Sandisk (SNDK) melaporkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada kuartal pertama tahun fiskal 2027, didorong meningkatnya permintaan produk penyimpanan data untuk infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$11 miliar, meningkat 378% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan melampaui ekspektasi analis Wall Street.
Bersamaan dengan pengumuman kinerja tersebut pada Kamis, 29 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat, Sandisk juga mengumumkan rencana stock split 8:1 yang akan berlaku efektif pada 19 November 2026.
Hasil keuangan dan aksi korporasi ini muncul setelah saham Sandisk mencatat kenaikan lebih dari 460% sepanjang 2026, meskipun pergerakannya mengalami volatilitas dalam beberapa bulan terakhir.
Pendapatan Sandisk Naik 378%, Laba Lampaui Ekspektasi
Sandisk membukukan pendapatan US$11 miliar pada kuartal I tahun fiskal 2027, naik 23% dibandingkan kuartal sebelumnya dan melonjak 378% secara tahunan.
Hasil tersebut melampaui perkiraan analis sekitar US$10,6-10,7 miliar, berdasarkan data yang dikutip Yahoo Finance dan Shacknews.
Dari sisi profitabilitas, Sandisk mencatat laba per saham (EPS) non-GAAP sebesar US$49,51, lebih tinggi daripada ekspektasi sekitar US$47,20 yang dikutip Shacknews.
Margin laba kotor non-GAAP perusahaan mencapai 85,1%, mencerminkan kontribusi produk bernilai tinggi serta kondisi harga yang mendukung bisnis memori flash NAND.
Pertumbuhan juga terlihat pada kemampuan perusahaan menghasilkan kas. Sandisk mencatat arus kas bebas disesuaikan sebesar US$5,7 miliar selama kuartal tersebut.
Perusahaan mengembalikan sekitar US$5 miliar kepada pemegang saham melalui pembelian kembali saham atau share buyback.
Pada akhir kuartal, Sandisk memiliki kas dan setara kas sebesar US$5,1 miliar serta tidak mencatatkan utang.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan Sandisk juga disertai peningkatan profitabilitas dan arus kas, bukan hanya kenaikan volume penjualan.
Bisnis Data Center Tumbuh 61%, Permintaan AI Jadi Pendorong
Peningkatan permintaan infrastruktur AI menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan Sandisk, terutama pada bisnis penyimpanan data untuk pusat data.
Pendapatan segmen data center mencapai US$4,8 miliar, naik 61% dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, segmen edge membukukan pendapatan US$5,8 miliar, meningkat 7% secara kuartalan.
Berbeda dengan kedua segmen tersebut, pendapatan bisnis konsumen turun 29% menjadi US$397 juta, seiring penyesuaian permintaan terhadap kenaikan harga produk.
Sandisk merupakan salah satu produsen memori flash NAND, teknologi penyimpanan yang digunakan pada solid-state drive (SSD) dan berbagai perangkat penyimpanan data.
Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI, pusat data juga membutuhkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar untuk mengelola data pelatihan, menjalankan model, dan mendukung proses inferensi.
Perusahaan menyoroti perkembangan teknologi BiCS8 dan peningkatan penggunaan memori QLC sebagai bagian dari strategi memenuhi kebutuhan penyimpanan tersebut.
Sandisk juga melanjutkan pengembangan High Bandwidth Flash (HBF), teknologi memori flash berbandwidth tinggi yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan komputasi AI.
Pada kuartal pertama fiskal, perusahaan telah menyelesaikan tahap desain awal atau tape-out chip HBF pertamanya dan memulai proses fabrikasi.
Sandisk menargetkan pengiriman sampel produk berbasis HBF kepada pelanggan pada tahun kalender berikutnya.
Selain pengembangan produk, perusahaan memperluas penggunaan kontrak jangka panjang melalui skema New Business Models (NBM), yang memberikan kepastian permintaan dan alokasi pasokan.
Manajemen menyebut sekitar 50% volume bit produksi untuk tahun fiskal 2027 dan sekitar dua pertiga untuk tahun fiskal 2028 telah tercakup dalam skema tersebut.
Kontrak jangka panjang ini membantu perusahaan memperkirakan permintaan pelanggan, meskipun realisasi pertumbuhan tetap dipengaruhi kapasitas produksi dan perkembangan pasar.
Sandisk Proyeksikan Pendapatan Q2 hingga US$12,6 Miliar
Setelah mencatat pertumbuhan kuat pada kuartal pertama, Sandisk memberikan proyeksi yang lebih tinggi untuk kuartal kedua tahun fiskal 2027.
