SpaceX kembali menjadi perhatian Wall Street setelah muncul laporan bahwa perusahaan antariksa dan kecerdasan buatan (AI) tersebut berencana menghimpun US$40 miliar dalam pembiayaan utang untuk membeli chip Nvidia dan memperluas kapasitas data center.
Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Yahoo Finance, rencana pembiayaan tersebut mencakup pinjaman bank dan penerbitan utang berperingkat investasi. Saham SpaceX (SPCX) merespons kabar tersebut dengan penurunan 2,51% ke US$167,60 pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026.
Perkembangan ini terjadi ketika valuasi SpaceX telah mencapai sekitar US$2,26 triliun, mendekati kapitalisasi pasar Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSM) dan Amazon (AMZN).
Di sisi lain, bisnis komputasi AI, pendapatan Starlink, dan kemajuan program Starship masih menjadi faktor yang mendukung optimisme sejumlah analis terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.
SpaceX Dilaporkan Siapkan Utang US$40 Miliar
SpaceX dilaporkan berencana mengakses pasar utang untuk membiayai pembelian chip Nvidia (NVDA) yang akan digunakan dalam infrastruktur data center AI.
Berdasarkan laporan Bloomberg, total pembiayaan yang direncanakan mencapai US$40 miliar, terdiri atas US$10 miliar pinjaman bank dan US$30 miliar penerbitan utang berperingkat investasi.
Apollo Global Management disebut memimpin proses pembiayaan, sementara perusahaan investasi obligasi PIMCO sedang mempertimbangkan keterlibatannya dalam transaksi tersebut.
Rencana ini menunjukkan besarnya kebutuhan modal untuk memperluas kapasitas komputasi AI SpaceX. Namun, pembiayaan tersebut masih berstatus rencana berdasarkan laporan media, bukan transaksi yang telah diumumkan selesai.
Saham SPCX ditutup turun 2,51% menjadi US$167,60 pada Rabu setelah kabar tersebut beredar.
Besarnya nilai utang menjadi perhatian karena SpaceX masih melakukan belanja modal agresif untuk memperluas infrastruktur AI sekaligus mengembangkan bisnis antariksa. Perusahaan juga diperkirakan masih mencatat kerugian besar pada kuartal berjalan.
Meski demikian, sejumlah analis menilai pendapatan dari kontrak komputasi AI dan bisnis Starlink dapat mendukung kemampuan SpaceX memenuhi kewajiban pembiayaan tersebut.
Kapitalisasi SpaceX Dekati TSMC dan Amazon
Sebelum munculnya laporan pembiayaan baru, saham SpaceX telah mencatat kenaikan signifikan.
Kapitalisasi pasar perusahaan mencapai sekitar US$2,26 triliun, tidak jauh dari TSMC sebesar US$2,5 triliun dan Amazon sebesar US$2,76 triliun.
Saham SPCX telah naik sekitar 64% dari titik terendah pada 3 Agustus dan menguat 16% selama satu bulan terakhir.
Kenaikan tersebut berlangsung seiring meningkatnya ekspektasi investor terhadap dua bisnis utama SpaceX, yaitu infrastruktur komputasi AI dan layanan antariksa.
Menurut data Yahoo Finance AlphaSpace, sekitar 80% analis yang meliput SpaceX memberikan rating Buy atau Strong Buy.
Dalam dua pekan terakhir, analis Evercore ISI, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley juga menyampaikan pandangan positif terhadap prospek perusahaan.
Evercore ISI menyoroti kapasitas komputasi yang dikembangkan melalui fasilitas Colossus 1 dan Colossus 2. Goldman Sachs menilai estimasi pertumbuhan segmen AI SpaceX masih berpotensi meningkat, sementara Morgan Stanley melihat peluang pertumbuhan dari kombinasi bisnis antariksa dan AI.
Meski demikian, besarnya kenaikan harga saham dan valuasi perusahaan membuat realisasi pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, serta kebutuhan pembiayaan menjadi faktor penting dalam menilai keberlanjutan kenaikan SPCX.
Bisnis AI SpaceX Bidik ARR US$100 Miliar
Di luar bisnis peluncuran roket dan internet satelit Starlink, SpaceX semakin memperluas bisnis komputasi AI melalui fasilitas data center Colossus 1 dan Colossus 2 di Memphis, Tennessee.
