Ekosistem XRP Ledger (XRPL) kembali menjadi perhatian setelah data RWA.xyz menunjukkan nilai aset dunia nyata (real-world assets atau RWA) yang direpresentasikan di jaringan tersebut mencapai US$4,52 miliar. Sebagian besar nilai komoditas tokenisasi di XRPL berasal dari satu produk energi, JMWH, yang diterbitkan oleh Justoken.
Pada saat yang sama, Ripple memperluas penjajakan bisnis institusional melalui kemitraan strategis dengan Meritz Securities, perusahaan pialang asal Korea Selatan. Kedua perusahaan akan mengevaluasi penggunaan infrastruktur kustodian dan tokenisasi Ripple untuk pasar modal Korea.
Meski demikian, perkembangan tersebut belum memberikan dorongan langsung terhadap harga XRP. Berdasarkan data CoinGecko yang dikutip pada 7 Oktober 2026, XRP diperdagangkan sekitar US$1,45, turun 4,3% dalam 24 jam terakhir.
Perbedaan antara pertumbuhan aktivitas jaringan dan pergerakan harga token menjadi perhatian, terutama karena nilai aset yang ditokenisasi tidak selalu mencerminkan permintaan pasar terhadap XRP.
Token Energi US$2,23 Miliar Dominasi Komoditas XRPL
Menurut data RWA.xyz, token energi JMWH milik Justoken memiliki nilai sekitar US$2,229 miliar di XRP Ledger. Produk tersebut mencakup sekitar 89% dari total nilai komoditas tokenisasi yang tercatat di jaringan.
JMWH merepresentasikan energi dunia nyata, dengan setiap token mewakili satu megawatt-jam (MWh) energi yang didukung oleh perusahaan energi. Token tersebut dirancang untuk mendukung transaksi keuangan dan pelacakan energi.
RWA.xyz mencatat sekitar 37,15 juta token JMWH dengan 165 pemegang. Nilai aset bersih yang digunakan dalam perhitungan mencapai US$60 per token, sehingga menghasilkan total nilai sekitar US$2,23 miliar.
Besarnya nilai JMWH membuat produk tersebut jauh melampaui aset komoditas XRPL lainnya. Koleksi berlian terbesar, DIA-AD-COL1, tercatat senilai US$105,2 juta, sedangkan sejumlah koleksi berlian lain dari Ctrl Alt berada pada kisaran US$13,7 juta hingga US$46 juta.
Dominasi satu produk ini menjadi konteks penting dalam membaca pertumbuhan tokenisasi XRPL. Meskipun total nilainya besar, sekitar 89% nilai komoditas berasal dari satu aset, bukan tersebar secara merata di berbagai produk dan penerbit.
Pengembangan JMWH juga berkaitan dengan proyek Enertoken yang diluncurkan Justoken bersama YPF Luz. Fase awal proyek tersebut mencakup aset energi bernilai lebih dari US$800 juta.
Justoken sendiri tidak hanya menggunakan XRPL. RWA.xyz juga mencatat produk tokenisasi kedelai dan minyak kedelai milik perusahaan tersebut di Polygon, menunjukkan bahwa aktivitas penerbitannya mencakup lebih dari satu blockchain.
Nilai Aset XRPL Belum Mencerminkan Permintaan XRP
Secara keseluruhan, RWA.xyz mencatat nilai aset yang direpresentasikan di XRPL sebesar US$4,52 miliar, dengan volume transfer RWA bulanan mencapai sekitar US$7,03 miliar.
Namun, kedua angka tersebut mengukur hal yang berbeda.
Nilai aset yang direpresentasikan menunjukkan besarnya aset dasar yang tercatat melalui tokenisasi. Sementara itu, volume transfer mencerminkan perpindahan token antaralamat dalam jaringan, bukan seluruhnya transaksi pembelian baru atau arus masuk modal dari investor.
Dengan demikian, volume transfer yang tinggi tidak otomatis menunjukkan likuiditas pasar sekunder yang besar ataupun permintaan investasi yang setara.
Perbandingan dengan Ethereum juga membutuhkan perhatian terhadap metrik yang digunakan. Data yang dikutip sumber menyebutkan arus masuk bersih komoditas tahunan sekitar US$2,2 miliar untuk XRPL, dibandingkan US$1,6 miliar untuk Ethereum.