Perusahaan memperkirakan pendapatan berada pada kisaran US$12,2-12,6 miliar, dengan titik tengah US$12,4 miliar. Proyeksi tersebut berada di atas ekspektasi analis sekitar US$12,23 miliar yang dikutip Yahoo Finance.
Sandisk juga memperkirakan margin laba kotor non-GAAP sebesar 84,5%-85,5% pada kuartal berikutnya.
Sementara itu, EPS non-GAAP diproyeksikan berada pada kisaran US$55–57 per saham sebelum penyesuaian stock split. Setelah memperhitungkan pemecahan saham 8:1, proyeksi tersebut setara dengan sekitar US$6,88-7,13 per saham.
Manajemen memperkirakan harga produk masih akan meningkat secara moderat sepanjang tahun fiskal, didukung permintaan yang kuat dari pelanggan pusat data.
Namun, Sandisk juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk penyesuaian permintaan konsumen terhadap harga yang lebih tinggi serta keterbatasan kemampuan mengalihkan kapasitas produksi dalam waktu singkat.
Perusahaan menyebut proses produksi satu wafer membutuhkan sekitar 120 hari, sehingga perubahan alokasi pasokan tidak dapat dilakukan secara langsung.
Di sisi lain, pertumbuhan bisnis penyimpanan AI juga mendorong kebutuhan untuk mempertahankan keseimbangan antara investasi kapasitas, ketersediaan produk, dan profitabilitas.
Stock Split 8:1 Berlaku 19 November, Apa Artinya bagi Investor?
Bersamaan dengan laporan earnings, dewan direksi Sandisk menyetujui stock split dengan rasio 8:1 yang dijadwalkan berlaku efektif pada 19 November 2026.
Melalui aksi korporasi ini, setiap satu saham Sandisk akan menjadi delapan saham setelah pemecahan berlaku.
Sebagai ilustrasi, investor yang sebelumnya memiliki 10 saham Sandisk akan memiliki 80 saham setelah stock split, dengan asumsi tidak ada transaksi lain yang mengubah kepemilikannya.
Harga per saham secara teoritis juga akan disesuaikan menjadi seperdelapan dari harga sebelum pemecahan, tanpa mengubah total nilai kepemilikan hanya karena aksi tersebut.
Artinya, stock split tidak secara langsung meningkatkan nilai perusahaan maupun keuntungan investor. Namun, harga nominal per saham yang lebih rendah dapat membuat saham lebih mudah diakses oleh investor yang sebelumnya terkendala harga per lembar.
Pengumuman ini muncul setelah saham Sandisk mencatat kenaikan lebih dari 460% sepanjang 2026, didukung meningkatnya permintaan produk penyimpanan untuk pusat data AI.
Meski begitu, pergerakan saham Sandisk masih mengalami volatilitas. Dalam sesi reguler 29 Oktober 2026, saham SNDK ditutup turun 5,32% menjadi sekitar US$1.330,05 menurut data Yahoo Finance.
Saham kemudian bergerak fluktuatif dalam perdagangan setelah jam bursa, meskipun perusahaan melaporkan hasil yang melampaui ekspektasi dan mengumumkan stock split.
Bagi investor, perkembangan yang perlu diperhatikan berikutnya mencakup realisasi proyeksi pendapatan kuartal II, pertumbuhan bisnis data center, perkembangan teknologi HBF, serta pelaksanaan stock split pada November.
Pendapatan Naik 378%, Stock Split Menyusul. Pantau SNDK!
Bagaimana pergerakan sahamnya menjelang aksi korporasi tersebut? Pantau SNDK melalui Nanovest dan ikuti perkembangan pasar terbaru lewat News & Artikel Tips.
Investasi saham mengandung risiko, termasuk volatilitas harga dan potensi kehilangan modal. Stock split tidak menjamin kenaikan harga saham. Pelajari fundamental perusahaan dan sesuaikan keputusan investasi dengan profil risikomu.
Referensi +
- Yahoo Finance: Earnings live updates: Sandisk posts solid earnings, announces 8-for-1 stock split
- Seeking Alpha: Sandisk expects Q2 FY2027 revenue of $12.2B-$12.6B as board approves 8-for-1 stock split
- GuruFocus: SanDisk's 470% Rally Faces a High-Stakes Earnings Test
- ShackNews: Sandisk (SNDK) Q1 FY27 earnings results beat EPS and revenue expectations






