Google, anak usaha dari Alphabet (GOOGL), mengumumkan Gemini 4 Carbon pada 28 Oktober 2026. Model baru dalam keluarga Gemini 4 ini menekankan peningkatan kemampuan pemrograman, keamanan siber, serta penyelesaian pekerjaan rekayasa perangkat lunak yang panjang.
Skor Carbon Lebih Tinggi, Hasil Tiap Pengujian Tetap Berbeda
Artificial Analysis mencatat skor 59 untuk Gemini 4 Carbon dengan pengaturan high dan 50 untuk Gemini 4 Argon pada pengaturan yang sama. Selisih sembilan poin tersebut menggunakan versi indeks yang sama, yaitu v5.0.
Indeks ini menggabungkan sembilan pengujian yang mencakup pekerjaan pengetahuan, pemrograman, sains, dan pengetahuan umum. Per 30 Oktober, Carbon menempati posisi teratas pada indeks tersebut.
Hasil pengujian yang lebih spesifik memberi gambaran tambahan. Pada AA-Omniscience v1.1, Argon mencatat tingkat halusinasi 4%, dibandingkan 11% pada Carbon. Angka ini berlaku pada rangkaian pertanyaan dalam benchmark tersebut.
Dengan begitu, penilaian model dapat mempertimbangkan skor gabungan sekaligus hasil untuk jenis pekerjaan yang akan dijalankan.
Carbon Meningkat pada Pemrograman dan Keamanan Siber
Dalam tabel perbandingan Google, Carbon memperoleh skor 61,2% pada FrontierSWE 2, dibandingkan 55% untuk Argon. Pengujian ini menilai kemampuan menyelesaikan pekerjaan rekayasa perangkat lunak.
Peningkatan juga terlihat pada keamanan siber. Di SEC-bench Pro, yang menguji penemuan kerentanan perangkat lunak, Carbon meraih 88,2%, sementara Argon mencatat 83,4%.
Pada CWE-bench untuk perbaikan kerentanan, skor Carbon mencapai 71%, dibandingkan 68% pada Argon.
Angka perbandingan tersebut dipublikasikan oleh Google. Perusahaan menjelaskan bahwa evaluasi siber eksternal Carbon dilakukan tanpa guardrails atau pembatas keamanan, sehingga kondisi pengujiannya perlu diperhatikan ketika membaca hasil.
Argon Sudah Bisa Dipakai, Carbon Masih Terbatas
Google membuka akses luas Gemini 4 Argon pada 13 Oktober 2026. Pengembang dapat menggunakannya melalui Gemini API dan Google AI Studio. Pelanggan Google AI Pro dan Ultra juga mendapat akses lewat aplikasi Gemini.
Carbon diperkenalkan dengan jalur berbeda. Google memulai akses dari sebagian tim pertahanan siber, lalu berencana menambah mitra terpercaya melalui Fairwind Program. Per 30 Oktober, pengumuman resminya belum mencantumkan tanggal akses umum untuk pengembang, perusahaan, dan konsumen.
Dari sisi kapasitas konteks, Artificial Analysis menempatkan keduanya pada kelas sekitar satu juta token. Dokumentasi Argon menjelaskan bahwa input, token penalaran, dan output berbagi satu batas konteks.
Tarif Sama, Jadwal Berakhir Promo Berbeda
Tarif perkenalan Carbon adalah US$2 per satu juta token input dan US$10 per satu juta token output. Setelah periode perkenalan, tarif yang diumumkan menjadi US$4 untuk input dan US$20 untuk output.
Argon memakai tarif yang sama pada layanan API Standard. Perbedaannya, jadwal Argon sudah ditetapkan: harga perkenalan berlaku sampai 30 November 2026, lalu harga standar berlaku mulai 1 Desember. Google belum mengumumkan tanggal berakhirnya periode perkenalan Carbon.
Biaya penggunaan juga dipengaruhi jumlah token yang diproses. Dokumentasi Argon menyebut token penalaran ikut dihitung dalam tagihan output, sehingga anggaran perlu memasukkan proses penalaran model.
Sebagai pembanding, Artificial Analysis mencatat rata-rata biaya US$7,76 per tugas untuk Carbon dan US$7,68 untuk Argon dalam Intelligence Index. Perhitungan tersebut menggunakan harga standar dan bobot pengujian lembaga itu. Angka ini menggambarkan biaya pada rangkaian benchmark, sementara biaya proyek pengguna bergantung pada beban kerjanya.
Apa Artinya bagi Bisnis Alphabet?
Bagi Alphabet (GOOGL), Carbon menambah model yang dapat ditawarkan kepada pengembang dan pelanggan perusahaan ketika aksesnya diperluas. Argon sudah memiliki jalur distribusi lewat API dan aplikasi berlangganan.
Bisnis yang menjadi konteks monetisasinya juga sedang tumbuh. Pada kuartal III 2026, pendapatan Google Cloud mencapai US$30,71 miliar, naik 103% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan tersebut mencakup periode yang berakhir 30 September 2026, sedangkan Carbon baru diumumkan pada 28 Oktober. Kontribusi pendapatan Carbon belum dirinci dalam pengumuman peluncurannya.
Secara bisnis, peningkatan kemampuan model perlu dibaca bersama perluasan akses, penggunaan berbayar, dan biaya pemrosesan. Ketiga hal itu memberi konteks untuk menilai perkembangan produk Alphabet (GOOGL, GOOG) setelah peluncuran Carbon.
Baca berita lainnya terkait perkembangan Google di halaman ini.
Gemini Makin Canggih, Bagaimana Prospek Saham Google?
Penasaran bagaimana perkembangan AI memengaruhi bisnis Alphabet? Pantau saham GOOGL di Nanovest dan ikuti kabar teknologi serta pasar terbaru lewat News & Artikel Tips.
Investasi saham mengandung risiko, termasuk volatilitas harga dan potensi kehilangan modal. Pelajari fundamental perusahaan dan sesuaikan keputusan investasi dengan profil risikomu.
Referensi +
- Google - Pengumuman Gemini 4 Carbon dan ketersediaan Gemini 4 Argon
- Artificial Analysis - Carbon vs Argon, Intelligence Index v5.0, AA-Omniscience v1.1, dan analisis peluncuran Carbon