Namun, dari sisi nilai produk, RWA.xyz mencatat Tether Gold sekitar US$2,91 miliar di berbagai jaringan dan Paxos Gold sekitar US$1,79 miliar di Ethereum. Karena nilai Tether Gold tersebar di beberapa blockchain, seluruhnya tidak dapat dikaitkan secara eksklusif dengan Ethereum.
Perbedaan ini penting karena besarnya nilai tokenisasi di XRPL belum tentu menghasilkan permintaan langsung terhadap XRP.
Transaksi di XRP Ledger memang menggunakan XRP untuk biaya jaringan dan persyaratan cadangan akun. Namun, data yang tersedia belum menunjukkan jumlah XRP yang digunakan atau disimpan untuk mendukung JMWH, besarnya likuiditas pasangan perdagangan XRP, maupun apakah XRP digunakan sebagai jaminan atau aset penyelesaian kontrak energi.
Artinya, pertumbuhan tokenisasi dapat menunjukkan peningkatan penggunaan infrastruktur XRPL, tetapi dampaknya terhadap permintaan XRP masih perlu dibuktikan melalui aktivitas ekonomi yang benar-benar melibatkan token tersebut.
Ripple Gandeng Meritz, Harga XRP Masih di Bawah US$1,50
Selain perkembangan tokenisasi energi, Ripple mengumumkan kemitraan strategis dengan Meritz Securities untuk mengevaluasi penggunaan infrastruktur aset digital di pasar modal Korea Selatan.
Kerja sama tersebut mencakup peninjauan Ripple Custody, solusi penyimpanan aset digital untuk institusi, serta infrastruktur tokenisasi yang ditawarkan Ripple kepada lembaga keuangan.
Kedua perusahaan berencana memulai penjajakan sesuai aturan bisnis sekuritas yang berlaku, kemudian mempertimbangkan perluasan kerja sama seiring perkembangan regulasi aset digital di Korea Selatan.
Namun, pengumuman tersebut belum mencakup rincian jaringan blockchain yang akan digunakan, jenis aset yang akan diterbitkan, volume kustodian, kelompok pelanggan, ataupun jadwal peluncuran komersial.
Karena itu, kemitraan ini masih berada pada tahap evaluasi dan belum dapat dianggap sebagai implementasi layanan tokenisasi yang sudah berjalan.
Di pasar kripto, XRP masih menghadapi tekanan jual. Menurut data CoinGecko yang dikutip sumber, harga XRP berada di sekitar US$1,45, turun 4,3% dalam 24 jam dan 3,9% selama tujuh hari terakhir. Token tersebut sebelumnya sempat diperdagangkan di sekitar US$1,52 dalam rentang 24 jam.
Analisis harga dalam sumber menempatkan US$1,40 sebagai area penurunan yang perlu diperhatikan, sedangkan US$1,60 menjadi level kenaikan yang dapat mengindikasikan pemulihan lebih kuat. Kedua level tersebut merupakan acuan analisis, bukan kepastian arah harga.
Bagi investor, perkembangan selanjutnya tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan nilai RWA di XRPL, tetapi juga realisasi kerja sama Ripple dengan lembaga keuangan, likuiditas aset tokenisasi, serta seberapa besar aktivitas tersebut menciptakan penggunaan XRP secara berkelanjutan.
Dengan demikian, ekspansi infrastruktur XRPL dan Ripple tetap menjadi perkembangan penting bagi ekosistemnya, meskipun dampak terhadap harga XRP belum terlihat secara langsung.
Tokenisasi Meluas, Kapan XRP Ikut Bergerak?
Nilai aset tokenisasi di XRPL terus berkembang, sementara Ripple memperluas penjajakan bisnis institusional. Pantau XRP dan aset kripto lainnya melalui Nanovest.
Investasi memiliki risiko. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan profil risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Nanovest terdaftar dan diawasi oleh OJK.
Referensi +
- Cryptonews: XRP News: XRPL $2.2B Tokenization Depends on Energy Token
- Cryptonews: XRP Price Eyes New Catalyst as Ripple Partners With South Korea’s Meritz






