Permintaan infrastruktur AI belum menunjukkan tanda melambat. Namun, di balik pertumbuhan pendapatan yang agresif, perusahaan teknologi menghadapi tantangan berbeda dalam memenuhi permintaan, menghasilkan kas, dan membiayai ekspansi bisnis.
Perkembangan tersebut kembali menjadi perhatian setelah Advanced Micro Devices (AMD) melaporkan kinerja kuartal III 2026 yang melampaui ekspektasi analis. Lonjakan pendapatan Data Center dan proyeksi pertumbuhan yang optimistis menunjukkan besarnya kebutuhan chip untuk mendukung pembangunan infrastruktur AI.
Di sisi lain, Broadcom telah menunjukkan kemampuan menghasilkan arus kas besar dari bisnis semikonduktor AI, sementara Oracle terus memperluas kapasitas cloud untuk memenuhi kontrak pelanggan bernilai ratusan miliar dolar. Meski sama-sama memperoleh manfaat dari pertumbuhan industri AI, ketiganya memiliki tantangan keuangan dan operasional yang berbeda.
Dalam kondisi tersebut, Advanced Micro Devices (AMD), Broadcom (AVGO), dan Oracle (ORCL) menjadi tiga saham yang menarik untuk dicermati. Pertumbuhan bisnis pusat data, realisasi proyeksi pendapatan, dan kemampuan mengelola kebutuhan investasi menjadi faktor penting bagi prospek masing-masing perusahaan.
Berikut saham pilihan yang masuk radar Nanovest hari ini.
Rekomendasi Saham AS Hari Ini, 4 November 2026
1. Advanced Micro Devices Inc. (AMD) —BUY
- Range Buy: Rp8.781.029
- Target Price 1: Rp9.154.318
- Target Price 2: Rp9.527.606
- Stop Loss: Rp8.174.434
Mengapa Menarik?
AMD mencatat pendapatan Q3 2026 sebesar US$13,38 miliar, naik 45% YoY, dengan EPS disesuaikan US$2,09 yang melampaui ekspektasi analis. Pertumbuhan terutama didorong segmen Data Center yang melonjak 97% menjadi US$8,55 miliar, mencerminkan tingginya permintaan prosesor server dan akselerator AI.
AMD terus memperluas portofolio AI melalui platform Helios serta kerja sama dengan perusahaan teknologi seperti Meta. Manajemen menargetkan pendapatan Q4 sekitar US$17 miliar dan pertumbuhan pendapatan lebih dari 80% pada 2027 berdasarkan materi Research. Prospek tersebut turut mendorong saham AMD menguat sekitar 8% dalam perdagangan setelah jam bursa.
Meski demikian, keterbatasan pasokan high-bandwidth memory (HBM), persaingan dengan Nvidia, serta penurunan pendapatan segmen Client and Gaming sebesar 8% tetap perlu dicermati. Ke depan, kemampuan AMD memenuhi permintaan chip AI, merealisasikan proyeksi pendapatan, dan mempertahankan margin menjadi faktor penting bagi prospek sahamnya.
2. Broadcom Inc. (AVGO) —BUY
- Range Buy: Rp6.025.597
- Target Price 1: Rp6.209.269
- Target Price 2: Rp6.397.651
- Stop Loss: Rp5.724.186
Mengapa Menarik?
Broadcom membukukan pendapatan Q3 FY2026 sebesar US$29,6 miliar, tumbuh 86% YoY, dengan laba bersih GAAP melonjak 216% menjadi US$13,1 miliar dan EPS terdilusi US$2,68. Kinerja ini didukung bisnis semikonduktor AI yang mencatat pendapatan US$16,7 miliar, naik 221% YoY, seiring meningkatnya permintaan chip khusus dan jaringan pusat data.