Fasilitas tersebut telah menghasilkan pendapatan berulang bernilai miliaran dolar AS per bulan dari layanan komputasi AI. Pertumbuhan bisnis ini menjadi salah satu alasan SpaceX meningkatkan investasi pada chip dan infrastruktur komputasi.
Pada September, CFO SpaceX Bret Johnsen menyampaikan bahwa perusahaan berada di jalur untuk mencapai annual recurring revenue (ARR) sebesar US$100 miliar secara keseluruhan.
SpaceX juga telah menyelesaikan kontrak hosting baru yang diperkirakan menghasilkan sekitar US$1,11 miliar per bulan mulai 1 Desember 2026, setara dengan tambahan ARR sekitar US$13 miliar.
Angka tersebut merupakan nilai pendapatan berulang yang diharapkan dari kontrak, bukan pendapatan yang telah direalisasikan.
Perkembangan bisnis AI ini turut mendapat perhatian analis. Evercore ISI menilai kapasitas GPU Colossus 1 dan 2 dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan dan EBITDA SpaceX pada 2027 dibandingkan perkiraan pasar sebelumnya.
Sementara itu, analis Yorkville Ives Dan Ives mempertahankan rating Outperform dengan target harga US$225 untuk SPCX. Ia menilai kontrak komputasi AI dan arus kas dari Starlink dapat mendukung pembiayaan ekspansi perusahaan, meskipun nilai utangnya bertambah.
Namun, peningkatan kapasitas data center juga membutuhkan belanja modal yang besar. Karena itu, kemampuan SpaceX merealisasikan kontrak, mengelola biaya infrastruktur, dan menghasilkan arus kas akan menjadi faktor penting untuk menilai dampak investasi AI terhadap kinerja keuangan.
Starship dan Starlink Jadi Penopang Pertumbuhan
Selain AI, perkembangan program Starship menjadi faktor lain yang mendukung prospek SpaceX.
Pada akhir September, SpaceX berhasil membawa Starship ke orbit Bumi untuk pertama kalinya dan meluncurkan 26 satelit Starlink V3 dalam penerbangan tersebut.
Keberhasilan itu menjadi perkembangan penting bagi rencana SpaceX meningkatkan kapasitas peluncuran satelit generasi berikutnya.
Starship dirancang untuk membawa muatan lebih besar dengan biaya peluncuran per kilogram yang lebih rendah. Apabila kemampuan tersebut dapat diterapkan secara konsisten, SpaceX berpotensi mempercepat penempatan satelit Starlink sekaligus memperluas layanan peluncuran untuk pelanggan lainnya.
Program ini juga membuka peluang penggunaan infrastruktur di orbit untuk berbagai kebutuhan komersial, eksplorasi antariksa, dan keamanan nasional.
Perhatian investor berikutnya akan tertuju pada penerbangan Starship ke-15, yang menurut perkiraan analis dapat berlangsung pada akhir Oktober atau November.
Bagi SpaceX, kemajuan Starship dan ekspansi bisnis AI menciptakan dua sumber pertumbuhan yang berbeda. Namun, keduanya membutuhkan investasi besar dan memiliki jadwal pengembangan serta risiko operasional masing-masing.
Dalam jangka pendek, investor dapat memperhatikan perkembangan rencana utang US$40 miliar, realisasi kontrak komputasi AI, pertumbuhan pendapatan Starlink, serta hasil penerbangan Starship berikutnya.
Dengan kapitalisasi pasar yang sudah mencapai US$2,26 triliun, kemampuan SpaceX mengubah investasi AI dan antariksa menjadi pendapatan serta arus kas menjadi salah satu faktor penting untuk menilai prospek perusahaan selanjutnya.
Ambisi AI SpaceX Makin Besar, Begitu Juga Investasinya
SpaceX memperluas bisnis komputasi AI sambil mengembangkan Starship dan Starlink. Pantau SPCX, NVDA, dan perkembangan saham teknologi AS lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Yahoo Finance: SpaceX eyes overtaking Taiwan Semiconductor and Amazon in the trillion-dollar market-cap club
- Yahoo Finance: SpaceX stock slips on report of its $40 billion in new debt for Nvidia chips






