obligasi kemungkinan kembali menjadi salah satu pusat perhatian Wall Street pekan ini.
Yield Treasury Tertekan dari Dua Arah
Pergerakan pasar obligasi AS pekan ini akan sangat bergantung pada bagian kurva yield yang diperhatikan.
Di tenor pendek, investor berfokus pada kebijakan moneter. Data ketenagakerjaan Agustus yang lebih kuat dari perkiraan pada Jumat lalu mendorong yield jangka pendek naik karena pasar memperbesar taruhan bahwa The Fed dapat kembali menaikkan suku bunga bulan ini.
Pada Jumat, pasar swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September berada di sekitar 60%. Keputusan berikutnya dijadwalkan pada 16 September.
Namun, pergerakan di obligasi jangka panjang memiliki katalis berbeda. Yield Treasury 30 tahun sebelumnya sempat mencapai level tertinggi sejak 2007 dan masih berada di sekitar 5,25% pada Jumat.
Tekanan tersebut membuat perhatian investor beralih ke Departemen Keuangan AS. Menteri Keuangan Scott Bessent tengah memperluas program pembelian kembali obligasi, sebuah langkah yang dapat meningkatkan permintaan terhadap surat utang berjangka panjang dan membantu meredam tekanan yield.
Kombinasi inilah yang membuat kurva Treasury menghadapi dua kekuatan sekaligus: The Fed dapat mendorong yield jangka pendek melalui kebijakan suku bunga, sementara Departemen Keuangan mencoba memengaruhi kondisi pembiayaan di tenor panjang.
Buyback Treasury Bisa Gerakkan Obligasi Jangka Panjang
Departemen Keuangan dijadwalkan mengumumkan rincian operasi buyback pada Rabu sebelum transaksi dilakukan keesokan harinya.
Pemerintah sebelumnya menyatakan akan setidaknya menggandakan ukuran pembelian kembali dari batas sebelumnya sebesar US$2 miliar. Artinya, operasi tersebut setidaknya dapat mencapai US$4 miliar, tetapi pasar melihat kemungkinan jumlah yang lebih besar.
Spekulasi bahkan mengarah pada ekspansi hingga tiga sampai lima kali ukuran sebelumnya.
Jika pembelian melampaui US$4 miliar, tambahan permintaan dari Departemen Keuangan berpotensi mendorong harga obligasi naik dan yield turun, khususnya pada tenor yang menjadi sasaran program.
Langkah tersebut menjadi perhatian karena diumumkan di luar jadwal reguler quarterly refunding Departemen Keuangan. Keputusan itu sempat mengejutkan investor dan menambah ketidakpastian mengenai bagaimana pemerintah akan mengelola struktur utang dan biaya pinjaman jangka panjang.
Bagi pasar, persoalannya bukan hanya berapa besar Treasury akan membeli obligasi. Investor juga mencoba membaca apakah kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menahan tekanan pada biaya pendanaan pemerintah ketika yield jangka panjang berada di level tinggi.
CPI Jadi Penentu Taruhan Suku Bunga The Fed
Jika buyback menjadi katalis utama di ujung panjang kurva, data inflasi Jumat menjadi ujian terbesar bagi tenor pendek.
Ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan CPI Agustus naik 3,4% secara tahunan. Core CPI, yang mengecualikan makanan dan energi, diproyeksikan naik 2,4%.
Angka tersebut menjadi penting setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menempatkan stabilitas harga sebagai fokus utama kebijakan bank sentral. Dengan inflasi masih berada di atas target 2%, data terbaru akan membantu menentukan apakah kondisi sudah cukup mendukung untuk mempertahankan suku bunga atau justru membuka jalan bagi kenaikan.
Sebelum CPI, investor juga akan mendapat beberapa indikator tambahan. Ekspektasi inflasi satu tahun New York Fed dan kredit konsumen dijadwalkan Selasa, sementara PPI, klaim pengangguran awal, dan data perumahan akan dirilis Kamis.
Karena pejabat The Fed telah memasuki periode blackout menjelang rapat kebijakan, data ekonomi akan menjadi salah satu sumber utama bagi pasar untuk memperbarui ekspektasi suku bunga.
Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan, yield jangka pendek berpotensi kembali mendapat tekanan naik karena probabilitas kenaikan suku bunga dapat membesar. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi kekhawatiran tersebut.
Dari Treasury hingga Saham, Yield Jadi Variabel Penting
Volatilitas pasar obligasi tidak berhenti di Treasury. Perubahan yield dapat merambat ke berbagai kelas aset karena obligasi pemerintah AS menjadi salah satu acuan utama biaya modal global.
Yield yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya pendanaan perusahaan sekaligus menekan valuasi saham, khususnya perusahaan growth dan teknologi yang sebagian besar valuasinya bergantung pada laba masa depan. Sebaliknya, penurunan yield dapat mengurangi tekanan tersebut.
Itulah sebabnya kombinasi kebijakan fiskal dan moneter pekan ini menjadi penting bagi Wall Street. Pasar perlu menilai apakah langkah Treasury mampu meredakan tekanan di ujung panjang kurva pada saat The Fed masih menghadapi inflasi yang berada di atas target.
Dengan buyback Treasury diumumkan pada pertengahan pekan dan CPI menyusul pada Jumat, arah yield AS dapat menjadi salah satu variabel utama yang menentukan sentimen pasar menjelang keputusan The Fed pada 16 September.
Pantau Arah Yield dan Peluang di Wall Street
Pantau saham AS melalui Nanovest dan ikuti perkembangan yield Treasury, inflasi, kebijakan The Fed, serta sentimen Wall Street lewat News & Artikel Tips Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Bloomberg: Bond Traders Brace for More Swings at Both Ends of US Yield Curve