Pertumbuhan tersebut juga didukung kemampuan menghasilkan kas yang kuat, dengan free cash flow sebesar US$13,7 miliar. Untuk Q4 FY2026, manajemen memproyeksikan pendapatan sekitar US$34,8 miliar, termasuk US$21,7 miliar dari semikonduktor AI. Materi Research juga mencantumkan proyeksi pendapatan chip AI sekitar US$115 miliar pada 2027.
Namun, tingginya ekspektasi pasar, ketergantungan pada belanja infrastruktur AI pelanggan besar, serta tekanan valuasi dapat meningkatkan volatilitas saham. Realisasi proyeksi pertumbuhan, perkembangan permintaan chip AI, dan kemampuan mempertahankan arus kas menjadi faktor utama yang perlu dipantau investor.
3. Oracle Corporation (ORCL) —SPEC. BUY
- Range Buy: Rp2.283.960
- Target Price 1: Rp2.419.755
- Target Price 2: Rp2.555.550
- Stop Loss: Rp2.063.293
Mengapa Menarik?
Oracle mencatat pendapatan Q4 FY2026 sebesar US$19,2 miliar, naik 21% YoY, sementara pendapatan cloud meningkat 47% menjadi US$9,9 miliar. Pertumbuhan ini didukung permintaan layanan komputasi awan dan infrastruktur AI, terutama melalui pengembangan Oracle Cloud Infrastructure (OCI).
Perusahaan juga memiliki Remaining Performance Obligations (RPO) sebesar US$638 miliar, yang mencerminkan besarnya kontrak pelanggan yang belum diakui sebagai pendapatan. Oracle memproyeksikan pendapatan melampaui US$225 miliar pada FY2030, tetapi realisasinya membutuhkan investasi infrastruktur yang besar. Berdasarkan materi Research, manajemen berupaya membatasi pendanaan tambahan hingga US$20 miliar sampai FY2030 dan menargetkan arus kas bebas kembali positif pada paruh kedua FY2028.
Meski nilai kontrak memberikan visibilitas pertumbuhan jangka panjang, kebutuhan belanja modal, beban utang, dan risiko pelaksanaan proyek tetap menjadi perhatian. Kemampuan Oracle mengubah RPO menjadi pendapatan serta memperbaiki arus kas akan menjadi faktor penting bagi prospek ORCL.
Ringkasan Rekomendasi Saham Hari Ini
| Saham | Rekomendasi | Range Buy | Stop Loss | Target Price 1 | Target Price 2 |
|---|---|---|---|---|---|
| Advanced Micro Devices Inc. (AMD) | Buy | Rp8.781.029 | Rp9.154.318 | Rp9.527.606 | Rp8.174.434 |
| Broadcom Inc. (AVGO) | Buy | Rp6.025.597 | Rp6.209.269 | Rp6.397.651 | Rp5.724.186 |
| Oracle Corporation (ORCL) | Spec. Buy | Rp2.283.960 | Rp2.419.755 | Rp2.555.550 | Rp2.063.293 |
Kesimpulan
Pertumbuhan industri AI terus memberikan peluang bagi perusahaan penyedia chip dan infrastruktur cloud. AMD menunjukkan akselerasi pendapatan Data Center setelah earnings Q3, Broadcom mencatat pertumbuhan semikonduktor AI yang didukung arus kas kuat, sementara Oracle memiliki kontrak cloud bernilai besar yang berpotensi menopang pendapatan jangka panjang.
Namun, ketiganya menghadapi tantangan berbeda. AMD perlu memastikan kapasitas pasokan mampu memenuhi permintaan, Broadcom harus mempertahankan pertumbuhan di tengah ekspektasi pasar yang tinggi, sedangkan Oracle perlu mengelola kebutuhan pendanaan dan memperbaiki arus kas. Realisasi proyeksi bisnis dan disiplin pengelolaan modal akan menjadi faktor penting bagi prospek masing-masing saham.
Pantau Peluang Investasi Hari Ini
Pantau AMD, AVGO, dan ORCL melalui aplikasi Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips Nanovest.






